;
Tags

Ekonomi Internasional

( 635 )

Dari ”Wild Card” Inflasi hingga Penyelewengan Beras Bulog

KT3 06 Oct 2023 Kompas

Lembaga Penelitian Makroekonomi ASEAN+3 (AMRO) menyebutkan El Nino menjadi wild card atau faktor penentu inflasi di kawasan ASEAN+3. Meski di Indonesia kenaikan harga beras yang berandil paling besar terhadap inflasi tidak hanya akibat dampak El Nino, tetapi juga didorong ulah oknum yang menyelewengkan beras Perum Bulog. AMRO, Rabu (4/10) merevisi naik proyeksi inflasi di kawasan ASEAN+3 serta pada 2023 dan 2024. ASEAN+3 merupakan negara-negara anggota ASEAN, serta Jepang, China, dan Korea Selatan. Tingkat inflasi kawasan itu diperkirakan 6,5 % pada 2023 dan 3,8 % pada 2024, dinaikkan dari proyeksi inflasi pada Juli 2023, yakni 6,3 % pada 2023 dan 3,4 % pada 2024. Khusus Indonesia, AMRO justru menurunkan perkiraan inflasi pada 2023 menjadi 3,8 % dari proyeksi Juli 2023 yang 3,9 %.

Proyeksi inflasi Indonesia pada 2024 tetap sama dengan proyeksi tiga bulan lalu, yakni 2,8 %. Kepala Ekonom AMRO Hoe Ee Khor mengatakan, kenaikan harga pangan dan energi global dalam beberapa bulan terakhir telah memicu kekhawatiran terjadinya lonjakan harga komoditas. Lonjakan harga komoditas itu dapat berimbas pada kenaikan inflasi. September 2023 harga rata-rata beras nasional di tingkat eceran Rp 13.799 per kg, naik 5,61 % secara bulanan dan 18,44 secara tahunan. Hal itu menjadikan beras sebagai komoditas penyumbang utama inflasi September 2023 yang sebesar 0,19 % secara bulanan dan 2,28 % secara tahunan. Andil beras terhadap inflasi bulanan dan tahunan itu masing-masing 0,18 % dan 0,55 %.

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan harga beras di pasar masih tinggi meskipun operasi pasar beras telah digulirkan. Faktor tersebut adalah penyelewengan beras Perum Bulog, yakni mengemas ulang beras Bulog kemudian dijual dengan harga lebih tinggi. Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, ada oknum-oknum yang mengganti kemasan beras Bulog dengan kemasan beras premium. Setelah itu, beras yang seharusnya dijual dengan harga terjangkau itu dijual kembali dengan harga lebih tinggi setara harga beras premium. (Yoga) 

UE Meluncurkan Batas Tarif Karbon

KT1 02 Oct 2023 Investor Daily (H)
BRUSSELS,ID-Uni Eropa (UE) pada Minggu (01/10/2023) meluncurkan fase pertama dari sistem pemberlakuan tarif emisi karbon dioksida (CO2) untuk baja, semen, dan barang-barang impor lainnya. Sistem yang diberlakukan pertama di dunia itu ditujukan menghentikan lebih banyak produk asing yang mencemari lingkungan, yang mengganggu tansisi menuju ramah lingkungan. Rencana pemberlakuan tarif tersebut menyebabkan kegelisahan diantara mitra dagang. Bahkan dalam forum bulan lalu, utusan iklim China Xie Zhenhua mendesak negara-negara untuk menggunakan langkah-langkah sepihak, seperti pengenaan tarif oleh Uni Eropa. Sebagai informasi, blok mata uang tunggal itu tidak akan mulai memungut  biaya emisi CO2 di perbatasan sampai 2026. Komisioner Ekonomi Eropa Paolo Gentilano mengatakan, tujuan dari CBAM adalah untuk mendorong pergeseran ke produksi yang lebih ramah lingkungan di seluruh dunia. (Yetede)

Menanti Realisasi Kesepakatan KTT Asean

HR1 11 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Beragam kesepakatan dan terobosan berhasil dilahirkan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar di Jakarta 5—7 September 2023. Mulai dari upaya bersama untuk menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia, pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, hingga percepatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi alias local currency transaction (LCT). Ada pula kesepakatan senilai US$38,2 miliar yang mencakup 93 proyek dan 73 proyek potensial senilai US$17,8 miliar, hasil dari Asean Indo-Pacific Forum (AIPF). Melalui KTT tersebut, anggota Asean juga memperkuat kerja sama bidang ekonomi dengan sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang. Tak hanya soal ekonomi, dari perspektif geopolitik, Asean pun sepakat untuk mewujudkan perdamaian kawasan melalui kolaborasi antarnegara serta terus menyuarakan kepentingan negara berkembang di tingkat global. Salah satu langkah terdekat adalah membawa beragam hasil KTT ke-43 Asean tersebut ke forum G20 yang tengah berlangsung di India. Pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik misalnya, menuntut kolaborasi aktif sesuai kompetensi masing-masing negara sesuai ketersediaan sumber daya alam dan maupun industri. Kesepakatan Asean Plus Three yakni kerja sama antara negara anggota Asean dengan Korea Selatan, Jepang, dan China, mengenai pembangunan ekosistem kendaraan listrik, harus dijadikan momentum untuk mengakselerasi perkembangan sektor ini di tingkat regional. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi perihal kesamaan visi dan misi untuk menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Digital economy framework agreement (DEFA) yang digadang-gadang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Asean di masa mendatang, membutuhkan penjabaran lanjutan sehingga dapat menjadi perjanjian nyata antarnegara anggota. Hal itu penting agar masterplan tersebut benar-benar dapat memacu ekonomi digital Asean yang diramal tembus US$2 triliun pada 2030.

Koridor Ekonomi akan Membentang dari India hingga Eropa

KT1 11 Sep 2023 Investor Daily (H)

NEW DELHI,ID-Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri  (PM) India Narendra Modi, dan sekutu-sekutunya dalam lingkup kelompok negara G20 pada Sabtu (09/09/2023) mengumumkan rencana untuk membangun koridor kereta api dan pelayaran yang akan menghubungkan India dengan Timur Tengah dan Eropa. Proyek ambisius ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga kerja sama politik. "Ini adalah kesepakatan yang sangat-sangat besar," kata Biden, seperti dikutip AP. Koridor ini, yang diuraikan pada pertemuan puncak tahunan negara-negara ekonomi utama dunia G20, akan membantu meningkatkan perdagangan, menyalurkan sumber daya energi, dan meningkatkan konektivitas digital. Koridor ini, yang diuraikan pada puncak tahunan negara-negara ekonomi utama G20, akan membantu meningkatkan perdagangan, menyalurkan sumber daya energi, dan meningkatkan konektivitas  digital. Koridor infrastruktur darat dan laut ini akan mencakup atau  melintasi India, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UE), Yordania, Israel, dan Uni Eropa (UE). (Yetede)

Deal Proyek & Kesepakatan Tercapai di Forum ASEAN

HR1 08 Sep 2023 Kontan (H)

Harapan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan (epicentrum of growth) ekonomi global masih terganjal sejumlah tantangan. Ada sederet isu yang mesti dicermati, mulai dari gejolak pasar global, konflik geopolitik kawasan, hingga eskalasi harga energi dan pangan dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi ASEAN tahun ini berkisar 4,5%-4,6%. Angka itu di atas estimasi pertumbuhan global sebesar 3%. Presiden Joko Widodo mengklaim KTT kali ini memberi manfaat ekonomi terhadap ASEAN. Ada sejumlah keputusan yang dihasilkan. Misalnya, deklarasi East Asia Summit (EAS) mengenai epicentrum of growth, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan percepatan pelaksanaan Regional Cross Border Payment dan Local Currency Transaction. KTT ASEAN 2023 yang berakhir kemarin dihadiri para pemimpin 11 negara anggota ASEAN dan sejumlah negara mitra seperti Amerika Serikat, China, Rusia, Kanada, Jepang, India, Korea Selatan, Australia hingga Bangladesh. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menambahkan, sebagian besar yang dihasilkan dibutuhkan masyarakat ASEAN. Misalnya masalah proteksi pekerja migran, anak buah kapal (ABK), membuat jejaring desa dan one health iniciative. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, salah satu andalan epicentrum of growth adalah Digital Economy Framework Agreement. Ini merupakan masterplan yang dirancang pada kepemimpinan Indonesia, yang mencakup perjanjian digitalisasi termasuk digital talent, digital ID, cyber security, retraining, reskilling, infrastruktur interoperability di ASEAN.

Perkuat Integrasi Ekonomi Kawasan

HR1 07 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ke-43 Asean bakal menjadi momentum penting dalam upaya menyiapkan kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi dunia. Salah satu langkah strategis yang wajib ditempuh, yakni mengakselerasi kerja sama ekonomi dengan sejumlah negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Seperti diketahui, RCEP merupakan pakta kerja sama ekonomi komprehensif yang digagas oleh Indonesia dan negara anggota Asean lainnya, serta melibatkan lima negara mitra strategis, yakni China, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan. Agenda kemitraan multilateral ini pertama kali diresmikan dalam pertemuan puncak KTT Asean ke-21 di Phnom Penh, Kamboja pada 2012. Bagi negara anggota Asean, khususnya Indonesia, terlibat aktif dalam proyek kerja sama dengan lingkungan perdagangan yang kompetitif seperti ini tentu sangat vital guna mendongkrak kualitas dan produktivitas industri di kawasan regional, juga dalam negeri. Bersama China, misalnya Presiden Joko Widodo berulang kali menegaskan pentingnya kerja sama konkret yang saling menguntungkan dengan negara-negara anggota Asean. Momentum KTT Asean tahun ini juga dimanfaatkan Indonesia untuk merekatkan hubungan dengan China, terutama memastikan kerja sama terkait dengan penghiliran, pembangunan infrastruktur, serta mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan di dalam negeri. Selain enam agenda pembangunan yang tengah diinisiasi—penghiliran, digitalisasi, infrastruktur, pendidikan, distribusi ekonomi, dan dekarbonisasi—pembahasan megaproyek kereta cepat Jakarta—Bandung sudah pasti menjadi salah satu topik penting yang didalami bersama China. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dalam paparannya di hari kedua ASEAN-Indo-Pacific Forum 2023, turut menyampaikan komitmen untuk mempererat kerja sama dengan Asean. Salah satu manifestasi dari komitmen itu, yakni tecermin dalam Dana Integrasi Asean-Jepang atau The Japan-Asean Integration Fund senilai total US$100 juta. Beberapa inisiatif kerja sama Asean-Jepang di antaranya yakni di bidang transisi energi untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan ancaman lingkungan, inovasi digital dalam mendukung ekonomi berkelanjutan, hukum dan peradilan, ketahanan pangan, serta penguatan dari sisi intelektual dan pendidikan.

ASEAN BAC Luncurkan Delapan Proyek

KT3 05 Sep 2023 Kompas

ASEAN Business Advisory Council 2023 menetapkan lima agenda prioritas, yakni pemberdayaan UMKM, konektivitas masyarakat secara digital, memastikan ketahanan pangan dan kesehatan, dekarbonisasi ekonomi, serta memfasilitasi investasi dan perdagangan negara-negara ASEAN. Sejalan dengan itu, ASEAN BAC 2023 meluncurkan delapan proyek. Ketua ASEAN Business Advisory Council Arsjad Rasjid, yang juga Ketua Kadin Indonesia, mengemukakan, lima isu prioritas ASEAN BAC 2023 diterjemahkan ke dalam delapan proyek. Proyek-proyek itu dinilai menjadi solusi inovatif bagi kawasan.

Proyek warisan ASEAN-BAC 2023 meliputi ASEAN QR Code, Marketplace Lending Platform, Wiki Entrepreneur, ASEAN Net Zero Hub, dan Carbon Center of Excellence. Selain itu, ASEAN One Shot Campaign, Inclusive Closed-Loop Model of Agriculture Product, dan Representative of ASEAN Business Entity. ”Upaya mencapai integrasi ekonomi ASEAN harus memberikan dampak yang konkret,” ujar Arsjad, dalam ASEAN Business and Investment Summit 2023, di Jakarta, Senin (4/9). (Yoga)


ASEAN Mendorong Ekonomi Hijau

KT3 05 Sep 2023 Kompas

Penerapan prinsip-prinsip ekonomi hijau akan memperkuat daya saing sebuah negara, bahkan kawasan. Namun, kalangan pebisnis ASEAN menilai, ekonomi hijau perlu didorong secara inklusif untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat dan tidak memperbesar kemiskinan. Dalam sesi yang dipandu Mendag 2011-2014 Gita Wirjawan, Pendiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) Klaus Martin Schwab menyoroti penerapan ekonomi hijau yang dianggap hanya sebagai kewajiban demi menjaga stabilitas negara dalam menghadapi perubahan iklim. ”Padahal, di masa depan, hal itu (penerapan ekonomi hijau) dapat menjadi faktor daya saing yang kuat,” ujarnya dalam diskusi panel pada ASEAN Business and Investment Summit 2023 yang diadakan di Jakarta, Senin (4/9).

Klaus memaparkan, ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan tecermin dari pemanfaatan energi hijau. Semakin cepat suatu negara menciptakan inovasi-inovasi yang menyertai energi hijau tersebut, keunggulan kompetitif pun akan makin cepat diraih. Selain berinovasi dalam energi hijau, lanjut Klaus, kemitraan antara pebisnis dan pemerintah juga penting dalam menopang ekonomi lestari. Pemerintah dan pebisnis kini sama-sama perlu memperhatikan masyarakat sosial, lingkungan, dan kesejahteraan. Penguatan daya saing itu relevan dengan revisi angka proyeksi pertumbuhan PDB di kawasan ASEAN yang dimutakhirkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD, Minggu (3/9), yang pada edisi September 2023, memproyeksikan, pertumbuhan PDB di ASEAN sepanjang 2023 dan 2024 masing-masing sebesar 4,2 % dan 4,7 %. (Yoga)


Asean Jangkar Stabilitas Ekonomi Global

KT1 05 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kawasan Asean berpotensi menjadi jangkar stabilitas perekonomian global, sebab kawasan ini terus menunjukkan lintasan pertumbuhan yang menjanjikan. Untuk merealisasikan hal tersebut, perlu dilakukan sejumlah langkah di antaranya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi regional, mendorong tindakan pembangunan berkelanjutan  yang kolaboratif, serta lebih banyak melibatkan partisipasi swasta. "Saat ini, kawasan kita adalah salah satu dari sedikit titik terang untuk pertumbuhan ekonomi," kata Menteri Koordinasi Bidang Perekonomain Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di jakarta, Senin (04/09/2023). Ekonomi LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuki Riefki juga sepakat dengan pernyataan Airlangga. Menurut dia, potensi kawasan Asean untuk menjadi jangkar stabilitas perekonomian global memang cukup beralasan. Pasalnya, sejumlah negara di kawasan ini memiliki pertumbuhan ekonomi bagus diantaranya Indonesia dengan ukuran ekonomi yang besar, Vietnam yang telah masuk dalam rantai pasok dunia, dan Singapura yang telah menjadi salah satu hub keuangan global. (Yetede)

Memacu Kolaborasi Antarnegara

HR1 04 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Dinamika global yang begitu tinggi diiringi tantangan dari perang dan konflik saat ini telah menyebabkan tragedi kemanusiaan, krisis pangan menyebabkan puluhan juta orang jatuh miskin, dan ancaman perubahan iklim yang mengintai umat manusia. Semua krisis global tersebut tidak akan terselesaikan apabila negara-negara bekerja sendiri atau dilakukan oleh sekelompok negara saja. Dibutuhkan solidaritas dan kerja sama antarnegara. Itulah yang menjadi perhatian pemerintah kita, sekaligus termasuk dalam pesan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada 24 Agustus 2023. BRICS merupakan aktor hubungan internasional baru dengan anggota utama Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Poros baru ini mewakili sekitar 40% dari total penduduk dunia. Adapun dari sisi ekonomi, lima negara itu mewakili sekitar 26% dari total gross domestic product (GDP) global. Kekuatan BRICS bertambah menyusul bergabungnya Arab Saudi, Argentina, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab mulai 1 Januari 2024. Keberadaan BRICS merupakan sebuah upaya untuk menciptakan sebuah tatanan dunia alternatif, yang lebih bersimpati kepada negara-negara berkembang, dibandingkan dengan negara-negara maju. Dominasi negara-negara maju dalam tataran ekonomi global memang begitu kuat. Namun, poros baru seperti BRICS menawarkan kerja sama menguntungkan yang lepas dari kekangan negara maju. Ambil contoh kerja sama dua negara calon anggota BRICS yaitu India dan Uni Emirat Arab. Transaksi minyak kedua negara yang menggunakan mata uang rupee menandai upaya setiap negara mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Sebagai organisasi, beberapa pengamat menilai BRICS masih belum matang dan menghadapi persoalan institusional. Belum lagi, sejumlah negara inti BRICS memiliki hubungan yang kurang akur seperti India dan China. Tren alih mitra dagang atau friendshoring yang makin massif dari negara-negara maju, terutama para pemegang kendali kekuatan ekonomi lama, seperti AS, Eropa, dan Jepang secara tidak langsung membuat pengaruh BRICS menguat. Indonesia sejatinya sempat diisukan akan bergabung dengan BRICS. Bahkan, jelang KTT Afsel berakhir, pemerintah sempat mempertimbangkan sikap untuk segera bergabung. Namun, rencana itu dibatalkan. Alasannya, Pemerintah Indonesia dalam posisi sedang melakukan pembahasan perjanjian kerja sama perdagangan dengan beberapa negara, bahkan termasuk sejumlah perubahan perjanjian. Keputusan Pemerintah Indonesia tersebut dapat dimaklumi karena negara kita harus berhati-hati mengambil banyak peluang tanpa terkekang dengan satu poros hubungan internasional. Indonesia dan Asean sebenarnya berada dalam posisi unik karena dianggap tetap netral.