;
Tags

Ekonomi Internasional

( 642 )

Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan

KT3 01 Mar 2023 Kompas

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global diprediksi bisa mengganggu target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tahun lalu banyak ditopang ekspor. Agar target tetap dapat tercapai, pemerintah mengalihkan focus pertumbuhan ke konsumsi dalam negeri, investasi, dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ia optimistis Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 5,3 %, dengan berkaca pada tren baik pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu, yang mampu tumbuh 5,31 %. Tertinggi selama 10 tahun terakhir.

”Kita optimistis. Kita melihat kinerja baik tahun 2022 bisa dicapai di tengah keadaan ekonomi global yang pasang surut,” kata Airlangga di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2023, di Jakarta, Selasa (28/2). IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9 % di tahun 2023 karena permasalahan krisis iklim, perang, dan lainnya sehingga bisa berdampak ke Indonesia, khususnya di bidang ekspor. Mengantisipasi penurunan ekspor, pemerintah akan berfokus pada peningkatan konsumsi dalam negeri dan investasi. ”Mengantisipasi hal itu, kita harus mendorong konsum- si dan investasi karena ekspor diproyeksikan menurun. Target investasi tahun ini Rp 1.400 triliun dan pada tahun 2024 Rp 1.600 triliun,” ujarnya. (Yoga)


Sinyal Pemulihan Ekonomi China Jadi Peluang bagi RI

KT3 27 Feb 2023 Kompas

Aktivitas perekonomian China menunjukkan sinyal pemulihan. Indonesia dapat mengambil ancang-ancang mengoptimalkan peluang dari sinyal tersebut, khususnya dalam meningkatkan investasi yang berorientasi hilirisasi serta ekspor. Sinyal pemulihan China muncul dari Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) komposit yang dipublikasikan S&P Global dan Caixin pada Februari 2023. Data itu menyebutkan, PMI komposit China naik dari 48,3 pada Desember 2022 menjadi 51,1 pada Januari 2023. Posisi yang menandakan bisnis tengah berekspansi ini merupakan pertama kalinya setelah lima bulan berturut-turut PMI komposit China ada di zona kontraktif. Keyakinan pelaku bisnis di China terhadap prospek dalam 12 bulan ke depan juga meningkat.

Menurut Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Indonesia dapat memanfaatkan momen kebangkitan China tersebut. ”Terdapat peluang ekspansi permodalan dan produksi (dari China) yang menyasar negara-negara berkembang. Indonesia mestinya bisa menjadi salah satu sasaran,” katanya saat dihubungi, Minggu (26/2). Berdasarkan tren sebelum pandemi, Andry menilai, China masih akan mencari negara tujuan investasi baru agar dapat mengalirkan produknya ke AS secara tidak langsung. Apalagi, Indonesia sedang fokus dalam program hilirisasi atau peningkatan nilai tambah. Investor dari China dapat berpartisipasi dalam program hiliriasi tersebut. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar mengatakan, China menguasai dana, teknologi, serta peran sebagai offtaker (pembeli) produk-produk hilirisasi sumber daya mineral. Oleh sebab itu, Indonesia dapat menjadi incaran investor China. (Yoga)


Restrukturisasi Utang Terkendala Perbedaan Pendapat G20

KT1 27 Feb 2023 Investor Daily

BENGALURU, ID – Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, perbedaan pendapat di antara negara-negara anggota kelompok G20 telah menciptakan rintangan-rintangan dalam restrukturisasi utang untuk negara yang ekonominya mengalami tekanan. Di sisi lain, IMF menyambut baik soal usulan pemberlakuan regulasi mata uang kripto. “Mengenaire - strukturisasi utang, untuk sementara masih ada beberapa ketidaksepakatan. Kami sekarang mendiskusikan utang negara global dengan pertimbangan semua kreditor publik dan swasta. Kami baru saja menyelesaikan sebuah sesi di mana terlihat jelas ada komitmen untuk menjembatani perbedaan-perbedaan demi kepentingan negara-negara,” ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva kepada para wartawan setelah memimpin diskusi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) India Nirmala Sitharaman, yang dilansir Reuters pada Sabtu (25/02/2023). Sementara itu Menkeu Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan, tidak ada yang dihasilkan dari pertemuan, yang sebagian besar bersifat organisasi. (Yetede)

Setahun Perang Rusia-Ukraina Ekonomi Dunia Rugi US$ 1,6 Triliun

KT1 24 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID --Perang Rusia vs Ukraina yang Jumat (24/2/2023) ini genap setahun telah merugikan ekonomi global lebih dari US$ 1,6 triliun tahun lalu. Kerugian produksi global dapat mencapai US$ 1 triliun lagi atau lebih pada 2023 jika perang berkepanjangan. Hal itu terungkap dari hasil penelitian German Institute of Economics, seperti dilansir Anadolu Agency. Sementara itu, kalangan ekonom Indonesia menyebut bahwa perang berkepanjangan Rusia- Ukraina akan menyulut hiperinflasi yang membuat bank-bank sentral global memperlama periode bunga tinggi. Hal ini akibat berlanjutnya kenaikan harga energi dan pangan. Sedangkan Indonesia di satu sisi dituntungkan oleh kenaikan harga komoditas karena ekspor utama didominasi batu bara, CPO, dan mineral. Meskipun Indonesia juga terimbas negatif karena impor minyak. (Yetede)

Ekonomi Rusia Terkontraksi Lebih dari 10%

KT1 24 Feb 2023 Investor Daily (H)

MOSKOW, ID – Ekonomi Rusia diperkirakan terkontraksi lebih dari 10% pada 2022. Catatan ini melebihi kemerosotan yang terjadi setelah Uni Soviet runtuh dan selama krisis keuangan 1998. Ekonomi Rusia disebut terbukti tangguh dalam menghadapi sanksi-sanksi keras Barat pada tahun lalu. Meski demikian upaya mengembalikan tingkat kemakmuran ke periode sebelum konflik masih jauh dari harapan, karena pemerintah lebih banyak menggelontorkan pengeluaran untuk belanja militer. Bahkan proyeksi internal yang dibuat pasca Rusia mengirimkan pasukan ke Ukraina setahun lalu, telah memperkirakan ekonomi kontraksi lebih dari 10% pada 2022. Catatan ini melebihi kemerosotan yang terjadi setelah Uni Soviet runtuh dan selama krisis keuangan 1998. Sedangkan estimasi pertama dari badan statistik Rosstat menunjukkan kontraksi yang lebih ringan, yaitu 2,1% pada tahun lalu. “Ekonomi dan sistem pemerintahan Rusia terbukti jauh lebih kuat daripada yang diperkirakan oleh Barat. Perhitungan mereka tidak terjadi,” ujar Presiden Vladimir Putin di hadapan para elit politik, militer dan bisnis Rusia minggu ini, yang dilansir Reuters pada Kamis (23/02/2023). (Yetede)

Menhub Dorong Penguatan Logistik

KT1 23 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendorong penguatan logistik empat negara anggota Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA). Hal itu dilakukan melalui kolaborasi pelabuhan-pelabuhan di negara-negara tersebut dengan pelabuhan internasional agar terjadi hubungan resiprokal yang saling menguntungkan. “Saya pikir kolaborasi dengan internasional, kerja sama dengan port-port yang ada di Spanyol, Tiongkok, itu bagus, karena barang-barang itu kalau sudah dikumpulkan di satu tempat di Eropa dan di Tiongkok, dia akan menjadi satu resiprokal dengan pelabuhan yang dimiliki Pelindo,” kata Menhub dalam Pameran dan Conference BIMP-EAGA Maritime 2023 di Jakarta, Rabu (22/02/2023). Menhub menjelaskan acara BIMPEAGA Maritime 2023 merupakan wujud kolaborasi di sektor maritim oleh empat negara untuk menjadi kekuatan logistik dunia. “Mandat dari empat action country harus berkolaborasi untuk mengimprove (meningkatkan) pelabuhanpelabuhannya  menjadi satu kekuatan tertentu yang akhirnya jadi kekuatan logistik dunia,” ujarnya. (Yetede)

2023 Kembali jadi Tahun Mengerikan

KT1 23 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Tidak seperti laporan terakhir Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut kondisi ekonomi global tak sesuram yang dibayangkan semula, perkembangan terkini justru mengindikasikan bahwa tahun ini bakal kembali menjadi tahun yang mengerikan (annus horribilis). Seperti tahun 2022, dana berkelanjutan global kini menghadapi banyak hambatan kondisi ekonomi makro termasuk perang di Ukraina, kekurangan energi global, lonjakan inflasi, kenaikan suku bunga, dan kekhawatiran akan resesi. Bahkan, dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian dan gejolak seperti saat ini, kabar baik yang semestinya mendatangkan sentimen positif, justru memberi dampak yang sebaliknya. Purchasing Managers’ Index (PMI) Amerika Serikat (AS) yang begitu kuat masuk ke level ekspansi, yakni 50,2, telah mendorong investor memberikan prediksi puncak suku bunga The Fed (Fed fund rate) yang lebih tinggi dari posisi saat ini 4,50% - 4,75% dengan kenaikan 2-3 kali lagi. (Yetede)

Hambatan Ekonomi Mereda

KT3 22 Feb 2023 Kompas

IMF menyebutkan hambatan ekonomi di Asia, termasuk Indonesia, mulai mereda. Pemulihan ekonomi China dan India akan mendorong perekonomian negara-negara di kawasan tersebut berangsur kembali pada kondisi sebelum pandemi Covid-19. Hal itu mengemuka dalam tinjauan ekonomi IMF bertajuk ”Hambatan Perekonomian Asia yang Mereda Membuka Jalan bagi Pemulihan yang Lebih Kuat”. Tinjauan yang disusun tim ekonom Departemen Asia Pasifik IMF itu dipublikasikan pada 20 Februari 2023. Laporan tersebut menyebutkan, hambatan ekonomi Asia mereda lantaran tekanan gejolak keuangan global melandai. Selain itu, harga pangan dan energi turun. Perekonomian China juga pulih kembali.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi India yang masih cukup tinggi akan turut menopang pemulihan Asia. Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam juga kembali ke  pertumbuhan pra-pandemi yang kuat. IMF memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Asia dapat meningkat dari 3,8 5 pada 2022 menjadi 4,7 % pada 2023.EkonomiChina dan India pada 2023 diproyeksikan tumbuh masing-masing 5,2 % dan 6,1 %. Adapun ekonomi RI diperkirakan tumbuh 4,8 % tahun ini, lebih rendah daritahun lalu di 5,31 %. ”Analisis terbaru kami menunjukkan, setiap ekonomi China tumbuh 1 poin persentase, output di seluruh Asia naik sekitar 0,3 %,” kata Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan. (Yoga)


Pasar Saham Cemaskan Suku Bunga Naik Lebih Lama

KT1 20 Feb 2023 Investor Daily (H)

NEW YORK, ID – Para investor di pasar saham global sekarang mengantisipasi kemungkinan siklus penaikan suku bunga acuan akan lebih lama. Data inflasi terbaru telah meningkatkan kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral akan berlanjut. Pasar saham global sebagian besar jatuh pada akhir perdagangan pekan lalu karena kekhawatiran tersebut. Setelah bursa saham di Eropa dan Asia ditutup melemah, pasar saham AS ditutup bervariasi setelah komentar bernada hawkish dari beberapa pejabat The Federal Reserve (The Fed). Setelah keluar data bahwa imbal hasil obligasi 10 tahun AS sedikit lebih rendah, penurunan di indeks Nasdaq berkurang dan Dow naik secara moderat sampai ditutup naik 100 poin lebih. Kalangan analis mencatat bahwa volume transaksi tipis di AS menjelang liburan pada Senin (20/02/2023) untuk memperingati Hari Presiden. “Bukan hanya ekspektasi terhadap The Fed yang meningkat, para pialang juga memperkirakan (Bank Sentral Eropa) menaikkan suku bunga jauh lebih tinggi,” kata Edward Moya dari Oanda. (Yetede)

Mesir bergabung dengan BRICS dalam langkah strategis dalam upaya De-dollarisasi pasar global

fahri 13 Feb 2023 Tim Labirin

Mesir telah menjadi anggota terbaru BRICS yang didirikan oleh Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan pada tahun 2014. Langkah ini dapat diperhitungan sebagai poin penting dalam kampanye "de-dollarisasi" yang bertujuan untuk mengurangi dominasi dolar AS di pasar global dan mempromosikan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan internasional.

Fenomena de-dollarisasi ini muncul sehubungan dengan keinginan untuk melindungi bank sentral dari risiko geopolitik negara anggota BRICS dan untuk menantang kemampuan AS untuk menggunakan dolar sebagai senjata untuk menjatuhkan sanksi. Saat ini, 60% cadangan devisa bank sentral dan 70% perdagangan global dilakukan dengan menggunakan dolar AS.

BRICS memperkenalkan Russia-China payment system yang tidak melalui SWIFT dan merupakan gabungan antara the Russian System for Transfer of Financial Messages dengan the Chinese Cross-Border Interbank Payment System. Pada tahun 2021, Rusia mengurangi share of dollar-denominated assets menjadi 16% dan mengurangi ketergantungan perdagangannya pada dolar AS menjadi kurang dari 10%  dalam bentuk ekspor ke negara-negara BRICS. India juga telah menjajaki rencana untuk mengurangi ketergantungannya pada dolar, termasuk penggunaan Rupee India dalam perdagangan bilateral dengan negara-negara pengekspor minyak.

Kampanye de-dollarisasi ini mendapatkan momentum dengan semakin banyaknya negara-negara seperti Argentina, Aljazair, Iran, Indonesia, Turki, dan Arab Saudi yang menunjukkan ketertarikan mereka untuk bergabung dengan BRICS. Dengan Mesir sebagai anggota terbaru yang bergabung ke dalam BRICS, mengindikasikan bahwa Afrika juga mulai mendukung inisiatif ini.

Dengan masuknya Mesir ke dalam BRICS merupakan langkah signifikan untuk mengurangi dominasi dolar AS di pasar global. Kampanye de-dollarisasi didorong oleh keinginan untuk mengisolasi bank sentral dari risiko geopolitik dan menantang hegemoni dolar AS. Pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina telah meningkatkan pentingnya kemandirian dan dukungan negara-negara lain untuk inisiatif ini.