;

Beda Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

 Beda Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8 % pada 2023, turun dari sebelumnya 3,4 % pada 2022. Berdasarkan laporan bertajuk World Economic Outlook, penurunan proyeksi itu disebabkan oleh tekanan yang bersumber dari sistem finansial, yang di dalamnya kerentanan sistem keuangan dikhawatirkan dapat memicu krisis baru serta mengganggu pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini.

“IMF tetap mendorong negara anggota tetap melaksanakan kebijakan moneter ketat guna melawan tingkat inflasi global yang masih tinggi,” begitu IMF menuliskan dalam laporan WEO, kemarin. Pelemahan juga diperkirakan masih berlangsung pada 2024, di mana pertumbuhan ekonomi global diprediksi sebesar 3 %. Direktur Departemen Pasar Modal dan Moneter IMF, Tobias Adrian, mengatakan “Prioritas saat ini adalah menjaga inflasi dan stabilitas harga, baru diikuti stabilitas keuangan untuk kebijakan moneter bank sentral,” ujar Tobias.

Berbeda dengan perekonomian global yang lesu, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru diproyeksi menguat pada tahun ini. IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 %, naik dari proyeksi sebelumnya 4,8 %, diikuti outlook pertumbuhan 2024 sebesar 5,1 %. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengungkapkan proyeksi optimistis itu tak lepas dari kondisi perekonomian domestik yang menunjukkan ketahanan dan penguatan di sejumlah indikator utama. “Kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh IMF ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu titik terang di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” katanya. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :