;
Tags

Ekonomi Internasional

( 635 )

Tugas Fed Menurunkan Inflasi Terlalu Berat

KT3 18 Apr 2023 Kompas

Misi Bank Sentral AS menurunkan suku bunga berat. Ini bukan saja soal stimulus ekonomi dengan jumlah dana berlebihan, penyebab inflasi. Kebijakan fiskal Pemerintah AS yang selalu defisit turut membebani. Ini masih ditambah dengan kebijakan luar negeri AS yang sangat menonjolkan konfrontasi dengan blok China dan berefek inflatoir. Ekonom Jeremy Siegel konstan menentang lanjutan kenaikan suku bunga. Sejak akhir 2022, Siegel memperingatkan kenaikan suku bunga harus diredam karena akan memukul perekonomian. Namun, suara umum menyebutkan inflasi sebesar 5 % masih terlalu tinggi dan suku bunga perlu dinaikkan lagi hingga inflasi mencapai 2 %. Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell terjepit di tengah dua opini: melanjutkan kenaikan suku bunga atau menghentikannya. Rapat Komite Kebijakan Pasar Terbuka Fed (FOMC), 21-22 Maret 2023, memperlihatkan kegamangan itu.

FOMC menghadapi trilema, terkait pertumbuhan, inflasi, dan krisis keuangan/perbankan yang tidak bisa dicapai bersamaan. Kenaikan suku bunga mencegah pertumbuhan ekonomi dan telah membuat Silicon Valley Bank (SVB) bangkrut. ”Beberapa pembuat kebijakan di Federal Reserve berpikir untuk menghentikan kenaikan suku bunga,” demikian hasil pertemuan itu. Dalam pertemuan itu, khususnya Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyatakan suku bunga tetap perlu dinaikkan. Jika tidak, risikonya adalah kenaikan inflasi kembali. Goolsbee menyimpulkan, FOMC perlu menaikkan suku bunga ketimbang berpikir semata soal risiko pengetatan kucuran kredit perbankan AS akibat kenaikan suku bunga. Di akhir pertemuan FOMC diputuskan, kenaikan suku bunga hanya sebesar 0,25 %, menjadikan suku bunga naik di kisaran 4,75-5 %. (Yoga)


Metafora Ekonomi

KT3 18 Apr 2023 Kompas

Pada pidato Game of Thrones  Presiden Jokowi dalam pembukaan Sidang Paripurna Pertemuan Tahunan Grup Bank Dunia-Dana Moneter Internasional di Nusa Dua, Bali, 12 Oktober 2018, Presiden mengilustrasikan kondisi ketidakpastian global dengan serial drama fantasi tentang perebutan kekuasaan, Game of Thrones karya David Benioff dan DB Weiss. Dalam konteks perang Rusia-Ukraina, Menlu Ukraina Dmytro Kuleba menyikapi secara kritis Rusia yang mengembargo ekspor biji-bijian atau bahan baku pangan Ukraina. Pada pertemuan ASEAN Summit 2022 di Phnom Penh, Kamboja, pada 12 November 2022, Kuleba menyebut Moskwa memainkan Hunger Games. Pada saat krisis biaya hidup akibat kenaikan harga pangan melanda sejumlah negara, muncul istilah lunchflation (lunch and inflation) yang menggambarkan inflasi atau kenaikan harga sekotak atau seporsi makan siang yang menggerus daya beli masyarakat. Itulah yang disebut metafora ekonomi.

Membahasakan dan membumikan situasi atau kondisi ekonomi tertentu tidak hanya dengan angka dan statistik, tetapi sesuatu yang dekat dengan kehidupan manusia. Belakangan ini, IMF kerap menggunakan metafora ekonomi. Pada Pertemuan Musim Semi Grup Bank Dunia-IMF di Washington, AS, IMF mengibaratkan kondisi pemulihan ekonomi dunia sebagai ”pemulihan berbatu”. Saat menjelaskan tentang laporan terbaru IMF ”Tinjauan Ekonomi Dunia: Pemulihan Berbatu” pada 11 April 2023, Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyatakan, pemulihan ekonomi global tetap bertahan pada jalurnya, tetapi jalannya semakin berbatu. Inflasi perlahan turun, tetapi pertumbuhan ekonomi tetap rendah secara historis dan risiko keuangan meningkat. Bahasa kiasan itu bukan sekadar memperindah retorika ekonomi, melainkan memang diperlukan dalam memahami dan menjelaskan teori ekonomi abstrak serta fenomena ekonomi yang kompleks. (Yoga)


Aksi Mogok Membebani Ekonomi Inggris

KT1 14 Apr 2023 Investor Daily

Data resmi yang dirilis Kantor Statistik Nasional (ONS) pada Kamis (13/04) menunjukkan, perekonomian Inggris stagnan pada Februari 2023 karena aksi mogok pegawai negeri berdampak menekan produksi. Tetapi, penaikan yang terjadi pada Januari lebih kuat dari perkiraan sebelumnya dan ini berarti resesi menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi pada awal 2023. ONS telah merevisi naik estimasi pertumbuhan Januari dari 0,3% menjadi 0,4%. Ini berarti Inggris kemungkinan besar menghindari kontraksi kuartaI yang diprediksi Bank of England (BOE) bulan lalu. Proyeksi IMF yang diterbitkan minggu ini menunjukkan, Inggris berada di posisi terbawah dari negara-negara besar dunia dalam pertumbuhan ekonomi 2023. Di mana proyeksi kontraksi sebesar 0,3%, atau turun 0,7% untuk basis per kapita.

Menurut Direktur Ekonomi di badan akuntan ICAEW Suren Thiru, kekhawatiran resesi bakal tetap ada karena pajak yang lebih tinggi, dan biaya pinjaman mengimbangi penurunan inflasi serta adanya  bantuan pemerintah untuk tagihan energi. “Angka-angka itu juga menunjukkan, perekonomian telah kehilangan momentum karena inflasi yang sangat tinggi dan aksi mogok kerja terus menyeret pendorong-pendorong utama PDB Inggris, terutama industri jasa dan produksi,” tambah Thiru. Ia menambahkan, BoE harus mengakhiri kenaikan suku bunga bulan depan karena menaikkan suku bunga akan semakin melemahkan prospek pertumbuhan negara ini. (Yetede)


Beda Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

KT1 14 Apr 2023 Tempo

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8 % pada 2023, turun dari sebelumnya 3,4 % pada 2022. Berdasarkan laporan bertajuk World Economic Outlook, penurunan proyeksi itu disebabkan oleh tekanan yang bersumber dari sistem finansial, yang di dalamnya kerentanan sistem keuangan dikhawatirkan dapat memicu krisis baru serta mengganggu pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini.

“IMF tetap mendorong negara anggota tetap melaksanakan kebijakan moneter ketat guna melawan tingkat inflasi global yang masih tinggi,” begitu IMF menuliskan dalam laporan WEO, kemarin. Pelemahan juga diperkirakan masih berlangsung pada 2024, di mana pertumbuhan ekonomi global diprediksi sebesar 3 %. Direktur Departemen Pasar Modal dan Moneter IMF, Tobias Adrian, mengatakan “Prioritas saat ini adalah menjaga inflasi dan stabilitas harga, baru diikuti stabilitas keuangan untuk kebijakan moneter bank sentral,” ujar Tobias.

Berbeda dengan perekonomian global yang lesu, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru diproyeksi menguat pada tahun ini. IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 %, naik dari proyeksi sebelumnya 4,8 %, diikuti outlook pertumbuhan 2024 sebesar 5,1 %. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengungkapkan proyeksi optimistis itu tak lepas dari kondisi perekonomian domestik yang menunjukkan ketahanan dan penguatan di sejumlah indikator utama. “Kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh IMF ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu titik terang di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” katanya. (Yetede)


Ekonomi ASEAN Tetap Bersinar

KT3 14 Apr 2023 Kompas

Perekonomian ASEAN bersinar, hanya kalah dari India dan China soal pertumbuhan. ASEAN diuntungkan dengan dinamika internal dan faktor China. Hanya saja, pertumbuhan ekonomi ASEAN, khususnya lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, diperkirakan tumbuh 4,5 % pada 2023 (laporan IMF, April 2023). Ini turun dari 5,5 % pada 2022. Perkiraan Bank Pembangunan Asia (ADB), April 2023, kurang lebih serupa walau lebih optimistis. Untuk seluruh ASEAN, pertumbuhan mencapai 4,7 % pada 2023. ”Bagi banyak perekonomian Asia yang terbuka, penurunan ekonomi global punya pengaruh kuat. Ini membuat revisi pertumbuhan ASEAN menurun,” kata ekonom dan Direktur Departemen Riset IMF Pierre Olivier Gourinchas pada 31 Januari 2023.

Hal itu juga menjadi faktor penilaian dalam laporan April 2024. Negara-negara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia paling terpengaruh penurunan ekonomi global pada 2023. Singapura hanya tumbuh 1,5 % pada 2023 (ADB). Dari sisi neraca transaksi berjalan, selisih antara ekspor barang dan jasa dengan impornya, mengalami defisit. Untuk Indonesia, defisit neraca transaksi berjalan -0,3 % terhadap PDB pada 2023. Namun, untuk Indonesia, defisit itu tidak sebesar periode 2015-2019. Faktor lain adalah kawasan masih harus memerangi inflasi. Bank-bank sentral akan menaikkan suku bunga dan inflasi diperkirakan akan turun. Namun, dalam jangka pendek permintaan domestik tetap terpengaruh, membuat pertumbuhan menurun, kata Daniel Leigh, Direktur Divisi Riset IMF. (Yoga)


IMF Ingatkan Kemungkinan Ekonomi AS Hard Landing

KT1 13 Apr 2023 Investor Daily

Dana Moneter Internasional atau IMF pada Rabu (12/04) mengingatkan bahwa potensi penurunan ekonomi AS tetap ada, meskipun data-data yang sudah keluar menggembirakan. Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath mengatakan, IMF terkejut dengan kekuatan pasar tenaga kerja AS dan belanja konsumen. Sehingga mendorong lembaganya untuk merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk AS. Komentarnya muncul tak lama setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Jika Anda melihat data terbaru, Anda melihat beberapa tanda pelemahan. Itu memberi kita kemungkinan bahwa kita bisa menghindari resesi,” kata dia kepada CNBC, di sela Pertemuan Musim  Semi Bank Dunia-IMF di Washington, DC, AS. IMF pada Selasa (11/04) merilis laporan World Economic Outlook terbarunya, yang mana ekonomi AS diprediksi tumbuh sebesar 1,6% tahun ini, naik dari perkiraan 1% pada 2022. “Jika Anda melihat angka pertumbuhan, kami melihat angka partumbuhan yang sangat rendah untuk AS, sehingga risiko hard landing tetap ada,” kata Gopinath. (Yetede)


Ekonomi ASEAN Melemah

KT3 13 Apr 2023 Kompas

IMF menaksir kinerja perekonomian kawasan Asia Tenggara 2023 lebih lemah dibandingkan dengan 2022.Hal yang sama terjadi pada taksiran perekonomian Indonesia meski relatif lebih baik dibandingkan dengan rata-rata global. IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global pada 2023 dari 2,9 % menjadi 2,8 %. Angka tersebut di bawah pertumbuhan ekonomi global tahun lalu 3,2 %. Taksiran itu dipaparkan IMF dalam World Economic Outlook edisi April 2023 pada Selasa (11/4) malam waktu Washington atau Rabu pagi WIB. IMF menaksir ASEAN tumbuh 4,5 % saja pada 2023. Meski lebih baik dari rata-rata global, pertumbuhan ASEAN 2023 lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Pada 2022, perekonomian ASEAN tumbuh 5,5 %. Meski demikian, dalam proyeksi April 2023, IMF lebih optimistis.

Pada Januari 2023, IMF menaksir ASEAN hanya tumbuh 4,3 %. Di versi lain, taksirannya naik 0,2 %. ”Pemulihan ekonomi global sudah pada jalurnya,” kata Ekonom Kepala IMF Pierre-Olivier Gourinchas. Asia termasuk kawasan yang terus tumbuh. Pelonggaran pembatasan pandemi di China menjadi faktor penting pemulihan perekonomian global. Pelonggaran itu mengurangi gangguan rantai pasok global yang dihantam pandemi, lalu krisis akibat perang Ukraina. China dan India masih akan menjadi penyelamat ekonomi dunia. Pada tahun ini, ekonomi China dan India diperkirakan tumbuh masing-masing sebesar 5,2 % dan 5,9 %. (Yoga)


Kurva Phillips dan Pelajaran SVB

KT3 04 Apr 2023 Kompas (H)

Kurva Phillips adalah visualisasi hubungan terbalik antara pengangguran dan inflasi yang  ditemukan Phillips (1958) dan disempurnakan oleh Samuelson dan Solow (1960). Konsep ini menjadi pegangan kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed. Jika perekonomian mengalami resesi, dilakukan kebijakan ekspansif. Sebaliknya, jika inflasi terlalu tinggi (overheating), perekonomian perlu diresesikan dengan menaikkan suku bunga acuan. Friedman (1967) dan Phelps (1968) kemudian berpendapat, otoritas moneter tidak dapat menggunakan begitu saja trade-off dalam kurva Phillips untuk mengelola perekonomian. Ide ini berkembang menjadi NAIRU (non-accelerating inflation rate of unemployment). Kerancuan terjadi ketika laju inflasi 2 % dijadikan dogma. Karena pandemi Covid-19, pasar tenaga kerja berubah hibrida antara di rumah dan di kantor. Konflik Ukraina-Rusia juga diiringi perang sanksi, blok sekutu Barat dan Rusia saling mengisolasi diri dari globalisasi. Selama ini skala  ekonomi dari kolaborasi berperan menurunkan ongkos produksi dan inflasi dunia. Tren deglobalisasi kian menjadi ketika hubungan AS dan China memburuk, berdampak pada rantai pasokan dunia.

Efeknya di AS adalah akselerasi inflasi dari 1,7 % pada Maret 2021 mencapai puncaknya 9,1 % pada Juni 2022. Kemudian perlahan turun ke 6 % pada Februari 2023 setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan beberapa kali sejak Juni 2022. Kenaikan suku bunga acuan The Fed yang terlalu agresif mengandung risiko tinggi. Harga aset properti anjlok 20 %. Kombinasi biaya hidup yang makin tinggi akibat pandemi dan ketegangan geopolitik membuat daya beli  masyarakat turun. Kemampuan mencicil rumah juga turun drastis. Ini berdampak pada surat berharga MBS yang menjadi bagian signifikan dari portofolio bank-bank regional di AS. Gelembung pecah ketika Silicon Valley Bank (SVB) mengalami rush. Kepanikan ini menjalar ke tiga bank regional lain,yaitu First Republic, Signature Bank, dan Silvergate. SVB selama ini menjadi system integrator antara investor dan inovator yang didominasi oleh perusahaan  rintisan (start up). Tanda-tandanya sudah terlihat dengan PHK puluhan ribu karyawan di sektor teknologi sejak akhir 2022, termasuk perusahaan teknologi yang sudah mapan. Situasi ini mendorong terjadinya masalah likuiditas di SVB. (Yoga)


Tekanan Harga-harga Masih Tinggi

KT1 03 Apr 2023 Investor Daily (H)

Laju inflasi di zona euro melambat tajam pada Maret 2023, demikian pula kenaikan harga-harga di AS mereda bulan lalu. Tapi secara faktual, angkanya masih jauh di atas target inflasi yang diharapkan oleh masing-masing bank sentral, sehingga kalangan analis menganggap bahwa tekanan harga-harga masih tinggi. Kondisi ini diharapkan membaik di bulan-bulan mendatang. Data inflasi yang dirilis kedua bank sentral pada Jumat (31/03) pekan lalu itu sedikit memberi kelonggaran bagi para pengambil kebijakan. Bank Sentral Eropa (ECB) maupun The Federal Reserve (The Fed) berusaha menyeimbangkan upaya menjinakkan inflasi dengan menaikkan suku bunga, terhadap risiko bahwa penaikan suku bunga lebih lanjut dapat mengganggu sektor perbankannya. Harga-harga konsumen naik 6,9% dibandingkan tahun lalu di zona euro. Turun dari 8,5% pada Februari 2023. Itu adalah tingkat inflasi terendah dalam setahun di zona euro dan lebih rendah dari perkiraan kalangan analis.

Di AS, tolok ukur inflasi yang disukai The Fed, yakni indeks harga belanja konsumsi pribadi atau PCE, juga melambat pada Februari. Indeks harga PCE melambat jadi 5% pada Februari dari 5,3% pada bulan sebelumnya. Kenaikan belanja tercatat pada makanan, energi dan barang konsumsi. Tetapi PCE inti, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi, hanya sedikit melambat menjadi 4,6% pada Februari, turun dari 4,7% pada Januari. Jumat lalu, Presiden AS Joe Biden menyambut positif data inflasi tersebut. “Kami membuat kemajuan dalam perang melawan inflasi,” kata dia seperti dikutip AFP. Namun begitu, baik di zona euro maupun di AS, tingkat inflasi masih jauh di atas target 2% oleh masing-masing bank sentral. “Tekanan harga tetap tinggi untuk saat ini, meskipun akan membaik dalam beberapa bulan mendatang,” kata ekonom senior ING Bert Colijn, kepada AFP. ( Yetede)


Brexit Rugikan Irlandia dan Inggris

KT3 28 Mar 2023 Kompas (H)

Tiga tahun setelah Inggris resmi mengeluarkan diri dari Uni Eropa atau Brexit, Irlandia berusaha memperluas pasarnya. Irlandia ingin mencari negara-negara sebagai mitra dagang baru agar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Inggris. Hal itu dikemukakan Dubes Irlandia untuk Indonesia Padraig Francis dalam wawancara khusus dengan Kompas, Senin (27/3) di Jakarta. Inggris menjadi anggota Uni Eropa (UE) sejak tahun 1973. Namun, sejumlah pihak tidak yakin dengan keanggotaan tersebut. Di satu sisi, pasar tunggal UE menguntungkan, tetapi di sisi lain, mereka tidak menyukai keharusan Inggris tunduk kepada hukum UE. Melalui referendum tahun 2016, sebanyak 51,89 % warga Inggris memilih keluar dari UE. Persiapan keluar dimulai sejak 2017 hingga pada akhirnya Brexit resmi terjadi per 31 Januari 2021.

”Disrupsi ekonomi bagi Irlandia besar sekali karena selama ini Inggris mitra dagang nomor satu kami,” kata Francis. Inggris juga merupakan pusat distribusi barang dan jasa dari Irlandia  maupun komoditas dari Eropa yang hendak diserbarluaskan ke Irlandia. Francis menjelaskan, muncul tarif-tarif baru untuk ekspor dan impor dengan segala jenis birokrasi yang mengiringi. Orang-orang menjadi tidak bebas bergerak. Para pengusaha sangat terpukul. Salah satu jalan keluar yang mereka ambil ialah mencari pasar-pasar baru. Selain semakin memperkuat pasar di daratan Eropa, Irlandia melirik negara-negara di Asia sebagai mitra potensial. Di Inggris, dampak Brexit juga merugikan. Kepala Badan Pertanggungjawaban Anggaran (OBR) Richard Hughes ketika diwawancara BBC mengungkapkan, perekonomian Inggris terkontraksi 4 % akibat Brexit. Ini sama parahnya dengan kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19. (Yoga)