Merajut Impian Makmur Bersama dari Pelosok China
Kepala Desa Huanggualu Kecamatan Tianbao, Provinsi Yunnan, China Zhao Youong, Rabu (16/11) menceritakan pengalamannya mengolah kebun tomat seluas 4,5 hektar. Pendapatannya 150.000 RMB (Rp 328 juta) per tahun. Selain tomat, ia dan 30 kepala keluarga di desa itu juga menanam rempah-rempah langka cao guo atau amomum tsao-ko atau kapulaga hitam. Tanaman mirip jahe yang dipanen Agustus ini dimanfaatkan sebagai obat dan bumbu masak. Sekretaris Komite Partai Komunis China (PKC) Kecamatan Tianbao Zhang Jun menjelaskan, pendapatan warga meningkat pesat berkat penjualan tomat dan cao guo secara daring. Dulu hasil panen hanya dijual di pasar terdekat dengan dibawa sendiri oleh para petani. Namun, harganya kurang bagus. Setelah dijual secara daring, harga cao guo bisa lebih tinggi, 60-80 RMB (Rp 132.000-Rp 175.000) per kg dalam bentuk kering. Pendapatan warga dulu hanya 30.000-40.000 RMB per tahun, kini naik menjadi 120.000 RMB per tahun. ”Menjual secara daring tidak repot dan lebih cepat. Kurir layanan antar mengambil hasil panen dari petani dan langsung dikirim ke konsumen. Petani hanya perlu mempromosikan produknya,” kata Zhang. Hasil panen lebih mudah dibawa keluar desa karena akses jalan ke kota sudah dibuat sejak 2014. Terbukanya akses desa setelah dibuat jalan juga menjadi kunci keberhasilan 68 keluarga di Desa Jianglong, Kecamatan Xingjie, yang mayoritas menanam jeruk. Hasil panen pun dijual secara daring sehingga akses jalan menjadi penting bagi truk kurir e-dagang yang lalu lalang di desa saat panen.
Membuka jalan di Yunnan tidak mudah karena kawasan ini berupa gunung dan bukit karst. Hamparan karst menjadi pemandangan sepanjang perjalanan dari Kunming, ibu kota Yunnan, ke Wenshan selama 3,5 jam. Sepanjang jalan tol banyak terowongan menembus gunung dan bukit yang panjangnya 1-9 km. Jalan tol ini menjadi penghubung China dan Vietnam yang sangat dekat. Jarak Desa Huanggualu dengan Hanoi, ibu kota Vietnam, hanya 4 jam. Membuka akses jalan ke kampung juga bukan urusan gampang bagi Xie Chengfen (52), ibu dua anak dari Desa Haiziba di Kecamatan Xichou. Xie yang pernah menjadi kepala desa pada 1996-2016 itu dulu membangun jalan sepanjang 8 kilometer dari desanya yang terpencil menuju jalan utama bersama warga. Lahan yang berbatu dan berbukit sulit untuk ditanami dan dibangun jalan. Perekonomian kampung sulit berkembang. Sebelum membangun jalan, Xie belajar membudidayakan kenari, tanaman yang cocok untuk daerahnya, lalu mengajak warga menanam 8.300 pohon kenari.
”Saat panen, kenari susah sampai pasar karena jalanan jelek. Akhirnya kami bangun jalan pada 2008. Untuk mengatasi kekurangan dana, saya minta sumbangan warga dengan keliling ke setiap rumah,” kata Xie. Kini hasilnya bisa dinikmati. Dari hasil panen kenari, pendapatan naik menjadi 180.000 RMB per tahun. ”Dulu kami khawatir terus tidak bisa makan. Sekarang sudah tak perlu khawatir lagi karena punya uang,” ujarnya. Kehidupan masyarakat yang membaik membuat Tianbao terbebas dari kemiskinan pada 2020. Semua berkat infrastruktur, lapangan pekerjaan di pabrik, konstruksi, dan industri pertanian. Sejak 2012, 8,8 juta orang di 88 kabupaten miskin terbebas dari kemiskinan. Pemerintah Yunnan menghabiskan setengah anggaran pembangunan untuk daerah-daerah yang sangat miskin. Desa-desa di Yunnan kini memiliki akses jalan yang di perkeras, listrik, dan jaringan serat optik. Elemen terpenting dalam pengentasan kemiskinan China adalah pembangunan dan peningkatan jalan desa ke pasar. Akses yang lebih baik bagi masyarakat ke pasar untuk menjual produk pertanian dan memenuhi kebutuhan konsumsi menjadi kunci. ”Dulu tantangannya kondisi jalan dan akses ke kota yang sulit. Sekarang Covid-19. Agak susah, tetapi kami pasti bisa melewatinya karena kami punya impian masa depan untuk makmur bersama,” kata Xie. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023