Pasar Cemas pada Unjuk Rasa di China
Pasar global menunjukkan kecemasan atas unjuk rasa di China. Pasar khawatir karantina wilayah untuk pengendalian Covid-19 di China menjadi semakin berlarut-larut gara-gara unjuk rasa itu. Rangkaian unjuk rasa terjadi di beberapa kota di China sepanjang pekan lalu. Kebakaran di salah satu rusun di Kota Urumqi, Xinjiang, 25 November 2022, menjadi salah satu faktor pemicu unjuk rasa. Warga marah dan menuding karantina wilayah (lockdown) yang terlalu ketat berkontribusi pada kematian 10 orang di rusun itu. ”Pembukaan kembali tidak akan mudah. Sepertinya perekonomian China akan semakin tertekan, bisa karena karantina yang tidak kunjung berakhir atau karena krisis kesehatan,” kata analis senior Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, dalam catatan yang diedarkan Senin (28/11). Ekonom Natixis, Gary NG, mengingatkan, pasar Asia sangat terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, dampak gangguan pasar China bisa meluas ke berbagai negara. ”Pasar tidak suka ketidakpastian. Unjuk rasa di China menyebabkan kondisi ini,” ujarnya. Seperti dikhawatirkan Ozkardeskaya, pasar pun bereaksi negatif atas perkembangan di China.
Ketidakpastian pemulihan China membuat harga minyak anjlok. Dalam perdagangan kemarin, minyak WTI dijual 74 USD per barel. Minyak Brent dijual 81 USD per barel. Pedagang khawatir, permintaan minyak semakin berkurang kala perekonomian China tidak kunjung pulih. China merupakan importir minyak terbesar dunia. ”Permintaan akan terus terpangkas,” kata Direktur Pasar Minyak China pada S&P Global Commodity Insights, Fenglei Shi. Ekonom Goldman Sachs kantor Hong Kong, Hui Shan, menyebutkan, Beijing harus segera memilih akan terus melakukan karantina wilayah atau adanya tambahan kasus baru Covid-19. ”Kondisi sekarang berpeluang membuat pertumbuhan PDB di bawah target,” ujarnya. Pemerintah China terus melaporkan kenaikan jumlah kasus baru sepanjang November 2022. Dari rata-rata 1.000 kasus per hari, China mencatatkan 40.347 kasus baru pada Minggu (27/11). Lonjakan semakin tinggi selepas rangkaian unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023