Ekonomi Jerman dan AS Krisis, Indonesia Terkendali
Dua negara maju dengan perekonomian yang kuat, AS danJerman, tengah menghadapi krisis. Bahkan, AS masih terkurung dalam perundingan penetapan pagu utang antara Gedung Putih selaku pemerintahan eksekutif dan DPR selaku pembuat undang-undang. Sementara itu, di Jerman, baik pemerintah maupun pakar keuangan memperkirakan tak akan ada kemerosotan ekonomi secara drastis. Namun, juga tak akan ada kenaikan yang menentukan. Intinya, perekonomian hingga tahun 2024 diduga akan landai. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan, Jumat (26/5) menilai transmisi risiko dari potensi krisis di AS dapat memengaruhi sektor moneter dan keuangan Indonesia, sementara resesi di Jerman berpotensi menambah tekanan kinerja ekspor Indonesia.
Dari sisi moneter, gagal bayar utang AS dapat mendorong depresiasi nilai tukar rupiah yang berdampak pada kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Indonesia. ”Risikonya, yield yang meningkat bisa menambah beban APBN,” kata Abdul. Meski demikian, ia meyakini dampak dari krisis di kedua negara itu ke Indonesia masih akan terkendali. Hingga Jumat (26/5), Gedung Putih dan DPR AS masih terus merundingkan penetapan pagu utang. Jubir Gedung Putih Karine Jean Pierre mengatakan, perundingan itu berlangsung lancar dan produktif. Kedua pihak menyepakati keputusan mengenai pagu utang harus ditetapkan paling lambat 1 Juni 2023. Dalam perundingan, pagu utang bisa dinaikkan, tetapi harus ada pembatasan belanja dengan menetapkan batas atas. (Yoga)
Postingan Terkait
Perdagangan AS-China
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023