Amerika Serikat
( 385 )Biden Lepas 15 Juta Barel Cadangan Minyak
Presiden AS Joe Biden berencana mengumumkan pelepasan cadangan minyak strategis negaranya sebesar 15 juta barel, Rabu (19/10). Pemerintah AS juga membuka kemungkinan melepas lebih banyak cadangan minyak strategisnya jika harga energi terus melonjak. Menurut pejabat senior AS yang tak mau disebut namanya, Selasa (18/10), pelepasan ini adalah yang terakhir dari total 185 juta barel yang dilepas AS sejak kenaikan harga minyak akibat invasi Rusia ke Ukraina. (Yoga)
Satu-persatu CEO AS Proyeksikan Ekonomi Suram
Satu persatu CEO di AS menyampaikan prospek ekonomi ke depan bakalan suram. Pendiri Amazon Jeff Bezos menjadi yang terbaru pada Rabu (19/10) mengingatkan tentang kondisi ekonomi. Bezos mewaspadai masa-masa lebih berat ke depan. Mantan presiden dan CEO raksasa ritel online itu menegaskan pendapat CEO Goldman Sachs David Solomon sehari sebelumnya kepada CNBC. “Betul sekali, kemungkinan yang dihadapi perekonomian sekarang mengisyaratkan kita untuk bersiap cari selamat,” kata Bezos. Solomon sebelumnya mengatakan ini saatnya para pemimpin korporat dan para investor memahami bahwa risiko-risiko terus meningkat. Ia meminta semuanya bersiap menghadapinya. Walaupun Goldman Sachs dalam laporan keuangan terbarunya mencatatkan perolehan laba kuartalan yang melebihi estimasi Wall Street, Solomon mengatakan resesi sudah di depan mata.
Ia mengatakan, ekonomi AS terus dihantam inflasi tinggi. Lebih dari itu, The Federal Reserve (The Fed) berusaha memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga secara agresif. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi melambat dan akan memicu resesi jika periodenya panjang. “Saya kira volatilitas ke depan bertambah. Tidak berarti sudah pasti ekonomi akan menghadapi situasi yang sangat sulit. Tapi peluang terjadinya resesi di AS cukup besar,” ujar Solomon. The Fed pada September 2022 memperkirakan ekonomi tumbuh hanya 0,2% I 2022 dan bangkit di 2023. Tapi PDB AS kontraksi di kuartal pertama dan kedua tahun ini, yang sebenarnya secara teknikal sudah memenuhi definisi resesi. Sebelumnya CEO JP Morgan Chase Jamie Dimon juga mengingatkan masa-masa sulit ke depan. Situasi saat ini, kata dia, luar biasa serius dan AS dapat jatuh ke dalam resesi enam bulan ke depan. (Yoga)
Di Bawah Bayang-bayang Inflasi Tinggi Amerika
Biro Tenaga Kerja AS mengumumkan tingkat inflasi 8,2 % secara tahunan pada September 2022. Angka tersebut melandai dari bulan sebelumnya, 8,3 %. Tapi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,4 %, angka tersebut masih terhitung tinggi. IMF memperkirakan inflasi AS akan tetap tinggi, mencapai 8,1 % pada akhir 2022. Kendati begitu, bank sentral AS The Federal Reserve terus secara agresif mengerek naik suku bunganya guna menjinakkan inflasi. IMF memperkirakan laju inflasi di AS mulai melandai ke 3,5 % pada 2023 dan 2 % pada 2024.
Tren itu selaras dengan inflasi global yang diperkirakan bakal memuncak ke 8,8 % akhir tahun ini dan mulai melandai ke 6,5 % pada 2023 lalu menuju 4,1 % pada 2024. Sejatinya, kata Konsuler Ekonomi IMF Pierre-Oliver Gourinchas, seperti halnya AS, berbagai negara juga telah memperketat kebijakan moneternya untuk mengendalikan membubungnya inflasi. Hanya, tekanan harga yang terjadi ternyata cukup membandel. "Sejauh ini tekanan harga terbukti cukup keras kepala dan menjadi sumber perhatian utama bagi pembuat kebijakan," ujar Gourinchas, dinukil dari Laporan World Economic Outlook Edisi Oktober 2022 yang dirilis IMF.
Inflasi Indonesia diproyeksikan relatif lebih rendah, yakni 4,6 % pada 2022 dan 5,5 % pada 2023. Kendati demikian, Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengingatkan bahwa inflasi tinggi, khususnya di AS, akan memberi risiko ekonomi bagi Indonesia. "Inflasi tinggi memaksa The Fed menaikkan suku bunga acuan secara agresif, sehingga melemahkan perekonomian AS. Hal ini akan ikut menarik perekonomian global untuk juga melemah, karena posisi AS sebagai perekonomian terbesar di dunia," ujar Yusuf. (Yoga)
Ekonomi Melambat, Kinerja PPN Melambat
Laju ekonomi Indinesia Kuartal IV diperkirakan melambat sejalan lonjakan inflasi. Kondisi ini akan mempengaruhi penerimaan pajak. Pengamat Pajak Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajri Akbar mengatakan, risiko perlambatan ekonomi berpotensi mengganggu penerimaan pajak terutama PPN yang responsif terhadap perubahan ekonomi. "Kalau terjadi perlambatan ekonomi, pasti kinerja penerimaan PPN yang terlebih dahulu terdampak," ujar fajrikepada KONTAN, Rabu (12/10). Meski terjadi perlambatan, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan dan pertambangan diyakini masih menjadi penopang penerimaan pajak Kuartal IV-2022. (Yoga)
AS Incar Kerja Sama Samudera Atlantik
NEW YORK, ID – Amerika Serikat (AS) akan membentuk masyarakat negara-negara di lintas Samudera Atlantik dengan inisiatif senilai US$ 100 juta untuk mendukung ketahanan lingkungan serta maritim. AS akan menggalang inisiatif ini bersama Angola, Brasil, Ghana, Portugal, dan Senegal. Perhimpunan ini secara keseluruhan akan mencakup sekitar 10 negara. “Amerika Serikat berharap dapat bekerja sama dengan negara-negara Atlantik untuk mengembangkan skema kerja sama rutin Atlantik untuk berbagi pendekatan dalam memajukan sasaran-sasaran bersama di kawasan tersebut,” ujar sumber di Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, seperti dikutip AFP, Selasa (20/9). Menlu AS Antony Blinken disebutkan akan melobi negara-negara tersebut di sela Sidang Umum (SU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas PBB, New York, AS. Pemerintah AS di bawah Presiden Joe Biden sedang gencar mengembangkan kerja sama lingkungan di seluruh dunia. Termasuk kerja sama untuk menjaga samudera. AS sebelumnya sangat memprioritaskan kawasan di Samudera Pasifik. Karena melihat ada potensi konflik seiring berkembangnya pengaruh Tiongkok. “Sementara grup Atlantik akan mengembangkan ekonomi samudera yang lestari dan mendukung kesehatan samudera, termasuk bagaimana mengatasi perubahan iklim serta ekosistem laut,” tambah sumber itu.
As Akan Membela Taiwan jika Diserang
WASHINGTON, ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (18/9) mengatakan pasukan AS akan membela Taiwan jika menghadapi invasi Tiongkok. Akan tetapi Gedung Putih menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah AS terhadap Tiongkok menyangkut Taiwan tidak berubah. “Ya jika ada serangan luar biasa,” ujar Biden, menjawab pertanyaan apakah pasukan AS akan membela Taiwan, saat diwawancara pada program “60 Minutes” di CBS, yang dilansir AFP, Senin (19/9). Bukan kali ini saja Biden menyatakan pasukan AS akan ambil bagian bilamana terjadi perang antara Tiongkok dan Taiwan. Dan Gedung Putih kemudian segera memberikan pernyataan klarifikasi. Komentar Biden tentang ini yang sebelumnya adalah saat melawat ke Jepang pada Mei 2022. Ketika itu, Biden juga ditanya apakah akan mengkomitmenkan pasukan AS kepada situasi seperti itu. “Ya, itu komitmen kami,” ujar dia. AS memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 1979. Karena mengalihkan pengakuan kepada Pemerintah Tiongkok sebagai satu-satunya perwakilan Tiongkok. Tapi pada saat yang sama, AS tetap mempertahankan tegas tapi juga halus dalam mendukung. (Yetede)
Pemerintah AS Usulkan Pendanaan Chip Pada Februari 2023
WASHINGTON, ID – Departemen Perdagangan (Depdag) Amerika Serikat (AS) mengungkap harapannya bahwa pada Februari tahun depan, pihaknya sudah mulai mengupayakan pengajuan subsidi chip semikonduktor pemerintah senilai US$ 39 miliar untuk membangun fasilitas baru dan memperluas produksi. Kongres AS sendiri pada Agustus telah menyetujui anggaran sebesar US$ 52,7 miliar untuk manufaktur semikonduktor, penelitian dan kredit pajak investasi 25% pada pabrik-pabrik chip, yang diperkirakan bernilai US$ 24 miliar. Kredit tersebut berlaku untuk proyek-proyek yang memulai konstruksi setelah 1 Januari 2023. Presiden Joe Biden telah menandatangani undang-undang (UU) yang bertujuan meningkatkan upaya untuk membuat Amerika Serikat lebih kompetitif dengan Tiongkok sekaligus memberikan subsidi manufaktur chip AS. Langkah ini sebagai upaya mengurangi kekurangan chip berkepanjangan yang telah memengaruhi segala barang elektronik, mulai dari mesin cuci dan video game hingga mobil dan senjata. Menurut Departemen Perdagangan AS, dokumen pendanaan yang dirilis pada Selasa (6/9) akan memberikan panduan pengajuan khusus, yang bakal dirilis pada awal Februari 2023. Penghargaan dan pinjaman-pinjaman akan diberikan secara bergulir segera
setelah permohonan dapat diproses, dievaluasi, dan dinegosiasikan secara bertanggung jawab. (Yetede)
AS Perintakan Stop Penjualan, Chip Al ke Tiongkok
WASHINGTON, ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan penghentian ekspor chip yang digunakan untuk komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Larangan ini telah diterima oleh produsen chip Nvidia corp. dan Advanced Micro Devices (AMD) Inc pada Rabu (31/8) waktu setempat. Selain itu, pengumuman juga dipandang sebagai sinyal eskalasi besar dari tindakan keras AS terhadap kemampuan teknologi Tiongkok menyusul bubble ketegangan atas nasib Taiwan. Pasalnya, hampir sebagian besar besar produsen chip, Nvidia dan perusahaan lain melakukan produksinya di Taiwan. Saham Nvidia pun dilaporkan turun 6,6% selang beberapa jam pengumuman disampaikan. Menurut Nvidia, larangan tersebut memengaruhi produksi tipe chip A100 dan H100 yang dirancang untuk mempercepat tugas pembelajaran mesin. Pelarangan ini juga dapat mengganggu penyelesaian pengembangan chip unggulan H100 yang telah diumumkan tahun ini. Sedangkan saham rivalnya, AMD mengalami penurunan 3,7% setelah beberapa jam pengumuman AS. (Yetede)
Berharap The Fed Tak Merapuhkan Rupiah
Pada 2022 ini bank sentral AS (The Fed) mengumumkan kenaikan suku bunga yang mengakibatkan keluarnya modal asing (taper tantrum) dari banyak negara. Hal itu sempat menggoyahkan kurs rupiah. namun, posisi rupiah ada di urutan ketiga terkuat di antara mata uang Asia setelah dollar Hong Kong dan dollar Singapura sepanjang 2022 (Bloomberg, 26 Agustus). Hanya saja, kurs rupiah bertahan pada kisaran Rp 15.000 per USD, posisi yang tidak terlalu meyakinkan.
”Posisi The Fed sangat berbeda dibandingkan siklus sebelumnya, lebih siap merelakan resesi dan destabilisasi pasar uang di tengah upaya meredam inflasi,” demikian peringatan Adam Wolfe, pakar tentang ekonomi negara berkembang dari Absolute Strategy Research (The Financial Times, 31 Juli). The Fed pun sudah memberikan indikasi kenaikan suku bunga bertahap. Pemanfaatan waktu oleh otoritas Indonesia dan korporasi akan menentukan apakah rupiah akan kembali fragile atau tidak. (Yoga)
The Fed Cleveland Dukung Penaikan Suku Bunga Berdasarkan Inflasi
JACKSON HOLE, ID – Presiden Federal Reserve (The Fed) Cleveland Loretta Mester mengatakan bakal mendasarkan keputusannya mendukung kenaikan suku bunga acuan ketiga kali berturut turut sebanyak 75 basis poin pada bulan depan atas data inflasi Amerika Serikat (AS), bukannya laporan ketenagakerjaan yang diawasi secara ketat. Sebagai informasi, Departemen Ketenagakerjaan AS dijadwalkan merilis perkiraan kenaikan lapangan pekerjaan pada 2 September. Sedangkan untuk indeks harga konsumen (IHK) akan dirilis seminggu sebelum pertemuan The Fed pada 20-21 September. Sementara itu, University of Michigan akan mempublikasikan data ekspektasi inflasi yang diawasi ketat, pada 16 September. “Saya tidak bersandar pada titik ini. Kami belum benar-benar melihat, untuk kepuasan saya, bukti yang meyakinkan bahwa inflasi berada di jalur (tren) menurun. Saya bahkan belum yakin (inflasi) itu sudah mencapai puncaknya,” ujar Mester kepada Reuters di sela-sela konferensi bank sentral tahunan Jackson Hole di Wyoming, seraya menambahkan data tentang inflasi dan prospek inflasi yang bakal memandu kalkulusnya.
Pilihan Editor
-
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022 -
BUMN Garap Ekosistem Kopi
31 Jan 2022









