;
Tags

Ekonomi Internasional

( 642 )

Pasar Biji-Bijian Dunia Terancam

KT1 21 Jul 2023 Investor Daily

MYKOLAIV-ID-Serangan Rusia pada Kamis (20/07/2023)  dilaporkan menghantam bangunan-bangunan tempat tinggal di kota-kota pelabuhan Ukraina. Pengeboman selama tiga malam berturut-turut itu disertai ancaman terhadap kapal-kapal yang menuju Ukraina. Rusia menyatakan, setiap kapal yang menuju Ukraina sekarang dianggap membawa kargo militer. Amerika Serikat (AS) berpendapat, hal itu menandakan kemungkinan Rusia bakal menyerang kapal-kalap di laut lepas. Sementara itu, ada sinyal-sinyal baru bahwa Rusia menggunakan kekuatan untuk menerapkan kembali blokade terhadap salah satu eksportir makanan terbesar di dunia telah membuat harganya  menlonjak. Hal ini terjadi beberapa hari setelah  Negeri Beruang Merah itu menarik kesepakatan yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengizinkan Ukraina mengekspor biji-bijian. Pihak berwenang Rusia mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam kesepakatan biji-bijian yang telah berlangsung selama setahun terakhir, tanpa persyaratan lebih baik untuk penjualan makanan dan pupuknya sendiri. (Yetede)

Kehebatan Ekonomi AS Mendekati Mitos

KT3 09 Jul 2023 Kompas

Kunjungan Menkeu AS Janet Yellen ke China sejak Kamis (6/7) bertujuan sangat bagus, baik bagi AS maupun China dan dunia. Upaya Yellen mirip mencegah pemudaran ekonomi AS tanpa saling mencederai. Ini langkah pas di tengah ekonomi AS yang memudar. PM China Li Qiang juga menyambut dengan kalimat puitis. ”Kemarin, pas momen Anda tiba di bandara dan turun dari pesawat, kami melihat sebuah pelangi,” kata Li saat bertemu Yellen di Beijing, China, Jumat (7/7). ”Saya kira, hal ini berlaku juga bagi relasi AS-China. Setelah melewati gelombang-gelombang angin dan hujan, akhirnya kami bisa melihat sebuah pelangi.” Fobia China yang disuarakan ekonom Peter Navarro, penasihat dagang AS pada era Presiden Donald Trump, telah melahirkan serentetan pengenaan tarif terhadap produk impor asal China.

Pemblokiran teknologi AS terhadap Huawei berefek pada penjualan produk Huawei di dunia. Balasan China, dengan mengurangi impor produk pertanian AS, juga telah mencederai kepentingan ekonomi petani AS. Tarif yang dikenakan AS terhadap produk China turut membebani konsumen AS. Ada banyak retaliasi dagang, investasi yang berlanjut di antara dua negara itu. Kabinet Presiden Joe Biden menyadari efek retalisasi dagang, jika berhadapan dengan China yang tidak mau tunduk seperti Jepang. Mendag AS Gina Raimondo pernah mengusulkan pengurangan tarif impor asal China karena membebani konsumen AS. Namun, ide ini langsung mendapat kritik tajam dari para hawkish. Adalah Yellen yang terus menyuarakan pentingnya perbaikan relasi ekonomi AS- China. Di tengah langkah AS yang masih kukuh untuk menutup akses cip tercanggih ke China, ia terus menyuarakan pentingnya perbaikan relasi.

Yellen mendengar jeritan pebisnis AS yang menghadapi hambatan di China sebagai balasan atas perang ekonomi AS. ”Saya mendengar keluhan dari pebisnis AS akan senjata non-ekonomi dari China, juga hambatan bagi perusahaan asing (AS) di pasar China,” kata Yellen pada pertemuan di Beijing yang digelar Kamar Dagang dan Industri AS di China (The New York Times, 7/7/2023). Di hadapan PM Li, Yellen menyatakan seharusnya alasan keamanan AS tidak menjadi halangan bagi kelangsungan relasi ekonomi AS- China. Ia tegaskan, tidak mungkin dua perekonomian ini terpecah. Atas dasar itulah, Yellen tetap bersedia berkunjung ke China untuk memperbaiki relasi ekonomi. Dari produk manufaktur hingga pesawat terbang, bahkan pesawat tempur sekalipun, China telah mampu membuatnya dan bahkan menyaingi teknologi AS. Ke depan kejayaan ekonomi AS berpotensi tinggal mitos. Pemerintah China telah memprogramkan pembangunan ekonomi dengan moto ”jalan sendiri”. Programnya meluas, ”Mulai dari telepon pintar hingga ke mesin pesawat” sejak 2015. ” (Yoga)


Indonesia Kembali ke Kelas Menengah Atas

KT3 04 Jul 2023 Kompas

Indonesia kembali masuk kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper middle-income) menurut data yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2023. Pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia naik dari 4.170 dollar AS (2021) menjadi 4.580 dollar AS pada 2022. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, Senin (3/7/2023), pemulihan ekonomi yang kuat menempatkan RI kembali sebagai kelas menengah atas. (Yoga)

Ekonomi Biru, Mesin Baru Pertumbuhan Asean

KT1 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Ekonomi biru berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean). Lautan di kawasan Asean disebut menyumbang 2,5% dari permukaan seluruh lautan. Didalam kawasan Asean saja, lautan (water area) mencakup sebanyak 66% dari total luas keseluruhan (lautan). Kendati produk domestik bruto (PDB) keseluruhan Asean tumbuh 10,3% selama periode 2016-2021, pemanfaatan ekonomi biru sebagai sumber  kemakmuran baru dilakukan dalam rangka mendongkrak ekonomi sehingga negara-anggota Asean yang masih menyandang status pendapatan menengah ke bawah. Pada 2021, ada lima negara Asean yang berpenghasilan menengah ke bawah, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, ada tiga negara Asean yang tergolong berpenghasilan menengah ke atas, yakni Indonesia, malaysia, dan Thailand yang masih terjebak status pendapatan menengah selama 13 tahun. Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acar Asean Bule Economy Forum 2023 di tanjung Pandan, Kepulauan bangka Belitung, Senin (3/7/2023). "Asean membutuhkan mesin pertumbuhan baru untuk meningkatkan kemakmuran kesejahteraan rakyat," kata dia. (Yetede)

Ekonomi Berpotensi Melambat, RI Waspadai Risiko Eksternal

KT3 30 Jun 2023 Kompas

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Dana Moneter Internasional atau IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5 % pada 2023 dan 5,1 % pada 2024. Meski sedikit  melambat, proyeksi pertumbuhan ekonomi RI termasuk yang tertinggi di antara negara G20 dan ASEAN-6 lainnya. Dalam dokumen IMF Executive Board Concludes 2023, Article IV Consultation with Indonesia yang dipublikasikan Senin (26/6) IMF menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit melambat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 5,3 %. Namun, ekonomi Indonesia diproyeksikan masih mampu tumbuh lebih tinggi ketimbang proyeksi pertumbuhan global, yaitu 2,8 % (2023) dan 3 % (2024). IMF menilai, pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 hingga kini terhitung kuat, terlihat dari pertumbuhan ekonomi 2022 yang terdorong oleh kinerja ekspor yang solid, pulihnya permintaan domestik, serta berkah ”durian runtuh” harga komoditas dunia.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat karena kebijakan fiskal dan moneter yang lebih ketat serta normalisasi harga komoditas. Di tengah ketidakpastian itu, IMF meyakini kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Keputusan pemerintah untuk mengelola kebijakan fiskal dengan penuh disiplin akan membantu menopang pertumbuhan ekonomi. Menanggapi laporan itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemekeu Febrio Kacaribu, Rabu (28/6) mengatakan, Indonesia masih perlu mewaspadai sejumlah risiko  eksternal yang masih tinggi. Pertama, melambatnya ekonomi global yang bisa menekan harga komoditas ekspor Indonesia. Kedua, volatilitas pasar keuangan global akibat sentiment kegagalan perbankan AS dan pengetatan likuiditas global. Ketiga, meningkatnya tensi geopolitik. Febrio mengatakan, untuk jangka menengah–panjang, pemerintah akan melanjutkan reformasi struktural ekonomi yang tidak berhenti meski di tengah pandemi. (Yoga)


Jalan Terjal Menjadi Raksasa Ekonomi Digital

KT1 24 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Ambisi Indonesia menjadi raksasa ekonomi digital di dunia tampaknya harus melalui jalan panjang, terjal, dan berliku. Soalnya jaringan internet  di tanah Air masih memprihatinkan. Di Asean, kecepatan internet Indonesia berada di urutan buncit. Data Speedtest Global Index by Ookla menyebutkan, kecepatan internet seluler (mobile) Indonesia hanya berada diperingkat ke-9 dari 10 negara yang di ukur di Asia tenggara dan ke 99 secara global pada Mei 2023. Indonesia kalah dari Kamboja dan Filipina yang ekonominya lebih rendah. Indonesia hanya menang daripada Myanmar. Kecepatan internet Indonesia untuk aktivitas  unduh (download) hanya 22,23 mega bit per detik (mega byte per second)/Mbps) dengan ketertundaan pengantaran  data (latency) memburuk dari 18 milidetik (milionseconds/ms) pada April 2023 menjadi 27 ms per Mei 2023. Pada periode itu,  kecepatan internet melalui kabel fiber optik (fixed broadband) Indonesia berada di peringkat ke-8 di Asia tenggara dan ke 121 secara global. Kecepatan internet kabel terbaik di Asia Ternggara ditempati Singapura yang juga berada di peringkat ke-1 dunia dengan 241,35 Mbps, menyusul Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. (Yetede)

PERTUMBUHAN EKONOMI, Sukses dan Gagal Argentina

KT3 20 Jun 2023 Kompas

Argentina bisa dibilang sebagai negara yang gagal mengelola ekonominya dengan baik. Seusai pandemi Covid-19, saat ekonomi negara-negara lain mulai pulih dan bangkit kembali, ekonomi Argentina tetap terpuruk. Berdasar data IMF, pertumbuhan ekonomi Argentina selama triwulan I-2023 hanya 0,2 %. Inflasinya melambung tinggi hingga 108,8 %, menjadikan Argentina sebagai salah satu negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Argentina juga masuk dalam kelompok negara yang mengalami  stagflasi, yakni pertumbuhan ekonominya stagnan, tetapi inflasinya sangat tinggi. Ketergantungan yang tinggi terhadap minyak dan kegagalan otoritas moneter mengelola likuiditas yang melimpah merupakan sejumlah faktor yang membuat ekonomi Argentina terjerembab.

Berbeda dengan di sepak bola, di sektor ekonomi, Indonesia saat ini jelas lebih baik dibandingkan dengan Argentina. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun ini 5,03 %, dengan inflasi hanya 4,97 %. Indonesia bisa belajar dari kegagalan Argentina keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Pada dekade 80 dan 90, Argentina digadang-gadang bakal menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Argentina saat itu memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk produktif lebih besar ketimbang non-produktif. Namun, 2-3 dekade berselang, Argentina tak kunjung lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah. Argentina gagal memanfaatkan bonus demografi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi. (Yoga)


Keberhasilan Diversifikasi Ekonomi Arab Saudi

KT1 14 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Bagi Arab Saudi bulan haji adalah bulan mendulang pendapatan. Arab Saudi bisa mandulang ratusan triliun  rupiah dari perjalanan haji. Belum lagi dari perjalanan umroh. Sedangkan penjualan minyak mentah, masih menjadi pendapatan terbesar Arab Saudi. Berdasarkan laporan Global Destination Cities Index yang dirilis Mastercard, Arab Saudi mendapatkan sekitar US$ 20 miliar atau sekitar Rp300 triliun pada 2018. Jumlah ini diperkirakan meningkat  pada 2022 yang mencapai Rp 450 triliun. Sedangkan pendapatan dari minyak  mentah menyumbang 31% pendapatan total Arab Saudi. Namun melalui "Visi 2030", Arab Saudi tidak mau terlalu bergantung dari pendapatan minyak bumi dan perjalanan haji-umroh. Arab Saudi mencoba melakukan diversifikasi melalui program 2030 dengan mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan dan pariiwisata. Hasilnya, Arab berhasil meningkatkan daya saing. Program yang diluncurkan pada 2016 ini bertujuan untuk diversifikasi perekonomian dari berbasis komoditas minyak dan perjalanan reliji haji maupun umroh. (Yetede)

Indonesia Mewaspadai Melambatnya Ekonomi Negara Mitra Dagang

KT3 06 Jun 2023 Kompas

Realisasi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara lain yang cenderung lemah dan datar perlu diwaspadai oleh Indonesia dengan memperhatikan negara mitra dagangnya. Di sisi lain, ketahanan ekonomi nasional diperkirakan tetap kuat karena didukung surplus neraca perdagangan, aliran dana investasi asing, dan kecukupan cadangan devisa. Hal tersebut diungkapkan Wakil Menkeu Suahasil Nazara dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (5/6). Rapat itu turut dihadiri Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Suahasil mengutip data Bloomberg 2023 yang mencatat pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan I-2023 secara tahunan (year-on-year) 1,6 %, Jerman 0,5 %, Inggris 0,2 %, China 4,5 %, Vietnam 3,3 %, dan India sebesar 6,1 %.

”Realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2023 di banyak negara cenderung melemah atau datar. Hal ini harus diwaspadai karena negara yang menjadi mitra dagang Indonesia perlu diperhatikan,” ujar Suahasil. Pertumbuhan ekonomi negara maju, tertahan akibat pengetatan moneter yang berlangsung jangka panjang, sedangkan China akan menghadapi tantangan geopolitik, sektor properti, dan penuaan populasi. Sementara itu, India dan negara Asia Tenggara memiliki potensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi domestik. Komoditas terdampak Tren perlambatan ekonomi ini dinilai berdampak pada sejumlah harga komoditas di Indonesia. (Yoga)


Prospek Ekonomi Asia & RI

HR1 29 May 2023 Bisnis Indonesia

Laporan World Economic Outlook IMF yang terbit menjelang pertengahan 2023 menggambarkan lanskap ekonomi global yang penuh tantangan. Pengetatan moneter yang sedang berlangsung di negara-negara maju dan berkembang, efek dari perang Rusia di Ukraina yang terus berlanjut dan masalah sektor keuangan di AS dan Eropa, menimbulkan tantangan besar bagi perkembangan ekonomi dunia. Bagaimana dengan Asia? Meskipun tantangan global turut memengaruhi kawasan, kami memperkirakan kawasan Asia-Pasifik akan menjadi titik terang dalam ekonomi global, yang menyumbang sekitar 70% pertumbuhan global tahun ini. Laporan Regional Economic Outlook IMF untuk Kawasan Asia-Pasifik periode April 2023 menunjukkan bahwa permintaan domestik sejauh ini tetap kuat, terlepas dari melemahnya permintaan eksternal dan pengetatan moneter. Di Indonesia, pemulihan juga diperkirakan akan tetap kuat, mencapai 5% pada 2023, meskipun sedikit melambat dari tahun 2022 yang tercatat 5,3%. Meskipun prospek kawasan Asia-Pasifik kuat, risiko cenderung bias ke bawah. Dalam jangka pendek, tekanan harga dari global dan regional tetap menjadi risiko utama. Pengetatan moneter oleh bank sentral di kawasan yang diiringi dengan penurunan harga komoditas dan biaya pengangkutan telah berkontribusi meredam dinamika inflasi. Namun, inflasi inti masih tinggi dan inflasi umum masih di atas target bank sentral di banyak negara.

Tekanan inflasi membutuhkan kewaspadaan yang berkelanjutan. Di negara-negara yang masih mengalami inflasi yang tinggi, kebijakan moneter perlu tetap ketat hingga inflasi turun kembali sesuai target. Di Indonesia, tekanan inflasi dari sisi fundamental relatif terbatas. Data terkini menunjukkan bahwa inflasi diperkirakan akan turun ke kisaran target Bank Indonesia pada paruh kedua tahun ini, sementara inflasi inti diperkirakan berada sedikit di bawah titik tengah sasaran inflasi. Masalah sektor keuangan di Eropa dan AS menjadi berita utama dalam beberapa bulan terakhir. Sejauh ini, dampaknya ke kawasan Asia relatif terbatas, meski terdapat kerentanan di sektor rumah tangga dan korporasi yang dapat terdampak pengetatan keuangan global dan gejolak pasar. Di Indonesia, sektor keuangan berhasil bangkit dari pandemi dengan kondisi yang kuat, tetapi pengawasan yang ketat tetap diperlukan.