Ekonomi ASEAN Melemah
IMF menaksir kinerja perekonomian kawasan Asia Tenggara 2023 lebih lemah dibandingkan dengan 2022.Hal yang sama terjadi pada taksiran perekonomian Indonesia meski relatif lebih baik dibandingkan dengan rata-rata global. IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global pada 2023 dari 2,9 % menjadi 2,8 %. Angka tersebut di bawah pertumbuhan ekonomi global tahun lalu 3,2 %. Taksiran itu dipaparkan IMF dalam World Economic Outlook edisi April 2023 pada Selasa (11/4) malam waktu Washington atau Rabu pagi WIB. IMF menaksir ASEAN tumbuh 4,5 % saja pada 2023. Meski lebih baik dari rata-rata global, pertumbuhan ASEAN 2023 lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Pada 2022, perekonomian ASEAN tumbuh 5,5 %. Meski demikian, dalam proyeksi April 2023, IMF lebih optimistis.
Pada Januari 2023, IMF menaksir ASEAN hanya tumbuh 4,3 %. Di versi lain, taksirannya naik 0,2 %. ”Pemulihan ekonomi global sudah pada jalurnya,” kata Ekonom Kepala IMF Pierre-Olivier Gourinchas. Asia termasuk kawasan yang terus tumbuh. Pelonggaran pembatasan pandemi di China menjadi faktor penting pemulihan perekonomian global. Pelonggaran itu mengurangi gangguan rantai pasok global yang dihantam pandemi, lalu krisis akibat perang Ukraina. China dan India masih akan menjadi penyelamat ekonomi dunia. Pada tahun ini, ekonomi China dan India diperkirakan tumbuh masing-masing sebesar 5,2 % dan 5,9 %. (Yoga)
Tags :
#Ekonomi InternasionalPostingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023