2023 Kembali jadi Tahun Mengerikan
JAKARTA, ID – Tidak seperti laporan terakhir Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut kondisi ekonomi global tak sesuram yang dibayangkan semula, perkembangan terkini justru mengindikasikan bahwa tahun ini bakal kembali menjadi tahun yang mengerikan (annus horribilis). Seperti tahun 2022, dana berkelanjutan global kini menghadapi banyak hambatan kondisi ekonomi makro termasuk perang di Ukraina, kekurangan energi global, lonjakan inflasi, kenaikan suku bunga, dan kekhawatiran akan resesi. Bahkan, dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian dan gejolak seperti saat ini, kabar baik yang semestinya mendatangkan sentimen positif, justru memberi dampak yang sebaliknya. Purchasing Managers’ Index (PMI) Amerika Serikat (AS) yang begitu kuat masuk ke level ekspansi, yakni 50,2, telah mendorong investor memberikan prediksi puncak suku bunga The Fed (Fed fund rate) yang lebih tinggi dari posisi saat ini 4,50% - 4,75% dengan kenaikan 2-3 kali lagi. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023