;
Tags

Ekonomi Internasional

( 635 )

Ekonomi Butuh Stimulus

KT1 30 Nov 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID — Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu pada tahun 2023, belanja pemerintah menjadi faktor penting untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi dan mencegah jatuhnya daya beli masyarakat. Selain meningkatkan kualitas belanja, anggaran belanja perlu ditambah. Menghadapi dahsyatnya perfect storm, pemerintah perlu memberikan stimulus ekonomi sebagai kebijakan kontra-siklus, meski dengan konsekuensi defisit anggaran membengkak hingga melampaui 3% dari produk domestik bruto (PDB). Dari sisi fiskal, pemerintah perlu juga memberikan stimulus. Pada tahun 2023, dana stimulus masih perlu diberikan untuk membantu pemulihan ekonomi dan perlindungan sosial bagi masyarakat menengah bawah. Tanpa stimulus, target pertumbuhan ekonomi 5,3% sulit dicapai. Angka pengangguran dan kemiskinan bisa membengkak. “ Orang mulai takut spending, permintaan rendah, kemudian terjadi overstock disana dan order dibatalkan. Kita menghadapi kondisi yang berubah terus, oleh karena itu, cara kita juga harus berubah untuk mencari solusi dengan kebijakan yang bisa agile. Ini tidak mudah, tapi harus kita rumuskan,” ujar Arsjad di sela Konferensi Pers Prarapimnas 1-2 Desember 2022, di Menara Kadin, Selasa (29/11/2022). (Yetede)

Pasar Cemas pada Unjuk Rasa di China

KT3 29 Nov 2022 Kompas

Pasar global menunjukkan kecemasan atas unjuk rasa di China. Pasar khawatir karantina wilayah untuk pengendalian Covid-19 di China menjadi semakin berlarut-larut gara-gara unjuk rasa itu. Rangkaian unjuk rasa terjadi di beberapa kota di China sepanjang pekan lalu. Kebakaran di salah satu rusun di Kota Urumqi, Xinjiang, 25 November 2022, menjadi salah satu faktor pemicu unjuk rasa. Warga marah dan menuding karantina wilayah (lockdown) yang terlalu ketat berkontribusi pada kematian 10 orang di rusun itu. ”Pembukaan kembali tidak akan mudah. Sepertinya perekonomian China akan semakin tertekan, bisa karena karantina yang tidak kunjung berakhir atau karena krisis kesehatan,” kata analis senior Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, dalam catatan yang diedarkan Senin (28/11). Ekonom Natixis, Gary NG, mengingatkan, pasar Asia sangat terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, dampak gangguan pasar China bisa meluas ke berbagai negara. ”Pasar tidak suka ketidakpastian. Unjuk rasa di  China menyebabkan kondisi ini,” ujarnya. Seperti dikhawatirkan Ozkardeskaya, pasar pun bereaksi negatif atas perkembangan di China.

Ketidakpastian pemulihan China membuat harga minyak anjlok. Dalam perdagangan kemarin, minyak WTI dijual 74 USD per barel. Minyak Brent dijual 81 USD per barel. Pedagang khawatir, permintaan minyak semakin berkurang kala perekonomian China tidak kunjung pulih. China merupakan importir minyak terbesar dunia. ”Permintaan akan terus terpangkas,” kata Direktur Pasar Minyak China pada S&P Global Commodity Insights, Fenglei Shi. Ekonom Goldman Sachs kantor Hong Kong, Hui Shan, menyebutkan, Beijing harus segera memilih akan terus melakukan karantina wilayah atau adanya tambahan kasus baru Covid-19. ”Kondisi sekarang berpeluang membuat pertumbuhan PDB di bawah target,” ujarnya. Pemerintah China terus melaporkan kenaikan jumlah kasus baru sepanjang November 2022. Dari rata-rata 1.000 kasus per hari, China mencatatkan 40.347 kasus baru pada Minggu (27/11). Lonjakan semakin tinggi selepas rangkaian unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah. (Yoga)


Merajut Impian Makmur Bersama dari Pelosok China

KT3 27 Nov 2022 Kompas

Kepala Desa Huanggualu Kecamatan Tianbao, Provinsi Yunnan, China Zhao Youong, Rabu (16/11) menceritakan pengalamannya mengolah kebun tomat seluas 4,5 hektar. Pendapatannya 150.000 RMB (Rp 328 juta) per tahun. Selain tomat, ia dan 30 kepala keluarga di desa itu juga menanam rempah-rempah langka cao guo atau amomum tsao-ko atau kapulaga hitam. Tanaman mirip jahe yang dipanen Agustus ini dimanfaatkan sebagai obat dan bumbu masak. Sekretaris Komite Partai Komunis China (PKC) Kecamatan Tianbao Zhang Jun menjelaskan, pendapatan warga meningkat pesat berkat penjualan tomat dan cao guo secara daring. Dulu hasil panen hanya dijual di pasar terdekat dengan dibawa sendiri oleh para petani. Namun, harganya kurang bagus. Setelah dijual secara daring, harga cao guo bisa lebih tinggi, 60-80 RMB (Rp 132.000-Rp 175.000) per kg dalam bentuk kering. Pendapatan warga dulu hanya 30.000-40.000 RMB per tahun, kini naik menjadi 120.000 RMB per tahun. ”Menjual secara daring tidak repot dan lebih cepat. Kurir layanan antar mengambil hasil panen dari petani dan langsung dikirim ke konsumen. Petani hanya perlu mempromosikan produknya,” kata Zhang. Hasil panen lebih mudah dibawa keluar desa karena akses jalan ke kota sudah dibuat sejak 2014. Terbukanya akses desa setelah dibuat jalan juga menjadi kunci keberhasilan 68 keluarga di Desa Jianglong, Kecamatan Xingjie, yang mayoritas menanam jeruk. Hasil panen pun dijual secara daring sehingga akses jalan menjadi penting bagi truk kurir e-dagang yang lalu lalang di desa saat panen.

Membuka jalan di Yunnan tidak mudah karena kawasan ini berupa gunung dan bukit karst. Hamparan karst menjadi pemandangan sepanjang perjalanan dari Kunming, ibu kota Yunnan, ke Wenshan selama 3,5 jam. Sepanjang jalan tol banyak terowongan menembus gunung dan bukit yang panjangnya 1-9 km. Jalan tol ini menjadi penghubung China dan Vietnam yang sangat dekat. Jarak Desa Huanggualu dengan Hanoi, ibu kota Vietnam, hanya 4 jam. Membuka akses jalan ke kampung juga bukan urusan gampang bagi Xie Chengfen (52), ibu dua anak dari Desa Haiziba di Kecamatan Xichou. Xie yang pernah menjadi kepala desa pada 1996-2016 itu dulu membangun jalan sepanjang 8 kilometer dari desanya yang terpencil menuju jalan utama bersama warga. Lahan yang berbatu dan berbukit sulit untuk ditanami dan dibangun jalan. Perekonomian kampung sulit berkembang. Sebelum membangun jalan, Xie belajar membudidayakan kenari, tanaman yang cocok untuk daerahnya, lalu mengajak warga menanam 8.300 pohon kenari.

”Saat panen, kenari susah sampai pasar karena jalanan jelek. Akhirnya kami bangun jalan pada 2008. Untuk mengatasi kekurangan dana, saya minta sumbangan warga dengan keliling ke setiap rumah,” kata Xie. Kini hasilnya bisa dinikmati. Dari hasil panen kenari, pendapatan naik menjadi 180.000 RMB per tahun. ”Dulu kami khawatir terus tidak bisa makan. Sekarang sudah tak perlu khawatir lagi karena punya uang,” ujarnya. Kehidupan masyarakat yang membaik membuat Tianbao terbebas dari kemiskinan pada 2020. Semua berkat infrastruktur, lapangan pekerjaan di pabrik, konstruksi, dan industri pertanian. Sejak 2012, 8,8 juta orang di 88 kabupaten miskin terbebas dari kemiskinan. Pemerintah Yunnan menghabiskan setengah anggaran pembangunan untuk daerah-daerah yang sangat miskin. Desa-desa di Yunnan kini memiliki akses jalan yang di perkeras, listrik, dan jaringan serat optik. Elemen terpenting dalam pengentasan kemiskinan China adalah pembangunan dan peningkatan jalan desa ke pasar. Akses yang lebih baik bagi masyarakat ke pasar untuk menjual produk pertanian dan memenuhi kebutuhan konsumsi menjadi kunci. ”Dulu tantangannya kondisi jalan dan akses ke kota yang sulit. Sekarang Covid-19. Agak susah, tetapi kami pasti bisa melewatinya karena kami punya impian masa depan untuk makmur bersama,” kata Xie. (Yoga)


PROYEKSI EKONOMI Indonesia Tidak Lepas dari Risiko

KT3 24 Nov 2022 Kompas

Di tengah terpaan krisis bertubi-tubi, ekonomi global diperkirakan semakin melambat tahun depan. Meski diyakini lolos dari resesi, Indonesia tidak lepas dari risiko perlambatan. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan terbaru edisi November 2022 memperkirakan  pertumbuhan ekonomi dunia akan turun dari proyeksi 3,1 % tahun ini menjadi 2,2 % pada 2023, kemudian naik ke 2,7 % pada 2024. Pertumbuhan ekonomi dunia dinilai telah kehilangan momentum di tengah terpaan krisis bertubi-tubi pascapandemi dan perang Rusia-Ukraina. Indonesia termasuk dalam negara berkembang yang prospek ekonominya masih relatif stabil di tengah gejolak ekonomi global. OECD memperkirakan, ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,3 % tahun ini, melambat menjadi 4,7 % tahun depan, dan kembali naik ke 5,1 % pada 2024.

Meski demikian, Indonesia tidak lepas dari risiko. Tren kenaikan inflasi yang diperkirakan berlanjut dan upaya pengendaliannya yang belum optimal dapat menggerus daya beli masyarakat serta menekan roda permintaan dan konsumsi domestik. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, imbas kondisi resflasi globalterhadap perekonomian domestik tetap perlu diantisipasi melalui instrumen fiskal dan moneter. Misalnya, memperkuat skenario subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga kenaikan suku bunga tetap moderat dan bertahap. ”Sebisa mungkin juga bank sentral menjaga agar nilai tukar rupiah tidak terlalu terdepresiasi. Ini akibatnya sangat buruk untuk dunia usaha,” katanya, Rabu (23/11). Menkeu Sri Mulyani mengatakan, meski kondisi ekonomi dalam negeri saat ini masih terkendali, pemerintah tetap mewaspadai imbas risiko ekonomi global tahun depan. (Yoga)


Momentum G20

KT3 22 Nov 2022 Kompas

Keberhasilan penyelenggaraan KTT G20 di Bali pada 15-16 November bukanlah keberuntungan, tapi buah kerja keras, tidak hanya dalam penyelenggaraan acara, tetapi juga ketekunan melakukan transformasi ekonomi. Konsistensi dan kelenturan menjadi penentu disepakatinya Deklarasi Bali (G20 Bali Leaders’ Declaration). Presiden Jokowi adalah satu-satunya pemimpin yang bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden AS Joe Biden untuk melenturkan ketegangan geopolitik global. Banyak pihak, bahkan pemerintah sendiri, sebelumnya pesimis KTT G20 akan menghasilkan kesepakatan. KTT Bali menghasilkan deklarasi yang merangkum kesepakatan: Dalam penanganan pandemi, disepakati terbentuknya Pandemic Fund dengan komitmen awal 1,5 miliar USD. Guna menambah kemampuan Dana Moneter Internasional membantu negara yang terdampak krisis, disepakati Resilience and Sustainability Trust dengan komitmen awal 81,6 miliar USD. Disepakati juga terbentuknya Just Energy Transition Partnership untuk Indonesia senilai 20 juta USD.

Majalah The Economist (19/11) mengangkat tema utama mengenai Indonesia dengan tiga artikel panjang sekaligus dalam satu edisi. Salah satunya berjudul ”Why Indonesia Matters”. Pertemuan G20 membuat Indonesia kembali menjadi sorotan dunia, menurut The Economist. Indonesia terakhir kali menjadi perhatian dunia saat krisis Asia 1998 ketika menjadi bagian dari episentrum persoalan. Sekarang, bersama India, Indonesia dianggap sebagai raksasa Asia yang mendapat momentum pergeseran geopolitik dengan titik sentral AS dan China. Alasan Indonesia diperhitungkan adalah kinerja ekonomi yang meyakinkan. Momentum G20 perlu ditindaklanjuti dengan kerja keras di berbagai bidang. Di bidang energi terbarukan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu penghasil energi terbarukan terbesar di dunia. Memanfaatkan bonus demografi yang melek teknologi, Indonesia jadi salah satu inkubator sektor  teknologi yang ditopang tenaga muda kreatif dan inovatif.

Terkait inovasi digital, Indonesia menunjukkan kepemimpinannya. Menjelang KTT G20, lima bank sentral ASEAN (Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia) sepakat menggunakan sistem pembayaran  terintegrasi berbasis digital atas inisiatif BI. Di sektor swasta, kepemimpinan Indonesia di bidang  digital juga diakui. Hingga April 2022 ada 2.354 unit usaha rintisan berbasis teknologi (start up) di Indonesia, terbanyak di Asia. Disusul Singapura dengan 1.013 unit usaha rintisan. Dengan dua perusahaan berstatus decacorn dan delapan unicorn, Indonesia menunjukkan potensi pengembangan sektor digital. Kerja keras Indonesia selama ini tidak mengkhianati hasil. Keberhasilan memimpin KTT G20 dengan banyak pujian hanyalah bagian dari upaya transformasi (ekonomi) Indonesia. Momentum yang sudah dicapai dalam KTT G20 perlu diteruskan. Ada begitu banyak jendela kesempatan yang terbuka. Kerja keras dan konsistensi merupakan kunci melanjutkan transformasi yang sudah dimulai. (Yoga)


Turbulensi di Pasar Tenaga Kerja Bidang Industri Teknologi

KT3 21 Nov 2022 Kompas

Beberapa pekan terakhir, tagar #TwitterLayoffs, #MetaLayoffs, dan #LoveWhereYouWorked mewarnai media sosial, mulai dari Twitter sampai Linkedin. Banyak warganet yang bekerja di perusahaan teknologi raksasa itu mengunggah pengalaman PHK. The New York Times dalam artikel ”When Your Layoff Has a Hastag”, Kamis (10/11) menilai hal itu sebagai fenomena PHK zaman sekarang. Orang sering tidak dapat berduka dengan rekan di tempat kerja atau bar, tetapi mereka dapat berbagi dengan jutaan orang secara daring. Diberhentikan dari pekerjaan diera transparansi ekstrem, media sosial menyediakan ruang untuk saling meneguhkan Blind, platform teknologi yang memiliki lebih dari 7 juta pengguna dan memungkinkan karyawan mengunggah tempat kerja secara anonim, mengalami lonjakan pendaftaran akun baru. Menurut laman Layoffs.fyi yang melacak PHK, lebih dari 100.000 pekerja perusahaan teknologi kehilangan pekerjaan sepanjang 2022. Pemangkasan karyawan berasal dari perusahaan teknologi besar hingga perusahaan rintisan bidang teknologi digital (start up) di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

The New York Times dalam artikel ”Tech’s Talent Wars Have Come Back to Bite It” menyebutkan, pemangkasan karyawan juga terjadi pada perusahaan teknologi paling eksperimental. Sebagai contoh, perusahaan roket Astra memangkas 16 % karyawan pekan lalu setelah melipatgandakan staf tahun lalu. Di sektor aset kripto, beberapa perusahaan bervaluasi tinggi, termasuk Crypto.com, Blockchain.com, OpenSea, dan Dapper Labs, mengurangi pekerja dalam beberapa bulan terakhir. Kebanyakan eksekutif perusahaan teknologi dan investor modal ventura ”menyalahkan” situasi ekonomi yang memburuk sehingga gelombang PHK harus terjadi. Namun, sebagian lonjakan pemangkasan karyawan itu juga berasal dari dalam lingkungan industri teknologi sendiri. Selama dekade terakhir, suku bunga rendah mendorong investor ke aset berisiko dengan pengembalian lebih tinggi. Investor cenderung mengapresiasi pertumbuhan cepat daripada keuntungan dan relatif memberi penghargaan pada perusahaan yang mengambil risiko besar. Misalnya, perusahaan teknologi, yang ditinggalkan saat suku bunga naik tinggi saat ini. (Yoga)


Inovasi Bisnis, Mengembalikan Kepercayaan

KT3 19 Nov 2022 Kompas

Werner Neff, menulis buku Restore Trust yang lahir dari kekacauan politik dan ekonomi di AS dengan sebagian besar narasinya dihabiskan untuk menganalisis iklim politik di AS saat ini, mengutip isu-isu seperti penghinaan yang dirasakan oleh tiap-tiap sisi spektrum politik, dan saling tuding di Washington sebagai faktor pendorong perpecahan di AS. Untuk memulihkan keadaan, semua bersandar pada membangun kembali kepercayaan oleh semua pihak melalui langkah-langkah kecil. Sesuai dengan subjudul buku itu, yaitu ”Economic Solutions to Current Social and Political Issues in the U.S”, Neef memberikan usul yang berbasis pada solusi ekonomi. Salah satunya adalah penghasilan yang layak bagi kaum bawah. Organisasi seperti BP, Goldman Sachs, Southern Water, Toyota, Castlebeck Care Homes, dan News International mengalami kehilangan kepercayaan dari para pemangku kepentingan dalam beberapa tahun terakhir. Di Indonesia saat ini, Polri termasuk salah satu yang kehilangan kepercayaan publik setelah sejumlah kasus. Mereka terus berupaya membangun kembali kepercayaan publik. Penyedia layanan mesin pencari Google beberapa kali beriklan di sejumlah media. Salah satu tujuannya meyakinkan publik bahwa melalui Google, orang bisa yakin dan percaya dengan kualitas hasil pencarian secara daring. Mereka juga menyebut, teknologi Google memprioritaskan sumber yang relevan.

Gina Balarin, penulis buku The Secret Army: Leadership, Marketing and the Power of People, mengatakan, sebagai pemimpin dalam pemasaran konten, kita berdiri di garis depan tentang bagaimana orang melihat merek kita, produk kita, nilai-nilai kita, dan pesan layanan kita. Kita bisa membuat orang merasakan sesuatu dan membangun cerita yang kredibel, yang membantu mereka percaya bahwa perusahaan kita dapat membantu mereka, ketika pelanggan atau calon pelanggan memercayai merek kita, pada dasarnya mereka menaruh kepercayaan dengan keyakinan bahwa kita akan berperilaku otentik dan konsisten. Tidak mengherankan bila sebagian orang merespons secara dramatis ketika kepercayaan yang mereka berikan dilanggar. Kehadiran media sosial sering kali memperparah protes mereka terhadap sebuah merek. Mengembalikan kepercayaan memang tidak mudah, tetapi selalu ada jalan. Berbagai merek telah mengalami perundungan di media sosial, tetapi mereka bisa bangkit dan meraih kembali kepercayaan. Otentisitas nilai-nilai perusahaan dan dijalankan dalam perilaku, layanan, dan dunia maya bisa menjadi salah satu kunci pemulihan kepercayaan. (Yoga)


Asia Pasifik Harus Jadi Motor Pertumbuhan yang Resilent

KT1 18 Nov 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Indonesia mendorong Kawasan Asia Pasifik agar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia yang resilient. Ekonomi APEC memiliki kapasitas tersebut, karena merepresentasikan 38% populasi global atau 2,95 miliar orang, 62% PDB dunia atau US$ 59 triliun, dan mewakili 48% total perdagangan barang dan jasa dunia. “Akses untuk mendapatkan vaksin dan transparansi dalam kebijakan kesehatan merupakan hal yang fundamental untuk pembukaan akses perjalanan yang aman dan menghubungkan kembali kawasan APEC. Perbedaan jenis vaksin antar-ekonomi tidak perlu menjadi penghambat untuk pelaku perjalanan dalam kawasan APEC,” tegas Menko. (Yetede)

Perempuan di Jantung Pertumbuhan

KT3 18 Nov 2022 Kompas

Momen G20 2022 di Bali sudah usai Kamis (17/11). Semua menunggu hasil nyata dari konferensi dan diskusi ribuan jam. Dua forum yang juga penting peranannya dalam menggali pengetahuan, pengalaman, dan komitmen untuk menghadapi ketidakpastian global adalah Global Food Security Forum (GFSF) G20 dan Women 20 atau W20. Kedua forum beririsan pada isu peran perempuan dalam pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dunia, termasuk membangun lumbung pangan global dan mencegah krisis pangan. W20 mendesak para pemimpin G20 melaksanakan ”Peta Jalan G20 Menuju dan Melampaui Target Brisbane”. Pada intinya, meningkatkan kuantitas dan kualitas pekerjaan bernilai ekonomi bagi perempuan. Untuk itu harus diciptakan jaringan data jender di antara negara G20 dan alat ukur komitmen W20. Konsekuensinya, memperbaiki strategi nasional atas kesetaraan dan keadilan jender. GFSF mengakui perempuan berperan penting sebagai penghasil pangan, pada saat sama paling terdampak ketika terjadi guncangan produksi dan distribusi pangan yang disebabkan oleh perubahan iklim, pandemi Covid-19, sistem keuangan dunia, dan ketegangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Ketika dilihat lebih dalam pada dinamika rumah tangga, perempuan dan anak-anak jadi kelompok  paling terdampak. Data ”The State of Food Security and Nutrition in The World” memperlihatkan pada 2021 sebanyak 2,3 miliar orang di dunia mengalami ketidakamanan pangan sedang dan 924 juta orang mengalami ketidakamanan pangan parah. Bila dipilah lagi, 31,9 % perempuan mengalami ketidakamanan pangan sedang/parah sedangkan laki-laki 27,6 %. Perempuan dan anak perempuan umumnya berada dalam situasi makan paling akhir dan paling sedikit di keluarga. Data UN Women memperlihatkan situasi timpang parah dalam beban kerja. Goodwill ambassador untuk UN Women Anne Hathaway dalam forum B20/G20 2022 melalui tayangan video mengingatkan, masyarakat dunia mengambil keuntungan dari kerja perempuan. Namun, kerja perempuan merawat kehidupan di rumah dan di masyarakat diperlakukan tidak adil dan tidak berkelanjutan. Hathaway, aktris penerima Piala Oscar, mendesak untuk mengakhiri praktik memenalti perempuan karena menjalankan tugas merawat. Sebelum pandemi, perempuan menghabiskan waktu tiga kali lebih lama dibandingkan laki-laki untuk tugas merawat dan pekerjaan domestik tidak dibayar. (Yoga)


Meredam Perlambatan Ekspor

KT3 17 Nov 2022 Kompas


Meski ekspor Indonesia terus tumbuh dan neraca dagang surplus 30 bulan berturut-turut, dampak perlambatan ekonomi dunia harus lebih serius diantisipasi. Dampak memburuknya perekonomian global pada Indonesia tak hanya terlihat dari melambatnya pertumbuhan ekspor serta turunnya impor bahan baku dan barang modal sebagai komponen produksi industri, tetapi juga terjadinya PHK di di industri garmen dan alas kaki akibat menurunnya permintaan global serta perlambatan ekonomi negara maju. PHK juga terjadi di sejumlah perusahaan rintisan sebagai bagian fenomena global. Dengan pertumbuhan ekonomi salah satu tertinggi di dunia saat ini, IMF menyebut Indonesia titik terang di tengah suramnya prospek ekonomi global. BPS mencatat, ekonomi Indonesia triwulan III-2022 tumbuh 5,72 % (yoy), menyusul pertumbuhan 5,01 dan 5,44 % pada triwulan I dan II. Peningkatan pertumbuhan ini menunjukkan Indonesia sebenarnya jauh dari resesi. Namun, cepat atau lambat, kita tak bisa menghindari dampak resesi global pada 2023. Dari sisi perdagangan, neraca perdagangan masih surplus 5,67 miliar USD pada Oktober 2022 dan 45,52 miliar USD pada Januari-Oktober 2022.

 Terhadap G20 yang menyumbang 80 % perdagangan global, Indonesia juga masih surplus, dengan surplus membesar dari 16,4 miliar USD (2021) menjadi 27,6 miliar USD (Januari-Oktober 2022), meski demikian, pertumbuhannya, terutama ekspor nonmigas, terus melambat dua bulan terakhir, sejalan dengan turunnya permintaan dan turunnya harga komoditas. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memprediksi akan anjlok tajamnya pertumbuhan perdagangan global pada 2023. Menyusul pertumbuhan yang diprediksi sebesar 3,5 % di 2022, perdagangan global di 2023 diprediksi hanya tumbuh 1 %. Jauh di bawah proyeksi semula 3,4 %. Kita mengapresiasi berbagai langkah yang ditempuh pemerintah untuk menekan dampak ekonomi global pada industry dalam negeri. Termasuk, dengan menggenjot permintaan domestik dan mengampanyekan pemakaian produk lokal. Di sini relevansi KTT G20 di Bali. Melalui kerja sama dan koordinasi kebijakanyang lebih baik secara global, resesi diharapkan tidak berlangsung lama, dan ekonomi global bisa pulih lebih cepat dan lebih kuat di 2023. (Yoga)