;
Tags

Amerika Serikat

( 385 )

Government Shutdown Tampak Tak Terelakkan

KT1 30 Sep 2023 Investor Daily
WASHINGTON,ID-Government shutdown atau terhentinya sebagian layanan pemerintah federal Amerika Serikat (AS) tampaknya tak terelakkan lagi terjadi akhir pekan waktu setempat. Walau mengaku masih punya waktu untuk menghindarkannya, tapi Ketua DPR AS Kevin McCarthy pada Kamis (28/9/2023) bersumpah untuk menjaga pemerintah federal tetap berjalan.  Pada saat yang sama, para Anggota DPR dari Partai Republik kesulitan untuk satu suara mencari alternatif solusi pendanaan pemerintah. Kongres AS menemui jalan buntu hanya beberapa hari sebelum shutdown yang akan menghentikan gaji bagi sekitar 2 juta pegawai pemerintah federal serta 2 juta tentara aktif dan cadangan. Namun DPR dan Senat AS tetap bersebrangan jalan untuk menghindari konsekuensi tersebut. Meskipun waktu hampir habis sebelum dana pemerintah berakhir setelah tengah malam Sabtu (30/9/2023) waktu setempat. (Yetede)

Lagu Lama Goverment Shutdown Berkumandang Lagi di AS

KT1 25 Sep 2023 Investor Daily (H)
WASHINGTON,ID-Para anggota yang mendukung DPR Amerika Serikat (AS) Kevin McCarthy pada Sabtu (23/09/2023) meminta koleganya dari Partai Republik untuk menghentikan taktik garis keras dan bekerja sama untuk menyetujui  rencana pengeluaran konservatif. Ini tidak lain untuk mencegah terhentinya pelayanan pemerintah federal atau Goverment shutdown karena tidak ada dana per 1 Oktober 2023. Lewat pesan-pesan yang disampaikan ke muka umum maupun panggilan-panggilan telpon pribadi, para pendukung McCarthy itu dilaporkan memohon-mohon kepada segelintir pendukung sayap kanan untuk terus-terusan menolak dan telah membuat DPR AS mandek. Lalu mendukung rencana terbaru McCarthy untuk menjaga pemerintah federal tetap berjalan sebelum atas waktu 30 September akhir pekan lalu. "Bagian penting dari strategi ini adalah memastikan bahwa kita melakukan segala yang kita bisa untuk menghindari goverment shutdown," kata Graves. (Yetede)

The Fed Akan Keluarkan Sinyal Baru

KT1 20 Sep 2023 Investor Daily

WASHINGTON,ID-The Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan dua hari yang dimulai Selasa (19/9/2023) waktu setempat. Apa yang ditunggu oleh pasar finansial kemudian adalah pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut tentang proyeksi-proyeksi ekonomi baru dan apakah masih perlu menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Pernyataan kebijakan baru dan keputusan terkait suku bunga dan Komite Pasar Terbuka Federal ata FOMC dijadwalkan rilis pada Rabu (20/9/2023) pukul 14.00 waktu setempat atau Kamis (21/9/2023) daini hari WIB. Penjelasan lebih lanjut mengenai  hasil pertemuan kebijakan akan disampaikan dalam konferensi pers Gubernur The Fed Jarome Powell sekitar pukul 14:30. Konsensus yang berkembang di kalangan investor terkait  federal funds rate (FFR) adalah hampir dipastikan The Fed bakal mempertahankannya di kisaran saat itu dinilai konsisten dengan pergeseran The Fed dalam mengambil keputusan suku bunga, yakni lebih lambat dan terukur. "Logika karena perlambatan itu. Tampaknya para partisipan Komite Pasar Terbuka  Federal tidak ingin mengacaukan apa yang sedang berjalan," ujar ekonom JP MOrgan Michael Feroli, yang dilansir Reuters pada Selasa. (Yetede)

Penduduk AS Kian Menua, Peluang Pekerja Migran

KT3 17 Sep 2023 Kompas

Masalah semakin menuanya penduduk tidak hanya menjadi momok di negara-negara maju di Asia Timur. AS juga mengalami situasi serupa. Di satu sisi, ini merupakan bukti positif kemajuan teknologi dan pelayanan kesehatan, tetapi, di sisi lain mendatangkan pertanyaan mengenai produktivitas bangsa ketika penduduknya lebih banyak yang lanjut usia. Juga ada pertanyaan mengenai siapa yang akan merawat mereka semua. Berbagai penelitian nasional dan lembaga independen di AS mengatakan bahwa angka kelahiran di ”Negeri Paman Sam” kian menurun. Data terakhir dikeluarkan oleh Badan Sensus Nasional AS tahun 2018, yang diperbarui pada Oktober 2019 mengatakan bahwa per tahun 2060, satu dari empat penduduk AS berumur 65 tahun ke atas. Diperkirakan juga jumlah warga yang berusia satu abad mengisi setidaknya 500.000 orang dari total populasi. Bahkan, di beberapa negara bagian, umur rata-rata penduduknya adalah 73 tahun. Sebagian dari mereka tinggal sendiri karena anak-anak sudah pergi merantau ke tempat lain. Usia rata-rata penduduk secara nasional adalah 38,8 tahun.

”Penduduk semakin jarang memiliki anak karena sistem ekonomi dan sosial mengakibatkan biaya pengasuhan anak tinggi sekali,” kata Philip Cohen, sosiolog dari Universitas Maryland. Bagi para warga lanjut usia (lansia) ini, tekanan ekonomi juga menjadi persoalan besar. Perekonomian AS turun 3 % akibat pandemi Covid-19. Presiden Dewan Nasional tentang Penuaan (NCOA) Ramsey Alwin dalam pernyataan pada laman resmi organisasi tersebut mengungkapkan bahwa 14 % warga AS berumur 65 tahun ke atas hidup dalam kemiskinan. Persoalannya, AS mengalami kekurangan tenaga kerja. Statistik menyebutkan bahwa di negara tersebut ada 10 juta lowongan pekerjaan. Lembaga kajian kesejahteraan social AS, Niskanen Centre, mengeluarkan data yang dikutip majalah Time edisi 9 September 2023. Dikatakan bahwa 87 % panti jompo kekurangan tenaga ahli, 25 % pekerjaan domestik, seperti mengasuh anak dan mengurus rumah tangga, dilakukan oleh pekerja migran. Khusus untuk perawatan warga lansia, statistik pekerja migrannya adalah 19 %. ”Ini kesempatan yang baik untuk mendatangkan pekerja migran, tetapi khusus untuk mereka yang profesional di bidangnya. Mereka datang ke AS sudah dilengkapi dengan ijazah dan sertifikat bukti kecakapan kerja,” kata Wakil Direktur Bidang Kebijakan Migran Niskanen Centre Kristie de Pena kepada Time. (Yoga)


Pemerintah AS Gugat Google

KT3 14 Sep 2023 Kompascom (H)

Perusahaan raksasa teknologi AS, Google, menghadapi gugatan dari pemerintah federal AS. Google dituduh melakukan monopoli atas mesin peramban. Departemen Kehakiman mengatakan, Google setiap tahun mengucurkan dana 10 miliar USD (Rp 153,5 triliun) demi menjegal saingan mereka. Persidangan melawan Google, anak perusahaan Alphabet, berlangsung di Washington DC, mulai Selasa (12/9) siang waktu setempat atau Rabu (13/9) dini hari WIB. Departemen Kehakiman AS menunjuk Kenneth Dintzer selaku jaksa penuntut umum. Google diwakili tim pengacara yang diketuai John Schmidtlein. Bertindak sebagai hakim adalah Hakim Federal Amit Mehta. ”Google mengancam masa depan perkembangan internet dan membatasi inovasi dari berbagai pihak. Semua ini karena mesin peramban Google menjadi bawaan asali di semua situs maupun aplikasi digital,” kata Dintzer.

Ia menjelaskan, Google mengucurkan 10 miliar USD per tahun untuk membayar berbagai aplikasi peramban, antara lain Mozilla Firefox dan Opera, untuk menjadikan Google sebagai pencari bawaan. Hal serupa mereka lakukan terhadap Apple. Khusus untuk perusahaan ini, Google melakukan bagi hasil. ”Namun, kerja sama ini tidak melalui negosiasi yang setara, tetapi paksaan. Google mengancam meninggalkan Apple jika tidak bersedia menjadikan pencari mereka sebagai sistem asli Apple. Akibatnya, Apple tidak bisa mengembangkan mesin pencari sendiri,” papar Dintzer. Melalui cara-cara itu, Google menguasai 90 % pasar internet. William Cavanaugh, penuntut yang mewakili Negara Bagian Colorado, menuduh Google juga melarang mesin-mesin pencari saingan, salah satunya Microsoft, untuk bisa diakses melalui lapak penjualan daring mereka, SA360. Menghadapi dakwaan tersebut, Google menyatakan, PemerintahAS salah saat menyatakan mesin pencarian dan periklanan pihaknya melanggar undang-undang hanya karena diterima luas oleh pasar. Disebutkan, mesin pencariannya sangat populer karena kualitas. Pengguna yang tak puas atas layanannya tinggal menekan ”beberapa klik dengan mudah”. (Yoga)


KEBAKARAN LAHAN, Duka Belum Hilang,Penjarah Datang

KT3 15 Aug 2023 Kompas

Sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi itu sedang dialami para korban kebakaran di Lahaina, Hawaii, AS. Saat duka dan trauma kebakaran belum hilang, para korban harus berhadapan dengan perampokan dan penjarahan. Korban juga kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara. Sejumlah warga mengaku, penjarah dan perampok dating malam hari. ”Mereka mendatangi rumah-rumah. Saya tidak yakin pemerintah tahu cara mengatasi situasi ini,” kata seorang warga Lahaina, Matt Robb. Dilaporkan Yahoo dan Business Insider pada Senin (14/8/2023), penjarah dan perampok mendatangi warga sembari menodongkan senjata. Warga yang sedang kesusahan terpaksa menyerahkan sisa milik mereka yang selamat dari kebakaran. ”Ada sedikit polisi, tentara. Di malam hari, orang-orang dirampok,” katanya.

Warga lain, Jeremy Aganos, mengaku dirampok dan dijarah. Para penjarah mengambil air, makanan, dan pakaian. ”Mereka sepertinya dalam kondisi terdesak juga. Mereka perlu dibantu,” katanya. Lahaina terletak di sisi barat Maui, salah satu dari beberapa pulau besar di Hawaii. Selain Maui, ada Kauai, Oahu, Molokai, Lanai, dan Hawaii di negara bagian AS yang terletak di tengah Pasifik tersebut. Ibu kota sekaligus kota terbesar Hawaii, Honolulu, berada di Oahu. Lahaina berjarak 4.000 km dari LA di California. Dari kediaman Gubernur Hawaii, Josh Green menyebut, nyaris tidak ada yang tersisa di Lahaina. Setidaknya 2.700 bangunan hancur dalam kebakaran pekan lalu. Dalam taksiran awal, kerugian akibat kebakaran mencapai 5,6 miliar USD. ”Ini bencana alam terbesar dalam sejarah kami (Hawaii),” ujarnya. (Yoga)


Jalan AS Menuju Inflasi 2% Sebenarnya Mulus

KT1 15 Aug 2023 Investor Daily

WASHINGTON,ID-Jalan Amerika Serikat (AS) menuju target inflasi 2% yang ditetapkan oleh The Fed dipercaya sebenarnya mulus. Tidak seperti anggapan kebanyakan bahwa hal itu membutuhkan prasyarat berupa resesi ekonomi dan kehilangan lapangan pekerjaan signifikan.  Fokus The Fed terhadap apa yang disebut  sebagai jarak terakhir, yakni kembali ke penuh target  inflasi 2% akan membutuhkan resesi dan kehilangan pekerjaan yang signifikan, telah menimbulkan pesimisme. Karena walaupun tingkat inflasi  AS telah turun drastis dari level puncak di masa pandemi, tapi masih bercokol diangka 3,2% pada Juli 2023. Inflasi inti bahkan masih sekitar dua kali lipat dari target bank sentral AS tersebut. Pesimisme itu dilaporkan didukung oleh fakta sejarah. Karena hasil-hasil studi akademik dan penelitian lain menyimpulkan bahwa tingkat inflasi selama dua tahun terakhir tidak dapat diperbaiki tanpa resesi. Kalangan ekonom terkemuka juga memproyeksikan lonjakan tingkat pengangguran AS menjadi antara 5% dan 10%- dari 3,5% saat ini- dengan jutaan pengangguran. (Yetede)

AS Berencana Relokasi Pabrik ke Indonesia

KT3 05 Aug 2023 Kompas

Industri alas kaki Tanah Air mendapat peluang pemulihan dari imbas perang dagang AS dan China. AS berencana merelokasi sejumlah pabrik sepatu di China dan Vietnam ke Indonesia. Indonesia menjadi pilihan karena pemilik merek dari AS melihat kinerja produksi sejumlah jenama besar sepatu di Indonesia. Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) sekaligus Ketua Confederation of International Footwear Association (CIFA) Eddy Widjanarko, AS menyoroti China yang dinilai cenderung mendukung Rusia. Imbasnya, di tengah perang dagang di antara kedua negara itu, AS mengurangi permintaan dari China, termasuk sepatu.

”AS mencari negara baru untuk relokasi dan investasi (alas kaki). Indonesia menjadi salah satu pilihan. Di saat yang sama, sejumlah pabrik sepatu di China tutup akibat resesi,” ujar Eddy di sela International Footwear Conference ke-40 di Jakarta, Jumat (4/8). Indonesia menjadi pilihan karena AS menilai kinerja jenama besar sepatu di Tanah Air sangat kuat, seperti Nike, Adidas, dan Reebok.

Di Indonesia, terdapat 44 pabrik Nike dan 20-30 pabrik Adidas. AS juga berencana merelokasi sejumlah pabrik sepatu dari Vietnam ke Indonesia, disebab kan kebijakan karantina wilayah (lockdown) saat pandemic Covid-19 di Vietnam yang membuat industri negara itu tidak mampu memenuhi per-mintaan pembeli. Sebaliknya, Indonesia dinilai dapat mengelola produksinya di tengah pandemi sehingga dapat memenuhi permintaan pembeli. (Yoga)


Gen Z, Kecil-kecil Jadi Bos

KT3 05 Aug 2023 Kompas

Generasi Z, angkatan yang lahir pada periode pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2010-an, menempati 26 % populasi masyarakat global. Sebagian di antaranya sudah lulus sekolah dan memasuki dunia kerja. Bahkan, sebagian telah menjadi pemimpin di perusahaannya sendiri atau menduduki posisi puncak di perusahaan orang lain. Mc Kinsey, pada Juni 2023, menerbitkan laporan, sepertiga dari 500 perusahaan terbesar di AS memiliki direktur utama berusia di bawah 50 tahun. Bahkan, sejumlah perusahaan memiliki direktur berusia di bawah 30 tahun yang bukan anak ataupun cucu dari pendiri perusahaan.

Celia Huber, mitra senior di McKinsey, menjelaskan, fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan perusahaan yang sudah mapan terhadap Generasi Z besar, selama individu tersebut menunjukkan kualitas kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola korporasi itu. ”Memang Gen Z ini kurang berpengalaman dalam menghadapi siklus ekonomi. Tetapi, di sisi lain, banyak perusahaan justru melihat ini sebagai kelebihan karena menghadirkan sudut pandang yang segar,” ujarnya. Menurut Huber, 300 pemimpin perusahaan yang diwawancara McKinsey mengatakan, hal terpenting dari karakteristik pemimpin ialah mampu beradaptasi dengan segala ketidakpastian, mampu mengelola lingkungan dan emosi pekerja, juga penguasaan atau setidaknya pemahaman perkembangan teknologi digital. (Yoga)


EKONOMI AS Jangan Terlena dengan ”Soft Landing”

KT3 04 Aug 2023 Kompas

Kini sedang berkembang isu soft landing bagi perekonomian AS. Artinya, aktivitas perekonomian AS menurun, tetapi tidak terbanting keras seperti pada 2008. Namun, para pelaku di pasar uang, saham, dan lainnya perlu waspada agar jangan kecele. Sebab, ada kerawanan besar di balik pernyataan tersebut, terutama terletak pada kecepatan pengambilan kesimpulan. Bisa juga, kesimpulan diambil tanpa memperhitungkan semua faktor dan bisa terbukti salah total, tetapi baru dirasakan kemudian hari.

Di tengah inflasi yang belum sampai pada target 2 % dan suku bunga masih akan naik dari level 5,25 %-5,5 %, Gubernur Fed Jerome Powell dan Menkeu Janet Yellen sudah menyuarakan bahwa perekonomian paling-paling hanya menuju soft landing. ”Untuk AS, pertumbuhan ekonomi melambat, tetapi saya tidak melihat resesi,” kata Yellen, dikutip Reuters, 17 Juli 2023. Berdasarkan data yang ada, PDB AS tumbuh 2 % pada kuartal I-2023 dan 2,8 % pada kuartal II-2023. Perkiraan Fed untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 adalah 1,3 %.

Terjadi penurunan, tetapi ringan. Inilah dasar munculnya istilah soft landing. Reuters pada 27 Juli 2023 melaporkan, Powell menyampaikan perkiraan Fed bahwa ekonomi AS tidak akan memasuki resesi. Mantan penasihat Federal Reserve Dallas, Danielle DiMartino Booth, mengingatkan euforia tentang soft landing. ”Kita pernah menjalani diskusi serupa pada 2000 dan 2007. Saat itu diskusinya mirip dengan yang berlangsung sekarang, bahwa hanya akan terjadi soft landing,” kata DiMartino. Kenyataan kemudian menunjukkan perkiraan tersebut meleset jauh. (Yoga)