;
Tags

Modal

( 192 )

Penyertaan Modal Negara, Dana Ditambah, Realisasi Minim

Ayutyas 23 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Pemerintah masih memiliki sederet pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam sisa 1,5 bulan menuju pengujung 2020. Salah satu PR itu adalah realisasi penyertaan modal negara (PMN) kepada badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan layanan umum (BLU) yang masih tercatat rendah, termasuk PMN untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penyerapan belum mencapai separuh dari alokasi awal PMN senilai Rp36,48 triliun, pemerintah kembali menambah anggaran menjadi Rp45,05 triliun melalui Keputusan Menteri Keuangan No.500/2020. Perubahan pagu anggaran secara diam-diam oleh pemerintah itu pun menuai kritik dari DPR RI. Anggota Komisi XI M. Misbakhun merasa perubahan pagu anggaran ini tidak pernah dikomunikasikan kepada komisi keuangan. “Komitmennya, pemerintah berkomunikasi kalau ada setiap perubahan. Ini KMK No.500/2020 tak pernah ada, jumlahnya juga tidak sesuai dengan Perpres No.72/2020,” kata Misbakhun, pekan lalu.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata menyatakan PMN tersebut bukanlah sekadar bagi-bagi uang kepada perusahaan-perusahaan milik negara. Pihaknya pun optimistis realisasi PMN tersebut akan mencapai target. Dari total alokasi Rp45,051 triliun, pemerintah telah menggelontorkan Rp16,95 triliun. Jika diperinci, wujud PMN itu terdiri atas tunai Rp41 triliun dan nontunai Rp4 triliun. “Melalui PMN nontunai, pemerintah bermaksud untuk memperbaiki struktur permodalan dan/atau meningkatkan kapasitas produksi BUMN, mendukung pelaksanaan penugasan dari pemerintah, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan BMN,” katanya.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat, jika melihat rentang waktu yang kurang dari 2 bulan lagi, memang akan relatif sulit mendorong realisasi PMN hingga 100%. Senada, peneliti ekonomi senior Institut Kajian Strategis (IKS) Eric Alexander Sugandi memperkirakan penyerapan APBN, termasuk anggaran untuk program pemulihan ekonomi (PEN), akan sulit terserap sepenuhnya pada akhir 2020. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyampaikan, di tengah serapan anggaran yang rendah, seharusnya pemerintah melakukan evaluasi, menetapkan prioritas BUMN mana yang harus dibantu melalui PMN.


Awal November Dana Asing Masuk

Sajili 09 Nov 2020 Kontan

Aliran modal asing kembali mengalir masuk ke pasar keuangan Indonesia di minggu pertama November 2020. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyebut, berdasarkan data transaksi periode 2 November 2020-5 November 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto capai Rp 3,81 triliun.

Terjadinya aliran modal tersebut (net inflow) disebabkan masuknya dana asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3,87 triliun meski di pasar saham asing tercatat jual neto sebesar Rp 0,06 triliun. “Berdasarkan data settlement selama 2020 (sejak awal tahun), asing di pasar keuangan domestik masih tercatat jual netto sebesar Rp 161,24 triliun,” jelas Onny, Minggu (8/11).

Kondisi ini terjadi karena persepsi investor terhadap risiko investasi di Indonesia terpantau membaik yang ditunjukkan dengan penurunan premi Credit Default Swap (CDS) bertenor 5 tahun ke 82,64 basis poin (bps), dari 97,96 bps per akhir Oktober 2020 lalu.

 


Modal Asing Masih Keluar Karena Minim Sentimen Positif

Sajili 05 Oct 2020 Kontan

Aliran modal asing tampak masih keluar dari pasar keuangan Indonesia sejak awal tahun hingga 1 Oktober 2020. Bank Indonesia (BI) mencatat, dalam kurun waktu tersebut, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia mencapai Rp 173,83 triliun. Nilai outflow dalam periode tersebut lebih besar daripada nilai outflow yang terjadi dalam periode awal tahun hingga 24 September 2020, yang mencapai Rp 167,44 triliun.

Kabar baiknya, meski asing melakukan aksi jual pada periode tersebut, dalan kurun waktu 28 September 2020 - 1 Oktober 2020, aliran modal asing ada yang masuk ke dalam pasar keuangan domestik sebesar Rp 1,03 triliun. Ini terdiri dari aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2,46 triliun, di tengah aliran modal asing yang keluar dari pasar saham sebesar Rp 1,43 triliun.

Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif Kepala Komunikasi Bank Indonesia menyatakan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga sistem keuangan serta menjaga stabilitas makroekonomi, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira melihat, keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia menunjukkan ada keraguan investor akan prospek pemulihan ekonomi yang tengah berlangsung di Indonesia. “Investor sepertinya masih melihat belum adanya prospek pemulihan ekonomi yang cepat dalam jangka pendek,” ujar Bhima kepada KONTAN, Minggu (4/10).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy melihat, modal asing yang keluar dari Indonesia salah satunya karena investor saat ini masih wait and see melihat hasil pemilu Amerika Serikat pada November 2020 nanti. Selain itu, mereka melihat kondisi ekonomi Indonesia yang belum ada sentimen positif, malah pemerintah sudah memproyeksi Indonesia bisa resesi di kuartal III-2020 ini.


Penyertaan Modal Negara, Jiwasraya Dapat Rp22 Triliun

Ayutyas 02 Oct 2020 Bisnis Indonesia

Pemerintah akan melakukan penanaman modal negara atau PMN senilai Rp22 triliun untuk menyelesaikan masalah keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dana tersebut akan dicairkan bertahap dalam 2 tahun. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan pembahasan dari Rapat Panja Jiwasraya Komisi VI DPR bersama Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo, dan dan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI Robertus Bilitea.

Suntikan dana dari APBN itu akan digelontorkan kepada BPUI selaku induk holding asuransi dan penjaminan. Nantinya, Bahana akan membentuk perusahaan asuransi baru yang menjadi ‘reinkarnasi’ Jiwasraya. Robertus menjelaskan bahwa perusahaan tersebut adalah IFG Life, yang dibentuk oleh holding keuangan bernama Indonesia Financial Group (IFG). Dana PMN yang diperoleh BPUI akan disalurkan ke IFG Life sebagai modal dasar untuk menerima polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi.

Adapun, Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza menjelaskan bahwa belum terdapat penetapan besaran PMN bagi BPUI, untuk kepentingan penyehatan Jiwasraya. Meskipun begitu, pihaknya bersama pemerintah terus melakukan pembahasan skema akhir penyehatan Jiwasraya


PT Medco Peroleh Pembiayaan Rp 400 Miliar

Sajili 28 Sep 2020 Kompas

PT Medco Power Indonesia memperoleh pembiayaan Rp 400 miliar dari BNI Syariah untuk menambah modal kerja dan biara operasional perusahaan. Saat ini PT Medco sedang membangun proyek energi terbarukan, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen berkapasitas 110 megawatt yang akan beroperasi penuh pada 2023.

Menurut SEVP Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Babas Bastaman menyatakan, “Pemberian pembiayaan ini merupakan wujud dukungan BNI Syariah terhadap program Pemerintah Indonesia dalam penggunaan energi terbaruka,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (27/9/2020).


BKPM Klaim 143 Relokasi Perusahaan dari Luar Negeri

Sajili 22 Sep 2020 Kontan

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim hingga saat ini ada 143 perusahaan asing yang berencana merelokasi usahanya ke Indonesia. Dari 143 perusahaan tersebut, terbagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah tujuh perusahaan yang sudah memastikan melakukan relokasi investasi ke Indonesia, dengan lokasi usaha tersebar di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara. Juru Bicara BKPM Tina Talisa menjelaskan, salah satu dari tujuh perusahaan tersebut sudah melakukan ground breaking di Subang Jawa Barat yaitu Meiloon Technology asal Taiwan.

Kelompok kedua adalah 17 perusahaan yang berencana melakukan relokasi investasi."Saat ini posisinya dalam tahap penjajakan 70%-80%, dan ada beberapa yang sudah penjajakan 90%," katanya kepada KONTAN, (20/9).

Kelompok ketiga sebanyak 117 perusahaan yang potensial merelokasi investasi ke Indonesia. Dengan demikian totalnya menjadi 143 perusahaan, yang mana negara-negara asal perusahaannya dari Amerika Serikat, Jepang Korea Selatan, Taiwan, dan China. Adapun realisasi investasi di Jawa sebesar Rp 208,9 triliun setara 51,9% dari total investasi Rp 402,6 triliun di semester I-2020.

Masa Surut Raksasa Digital

Ayutyas 21 Apr 2020 Republika, 20 April 2020

Sejak tahun lalu, industri digital di Cina telah mengalami perlambatan ekonomi yang membuat para investor khawatir sehingga menuntut investor agar lebih kreatif untuk selamat dari krisis virus korona. Menurut penyedia data PitchBook, sejauh tahun ini, investasi modal ventura di perusahaan-perusahaan pemula di seluruh Cina yang meliputi Hong Kong, telah anjlok lebih dari 65 persen.

Analis modal ventura di PitchBook, Alex Frederick, sebagaimana dikutip dari CNN berujar penyebaran Covid-19 yang tengah terjadi sekarang memberikan pukulan fatal bagi perusahaan rintisan yang tidak cukup kuat untuk menghadapi gejolak ekonomi. Selama masa krisis, perusahaan yang didanai mengalami penurunan nilai secara signifikan. Sedangkan, upaya menahan virus korona telah menyebabkan perlambatan ekonomi yang akan memperburuk volatilitas ekonomi.

Managing Director Chinaccelerator, Oscar Ramos, mengatakan, tahun ini pengusaha lebih memprioritaskan hal-hal yang lebih mendesak dan menunda kesepakatan dengan investor. Perusahaan rintisan teknologi finansial berbasis di Hong Kong, Mio Tech dan Travel Flan pun mengalami kesulitan yang sama, ketika mencoba untuk mendapatkan dana dari pemodal ventura demi menyelamatkan perusahaan. CEO Travel Flan, Abel Zhao memutuskan untuk memikirkan kembali seluruh model bisnisnya dengan memperluas cakupannya dan mengambil mitra utama dari sektor lain.

Seperti yang dilansir dari BBC, teknologi kesehatan di Cina juga digunakan untuk mengidentifikasi gejala Covid-19, termasuk untuk menemukan perawatan baru dan memantau penyebaran penyakit. Sementara itu, kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut juga telah digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit dan mempercepat pengembangan vaksin. Analis modal ventura di PitchBook, Alex Frederick, memprediksi, investor hanya akan mempertahankan modal mereka dan melanjutkan bisnis kembali seperti biasa ketika kondisi membaik. Alex mengungkapkan, perusahaan rintisan yang hanya mengandalkan dana venture capital akan mengalami nasib paling buruk karena dana telah mengering.


Modal Ventura Mengincar Startup Tekfin

budi6271 19 Jun 2019 Kontan

Perusahaan modal ventura semakin gencar menyalurkan pembiayaan di tahun ini. Salah satu yang mereka incar adalah pendanaan ke perusahaan startup. Salah satunya Mandiri Capital Indonesia yang sudah mengalokasikan sejumlah dana untuk investasi ke dua hingga tiga startup tekfin baru di tahun ini. Mandiri Capital Indonesia menyiapkan dana sekitar Rp 90 miliar tahun ini. Dari jumlah tersebut, Rp 40 miliar untuk investasi baru, dan Rp 50 miliar untuk pendanaan lanjutan kepada startup yang sudah tertera di portofolio anak usaha Bank Mandiri ini.

Syarat tekfin yang akan mendapat suntikan dana dari Mandiri Capital. Pertama, perusahaan sudah memiliki produk yang diluncurkan ke pasar. Kedua, sudah melalui pendanaan sebelumnya. Sementara itu, pemain lain, Bahana Artha Ventura sedang menyiapkan strategi mencapai penyaluran pembiayaan ultramikro tahun ini sebesar Rp 1,4 triliun. Perusahaan ventura ini akan wait and see untuk mencari startup terbaik yang akan didanai. Sedangkan modal BRI Ventures sudah mempunyai Rp 1 triliun sebagai modal pendanaan.

Astra Siapkan Belanja Modal Rp 30 Triliun

ayu.dewi 26 Apr 2019 Republika

PT Astra International Tbk menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp 30 triliun. Anggaran ini lebih tinggi dibandingkan belanja modal pada 2018 yang sebesar Rp 29 triliun. Dana belanja modal akan digunakan untuk suntikan dana ke anak usaha, seperti :

  • PT United Tractor Tbk sebesar Rp 15 triliun
  • PT Astra Agro Lestari Tbk sebesar 1,7 triliun
  • ekspansi jalan tol dan pembangunan outlet baru sebesar Rp 2,5 triliun 
  • dan sisanya akan digunakan untuk pengembangan teknologi informasi yang diperlukan oleh anak usaha Grup Astra

Astra kemungkinan akan menyuntikan modal untuk Gojek. Astra telah kedua kalinya menanamkan modal ke Gojek dengan total sebesar 250 juta dolar AS. Dalam dua fundraising terakhir Astra ikut 150 juta dolar AS dan 100 juta dolar AS. 

Investor Asing Masih Membidik Potensi Indonesia

budi6271 24 Jan 2019 Kontan
Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia tetap masuk dalam radar para investor global. Kabar terakhir, produsen ban asal Perancis, Michelin, mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). Michelin juga membeli 20% saham PT Penta Artha Impressi.
Sebelum Michelin, investor besar lainnya juga masuk Indonesia, yakni Pegatron Corporation. Wakil Kadin Bidang Hubungan Internasional menyatakan secara umum Indonesia masih menarik di mata pemodal asing. Hanya saja, perlu diantisipasi agar efek global tak berpengaruh ke investasi yang masuk Indonesia.