Amerika Serikat
( 390 )Bank-Bank AS Akan Mengetatkan Penyaluran Kredit
Menkeu AS Janet Yellen mengatakan bank-bank di AS akan cenderung menjadi lebih berhati-hati dan dapat memperketat penyaluran kredit, menyusul kebangkrutan dua bank daerah baru-baru ini. Kondisi itu, kata dia, mungkin meniadakan kebutuhan bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga. Dalam transkrip wawancara dengan CNN yang dirilis Sabtu (15/04) dan dilansir CNBC, Yellen menjelaskan bahwa tindakan kebijakan untuk membendung ancaman sistemik yang disebabkan kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank bulan lalu telah menyebabkan arus keluar simpanan menjadi stabil dan kondisi pasar telah menjadi tenang.
“Bank cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam kondisi ini. Kami telah melihat beberapa pengetatan standar pinjaman dalam sistem perbankan sebelum episode itu dan mungkin akan ada lagi yang akan datang,” kata Yellen, dalam wawancara yang dijadwalkan tayang pada Minggu (16/04) waktu setempat. Dia mengatakan kondisi tersebut akan mengarah pada pembatasan kredit dalam ekonomi. (Yetede)
RI Raih Hibah Senilai US$ 649 juta dari AS
Pemerintah AS menandatangani komitmen hibah US$ 649 juta untuk Indonesia melalui program Compact II Millennium Challenge Corporation (MCC). MCC merupakan sebuah program hibah dari Pemerintah AS ke berbagai negara yang bertujuan mengentaskan kemiskinan dengan memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemberian komitmen hibah tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi Indonesia. Sejak 2013-2018, Indonesia telah diberikan komitmen hibah program Compact I MCC dengan total US$ 600 juta.
Acara penandatanganan kesepakatan hibah dilakukan pada 13 April 2023 di Kota Washington DC yang dihadiri Secretary of the US Department of Treasury Janet Yellen; Menkeu Sri Mulyani, Dubes RI untuk AS Rosan Roeslani, dan Vice President Department of Compact Operations of the MCC Cameron Alford. Dalam keterangan resmi Kemenkeu, Jumat (14/4) Menkeu Sri Mulyani menjelaskan melalui program ini Pemerintah AS terus berkomitmen untuk tidak hanya mengambil peran dalam pemulihan ekonomi global, tetapi juga mengentaskan kemiskinan dunia melalui pemberian hibah dan bantuan kepada berbagai negara. (Yetede)
Inflasi Mereda, The Federal Reserve Tidak Lagi Agresif Menaikkan Bunga
Di luar prediksi, laju inflasi AS Maret 2023, yoy, sebesar 5%, turun dari 6% bulan sebelumnya. Meski masih jauh dari target 2%, inflasi Maret dikhawatirkan sebagai sinyal datangnya resesi ekonomi. Setelah sembilan kali kenaikan sejak 17 Maret 2022, fed funds rate (FFR) atau suku bunga acuan Bank Sentral AS tahun ini diperkirakan hanya sekali lagi dinaikkan, sebesar 25 basis poin ke level 5,00%-5,25%. Para analis memperkirakan The Federal Reserve (Fed) tidak lagi agresif menaikkan FFR. Pada pertemuan FOMC 2-3 Mei 2023, FFR hanya dinaikkan 0,25% sebagai respons terhadap kenaikan indeks harga konsumen (IHK) yang di luar perkiraan.
Kenaikan IHK kelompok pangan relatif rendah, yakni 8,5%. Sedang IHK kelompok energi malah minus 6,4%. Kedepan, FFR kemungkinan besar akan diturunkan perlahan untuk mencegah resesi ekonomi. Perkiraan ini membuat pasar saham di Wall Street dan di sejumlah bursa dunia bergairah. Respons positif juga terjadi di pasar kripto. “IHK utama AS melambat lebih dari yang diharapkan. The Fed telah mendekati akhir siklus pengetatan dan pertumbuhan ekonomi tidak panas tapi tidak dingin, menghasilkan lingkungan seperti goldilocks (ideal),” kata analis Christopher Wong dari OCBC di Singapura, Kamis (13/04). (Yetede)
IMF Ingatkan Kemungkinan Ekonomi AS Hard Landing
Dana Moneter Internasional atau IMF pada Rabu (12/04) mengingatkan bahwa potensi penurunan ekonomi AS tetap ada, meskipun data-data yang sudah keluar menggembirakan. Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath mengatakan, IMF terkejut dengan kekuatan pasar tenaga kerja AS dan belanja konsumen. Sehingga mendorong lembaganya untuk merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk AS. Komentarnya muncul tak lama setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Jika Anda melihat data terbaru, Anda melihat beberapa tanda pelemahan. Itu memberi kita kemungkinan bahwa kita bisa menghindari resesi,” kata dia kepada CNBC, di sela Pertemuan Musim Semi Bank Dunia-IMF di Washington, DC, AS. IMF pada Selasa (11/04) merilis laporan World Economic Outlook terbarunya, yang mana ekonomi AS diprediksi tumbuh sebesar 1,6% tahun ini, naik dari perkiraan 1% pada 2022. “Jika Anda melihat angka pertumbuhan, kami melihat angka partumbuhan yang sangat rendah untuk AS, sehingga risiko hard landing tetap ada,” kata Gopinath. (Yetede)
Inflasi Inti AS Masih Panas
Harga-harga konsumen di AS hampir tidak naik pada Maret 2023 karena biaya BBM turun. Tetapi harga sewa hunian yang tinggi membuat tekanan terhadap inflasi tetap panas, sehingga dapat dipastikan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga lagi awal bulan depan. Depnaker AS melaporkan pada Rabu (12/04) indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,1% bulan lalu, setelah naik 0,4% pada Februari. Sementara dalam rentang 12 bulan hingga Maret 2023, IHK naik 5,0%. Angka ini menunjukkan kenaikan tahunan atau year-on-year (yoy) terkecil sejak Mei 2021. IHK AS naik 6,0% yoy pada Februari 2023. IHK tahunan di AS memuncak di level 9,1% pada Juni tahun lalu. Yang merupakan kenaikan terbesar sejak November 1981. Tapi sejak itu terus menurun dan mencapai level 5,0% pada Maret 2023. Angka inflasi terakhir ini masih dua kali lipat target The Fed yang sebesar 2%.
“Ketika ekonomi melambat, harga konsumen akan melambat lebih jauh dan akan membawa inflasi lebih dekat menuju target jangka panjang The Fed sebesar 2%,” kata Jeffrey Roach, kepala ekonom AS di LPL Financial, kepada CNBC. Inflasi yang terus-terusan tinggi, pengetatan pasar tenaga kerja, dan tanda-tanda bahwa tekanan pasar keuangan telah mereda akan memungkinkan The Fed untuk terus memprioritaskan pemulihan stabilitas harga. Namun demikian, jalan menuju disinflasi kemungkinan akan bergelombang. Karena tekanan yang dating dari biaya jasa jauh dari hunian. Dalam 12 bulan hingga Maret 2023, IHK inti naik 5,6% setelah naik 5,5% di Februari. (Yetede)
Fed Pasok Dana ke Perbankan AS, Penurunan Inflasi Tertunda
Bank sentral AS memasok dana ke perbankan AS untuk meredakan krisis perbankan. Hal itu dilakukan sejak kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) pada 10 Maret 2023. Sebanyak 300 miliar USD dana dari bank sentral AS telah masuk ke sistem perbankan AS. Ini kurang lebih setara jumlah dana yang ditarik para deposan dari perbankan AS. Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Jerome Powell mengatakan, pengucuran dana yang dinamai Bank Term Funding Program (BTFP) itu bersifat temporer. Hal ini perlu untuk mendorong likuiditas perbankan agar tidak terjadi ketegangan dalam industri perbankan.
”Kami yakin hal itu bermanfaat. Fasilitas tersebut bertujuan menciptakan kepercayaan terhadap sistem perbankan. Jika langkah tersebut tidak dilakukan, kemungkinan akan ada gangguan dan akan memperketat situasi keuangan,” kata Powell, Rabu (22/3) Fasilitas BTFP itu dimulai pada 12 April 2023 setelah kebangkrutan SVB dan Signature Bank. Jangka waktu pinjaman The Fed ke perbankan tersebut berlaku selama 90 hari dan bisa diperpanjang. Dana The Fed ke perbankan ini disalurkan lewat Federal Deposit Insurance Corp (FDIC). Lembaga keuangan AS telah menerima BTFP 148,7 miliar USD dalam sepekan hingga 5 April. Selama sepekan sebelum itu, The Fed telah mengucurkan BTFP 152,6 miliar USD. Total BTFP yang dikucurkan sepanjang Maret saja sebesar 157,9 miliar USD (Bloomberg, 7 April 2023). (Yoga)
Posisi Unrealized Loss Perbankan AS Sekitar US$ 620 Miliar
Runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) menimbulkan kewaspadaan industri perbankan nasional untuk menjaga kepercayaan para investor dan nasabahnya. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) menyebutkan bahwa bank-bank di AS mengalami kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss) sebesar US$ 620 miliar atau aset yang harganya turun tetapi belum dijual pada akhir 2022. Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar mengatakan, dinamika pasar keuangan ekstrim telah terjadi sejak 2008 yakni subprime mortgage dan terus berlanjut krisis pada 2011, 2013, 2015, 2018, 2020, dan saat ini di mana suku bunga naik secara agresif. Hal itu disebabkan negara-negara mengalami inflasi cukup tinggi, sehingga bank sentral menaikkan suku bunganya.
Seperti The Fed yang menaikkan bunga 475 basis poin (bps) ke level 5%. Hal tersebut untuk menekan inflasi yang pada Juni tahun lalu berada di level 9%. Langkah The Fed pun diikuti BI yang juga mengerek suku bunga acuan menjadi 5,75% saat ini. “Kenaikan bunga ini juga berdampak sangat negatif bagi para investor surat berharga jangka panjang. Berdasarkan data FDIC, saat ini unrealized loss perbankan di AS kurang lebih US$ 620 miliar. Sebagian besar perbankan menilai ini masih manageable karena punya modal kuat, namun bagi beberapa bank bisa menggerus modal, salah satunya SVB,” urai Royke secara virtual, Kamis (6/4). (Yetede)
Pidana Pertama Mantan Presiden Amerika
Donald John Trump tiba di pengadilan Manhattan, New York, AS, mengenakan setelan jas biru. seraya melambaikan tangan kepada para pendukungnya yang sudah menunggu di luar gedung pengadilan. Tak sedikit pun senyum terlihat di bibir Presiden Amerika Serikat ke-45 itu. Hari itu, Selasa, 4 April 2023, Amerika mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, mantan presiden tersandung pidana. Trump didakwa memalsukan catatan bisnis dan terlibat skandal suap pada masa kampanye 2016, sebelum terpilih sebagai presiden. Dalam sebuah konferensi pers, jaksa wilayah Manhattan, Alvin Bragg, tidak menyebut secara spesifik 34 tuduhan kejahatan yang dilakukan Trump itu. Namun dia menyinggung ihwal catatan palsu dalam pembukuan perusahaan keluarga Trump. Secara diam-diam, Trump memberikan uang kepada Stormy Daniels sebesar US$ 130 ribu (Rp 1,9 miliar)
Daniels adalah aktris film dewasa yang disebut-sebut sebagai selingkuhan Trump. Untuk memuluskan pencalonannya sebagai presiden, Trump meminta Daniels tutup mulut. Pemberian uang tutup mulut ini dilakukan melalui pengacara Trump, Michael Cohen. Pada 2018, Cohen membenarkan adanya praktik curang itu. Bahkan dia telah menjalani hukuman atas keterlibatannya dalam pelanggaran dana kampanye sehubungan dengan pemberian suap kepada Daniels.Di New York, pidana pemalsuan catatan bisnis dikategorikan sebagai pelanggaran ringan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. Namun, jika dikaitkan dengan pelanggaran pemilu, Trump dapat dipenjara 4 tahun. Dalam persidangan di pengadilan Manhattan, Selasa lalu, Trump membantah semua tuduhan kepadanya. "Tidak bersalah," kata pria berusia 76 tahun saat ini menjawab pertanyaan hakim. (Yetede)
PANDEMI COVID-19 Amerika Bantu Indonesia Rp 972 Miliar
Pemerintah AS melalui Badan untuk Pembangunan Internasional AS atau USAID telah menyalurkan lebih dari 65 juta dollar AS atau Rp 972 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Bantuan itu berupa sosialisasi pencegahan virus korona baru hingga pengadaan vaksin di Tanah Air. Sejak kasus Covid-19 pertama di Indonesia pada Maret 2020, USAID bersama dengan Kementerian Kesehatan RI telah membantu 1.983 rumah sakit dan laboratorium. Sebanyak 840.000 tenaga medis dantenaga kesehatanjuga sudah dilatih untuk menangani pasien Covid-19 dan memberikan vaksinasi kepada masyarakat. Dukungan USAID ini menjangkau lebih dari 260 juta atau 90 % masyarakat di Indonesia.
USAID juga telah membantu mendistribusikan 59.800 viral transport medium, 1.000 ventilator, dan 438 alat kesehatan lainnya ke 34 provinsi di Indonesia. USAID mengirimkan lebih dari 100 juta dosis vaksin ke Indonesia, termasuk 42 juta dosis yang disumbangkan AS. ”Dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, Indonesia dan AS bekerja sama untuk menghadapi pandemi. Bersama-sama kita telah secara signifikan menurunkan kematian dan kesakitan yang berat,” kata Wakil Dubes AS untuk Indonesia Michael F Kleine saat acara Penutupan Penanggulangan Covid-19 USAID di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (31/3). (Yoga)
Dua Anak Usaha Group Adani Terpapar Resiko
Pilihan Editor
-
BI Masih Kaji Penerbitan Uang Digital
21 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022









