Aksi Mogok Membebani Ekonomi Inggris
Data resmi yang dirilis Kantor Statistik Nasional (ONS) pada Kamis (13/04) menunjukkan, perekonomian Inggris stagnan pada Februari 2023 karena aksi mogok pegawai negeri berdampak menekan produksi. Tetapi, penaikan yang terjadi pada Januari lebih kuat dari perkiraan sebelumnya dan ini berarti resesi menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi pada awal 2023. ONS telah merevisi naik estimasi pertumbuhan Januari dari 0,3% menjadi 0,4%. Ini berarti Inggris kemungkinan besar menghindari kontraksi kuartaI yang diprediksi Bank of England (BOE) bulan lalu. Proyeksi IMF yang diterbitkan minggu ini menunjukkan, Inggris berada di posisi terbawah dari negara-negara besar dunia dalam pertumbuhan ekonomi 2023. Di mana proyeksi kontraksi sebesar 0,3%, atau turun 0,7% untuk basis per kapita.
Menurut Direktur Ekonomi di badan akuntan ICAEW Suren Thiru, kekhawatiran resesi bakal tetap ada karena pajak yang lebih tinggi, dan biaya pinjaman mengimbangi penurunan inflasi serta adanya bantuan pemerintah untuk tagihan energi. “Angka-angka itu juga menunjukkan, perekonomian telah kehilangan momentum karena inflasi yang sangat tinggi dan aksi mogok kerja terus menyeret pendorong-pendorong utama PDB Inggris, terutama industri jasa dan produksi,” tambah Thiru. Ia menambahkan, BoE harus mengakhiri kenaikan suku bunga bulan depan karena menaikkan suku bunga akan semakin melemahkan prospek pertumbuhan negara ini. (Yetede)
Tags :
#Ekonomi InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023