Pasar Saham Cemaskan Suku Bunga Naik Lebih Lama
NEW YORK, ID – Para investor di pasar saham global sekarang mengantisipasi kemungkinan siklus penaikan suku bunga acuan akan lebih lama. Data inflasi terbaru telah meningkatkan kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral akan berlanjut. Pasar saham global sebagian besar jatuh pada akhir perdagangan pekan lalu karena kekhawatiran tersebut. Setelah bursa saham di Eropa dan Asia ditutup melemah, pasar saham AS ditutup bervariasi setelah komentar bernada hawkish dari beberapa pejabat The Federal Reserve (The Fed). Setelah keluar data bahwa imbal hasil obligasi 10 tahun AS sedikit lebih rendah, penurunan di indeks Nasdaq berkurang dan Dow naik secara moderat sampai ditutup naik 100 poin lebih. Kalangan analis mencatat bahwa volume transaksi tipis di AS menjelang liburan pada Senin (20/02/2023) untuk memperingati Hari Presiden. “Bukan hanya ekspektasi terhadap The Fed yang meningkat, para pialang juga memperkirakan (Bank Sentral Eropa) menaikkan suku bunga jauh lebih tinggi,” kata Edward Moya dari Oanda. (Yetede)
Postingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023