;
Tags

Ekonomi Internasional

( 635 )

ASEAN Pacu Ekonomi yang Makin Inklusif

KT3 04 Sep 2023 Kompas

Ketua ASEAN Business Advisory Council atau ASEAN BAC Arsjad Rasjid mengemukakan, relevansi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global atau sentralitas ASEAN dinilai perlu terus dipacu melalui inovasi dan inklusivitas. Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN-BAC Tahun 2023 secara signifikan telah menciptakan landasan kokoh untuk memudahkan para pelaku usaha berkontribusi positif dalam pembangunan ekonomi di kawasan. Menurut Arsjad, sentralitas ASEAN perlu dimaknai tidak hanya dari aspek geografis kawasan, tetapi juga rekonstruksi cara pandang yang telah menyebabkan negara-negara ASEAN sulit tumbuh bersama. Selain itu, perlu meninjau kembali ketahanan ekonomi setiap negara anggota ASEAN dalam berbagai sektor, serta membentuk kembali konsolidasi dengan mitra-mitra utama.

”Kompetisi itu penting, tetapi (negara-negara) Asia Tenggara membutuhkan kerja sama ekonomi untuk saling melengkapi satu sama lain,” ujar Arsjad, yang juga Ketua Umum Kadin Indonesia, dalam Pembukaan ASEAN Business & Investment Summit 2023, di Jakarta, Minggu (3/9). ASEAN BAC diikuti sekitar 3.005 peserta. Menurut Arsjad, kekuatan utama ASEAN bukan hanya pada sumber daya, tetapi juga pada ketahanan sebagai asosiasi negara-negara yang solid untuk tumbuh dengan saling melengkapi. Sebagai kontribusi dari sektor bisnis, pihaknya telah menyusun ASEAN Business Roadmap 2045. Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn mengemukakan, lanskap ekonomi global jangka menengah cepat berubah dengan Revolusi Industri 4.0 mengarah ke inklusivitas yang semakin besar. ASEAN, sebagai asosiasi negara kawasan dan komunitas bisnis, dinilai perlu mendukung pertumbuhan inklusif sebagai bagian integrasi perekonomian ASEAN. (Yoga)


ASEAN Perkuat Rantai Pasok Regional

KT3 04 Sep 2023 Kompas (H)

Untuk mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global, negara-negara Asia Tenggara bersepakat memperkuat rantai pasok regional yang lebih inklusif. Dengan demikian, keterlibatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kawasan yang selama ini sulit menembus pasar global akan lebih terjamin. Pada 2022, total nilai PDB ASEAN tercatat 3,6 triliun USD. Di antara negara-negara anggota ASEAN, Malaysia mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi (8,7 %), disusul Vietnam (8 %), Filipina (7,6 %), Indonesia (5,31 %), dan Kamboja (5,1 %). Meski demikian, perekonomian negara-negara ASEAN lainnya masih sulit bangkit selepas pandemi.

Di tengah pemulihan yang masih berlangsung itu, kondisi ekonomi global semakin tidak pasti. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Minggu (3/9) mengatakan, proyeksi perekonomian global yang tak menentu ke depan ikut mengindikasikan adanya potensi pelemahan dan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di kawasan. Penguatan integrasi ekonomi kawasan pun penting untuk menjamin ketahanan ekonomi ASEAN di tengah ancaman krisis dan perubahan lanskap ekonomi global. ”Kondisi ekonomi pada masa mendatang sangat dinamis dan penuh tantangan. Kita harus meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan lewat penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional,” katanya seusai pertemuan ASEAN Economi Community Council (AECC) Ke-23 di Jakarta. (Yoga)


Eropa Masih Dapat Menghindari Resesi

KT1 04 Sep 2023 Investor Daily

LONDON,ID-Kawasan Eropa disebut masih bisa menghindari resesi, meskipun sedang menghadapi dampak dari krisis ganda, geopolitik, dan ekonomi. Demikian disampaikan Komisioner Eropa urusan Economi, Paolo Gentilino pada Sabtu (02/09/2023). Seperti diberitakan, invasi Rusia ke Ukraina pada Februari  tahun lalu telah memicu kekhawatiran serius di Eropa. Dimana kawasan ini bakal memasuki perlambatan ekonomi yang signifikan. Namun, kawasan tersebut mampu mengamankan pasokan energi alternatif, pengganti dari Rusia, dan beberapa pemerintah mampu memberikan bantuan kepada konsumen yang menghadapi biaya energi tinggi. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF, pada akhir zona euro tumbuh di kisaran 3,5% untuk tahun lalu. IMF juga memperkirakan tingkat pertumbuhan 0,8% untuk zona euro tahun ini dan 1,4% pada 2024. "Saya kira kita sedang menghadapi dampak dari krisis ini juga berdampak pada Amerika Serikat dan seluruh dunia, namun dari sudut pandang ekonomi, krisis ini berdampak serius  pada Eropa dan Jerman khususnya," ujar Gentilino kepada CNBC. (Yetede)

FORUM B20 Pesan untuk Perhatikan Negara Berkembang

KT3 28 Aug 2023 Kompas (H)

Sejumlah panelis, pelaku bisnis, dan petinggi negara menyerukan pentingnya meningkatkan perhatian khusus kepada negara-negara selatan. Pascapandemi Covid-19, kebutuhan untuk fokus pada negara-negara berkembang dinilai semakin mendesak guna membangun dan menumbuhkan perekonomian. Pesan itu disampaikan dalam sejumlah sesi dialog dan pleno dalam rangkaian Sustainability Summit Ke-18, forum Bloomberg New Energy Finance (BNEF) Summit 2023, dan KTT Business 20 (B20) di New Delhi, India, 23-27 Agustus 2023. Saat berpidato di KTT B20, Minggu (27/8) pagi, Menlu India S Jaishankar mengatakan bahwa mandat inti G20 adalah untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Hal itu tidak akan tercapai jika permasalahan krusial di wilayah selatan tidak diatasi.

B20 merupakan salah satu kelompok G20 yang paling penting dengan fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. B20 menjadi forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis global. Tahun ini KTT B20 India 2023 digelar pada 25-27 Agustus 2023 dengan mengusung tema Responsible, Accelerated, Innovative, Sustainable, and Equitable (RAISE) atau Bisnis yang Bertanggung Jawab, Dipercepat, Inovatif, Berkelanjutan, dan Adil. Negara-negara selatan mengacu pada negara berkembang di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin. ”Setelah pandemi ini, kebutuhan untuk fokus pada negara-negara berkembang menjadi semakin mendesak. Fokus saat ini terhadap negara-negara selatan berasal dari keyakinan bahwa negara-negara ini benar-benar layak mendapat perhatian khusus,” kata Jaishankar pada sesi bertajuk ”Role of Global South in Emerging World 2.0”. (Yoga)


Tanda Bahaya Pelemahan Ekonomi Cina

KT1 21 Aug 2023 Tempo

JAKARTA — Efek pelemahan ekonomi Cina mulai merambat ke perekonomian Indonesia. Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa pelaku usaha mulai mengalami keresahan yang diawali dengan terjadinya gangguan suplai bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur dengan tujuan ekspor.

“Ini khususnya terjadi di industri tekstil di mana perusahaan-perusahaan pemasok dari Cina mengalami masalah keuangan, sehingga kami harus mencari alternatif penggantinya,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Bahan baku yang dimaksudkan antara lain kain jadi, sehingga eksportir harus melakukan penyesuaian kepada konsumen. “Akhirnya mencari pemasok pengganti yang sudah disetujui oleh branded buyer dari negara pengimpor.”

Menurut Benny, kendala rantai pasok berkepanjangan berpotensi terjadi karena sebagian besar bahan baku manufaktur untuk tujuan ekspor maupun domestik bergantung pada Cina. Selain sebagai tujuan ekspor utama, di sisi lain, Cina memang merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia. “Sehingga apa yang terjadi di Cina pasti berpengaruh pada perdagangan Indonesia maupun global,” ujarnya. (Yetede)

Peringkat Puncak Bukan Jaminan Geliat Industri

KT3 18 Aug 2023 Kompas

Di antara tujuh negara di Asia Tenggara, indeks yang menunjukkan tingkat ekspansi atau  kontraksi aktivitas industri Indonesia berada di posisi teratas. Sayangnya, hal itu belum menjamin prospek geliat aktivitas perindustrian, khususnya dalam menghadapi lesunya  permintaan global. Pada awal Agustus, S&P Global merilis Purchasing Managers’ Index / PMI) manufaktur Indonesia per Juli 2023 senilai 53,3 poin, meningkat 0,94 %  dibanding  posisi Juni. Angka itu diolah dari survei kepada 400 pelaku industri manufaktur di Tanah Air. Di sisi lain, PMI ASEAN pada Juli 2023 melandai 0,39 % dari bulan sebelumnya menjadi 51,8 poin. Angka PMI di atas 50 poin menandakan industri manufaktur di negara atau kawasan yang ditinjau sedang ekspansif, jika di bawah 50 poin berarti tengah kontraksi. Dibanding enam negara lainnya yang membentuk PMI ASEAN, Indonesia duduk di peringkat pertama pada Juli 2023, diatas PMI Filipina senilai 51,9 poin.

Pemerintah pun menganggap pencapaian angka PMI pada Juli 2023 merupakan prestasi bagi Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu berpendapat, kenaikan PMI Indonesia pada Juli 2023 menandakan optimisme pelaku usaha manufaktur. Kenaikan PMI pun diharapkan sejalan dengan pemulihan permintaan ekspor sehingga menopang kinerja ekonomi nasional. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita juga menggarisbawahi, PMI Indonesia yang tinggi, artinya, pelaku industri manufaktur Tanah Air masih optimistis dan bergeliat di tengah ketidakstabilan perekonomian global dan melemahnya pasar dunia. Dia menambahkan, menguatnya permintaan domestic turut mendorong aktivitas produksi manufaktur nasional. Dampaknya, sejumlah perusahaan merekrut tenaga kerja baru. Kenaikan penjualan yang didorong permintaan dalam negeri juga menjadi sentimen utama terhadap prospek perekonomian ke depan. (Yoga)


Rakyat Enggan Berbelanja, China Deflasi

KT3 10 Aug 2023 Kompas

China mengalami deflasi atau penurunan nilai barang dan jasa akibat minimnya perputaran uang di pasaran. ”Mental pandemi Covid-19 masih sangat kental di China sehingga masyarakat tidak mau berbelanja di luar kebutuhan pokok. Hal ini bisa mematikan  perekonomian,” kata Richard Koo, ekonom utama firma Nomura di Jepang, kepada Bloomberg edisi Rabu (9/8/2023). (Yoga)

Jangan Cuma Jadi Pasar

KT1 10 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Indonesia harus memetik manfaat  sebanyak mungkin dari perjanjian kemitraan Ekonomi Konprehensif Regional (Regional Comprehensive Economi Partnership/RCEP).  Jangan sampai Indonesia cuma jadi pasar negara-negara lain setelah pakta perdagangan terbesar di dunia ini di implementasikan. Jika berhasil memanfaatkan setiap peluang RCEP, Indonesia bisa meraup keuntungan berlipat ganda, baik dalam perdagangan, investasi, kemitraan ekonomi, maupun dalam percaturan geopolitik. Itu karena RCEP menawarkan berbagai fasilitas kepada negara anggota, dari mulai pengurangan atau penghapusan tarif bea masuk (BM), perluasan konektivitas ekonomi, hingga kemudahan invetasi. Agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar negara-negara lain, pemerintah mesti mempercepat reformasi struktual guna meningkatkan daya saing produk ekspor nasional. Pemerintah juga harus melanjutkan debirokrasi  perizinan investasi untuk menarik lebih banyak investor. (Yetede)

Kinerja Ekspor Bakal Berjalan Tersendat-sendat

KT3 08 Aug 2023 Kompas

Pertumbuhan ekspor hingga akhir tahun ini diperkirakan bakal tersendat, penyebabnya adalah penurunan harga komoditas global dan pelemahan permintaan negara tujuan utama ekspor. Kontraksi ekspor pada triwulan II-2023 mengindikasikan gejala itu. Vice President for Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani, Senin (7/8) mengatakan, tren harga komoditas global memang tengah turun. Namun, penurunan harga itu masih menguntungkan Indonesia karena masih lebih tinggi dibandingkan 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. Ia mencontohkan, harga batubara dan CPO global pada akhir 2022 masing-masing 404,15 USD per ton dan 947,89 USD per ton. Harga CPO bahkan pernah tembus 1.244 USD per ton pada akhir 2021. Namun, hingga penutupan perdagangan pekan lalu, harga batubara dan CPO masing-masing turun menjadi 136,85 USD per ton dan 902,14 USD per ton. Harga batubara dan CPO itu masih lebih tinggi dibandingkan harga pada akhir 2019 yang masing-masing sebesar 67,7 USD per ton dan 734,17 USD per ton. 

”Pada akhir 2023, harga batubara diperkirakan jadi 168,8 USD per ton dan harga CPO 891 USD per ton. Harga kedua komoditas masih terus berproses membentuk keseimbangan baru, bahkan hingga tahun depan,” kata Dendi ketika dihubungi di Jakarta. Dendi berpendapat, penurunan harga komoditas global itu wajar karena telah mengalami lonjakan yang tidak normal pada 2021 dan 2022. Penurunan harga itu juga bakal memengaruhi kinerja ekspor Indonesia sehingga perlu dikompensasi dengan meningkatkan volume ekspor. Kendati begitu, tantangan meningkatkan volume ekspor hingga akhir tahun nanti tidak mudah. Permintaan negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia, seperti AS, China, dan kawasan Uni Eropa, masih lemah meski ekonomi nya mulai membaik. Penurunan permintaan juga dialami industri berorientasi ekspor, seperti garmen, furnitur, dan kayu olahan. Meski mulai tumbuh pada Mei 2023 setelah terkontraksi pada Agustus 2022-April 2023, permintaan belum benar-benar pulih. (Yoga)

EKONOMI AS Jangan Terlena dengan ”Soft Landing”

KT3 04 Aug 2023 Kompas

Kini sedang berkembang isu soft landing bagi perekonomian AS. Artinya, aktivitas perekonomian AS menurun, tetapi tidak terbanting keras seperti pada 2008. Namun, para pelaku di pasar uang, saham, dan lainnya perlu waspada agar jangan kecele. Sebab, ada kerawanan besar di balik pernyataan tersebut, terutama terletak pada kecepatan pengambilan kesimpulan. Bisa juga, kesimpulan diambil tanpa memperhitungkan semua faktor dan bisa terbukti salah total, tetapi baru dirasakan kemudian hari.

Di tengah inflasi yang belum sampai pada target 2 % dan suku bunga masih akan naik dari level 5,25 %-5,5 %, Gubernur Fed Jerome Powell dan Menkeu Janet Yellen sudah menyuarakan bahwa perekonomian paling-paling hanya menuju soft landing. ”Untuk AS, pertumbuhan ekonomi melambat, tetapi saya tidak melihat resesi,” kata Yellen, dikutip Reuters, 17 Juli 2023. Berdasarkan data yang ada, PDB AS tumbuh 2 % pada kuartal I-2023 dan 2,8 % pada kuartal II-2023. Perkiraan Fed untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 adalah 1,3 %.

Terjadi penurunan, tetapi ringan. Inilah dasar munculnya istilah soft landing. Reuters pada 27 Juli 2023 melaporkan, Powell menyampaikan perkiraan Fed bahwa ekonomi AS tidak akan memasuki resesi. Mantan penasihat Federal Reserve Dallas, Danielle DiMartino Booth, mengingatkan euforia tentang soft landing. ”Kita pernah menjalani diskusi serupa pada 2000 dan 2007. Saat itu diskusinya mirip dengan yang berlangsung sekarang, bahwa hanya akan terjadi soft landing,” kata DiMartino. Kenyataan kemudian menunjukkan perkiraan tersebut meleset jauh. (Yoga)