;
Tags

Amerika Serikat

( 390 )

The Fed Tidak Yakin Sudah Mengatasi Inflasi

KT1 11 Nov 2023 Investor Daily
WASHINGTON,ID-Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa dirinya dan pembuat kebijakan cukup puas dengan laju inflasi yang melambat. Tetapi, mereka merasa tidak yakin apakah sudah melakukan cukup banyak hal untuk mempertahankan momentum itu. Pernyataan Powell itu disampaikan lebih dari seminggu setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) memilih mempertahankan suku bunga acuan. Dalam pidato pada Kamis (09/11/2023), ia menyampaikan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan guna memerangi kenaikan harga. "Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berkomitmen mencapai sikap kebijakan moneter yang cukup ketat untuk menurunkan inflasi hingga 2% dari waktu ke waktu. (Namun), kami tidak yakin telah mencapai  sikap seperti itu," ujarnya dalam sambutannya di hadapan audiensi IMF di Washington, DC, yang dlansir NC pada Jumat (10/11/2023). (Yetede)

Ekspor Udang RI Hadapi Tuduhan Dumping AS

KT3 04 Nov 2023 Kompas

Ekspor produk udang Indonesia terkena tuduhan praktik dumping dan praktik subsidi di pasar AS. Hal itu dinilai perlu segera disikapi agar perdagangan komoditas unggulan perikanan itu tidak terganjal di negara tujuan utama ekspor. Dumping merupakan sistem penjualan barang di luar negeri dengan harga lebih murah. Tuduhan dumping dilayangkan Asosiasi Pengolah Udang Amerika (ASPA) melalui petisi pada Oktober 2023. ASPA juga menyebut program subsidi Pemerintah Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam memberikan manfaat bagi produsen dan pengolah udang, termasuk subsidi pinjaman, pajak, hibah, dan kredit ekspor.  Terkait tuduhan itu, ASPA mengajukan petisi pengenaan bea masuk antidumping atas impor udang dari eksportir yang didapati melakukan praktik dumping serta bea masuk imbalan (CVD) untuk mengimbangi subsidi atas seluruh ekspor udang dari Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam.

Petisi tersebut diajukan ke Departemen Perdagangan AS (DOC) dan Komisi Perdagangan Internasional AS. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Deny Mulyono, di Jakarta, Jumat (3/11) mengemukakan, dua tuduhan yang diperkarakan, yaitu praktik dumping dan subsidi, tengah direspons melalui koordinasi yang melibatkan Kemendag, KKP, asosiasi-asosiasi pelaku usaha perikanan, serta pengacara. Deny mengemukakan, AS merupakan negara tujuan utama ekspor udang Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait harus solid dalam membuktikan bahwa tuduhan  petisi tersebut tidak tepat. Jika upaya diplomasi gagal, bea masuk tambahan yang dike- nakan pasar AS bakal menghancurkan daya saing ekspor udang Indonesia. (Yoga)

EXXON Akuisisi Pioneer Senilai US$ 60 Miliar

HR1 07 Oct 2023 Kontan
Produsen minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat (AS) ExxonMobil Corporation akan mengakuisisi perusahaan migas AS, Pioneer Natural Resources Corp. Mengutip laporan Reuters, Jumat (6/10), nilai akuisisi ini mencapai US$ 60 miliar. Jika negosiasi berjalan mulus, sumber Reuters menyebut, Exxon dan Pioneer akan mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan. Juru bicara Exxon dan Pioneer menolak berkomentar. Yang pasti, langkah akuisisi Exxon terhadap Pioneer Natural akan menjadi aksi korporasi terbesar bagi Exxon. Ini setidaknya sejak Exxon memutuskan melakukan merger dengan Mobil pada tahun 1998, dengan nilai kesepakatan US$ 81 miliar. Permian Basin, yang membentang di sebagian Texas dan New Mexico, merupakan ladang migas paling diincar oleh pelaku industri energi AS. Salah satunya, karena biaya ekstraksi minyak dan gas alamnya relatif rendah. Pada kuartal kedua tahun ini, ExxonMobil memproduksi sekitar 620.000 boepd di Permian Basin.  Namun, angka produksi tersebut masih jauh dibandingkan produksi rata-rata Pioneer di wilayah tersebut sebesar 711.000 boepd pada periode yang sama. Dus, dengan mengakuisisi Pioneer, Exxon bisa menggenjot produksi. Akuisisi dinilai lebih baik bagi Exxon ketimbang mempertaruhkan dana besar untuk mengembangkan ladang minyak, yang belum terbukti cadangannya. "Mereka bisa menambah cadangan tanpa harus menggali lubang," kata Bill Smead, Kepala Investasi di Smead Capital Management.

The Fed Menegaskan Suku Bunga Akan Tetap Tinggi

KT1 04 Oct 2023 Investor Daily (H)
NEW-YORK,ID-Para pejabat The Federal Reserve (The Fed) menyampaikan perlunya memperketat kebijakan moneter hingga beberapa waktu ke depan guna mengembalikan inflasi ke target 2%. Tetapi, kekompakan para pejabat itu menutupi perdebatan tentang peluang kenaikan suku bunga berikutnya di tahun ini. "Saya masih bersedia mendukung kenaikan federal fund rate pada pertemuan mendatang. Jika data-data yang masuk mengindikasikan laju inflasi telah terhenti atau terlalu lambat  untuk membawa laju inflasi ke 2% pada waktu yang tepat," ujar anggota Dewan Gubernur The Fed, Michelle Bowman, dalam pidatonya di sebuah konferensi perbankan di New York, AS, Senin  (02/10/2023), yang dilansir Reuters pada Selasa (02/10/2023). Bowman menjelaskan, meskipun sudah mencapai kemajuan cukup besar, tingkat inflasi AS masih terlalu tinggi. Oleh karenanya, ia berpendapat lebih tepat bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga lagi dan mempertahankannya di level tertentu selama beberapa waktu. (Yetede)

Government Shutdown Tampak Tak Terelakkan

KT1 30 Sep 2023 Investor Daily
WASHINGTON,ID-Government shutdown atau terhentinya sebagian layanan pemerintah federal Amerika Serikat (AS) tampaknya tak terelakkan lagi terjadi akhir pekan waktu setempat. Walau mengaku masih punya waktu untuk menghindarkannya, tapi Ketua DPR AS Kevin McCarthy pada Kamis (28/9/2023) bersumpah untuk menjaga pemerintah federal tetap berjalan.  Pada saat yang sama, para Anggota DPR dari Partai Republik kesulitan untuk satu suara mencari alternatif solusi pendanaan pemerintah. Kongres AS menemui jalan buntu hanya beberapa hari sebelum shutdown yang akan menghentikan gaji bagi sekitar 2 juta pegawai pemerintah federal serta 2 juta tentara aktif dan cadangan. Namun DPR dan Senat AS tetap bersebrangan jalan untuk menghindari konsekuensi tersebut. Meskipun waktu hampir habis sebelum dana pemerintah berakhir setelah tengah malam Sabtu (30/9/2023) waktu setempat. (Yetede)

Lagu Lama Goverment Shutdown Berkumandang Lagi di AS

KT1 25 Sep 2023 Investor Daily (H)
WASHINGTON,ID-Para anggota yang mendukung DPR Amerika Serikat (AS) Kevin McCarthy pada Sabtu (23/09/2023) meminta koleganya dari Partai Republik untuk menghentikan taktik garis keras dan bekerja sama untuk menyetujui  rencana pengeluaran konservatif. Ini tidak lain untuk mencegah terhentinya pelayanan pemerintah federal atau Goverment shutdown karena tidak ada dana per 1 Oktober 2023. Lewat pesan-pesan yang disampaikan ke muka umum maupun panggilan-panggilan telpon pribadi, para pendukung McCarthy itu dilaporkan memohon-mohon kepada segelintir pendukung sayap kanan untuk terus-terusan menolak dan telah membuat DPR AS mandek. Lalu mendukung rencana terbaru McCarthy untuk menjaga pemerintah federal tetap berjalan sebelum atas waktu 30 September akhir pekan lalu. "Bagian penting dari strategi ini adalah memastikan bahwa kita melakukan segala yang kita bisa untuk menghindari goverment shutdown," kata Graves. (Yetede)

The Fed Akan Keluarkan Sinyal Baru

KT1 20 Sep 2023 Investor Daily

WASHINGTON,ID-The Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan dua hari yang dimulai Selasa (19/9/2023) waktu setempat. Apa yang ditunggu oleh pasar finansial kemudian adalah pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut tentang proyeksi-proyeksi ekonomi baru dan apakah masih perlu menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Pernyataan kebijakan baru dan keputusan terkait suku bunga dan Komite Pasar Terbuka Federal ata FOMC dijadwalkan rilis pada Rabu (20/9/2023) pukul 14.00 waktu setempat atau Kamis (21/9/2023) daini hari WIB. Penjelasan lebih lanjut mengenai  hasil pertemuan kebijakan akan disampaikan dalam konferensi pers Gubernur The Fed Jarome Powell sekitar pukul 14:30. Konsensus yang berkembang di kalangan investor terkait  federal funds rate (FFR) adalah hampir dipastikan The Fed bakal mempertahankannya di kisaran saat itu dinilai konsisten dengan pergeseran The Fed dalam mengambil keputusan suku bunga, yakni lebih lambat dan terukur. "Logika karena perlambatan itu. Tampaknya para partisipan Komite Pasar Terbuka  Federal tidak ingin mengacaukan apa yang sedang berjalan," ujar ekonom JP MOrgan Michael Feroli, yang dilansir Reuters pada Selasa. (Yetede)

Penduduk AS Kian Menua, Peluang Pekerja Migran

KT3 17 Sep 2023 Kompas

Masalah semakin menuanya penduduk tidak hanya menjadi momok di negara-negara maju di Asia Timur. AS juga mengalami situasi serupa. Di satu sisi, ini merupakan bukti positif kemajuan teknologi dan pelayanan kesehatan, tetapi, di sisi lain mendatangkan pertanyaan mengenai produktivitas bangsa ketika penduduknya lebih banyak yang lanjut usia. Juga ada pertanyaan mengenai siapa yang akan merawat mereka semua. Berbagai penelitian nasional dan lembaga independen di AS mengatakan bahwa angka kelahiran di ”Negeri Paman Sam” kian menurun. Data terakhir dikeluarkan oleh Badan Sensus Nasional AS tahun 2018, yang diperbarui pada Oktober 2019 mengatakan bahwa per tahun 2060, satu dari empat penduduk AS berumur 65 tahun ke atas. Diperkirakan juga jumlah warga yang berusia satu abad mengisi setidaknya 500.000 orang dari total populasi. Bahkan, di beberapa negara bagian, umur rata-rata penduduknya adalah 73 tahun. Sebagian dari mereka tinggal sendiri karena anak-anak sudah pergi merantau ke tempat lain. Usia rata-rata penduduk secara nasional adalah 38,8 tahun.

”Penduduk semakin jarang memiliki anak karena sistem ekonomi dan sosial mengakibatkan biaya pengasuhan anak tinggi sekali,” kata Philip Cohen, sosiolog dari Universitas Maryland. Bagi para warga lanjut usia (lansia) ini, tekanan ekonomi juga menjadi persoalan besar. Perekonomian AS turun 3 % akibat pandemi Covid-19. Presiden Dewan Nasional tentang Penuaan (NCOA) Ramsey Alwin dalam pernyataan pada laman resmi organisasi tersebut mengungkapkan bahwa 14 % warga AS berumur 65 tahun ke atas hidup dalam kemiskinan. Persoalannya, AS mengalami kekurangan tenaga kerja. Statistik menyebutkan bahwa di negara tersebut ada 10 juta lowongan pekerjaan. Lembaga kajian kesejahteraan social AS, Niskanen Centre, mengeluarkan data yang dikutip majalah Time edisi 9 September 2023. Dikatakan bahwa 87 % panti jompo kekurangan tenaga ahli, 25 % pekerjaan domestik, seperti mengasuh anak dan mengurus rumah tangga, dilakukan oleh pekerja migran. Khusus untuk perawatan warga lansia, statistik pekerja migrannya adalah 19 %. ”Ini kesempatan yang baik untuk mendatangkan pekerja migran, tetapi khusus untuk mereka yang profesional di bidangnya. Mereka datang ke AS sudah dilengkapi dengan ijazah dan sertifikat bukti kecakapan kerja,” kata Wakil Direktur Bidang Kebijakan Migran Niskanen Centre Kristie de Pena kepada Time. (Yoga)


Pemerintah AS Gugat Google

KT3 14 Sep 2023 Kompascom (H)

Perusahaan raksasa teknologi AS, Google, menghadapi gugatan dari pemerintah federal AS. Google dituduh melakukan monopoli atas mesin peramban. Departemen Kehakiman mengatakan, Google setiap tahun mengucurkan dana 10 miliar USD (Rp 153,5 triliun) demi menjegal saingan mereka. Persidangan melawan Google, anak perusahaan Alphabet, berlangsung di Washington DC, mulai Selasa (12/9) siang waktu setempat atau Rabu (13/9) dini hari WIB. Departemen Kehakiman AS menunjuk Kenneth Dintzer selaku jaksa penuntut umum. Google diwakili tim pengacara yang diketuai John Schmidtlein. Bertindak sebagai hakim adalah Hakim Federal Amit Mehta. ”Google mengancam masa depan perkembangan internet dan membatasi inovasi dari berbagai pihak. Semua ini karena mesin peramban Google menjadi bawaan asali di semua situs maupun aplikasi digital,” kata Dintzer.

Ia menjelaskan, Google mengucurkan 10 miliar USD per tahun untuk membayar berbagai aplikasi peramban, antara lain Mozilla Firefox dan Opera, untuk menjadikan Google sebagai pencari bawaan. Hal serupa mereka lakukan terhadap Apple. Khusus untuk perusahaan ini, Google melakukan bagi hasil. ”Namun, kerja sama ini tidak melalui negosiasi yang setara, tetapi paksaan. Google mengancam meninggalkan Apple jika tidak bersedia menjadikan pencari mereka sebagai sistem asli Apple. Akibatnya, Apple tidak bisa mengembangkan mesin pencari sendiri,” papar Dintzer. Melalui cara-cara itu, Google menguasai 90 % pasar internet. William Cavanaugh, penuntut yang mewakili Negara Bagian Colorado, menuduh Google juga melarang mesin-mesin pencari saingan, salah satunya Microsoft, untuk bisa diakses melalui lapak penjualan daring mereka, SA360. Menghadapi dakwaan tersebut, Google menyatakan, PemerintahAS salah saat menyatakan mesin pencarian dan periklanan pihaknya melanggar undang-undang hanya karena diterima luas oleh pasar. Disebutkan, mesin pencariannya sangat populer karena kualitas. Pengguna yang tak puas atas layanannya tinggal menekan ”beberapa klik dengan mudah”. (Yoga)


KEBAKARAN LAHAN, Duka Belum Hilang,Penjarah Datang

KT3 15 Aug 2023 Kompas

Sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi itu sedang dialami para korban kebakaran di Lahaina, Hawaii, AS. Saat duka dan trauma kebakaran belum hilang, para korban harus berhadapan dengan perampokan dan penjarahan. Korban juga kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara. Sejumlah warga mengaku, penjarah dan perampok dating malam hari. ”Mereka mendatangi rumah-rumah. Saya tidak yakin pemerintah tahu cara mengatasi situasi ini,” kata seorang warga Lahaina, Matt Robb. Dilaporkan Yahoo dan Business Insider pada Senin (14/8/2023), penjarah dan perampok mendatangi warga sembari menodongkan senjata. Warga yang sedang kesusahan terpaksa menyerahkan sisa milik mereka yang selamat dari kebakaran. ”Ada sedikit polisi, tentara. Di malam hari, orang-orang dirampok,” katanya.

Warga lain, Jeremy Aganos, mengaku dirampok dan dijarah. Para penjarah mengambil air, makanan, dan pakaian. ”Mereka sepertinya dalam kondisi terdesak juga. Mereka perlu dibantu,” katanya. Lahaina terletak di sisi barat Maui, salah satu dari beberapa pulau besar di Hawaii. Selain Maui, ada Kauai, Oahu, Molokai, Lanai, dan Hawaii di negara bagian AS yang terletak di tengah Pasifik tersebut. Ibu kota sekaligus kota terbesar Hawaii, Honolulu, berada di Oahu. Lahaina berjarak 4.000 km dari LA di California. Dari kediaman Gubernur Hawaii, Josh Green menyebut, nyaris tidak ada yang tersisa di Lahaina. Setidaknya 2.700 bangunan hancur dalam kebakaran pekan lalu. Dalam taksiran awal, kerugian akibat kebakaran mencapai 5,6 miliar USD. ”Ini bencana alam terbesar dalam sejarah kami (Hawaii),” ujarnya. (Yoga)