Modal
( 192 )BRI Suntik Modal untuk Perkuat BRI Ventures
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyuntikkan modal tambahan ke anak usahanya, yakni BRI Ventures (BVI), sebesar Rp 145 miliar. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, Kamis (17/2), manajemen BRI menyatakan, transaksi itu dimaksudkan untuk memperkuat permodalan dalam rangka ekspansi bisnis BVI. (Yoga)
Berburu Modal Mitra Global
Presidensi G20 membuka peluang bagi Indonesia untuk menggairahkan ekonomi yang dalam 2 tahun terakhir digoyang pandemi Covid-19. Radar pemerintah pun mulai fokus memantau setiap kesempatan dalam pertemuan penuh gengsi itu untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Aliran investasi menjadi salah satu prioritas yang akan dioptimalkan dalam pertemuan yang digelar di Pulau Bali itu. Tak tanggung-tanggung, otoritas penanaman modal mengincar komitmen hingga Rp250 triliun dari negara anggota. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi sepanjang 2021 mencapai Rp901 triliun. Artinya, secara rata-rata catatan penanaman modal per kuartal pada 2021 berada pada angka Rp225 triliun. Penanaman modal yang diincar pemerintah dalam agenda G20 juga setara dengan 20% dari target investasi sepanjang tahun ini yang senilai Rp1.200 triliun. Adapun, negara yang disasar dalam investasi penghiliran antara lain China, Jepang, Korea Selatan, serta negara-negara di kawasan Eropa. Kendati melibatkan pemodal asing, pemerintah menjamin adanya kontribusi pengusaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam setiap operasional bisnis di dalam negeri.
PMA China, Impor & Tuduhan UE
“We encourage competitive Chinese producers of iron and steel, cement and plate etc. to shift their operation to ASEAN countries to meet the local need of infrastructure development through investment, leasing and loan, lending so as to achieve mutual benefit.” (PM China Li Keqiang pada KTT Asean-China ke-17, 2014). Li Keqiang benar. China melakukan ekspansi industri melalui skema Belt and Road Initiative (BRI) secara masif. Uni Eropa (UE) berang dan melabel strategi itu sebagai upaya pengalihan kelebihan kapasitas domestik dengan memberikan subsidi transnasional. UE berpandangan subsidi itu sebagai praktik ilegal yang dilarang oleh WTO-Subsidy and Countervailing Measures Agreement (SCMA).Subsidi transnasional adalah subsidi lintas batas negara. Ditafsirkan UE sebagai bantuan pembiayaan dari pemerintah kepada industri yang melakukan ekspansi ke negara ketiga. Definisi ini diperluas mencakup kerja sama G2G dalam pembangunan kawasan industri di negara tujuan investasi.
Fasilitas tidak hanya terbatas pada infrastruktur tetapi juga permodalan. Lembaga keuangan China diwajibkan menyalurkan berbagai pembiayaan dalam bentuk loans, export guarantees dan export insurance ke perusahaan yang melakukan relokasi. Pada 2019 UE menginisiasi penyelidikan anti-subsidi untuk impor produk fiber glass fabrics asal Mesir dan China. Pada tahun yang sama UE juga melakukan penyelidikan anti-subsidi terhadap impor stainless steel hot-rolled flat products dan stainless steel cold-rolled flat products asal Indonesia dan China. Modal asing (PMA) merupakan komponen penting dalam pembiayaan pembangunan. Namun, karena pengguliran isu subsidi transnasional ini terkait dengan investasi China di Tanah Air maka pemerintah perlu mewaspadai reaksi UE terhadap produk impor yang dihasilkan oleh produsen yang berafiliasi ke Negeri Tirai Bambu.
Guyuran Modal Teknologi Finansial
Potensi besar sektor teknologi finansial di Tanah Air mendorong sejumlah investor menyuntikkan dana ke perusahaan lokal. Awal tahun ini, PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks) dan Pluang mendapat kucuran triliunan rupiah. KoinWorks memperoleh pendanaan Seri C senilai US$108 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun. Pendanaan dipimpin oleh modal ventura kelompok bisnis PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), yakni Metra Digital Investama (MDI) Ventures. Sementara Pluang besutan PT Bumi Santosa Cemerlang mendapat pendanaan US$55 juta yang dipimpin oleh Accel. Pluang yang merupakan platform transaksi emas, micro e-mini index futures, dan aset kripto serta transaksi reksa dana, sejak tahun lalu telah menerima pendanaan dari beberapa pemodal. Suntikan modal dari para investor tidak terlepas dari kinerja ciamik yang berhasil dicapai dua perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) tersebut. Pluang yang pada awalnya lahir sebagai platform investasi emas bertajuk EmasDigi pada 2019, diklaim telah memiliki lebih dari 4 juta pengguna terdaftar di Indonesia.
Penguatan Modal : Bank BJB Bersiap Rights Issue
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) bersiap untuk melakukan ekspansi kredit tahun ini dengan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional dan Jawa Barat. Seiring dengan itu, perseroan pun akan menambah modal melalui rights issue. Perseroan akan menggelar emisi saham baru dengan memberikan hak untuk memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada pemegang saham existing atau rights issue pada Maret 2022 mendatang.
Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 925 juta lembar saham baru seri B atau setara dengan sebanyak-banyaknya 9,40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan rights issue merupakan langkah tepat untuk memperkuat permodalan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kemampuan penetrasi kredit perusahaan di tahun ini.
Persaingan Kian Sengit, Bank Besar Pertebal Modal
Perbankan berlomba meningkatkan amunisi permodalan untuk menghadapi makin sengitnya persaingan bisnis, termasuk menyiapkan diri untuk masuk era perbankan digital. Tak hanya bank kecil, bank besar juga rajin menambah modal inti. Gencarnya penambahan modal ini membuat sejumlah bank berhasil naik kelas Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU IV) dengan bermodal inti di atas Rp 30 triliun pada tahun ini. PermataBank Tbk (BNLI) pada Januari lalu sudah menjadi bank BUKU IV setelah rights issue dan mendapat suntikan modal dari Bangkok Bank. Modal inti bank ini sebesar Rp 43,14 triliun per September 2021. Bank ini akan gunakan modal untuk tingkatkan layanan digital.
Penarikan Kredit Modal Kerja Semakin Ramai
Pemulihan ekonomi membuat bank semakin optimistis mengucurkan kredit modal kerja. Fasilitas kredit ini biasanya dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar serta membiayai sementara kegiatan operasional rutin, uang muka, cadangan kas, atau komponen modal kerja lainnya. Permintaan kredit modal kerja mulai mampu mengejar pertumbuhan kredit konsumsi. Bank Indonesia (BI) mencatatkan kredit modal kerja naik 2,6% yoy menjadi Rp 2538,2 triliun per September 2021. Sedangkan pertumbuhan kredit konsumsi naik 2,9% yoy menjadi Rp 1638,2 triliun di sembilan bulan pertama 2021.
Aliran Modal Asing Masuk Rp 5,05 Triliun
Aliran modal asing tercatat masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan kedua bulan ini. Berdasarkan data transaksi Bank Indonesia (BI) periode 11 Oktober 2021 hingga 14 Oktober 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik mencatatkan beli neto (net buy) sebesar Rp 5,05 triliun. "Terdiri dari beli neto di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 1,78 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp 3,26 triliun," kata Muhamad Nur, Direktur, Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Minggu (17/10).
Modal Asing Masuk USD 1,5 Miliar , Bikin Rupiah Menguat
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing terus berlanjut dengan investasi portofolio yang mencatatkan net inflows sebesar 1,5 miliar dolar AS pada periode Juli hingga 17 September 2021. Itu sebagai salah satu faktor mengapa nilai tukar rupiah cenderung menguat belakangan ini.
Mata uang Garuda menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda, seperti isu kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus atau tapering oleh Bank Sentral AS, The Fed, serta peningkatan kasus COVID-19.
Perry menyebutkan nilai tukar rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94 persen secara rerata dan 0,18 persen secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021. Dengan perkembangan tersebut, ia menjelaskan rupiah sampai dengan 20 September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35 persen secara tahunan (year to date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020.
Penguatan Aliran Masuk Modal Asing Berlanjut
Jakarta - Aliran masuk modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia selama periode 30 Agustus hingga 2 September 2021 tercatat Rp 11,63 triliun. Nilai ini melanjutkan tren peningkatan capital flow pada pekan-pekan sebelumnya yaitu dari Rp 3,49 triliun pada periode 16-19 Agustus 2021, menjadi lebih dari dua kali lipat pada periode 23-26 Agustus 2021 yaitu sebesar Rp 7,67 triliun. Berbagai indikator di sektor keuangan terus membaik, di tengah berbagai langkah bauran kebijakan moneter dan dukungan sisi likuiditas yang dilakukan bank sentral.
Derasnya capital inflow yang utama disebabkan oleh faktor peningkatan harga saham emiten berbasis komoditas serta emiten teknologi. Sementara itu, terkait isu pengurangan likuiditas (tapering off) oleh bank sentral AS, investor sudah melakukan antisipasi sejak sinyal tapering off menguat di awal 2021. Sebagai contoh, porsi SBN yang dipegang asing sudah mengalami penurunan dari 30,17% per 30 Juni 2020, menjadi 22,88% pada 22 Juni 2021. Porsi penguasaan asing terhadap SBN juga terus turun menjadi 22,44% per 31 Agustus 2021 dengan nominal tercatat Rp 980,44 triliun.
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022









