SINYAL CERAH BAGI PASAR
Sederet kelas aset, mulai dari saham, obligasi, hingga emas dan kripto, mengalami apresiasi harga setelah Federal Reserve memberi sinyal untuk segera mengakhiri siklus kenaikan suku bunga yang agresif. Dalam Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC) pada 1 Februari 2023 atau Kamis (2/2) waktu Indonesia, The Fed mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,5%-4,75%. The Fed memperlambat laju kenaikan dari 50 basis poin pada Desember 2022 dan 75 basis pada empat pertemuan sebelumnya. “Komite mengantisipasi bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan sesuai untuk mencapai sikap kebijakan moneter yang cukup ketat guna mengembalikan inflasi menjadi 2% dari waktu ke waktu,” kata Gubernur The Fed Jerome Powell dalam pernyataannya. Keputusan The Fed itu direspons positif oleh pelaku pasar keuangan. Di pasar saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,41% ke level 6.890,57 pada perdagangan kemarin. Laju IHSG didongkrak oleh kinerja sektor teknologi dan kesehatan yang masing-masing memantul 4,48% dan 1,84%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan kenaikan suku bunga The Fed yang tidak agresif memberikan optimisme bagi investor pasar saham, meningkatkan risk appetite, sekaligus meredam risiko volatilitas di lantai bursa. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menyebut fokus pasar berikutnya adalah tingkat inflasi yang dalam tren turun tapi masih jauh dari target bank sentral. Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan sektor finansial yang merupakan tulang punggung IHSG menjadi yang paling diuntungkan dari kebijakan bank sentral global dan Indonesia. “Kenaikan laba sampai dua digit disebabkan oleh net interest margin yang meningkat ketika tren kenaikan suku bunga berlangsung,” paparnya.
Postingan Terkait
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Pasar Dalam Tekanan
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023