Inovasi Bisnis, Mengembalikan Kepercayaan
Werner Neff, menulis buku Restore Trust yang lahir dari kekacauan politik dan ekonomi di AS dengan sebagian besar narasinya dihabiskan untuk menganalisis iklim politik di AS saat ini, mengutip isu-isu seperti penghinaan yang dirasakan oleh tiap-tiap sisi spektrum politik, dan saling tuding di Washington sebagai faktor pendorong perpecahan di AS. Untuk memulihkan keadaan, semua bersandar pada membangun kembali kepercayaan oleh semua pihak melalui langkah-langkah kecil. Sesuai dengan subjudul buku itu, yaitu ”Economic Solutions to Current Social and Political Issues in the U.S”, Neef memberikan usul yang berbasis pada solusi ekonomi. Salah satunya adalah penghasilan yang layak bagi kaum bawah. Organisasi seperti BP, Goldman Sachs, Southern Water, Toyota, Castlebeck Care Homes, dan News International mengalami kehilangan kepercayaan dari para pemangku kepentingan dalam beberapa tahun terakhir. Di Indonesia saat ini, Polri termasuk salah satu yang kehilangan kepercayaan publik setelah sejumlah kasus. Mereka terus berupaya membangun kembali kepercayaan publik. Penyedia layanan mesin pencari Google beberapa kali beriklan di sejumlah media. Salah satu tujuannya meyakinkan publik bahwa melalui Google, orang bisa yakin dan percaya dengan kualitas hasil pencarian secara daring. Mereka juga menyebut, teknologi Google memprioritaskan sumber yang relevan.
Gina Balarin, penulis buku The Secret Army: Leadership, Marketing and the Power of People, mengatakan, sebagai pemimpin dalam pemasaran konten, kita berdiri di garis depan tentang bagaimana orang melihat merek kita, produk kita, nilai-nilai kita, dan pesan layanan kita. Kita bisa membuat orang merasakan sesuatu dan membangun cerita yang kredibel, yang membantu mereka percaya bahwa perusahaan kita dapat membantu mereka, ketika pelanggan atau calon pelanggan memercayai merek kita, pada dasarnya mereka menaruh kepercayaan dengan keyakinan bahwa kita akan berperilaku otentik dan konsisten. Tidak mengherankan bila sebagian orang merespons secara dramatis ketika kepercayaan yang mereka berikan dilanggar. Kehadiran media sosial sering kali memperparah protes mereka terhadap sebuah merek. Mengembalikan kepercayaan memang tidak mudah, tetapi selalu ada jalan. Berbagai merek telah mengalami perundungan di media sosial, tetapi mereka bisa bangkit dan meraih kembali kepercayaan. Otentisitas nilai-nilai perusahaan dan dijalankan dalam perilaku, layanan, dan dunia maya bisa menjadi salah satu kunci pemulihan kepercayaan. (Yoga)
Tags :
#Ekonomi InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023