Amerika Serikat
( 385 )Suku Bunga The Fed Mirip Pil Pahit
Kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi di AS memicu gejolak keuangan global. Banyak usaha dan negara yang tertekan akibat kenaikan beban utang dan apresiasi dollar AS. Akan tetapi, situasi ini seperti pil pahit. Sepanjang kondisinya belum sehat, ekonomi AS adalah sumber masalah. Status sebagai alat tukar global, bukan karena kekuatan ekonomi AS, menjadikan dollar AS sebagai penyebab derita. Penciutan peredaran dollar AS, di samping kenaikan suku bunga dollar AS, sebagai bagian dari langkah penyehatan, juga menjadi sumber masalah. Dua hal inilah sebagai penyebab derita global karena mendera seluruh dunia. Kisruh akibat penciutan peredaran dollar AS dan kenaikan suku bunga menyebabkan pertumbuhan global menurun pada 2023. Gejalanya sudah mulai terasa sepanjang 2022. Catatan ini menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), serta ekonom Nouriel Roubini, Mohamed El-Erian, dan lainnya.
Perdagangan, aliran investasi global, dipastikan menurun berdasarkan perkiraan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Gejolak di pasar uang, obligasi, dan indeks-indeks saham juga menambah guncangan pada perdagangan dan investasi global. Sejumlah negara akan semakin mengalami penumpukan utang sehingga menambah daftar panjang negara-negara yang terjerembap utang. Derita akibat dollar AS masih berlanjut, sebab penciutan peredaran dollar AS dan kenaikan suku bunga dollar AS belum akan berhenti. Inflasi di AS masih tinggi, 7,7 %, atau masih jauh di atas target 2 %. Situasi ini membuat bank sentral AS, The Fed, mencanangkan lanjutan kenaikan suku bunga dari level sekarang 3,75 % hingga 4 %. Menurut Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard, lanjutan kenaikan suku bunga dollar AS diperkirakan melampaui 5,25 %. Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari bahkan lebih ekstrem. ”Tidak bisa diketahui sejauh mana suku bunga Fed akan berakhir. Yang jelas, jika inflasi masih tinggi, suku bunga akan terus dinaikkan,” katanya. Di samping itu, pengetatan peredaran dollar AS juga terus dilakukan. (Yoga)
Penaikan Suku Bunga The Fed Lebih Kecil, Diperkirakan Desember
WASHINGTON, ID – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada Rabu (30/11/2022) waktu setempat memastikan bahwa penaikan suku bunga yang lebih kecil kemugkinan segera terjadi. Walau hasil dari kemajuan dalam perang melawan infasi sebagian besar tidak memadai. alam catatan Powell, langkah-langkah kebijakan seperti kenaikan suku bunga dan pengurangan kepemilikan obligasi The Fed, umumnya membutuhkan waktu untuk melewati sistem. “Dengan demikian, masuk akal untuk memoderasi laju penaikan suku bunga kami saat kami mendekati tingkat pengekangan yang cukup untuk menurunkan inflasi. Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin akan datang segera setelah pertemuan Desember,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan di Brookings Institution, yang dilansir CNBC. Menurut Powell, ia melihat bank. “Meskipun ada beberapa perkembangan yang menjanjikan, jalan kita masih panjang untuk memulihkan stabilitas harga,” tuturnya. Wall Street pun menyambut baik pernyataan itu. Sebagai respons, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 737 poin atau 2,18%, sekaligus menghentikan penurunan beruntun tiga sesi. Sementara itu, saham-saham teknologi bernasib lebih baik, dengan Nasdaq Composite menguat 4,41% lebih tinggi. (Yetede)
Perusahaan Teknologi Hadapi Krisis
Setelah booming bertahun-tahun, perusahaan teknologi terkena krisis. Terjadi penurunan pendapatan dan PHK. ”Setiap orang telah mengingatkan dalam dua dekade terakhir bahwa ini pasti berakhir. Akhirya pertumbuhan tahun demi tahun berakhir juga,” kata Marc Weil (35), Manajer Teknisi Stripe, yang juga kehilangan pekerjaan (The Washington Post, 14 September). Mendadak berubah kejayaan perusahaan teknologi yang pernah meraih kinerja akbar. Microsoft dan Google adalah dua perusahaan teknologi dengan valuasi tertinggi ke-3 dan ke-4 di dunia setelah Apple dan Saudi Aramco. Pada tahun 2020, industri teknologi menyumbang 10,2 % PDB AS. Kenaikan harga-harga saham Amazon, Google, Microsoft, Facebook, Netflix, Tesla, Salesforce, dan lainnya telah mengisi rekening dana pensiun jutaan orang AS. Perusahaan teknologi berkontribusi 30 % total kapitalisasi S&P 500 pada Maret 2022. Situasi kini berbalik. Indeks Nasdaq, berisikan perusahaan teknologi, anjlok 30 % sejak Januari 2022. Rentetan PHK melanda Meta (Facebook), Twitter, Stripe, Coinbase, Shopify, Netflix, Microsoft, Snap, Robinhood, Lyft, Chime, WATCH.
Lebih dari 35.000 karyawan di-PHK sejauh ini di AS. Hal itu juga melanda perusahaan serupa di dunia walau belum separah AS. ”Situasinya mirip krisis dotcom di era 2000,” kata Lise Buyer, seorang analis. Era perekrutan dengan gaji tinggi, minimal 200.000 USD per tahun, untuk lulusan terbaru universitas telah berakhir. Masalah bagi perusahaan teknologi tergolong bukan gambaran umum perekonomian AS. Perusahaan teknologi terpukul setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Saat pandemi perusahaan-perusahaan tergiur berekspansi karena mendadak warga beralih ke dunia daring. Pejabat keuangan (CFO) Zoom Video Communications Inc, Kelly Steckelberg, menuturkan, warga mengurangi pertemuan daring. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan telanjur menghabiskan uang untuk investasi termasuk Metaverse. ”Saya salah perkiraan,” kata Mark Zuckerberg (Associated Press, 10 November). Lalu ada kenaikan suku bunga AS. Pada era suku bunga rendah, sangat mudah mendapat uang, kini berubah. Bayangan resesi membuat penerimaan iklan menurun. ”Banyak Perusahaan akan lenyap,” kata pemimpin Credit Suisse, Axel Lehmann. (Yoga)
Penaikan Batas Utang Jadi Tantangan Utama Biden
Kenaikan batas maksimal utang akan menjadi ujian pokok Pemerintah AS kala DPR dikuasai Partai Republik. Penolakan menaikkan batas utang akan melemahkan berbagai program pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Berbagai agenda lain di pemerintahan Biden juga bisa terdampak dengan komposisi baru di DPR. Pada Kamis (17/11) Republikan dipastikan menguasai 218 dari 435 kursi DPR AS hasil pemilu paruh waktu (midterm) 2022. Perolehan itu membuat Republikan menjadi mayoritas tipis di DPR. Masih ada tujuh kursi yang belum ditentukan. Ada peluang kursi Republikan di DPR bertambah karena penghitungan suara di beberapa daerah pemilihan belum selesai. Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, langsung memberikan ucapan selamat kepada Partai Republik.
”Rakyat AS ingin kami menyelesaikan sesuatu untuk memberi hasil bagi mereka,” kata Biden. Sejak beberapa hari lalu, pejabat di Gedung Putih dan Departemen Keuangan AS meminta batas utang segera dinaikkan. Kini, total utang Pemerintah AS bernilai 31,28 triliun USD. Padahal, pemerintah dan Kongres sepakat jumlah total utang pemerintah paling banyak 31,4 triliun USD. Dengan laju belanja paling moderat sekalipun, batas utang diperkirakan tercapai paling lambat pada Juni 2023. Menkeu AS Janet Yellen meminta batas utang dinaikkan tahun ini. Sebab, Kongres masih dikendalikan Demokrat sampai Januari 2025. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi pemerintah mencapai kompromi dengan parlemen. (Yoga)
Kenaikan Suku Bunga di AS Terus Berlanjut
Bank Sentral AS kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,75 % guna meredam inflasi. Dengan demikian, suku bunga acuan di AS akan berkisar 3,25 % hingga 4 %. Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, di Washington, Rabu (2/11), menyatakan, kenaikan suku bunga masih berlanjut karena inflasi tetap bertahan tinggi. (Yoga)
The Fed Belum Akan Berhenti Naikkanlah Suku Bunga
The Fed pada Rabu (2/11) siang, menyetujui penaikan suku bunga acuan 75 basis poin (bps) untuk keempat kalinya berturut-turut. Karena memerangi inflasi masih menjadi prioritas kebijakannya, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan suku bunga akan terus dinaikkan. Dengan penaikan pada Rabu itu, fed funds rate (FFR) sekarang berada di kisaran 3,75%-4%, level tertinggi sejak Januari 2008. Dalam pernyataan kebijakannya, The Fed memberi indikasi ada perubahan kebijakan ke depan. “Dalam menentukan suku bunga ke depan, The Fed akan memperhitungkan pengetatan kebijakan moneter secara kumulatif, karena jika tertinggal dengan kebijakan moneter akan memengaruhi kegiatan ekonomi, inflasi, kondisi ekonomi dan finansial,” kata Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC.
Pasar saham AS awalnya menguat usai pengumuman The Fed. Lantas berubah negatif setelah Powell menyampaikan konferensi persnya. Ia menepis anggapan bahwa The Fed tidak lama lagi akan menghentikan siklus penaikan. Tapi pembahasan untuk mengurangi laju pengetatan, kata Powell, dapat dilakukan dalam satu hingga dua pertemuan kebijakan berikutnya. Ia juga menegaskan lagi The Fed akan tegas tapi sabar dalam memerangi lonjakan inflasi. “Kami masih memiliki beberapa instrumen dan data-data yang muncul sejak pertemuan terakhir kami mengindikasikan level puncak suku bunga akan lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya,” kata Powell. Ia menandaskan bahwa pada akhirnya laju penaikan suku bunga akan dikurangi. Powell sudah mengatakan ini dalam beberapa kali konferensi pers. “Jadi waktunya akan tiba, dan bisa jadi dalam waktu dekat. Dalam pertemuan berikutnya atau yang setelahnya lagi. Yang jelas belum ada keputusannya,” kata Powell. The Fed berupaya menurunkan inflasi ke target 2%. Sedangkan laju inflasi AS pada September 2022 berada di level 8,2%. (Yoga)
Triwulan Tiga, Ekonomi AS Tumbuh 2,6%
Kekhawatiran inflasi di AS diharapkan mereda setelah ekonomi mencatatkan kenaikan pertumbuhan pada kuartal ketiga 2022. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan pada Kamis (27/10) PDB periode Juli hingga September 2022 naik 2,6% dibandingkan tahun sebelummnya. Melebihi perkiraan Dow Jones yang sebesar 2,3%. Ekspansi ini membalikkan koreksi dua kuartal berturut-turut, yang sebetulnya memenuhi definisi resesi teknikal tapi belum menurut Biro Riset Ekonomi Nasional. Pertumbuhan pada kuartal III sebagian besar didorong penurunan defisit perdagangan, yang diperkirakan oleh para ekonom sebagai kejadian satu kali yang tidak akan terulang di kuartal mendatang. Peningkatan PDB itu juga berasal dari peningkatan belanja konsumen, investasi tetap non-perumahan, dan belanja pemerintah.
“Secara keseluruhan, rebound sementara 2,6% pada kuartal ketiga lebih dari sekedar membalikkan penurunan pada paruh pertama tahun ini, tapi kami perkirakan tidak bertahan lama,” kata Paul Ashworth, kepala ekonom Capital Economics untuk Amerika Utara, seperti dikutip CNBC. Menurut dia, ekspor akan segera menurun dan permintaan domestik semakin tertekan karena beban suku bunga tinggi. Laporan PDB itu keluar saat otoritas AS berjuang melawan inflasi, tertinggi dalam 40 tahun. Laporan BEA menunjukkan ekonomi melambat di sektor-sektor utama, terutama belanja konsumen dan investasi swasta. Belanja konsumen hanya naik 1,4% pada kuartal tersebut dan turun dari 2% pada kuartal II. Sedangkan investasi domestik swasta turun 8,5%, melanjutkan tren penurunan setelah jatuh 14,1% pada kuartal kedua. Sisi positifnya, ekspor naik 14,4% sementara impor turun 6,9%. (Yoga)
INOVASI BISNIS, Kisah Pakaian Tidur
Selama 1 Oktober 2021 sampai 30 September 2022, produk pakaian dalam dan pakaian tidur terbesar Walmart bermerek Secret Treasures menghasilkan penjualan 1 miliar USD. Perusahaan ritel ini tak mau cuan itu raib. Mereka memperbarui merek ini dengan nama Joyspun agar pendapatan besar itu berlanjut. Secret Treasures adalah salah satu dari 13 merek privat di antara berbagai barang dagangan yang menjadi fokus para peritel. Perdagangan produk itu juga menangkap basis pelanggan terbesar di pasar pakaian dalam dan pakaian tidur wanita di AS. Satu dari lima pembelian pakaian jenis ini bermerek Secret Treasures pada tahun 2021. Perubahan-perubahan yang tengah dilakukan Walmart di AS menyiratkan strategi dan inovasi menghadapi ancaman resesi. Harga-harga telah melonjak di negara itu. Mereka terus membikin perubahan agar permintaan tak seret. Mereka ingin mengulang kisah sukses sebelumnya. Saat pandemi, penjualan pakaian dalam dan pakaian tidur melonjak karena orang banyak bekerja di rumah. Mereka membeli baik ke toko luring maupun secara daring.
Penjualan pakaian dalam selama sembilan bulan pertama tahun 2020 tercatat 15 % lebih tinggi dari periode sama 2019. Penjualan pakaian tidur naik 52 % pada jangka waktu yang sama. Kenyamanan di rumah selama pandemi ternyata membuat dua jenis produk ini harus diganti karena sering dipakai. Walmart juga yakin pasar dua jenis produk ini masih sangat besar meski pandemi berakhir. Orang yang kembali berlibur dan berpesta tak hanya membeli pakaian baru, tetapi juga membeli pakaian dalam. Oleh karena itu, masih menurut CNBC, para pembeli Joyspun akan melihat perubahan desain dan gaya yang lebih modern pada produk-produk pakaian dalam di Walmart. Semua barang juga dijual dengan harga rendah. Bra dijual mulai dari harga 11,98 USD. Pakaian lainnya berkisar dari 7,98 USD untuk baju tidur hingga 34,98 USD untuk luaran berlapis. Harga-harga itu diharapkan bisa menarik konsumen untuk mau membeli di tengah lonjakan harga. (Yoga)
The Fed Diprediksi Naikkanlah Lagi Suku Bunga 75 Bps
Para ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) untuk keempat kalinya berturut-turut pada 2 November 2022. Mereka juga menyebut bank sentral AS itu tidak boleh berhenti sampai laju inflasi turun hingga sekitar setengah dari level saat ini. Siklus pengetatannya yang paling agresif dalam beberapa dekade telah membawa risiko resesi yang semakin besar. Survei juga menunjukkan kemungkinan rerata 65% sekali dalam satu tahun, naik dari 45%. Tetapi, sebagian besar responden yakni 86 dari 90 orang ekonom yang memperkirakan bahwa para pembuat kebijakan bakal menaikkan federal fund rate (FFR) tiga perempat poin persentase menjadi 3,75%-4,00% pada minggu depan. Hal ini dikarenakan tingkat inflasi masih tinggi dan angka pengangguran mendekati posisi terendah sebelum pandemi.
Hasil dalam jajak pendapat itu sebenarnya sejalan dengan harga suku bunga berjangka dan hanya empat responden yang memproyeksikan pergerakan 50 basis poin. “Pengaturan (front-loading) pengetatan kebijakan suku bunga yang telah kita lihat sampai sekarang telah ditujukan mencapai suku bunga dana riil positif pada awal 2023,” ujar Jan Groen, kepala ahli strategi makro AS di TD Securities, mengacu pada suku bunga yang telah disesuaikan untuk inflasi. Alih-alih berporos, tambah Groen, dalam pandangannya The Fed memberi sinyal bahwa mereka memperkirakan pergeseran dari front-loading hingga Desember, menuju lebih banyak kenaikan dengan cepat mulai saat itu dan seterusnya. Sebagai informasi, mayoritas ekonom dalam jajak pendapat 17-24 Oktober memproyeksikan kenaikan 50 basis poin lagi pada Desember sehingga membuat FFR menjadi 4,25%-4,50% pada akhir 2022. Hal ini sesuai dengan prediksi median data poin (dot plot) The Fed. Menurut 49 dari 80 ekonom, FFR juga diperkirakan mencapai puncaknya pada 4,50%-4,75% atau lebih tinggi di kuartal I-2023. (Yoga)
Defisit Anggaran AS Anjlok 50 %
Defisit anggaran AS turun separuh pada tahun fiskal 2022. Ini menjadi penurunan terbesar dalam sejarah setelah dua tahun pemerintah AS harus mengeluarkan anggaran sangat besar pengeluaran besar terkait Covid. Meski secara historis masih besar, defisit anggaran turun menjadi US$ 1.375 triliun, dibandingkan defisit 2021 di US$ 2.776 triliun. Penurunan akan lebih curam jika bukan karena program pengampunan pinjaman mahasiswa oleh pemerintahan Biden. Pengeluaran pendidikan US$ 639,4 miliar untuk tahun fiskal, US$ 408 miliar lebih tinggi dari perkiraan. Tahun fiskal 2022 menghasilkan pendapatan US$ 4.896 triliun terhadap pengeluaran US$ 6,272 triliun. Jumlah pengeluaran mewakili penurunan pengeluaran US$ 550 miliar tetapi peningkatan pendapatan US$ 850 miliar.
Total pendapatan sejauh ini merupakan yang tertinggi bagi pemerintah AS. Defisit dalam dua tahun sebelumnya melonjak ketika Kongres mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk memerangi pandemi. Kekurangan tersebut mencapai rekor US$ 3,13 triliun pada 2020 karena lebih dari US$ 5 triliun dalam UU CARES dan pengeluaran lainnya. Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan pernyataan anggaran yang dirilis Jumat memberikan bukti lebih lanjut dari pemulihan ekonomi bersejarah kami, didorong oleh upaya vaksinasi kami dan Rencana Penyelamatan Amerika. Yellen menambahkan bahwa hasilnya juga menunjukkan komitmen Presiden Joe Biden untuk memperkuat kesehatan fiskal negara kita. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
19 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022









