Sentimen Positif Pasar Modal dari Pemanggilan Menteri Ekonomi
Indeks Harga Saham Gabungan kembali bergairah awal pekan ini menyambut beberapa peristiwa di dalam negeri. Peristiwa ini mulai dari pelantikan presiden dan pembentukan kabinet hingga Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Dana investor asing juga berkontribusi pada bangkitnya kinerja pasar modal pada produk surat utang. Sejalan dengan beberapa peristiwa itu, dana asing masuk ke pasar modal. Pada Selasa (15/10/2024), menurut RTI Business, investor asing mencatatkan net buy atau nilai pembelian bersih di pasar modal Rp 339 miliar. Kondisi ini menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,89 persen ke level 7.626. Pada akhir perdagangan Rabu (16/10), IHSG ditutup menguat 0,29 persen di level 7.648.
Pengamat pasar modal, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, menilai bahwa sentimen pemerintahan baru di Indonesia ikut memberikan dampak positif di pasar modal. Sejak Senin (14/10), presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil puluhan tokoh yang diyakini akan mengisi jabatan kementerian dan lembaga di pemerintahannya. Para tokoh itu akan dilantik setelah Prabowo Subianto dan pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Reza menilai, pasar melihat nama-nama tokoh lama yang muncul. Salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan sejumlah pejabat yang sudah menduduki posisi di sektor perekonomian di periode pemerintahan sebelumnya.
”(Situasi) ini tampaknya cukup memberikan sentimen positif. Pelaku pasar bisa jadi memiliki persepsi bahwa program-program pemerintahan sebelumya yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan kembali,” ujarnya di Jakarta. Selain isu terkait pembentukan kabinet pemerintahan baru, pasar juga mengapresiasi surplus perdagangan ekspor-impor Indonesia yang bertahan selama 53 bulan sejak Mei 2020. Pada pekan ini, pasar juga menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mengatur strategi moneter setelah menurunkan suku bunga 25 basis poin pada September 2024. Mengutip analisis Phintraco Sekuritas, pasar memperkirakan BI masih menahan suku bunga 6 persen bulan ini meski ke depan ada peluang BI melanjutkan penurunan suku bunga. Pasar juga masih memantau kebijakan ekonomi di luar negeri. Positifnya bursa regional Asia menyambut laporan kinerja keuangan triwulan III juga menjadi penguat bagi IHSG. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023