;
Tags

Amerika Serikat

( 390 )

Perdamaian Dagang AS-China Berada di Ambang Kegagalan

budi6271 10 May 2019 Kontan

Kemesraan AS-China tampaknya segera berakhir. Setelah berunding selama tiga bulan, negosiasi tarif kedua negara jauh dari sepakat. Sumber Reuters menyebutkan dari tujuh bab rancangan perjanjian dagang, China telah menghapus komitmennya mengubah Undang-Undang untuk menyelesaikan keluhan inti AS, yakni terkait pencurian kekayaan intelektual dan rahasia dagang, transfer teknologi paksa, kebijakan persaingan, akses layanan keuangan, dan manipulasi mata uang. Tak heran, Presiden Trump langsung merespon dengan ancaman untuk menaikkan tarif barang-barang impor China menjadi 25% dari sebelumnya 10%.

Perang Dagang, Arah Negosiasi AS-China Kian Tak Pasti

tuankacan 07 May 2019 Bisnis Indonesia

Pada saat pasar optimistis dengan gagasan bahwa perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China sudah mendekati kesepakatan, muncul ancaman baru yang mengembalikan keadaan ke titik nol. Presiden AS Donald Trump secara dramatis meningkatkan tekanan kepada Beijing untuk segera mencapai kesepakatan dagang dengan mengancam akan menaikkan tarif atas barang asal China senilai US$200 miliar pada pekan ini dan akan menargetkan tarif pada produk tamabahan senilai miliaran dolar dalam waktu dekat. 

Cuitan Trump di Twitter "Kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok berlanjut, tetapi terlalu lambat, karena mereka berusaha untuk melakukan negosiasai ulang kembali. Tidak!". Langkah ini menandai peningkatan besar dalam ketegangan antara ekonomi terbesar di dunia dan pergeseran sikap Trump, padahal belum lama ini dia menyampaikan proses perundingan dagang telah mengalami kemajuan. Alhasil, pasar saham merosot dan harga minyak jatuh karena negosiasi makin diliputi keraguan. 

Pasar keuangan global, yang sebagian besar telah memperkirakan ekspektasi kesepakatan perdagangan, mengalami kejatuhan. Trump mengatakan, tarif barang US$200 miliar akan meningkat menjadi 25% dari 10%, membalikkan keputusan yang dibuat pada Februari untuk mempertahankan tarif pada level 10% setelah melihat kemajuan antara kedua belah pihak. Trump juga mengatakan akan menargetkan tambahan produk China senilai US$325 miliar dengan tarif 25% dalam waktu dekat. Kebijakan ini pada dasarnya menargetkan semua produk yang diimpor ke Amerika Serikat dari China. 

CIA Menuduh Badan Intelijen China Mendanai Huawei

budi6271 22 Apr 2019 Kontan

Menurut The Times yang dilansir Reuters, CIA menuduh Huawei mendapatkan dana dari Komisi Keamanan Nasional China, dari Tentara Pembebasan Rakyat, dan sebuah cabang ketiga dari jaringan intelijen Tiongkok. Namun, Huawei membantah tuduhan tersebut. Tuduhan terhadap Huawei terjadi di tengah perang dagang Washington dengan Beijing yang masih berjalan. Sebelumnya, Meng Wanzhou, Direktur Keuangan sekaligus putri pendiri Huawei ditangkap di Kanada pada Desember lalu atas permintaan AS. Tuduhannya melakukan penipuan perbankan dan melanggar sanksi terhadap Iran. AS juga akan mendorong sekutu-sekutunya agar mengadopsi langkah-langkah keamanan dan kebijakan bersama.

Trump Tunda Kenaikan Tarif Impor

budi6271 26 Feb 2019 Kontan
Presiden Trump mengumumkan penundaan tarif impor bagi barang-barang asal China pada China (24/2). Langkah itu seiring hasil perundingan dagang yang produktif antar kedua negara. Dikutip Reuters, pernyataan ini adalah pertanda jelas bahwa China dan AS akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang. Melalui twitter-nya, Trump mengatakan akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Ini memberikan harapan positif untuk stabilitas hubungan bilateral dan pembangunan ekonomi global.

Sebanyak 16 Negara Bagian di AS Menggugat Trump

budi6271 20 Feb 2019 Kontan
Enam belas negara bagian AS dipimpin negara bagian California menggugat Presiden Trump, untuk memblokir keputusan keadaan darurat nasional demi mendapat anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Mereka mengajukan gugatan itu ke Pengadilan Distrik AS pasca Trump mengumumkan kondisi darurat nasional di AS. Sebelumnya, tiga pemilik tanah di Texas dan kelompok lingkungan hidup juga telah mengajukan gugatan atas langkah Trump. Mereka menganggap pembangunan tembok melanggar konstitusi dan akan melanggar hak-hak properti mereka. Gedung Putih menolak mengomentari gugatan tersebut.

Parlemen AS Bereaksi

budi6271 18 Feb 2019 Kontan
Langkah Presiden Trump menyatakan darurat nasional mulai mendapat reaksi parlemen. Partai Demokrat menganggap tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap konstitusi. Komite Demokrat meminta Trump menggelar rapat dengar pendapat dengan pejabat Gedung Putih dan Departemen Kehakiman AS yang terlibat dalam aksi tersebut. Komite Demokrat juga meminta dokumen hukum tentang keputusan deklarasi darurat nasional. Komite Demokrat menetapkan tenggat waktu Jumat pekan depan untuk permintaan ini.
Pada Jumat lalu Trump menekankan RUU anggaran pemerintah bipartisan yang akan mencegah shutdown pemerintahan. RUU Anggaran ini mencerminkan kekalahan legislatif lantaran tidak memuat anggaran tembok perbatasan yang diusulkan Trump. Inilah fokus konflik Trump dan Partai Demokrat di Kongres. Dengan keadaan darurat nasional, Trump dapat menggunakan dana Departemen Pertahanan untuk membangun tembok.

Perundingan AS-China Masih Sengit

budi6271 11 Feb 2019 Kontan
Penyelesaian sengketa dagang AS-China masih jauh dari kata selesai. Negosiator AS bakal menekan China dengan tuntutan lama. Yakni meminta China mereformasi perlakuan hak kekayaan intelektual milik perusahaan-perusahaan AS, bila tak ingin dikenakan kenaikan tarif impor. China sendiri membantah telah melakukan praktik pencurian kekayaan intelektual dan memaksa perusahaan-perusahaan AS untuk berbagi teknologi dengan perusahaan-perusahaan China.
Kedua negara berusaha menuntaskan kesepakatan menjelang tenggat 1 Maret 2019 ketika tarif AS atas impor China bakal meningkat menjadi 25% dari sebelumnya 10%. Presiden AS Donald Trumph mengatakan, ia tidak berencana bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu itu. Pernyataan itu mengurangi harapan bahwa perjanjian perdagangan dapat dicapai dengan cepat.

Giliran Perang Mata Uang

budi6271 07 Feb 2019 Kontan
Studi terbaru yang dirilis Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyebutkan, kenaikan tarif antara AS dan China akan memiliki dampak yang tak terhindarkan terhadap ekonomi global. Salah satu yang kini disoroti adalah potensi perang mata uang. Perang mata uang terjadi ketika negara dengan sengaja mendepresiasi nilai mata uang domestik mereka untuk merangsang ekonomi. Tanda-tanda tersebut mulai tampak. Kini, posisi dollar AS terhadap hampir semua mata uang utama dunia sedang turun. Begitu juga dengan kurs yuan China, melemah nyaris terhadap semua mata uang utama dunia.
Sementara seorang tresuri bank Eropa di Singapura mengatakan perang mata uang masih jauh. Dollar AS masih relatif kuat karena kekawatiran perang dagang global.

Jika AS-China Batal Berdamai, Global Merana

budi6271 06 Feb 2019 Kontan
Hingga kini AS dan China masih terus melakukan negosiasi terkait perang dagang kedua negara. United Nation Conference and Development (UNCTAD), sebuah lembaga perdagangan dan pembangunan di bawah PBB memperingatkan, jika tidak ada perdamaian, dampak ke ekonomi global akan sangat besar dan menimbulkan efek negatif yang lebih besar dibandingkan selama ini.
Sebelumnya, AS mengancam menaikkan tarif impor. Dampaknya, akan ada perang mata uang dan devaluasi, stagflasi yang mengarah pada kehilangan pekerjaan dan pengangguran yang lebih tinggi. Lebih jauh lagi, kemungkinan efek penularan atau efek reaksioner yang mengarah ke riam langkah distorsi perdagangan lainnya.

Rupiah ke Level 13.000, Pasar Saham Bullish

budi6271 01 Feb 2019 Kontan
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5% membuat lega pasar. Hal ini mendorong IHSG dan nilai tukar rupiah menguat. Analis menilai pernyataan The Fed menjadi sentimen positif bagi pasar modal. Konsekuensinya, investor akan lebih berani masuk ke Indonesia.
Pasar Indonesia memang dianggap menarik oleh investor asing. Berdasarkan data BEI, investor asing berkontribusi 35% pada transaksi perdagangan sepanjang tahun ini. Makanya, analis memprediksi pernyataan The Fed bisa mengerek IHSG ke level 7.000, bahkan bisa lebih tinggi lagi.