;
Tags

Amerika Serikat

( 390 )

Data Inflasi Konsumen AS Positif

KT1 11 May 2023 Investor Daily

WASHINGTON, ID – Laju inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) secara luas naik pada April 2023. Tapi laju kenaikan tahunan 4,9% adalah yang terendah setidaknya dalam satu tahun terakhir dan memberikan harapan bahwa biaya hidup di AS akan turun di akhir tahun ini. Pasar finansial pun memandang data inflasi konsumen tersebut positif. WASHINGTON, ID – Laju inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) secara luas naik pada April 2023. Tapi laju kenaikan tahunan 4,9% adalah yang terendah setidaknya dalam satu tahun terakhir dan memberikan harapan bahwa biaya hidup di AS akan turun di akhir tahun ini. Pasar finansial pun memandang data inflasi konsumen tersebut positif.  “Laporan hari ini menunjukkan bah wa kampanye The Fed untuk menekan inflasi berhasil, meskipun lebih lambat dari yang mereka inginkan. Tapi untuk pasar keuangan, angka inflasi hari ini adalah positif bersih,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial, seperti dikutip CNBC. Laju inflasi AS secara umum tetap bertahan tinggi meskipun upaya The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan harga-harga. Karena sasaran inflasi jangka panjang bank sentral AS tersebut adalah 2%, yang sebesar 2%. Laporan tersebut memberikan kabar baik dan buruk tentang inflasi karena para pejabat The Fed mem pertimbangkan langkah selanjutnya terhadap kebijakan suku bunga. Biaya rumah tinggal, yang merupakan sepertiga dari bobot IHK, naik lagi 0,4% pada bulan tersebut dan sekarang naik 8,1% dibandingkan tahun lalu. (Yetede)

Masalah Plafon Utang Bisa Memicu Krisis Konstitusi

KT1 09 May 2023 Investor Daily (H)

WASHINGTON, ID – Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Janet Yellen mengeluarkan peringatan keras bahwa kegagalan Kongres dalam mengambil tindakan atas plafon utang dapat memicu krisis konstitusional. Kegagalan itu juga dapat menuai pertanyaan soal kelayakan kredit pemerintah federal AS. Dalam peringatan tanda bahaya itu, Yellen menyebutkan kemungkinan konsekuensi pasar keuangan jika pagu utang tidak dinaikkan pada awal Juni 2023. Ia juga menambahkan, pemerintah federal dapat kekurangan uang tunai untuk membayar tagihan-tagihannya. “Negosiasi mengenai masalah ini tidak boleh dilakukan ‘dengan menodongkan pistol ke kepala rakyat Amerika’,” ujar Yellen saat diwawancarai ABC, yang dikutip Reuters pada Minggu (07/05/2023).
Di samping itu, Biden telah meminta Kongres untuk menaikkan plafon utang tanpa syarat. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dikuasai Partai Republik, pada bulan lalu meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk menaikkan plafon utang pemerintah yang sebesar US$ 31,4 triliun. Tetapi langkah tersebut, termasuk pemotongan pengeluaran besar-besaran selama dekade berikutnya, mendapat tentangan dari Biden dan rekan-rekannya dari Partai Demokrat. (Yetede)

190 Bank di AS Berpotensi Bangkrut

KT3 06 May 2023 Kompas

Sedikitnya 190 bank di Amerika Serikat berpotensi bangkrut. Dari jumlah itu, kini 12 bank dipersepsikan terancam bangkrut, ditandai dengan kejatuhan tajam harga-harga sahamnya. Perdagangan saham dua bank di AS, PacWest dan Western Alliance, terpaksa  dihentikan karena kejatuhan saham 50 % lebih dalam sehari, Rabu (3/5/2023). Sebanyak 4.844 bank di AS menghadapi persoalan penurunan nilai aset mereka akibat kenaikan suku bunga bank sentral AS. (Yoga)

Kenaikan Bunga The Fed Tidak Pengaruhi Rupiah

KT3 05 May 2023 Kompas

Kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, sebesar 0,25 % poin menjadi 5-5,25 %, pada hari Rabu (3/5) waktu setempat, diyakini tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas nilai tukar. Sebab, kenaikan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. ”Karena sesuai ekspektasi, para pemilik modal pun tidak lantas serta-merta menarik modalnya dari Indonesia atau capital outflow sehingga tidak memicu gejolak nilai tukar rupiah,” ujar Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual saat dihubungi pada Kamis (4/5).

David menjelaskan, berbagai indikator perekonomian Indonesia yang dalam kondisi positif juga memberikan keyakinan para pemilik modal bahwa risiko investasi di Indonesia cenderung menurun. Alih-alih melemah setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga, nilai tukar rupiah justru menguat terhadap dollar AS. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Kamis, kurs rupiah ditutup di level Rp 14.632, menguat ketimbang perdagangan Rabu yang sebesar Rp 14.706. Adapun sejak awal tahun hingga Kamis (4/5), nilai tukar rupiah telah menguat sebesar 6,15 %. Penguatan nilai tukar rupiah itu ditopang oleh derasnya arus modal masuk ke dalam negeri. (Yoga)


Diuntungkan oleh Pelemahan Dolar AS

KT1 05 May 2023 Tempo (H)

JAKARTA - Dedolarisasi membawa dampak positif bagi pergerakan kurs non-dolar Amerika Serikat. Permintaan akan dolar AS menjadi lebih rendah karena transaksi perdagangan global menjadikan mata uang lokal sebagai preferensi kurs utama, khususnya dalam hubungan bilateral. Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menuturkan dedolarisasi melemahkan kurs dolar AS dan memperkuat mata uang domestik, termasuk rupiah. “Rupiah diperkirakan menguat di kisaran 14.500-14.750 per dolar AS hingga akhir tahun nanti,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Penguatan mata uang negara-negara berkembang, di sisi lain, memberikan peluang penguatan impor barang-barang modal. Harga produk barang dan jasa asal AS pun akan menjadi lebih murah sehingga ikut membawa dinamika dalam persaingan perdagangan di pasar global.

Piter melanjutkan, dominasi dolar AS kian goyah kala sejumlah negara dengan ekonomi kuat melempar wacana untuk membentuk mata uang bersama, di antaranya Cina, Rusia, India, dan Brasil. “Mata uang bersama ini diyakini akan menggoyang posisi dolar sebagai mata uang utama dunia.” Sebagaimana diketahui, ketegangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina menjadi momentum bagi banyak negara yang berseberangan dengan Amerika untuk meninggalkan dolar AS dan membuat poros tandingan. (Yetede)

Bokek, AS Terancam Gagal Bayar per Juni

KT3 03 May 2023 Kompas

AS lagi-lagi terancam gagal bayar. Uang tunai hasil penerimaan negara dan langkah-langkah di luar kebiasaan yang dikelola Departemen Keuangan AS tak akan cukup untuk membayar kewajiban-kewajiban pemerintah federal mulai Juni 2023. Situasi darurat keuangan Pemerintah AS itu disampaikan Menkeu Janet Yellen dalam surat resmi kepada Ketua DPR AS Kevin McCarthy. Surat tertanggal 1 Mei itu merupakan surat tindak lanjut atas surat Yellen kepada McCarthy per 13 Januari tentang batas maksimal atau pagu utang Pemerintah AS dan kemampuan Departemen Keuangan AS membiayai operasionalisasi pemerintah federal.

”Pada surat 13 Januari, saya memberi catatan bahwa uang tunai dan langkah-langkah di luar kebiasaan untuk membiayai operasionalisasi pemerintah federal AS akan habis pada awal Juni,” kata Yellen dalam surat terakhirnya. Setelah mengevaluasi realisasi penerimaan pajak federal baru-baru ini, menurut Yellen, perkiraan optimistis menunjukkan bahwa Departemen Keuangan AS tidak akan mampu membayarkan kewajiban-kewajiban pada awal Juni. ”Dan itu  sangat mungkin terjadi sejak 1 Juni jika Kongres tidak menaikkan atau menunda pagu utang,” katanya. Yellen menegaskan, kegagalan Kongres meningkatkan pagu utang pemerintah akan menyebabkan kesulitan bagi warga AS dan mencederai posisi kepemimpinan global AS. Persoalan itu juga akan menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan AS mempertahankan kepentingan keamanan nasionalnya. (Yoga)


Diversifikasi Mata Uang Lokal Kurangi Ketergantungan Terhadap Dollar AS

KT1 26 Apr 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Sejumlah negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS atau dedolarisasi dengan melakukan diversifikasi mata uang lokal. Sebab, dolar AS relatif rentan terhadap beragam isu terutama yang berkaitan dengan kondisi perekonomian global. “Ada beragam faktor yang kemudian menjadi alasan banyak negara yang mulai mengalihkan penggunaan mata uangnya dan tidak bertumpu hanya kepada dolar AS saja, tetapi lebih ke mata uang yang lebih bervariasi terutama dalam melakukan aktivitas transaksi perdagangan barang dan jasa,” jelas Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet kepada Investor Daily, Selasa (25/4/2023). Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), sejak tahun 2018 BI sudah menjalankan kebijakan penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau disebut local currency transaction (LCT). Kebijakan LCT sudah dijalankan dengan empat negara yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok. Pada Mei 2023 ini, BI akan melakukan kerja sama mengenai LCT dengan satu negara lagi yaitu Korea Selatan. Yusuf berpendapat, dengan adanya upaya melakukan dedolarisasi akan memudahkan proses settlement terutama dari dua mata negara yang melakukan transaksi perdagangan. Negara-negara yang melakukan kegiatan perdagangan tidak perlu mengkonversi nilai perdagangan mereka ke nilai dolar AS terlebih dahulu namun langsung ke nilai mata uang dari masing-masing negara tersebut. (Yetede)

TRANSPARANSI Gaji Biden dan Pejabat Indonesia

KT3 20 Apr 2023 Kompas

Menjadi Presiden AS kerap disebut menjadi orang paling berkuasa di Bumi. Namun, siapa sangka, gaji mutakhir presiden negara adikuasa itu tergolong kecil. Ini terungkap dari laporan pajak tahunan Joe Biden pada 2022. Gedung Putih mengumumkannya pada Selasa (18/4). Sebagai Presiden AS, Biden menerima gaji 400.000 USD atau hampir Rp 6 miliar per tahun. Dibandingkan dengan penghasilan rata-rata warga AS senilai 51.480 USD pada 2022, gaji Biden bisa jadi besar. Namun, jika dibandingkan dengan para pendahulunya, nilai riil gaji Biden tergolong kecil. Presiden AS periode 1869-1877, Ulysses S Grant, menerima gaji 50.000 USD per tahun. Dengan nilai sekarang, gaji Grant setara 620.000 USD per tahun. Biden mengakui gajinya dari dulu kecil.

Selama 36 tahun menjadi senator AS, ia memilih bolak-balik Washington-Delaware dengan kereta setiap hari. Alasannya, ia tak sanggup punya dua rumah sekaligus, di Washington dan Delaware. Lewat pengungkapan salinan laporan pajaknya, Biden memberi teladan bahwa pejabat publik harus transparan. Pada masa kampanye, Biden menjanjikan transparansi dalam pemerintahannya sekaligus mengungkap laporan pajaknya selama 22 tahun. Tentu saja, setiap presiden AS mendapatkan sejumlah fasilitas gratis, seperti tempat tinggal, transportasi, dan pengamanan. Namun, setiap presiden AS harus membayar sendiri makanan dan kebutuhan bulanan keluarga mereka. Bagaimana dengan Indonesia? Atas nama transparansi dan mencegah konflik kepentingan, kapan presiden-wakil presiden serta para kandidat sukarela mengungkap surat pemberitahuan pajak mereka? (Yoga)


Ramai-ramai Melepas Ketergantungan terhadap Dolar

KT1 20 Apr 2023 Tempo

Upaya berbagai negara melepaskan diri dari ketergantungan pada penggunaan mata uang dolar AS atau dedolarisasi mulai menguat. Wacana tersebut kini telah diejawantahkan oleh berbagai negara dengan mengusung transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal.Tak cukup dengan model transaksi tersebut, kini aliansi Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan alias BRICS akan membuat alat pembayaran baru sebagai cara untuk meninggalkan dolar AS serta euro. Saat ini lima negara tersebut telah menggunakan mata uangnya masing-masing dalam transaksi antar-negara. Gubernur BI Perry Warjiyo belum mendengar usulan konkret aliansi lima negara tersebut akan menerbitkan mata uang baru. "Tapi kami mendengar negara-negara BRICS memang melakukan diversifikasi ke arah non-dolar," ujar Perry setelah mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Selasa kemarin.

Perry mengatakan gagasan diversifikasi penggunaan mata uang juga telah digaungkan Indonesia melalui skema transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT). Menurut dia, skema itu tak lain adalah upaya dedolarisasi atau penggunaan mata uang selain dolar. Saat ini, skema LCT telah dijalin antara Indonesia dan beberapa negara, antara lain Thailand, Malaysia, hingga Jepang. Perry berujar kerja sama tersebut terus diperluas ke negara-negara lain di ASEAN ataupun wilayah lainnya. Terbaru, Indonesia akan menandatangani kerja sama dengan Korea Selatan. (Yetede)


Tugas Fed Menurunkan Inflasi Terlalu Berat

KT3 18 Apr 2023 Kompas

Misi Bank Sentral AS menurunkan suku bunga berat. Ini bukan saja soal stimulus ekonomi dengan jumlah dana berlebihan, penyebab inflasi. Kebijakan fiskal Pemerintah AS yang selalu defisit turut membebani. Ini masih ditambah dengan kebijakan luar negeri AS yang sangat menonjolkan konfrontasi dengan blok China dan berefek inflatoir. Ekonom Jeremy Siegel konstan menentang lanjutan kenaikan suku bunga. Sejak akhir 2022, Siegel memperingatkan kenaikan suku bunga harus diredam karena akan memukul perekonomian. Namun, suara umum menyebutkan inflasi sebesar 5 % masih terlalu tinggi dan suku bunga perlu dinaikkan lagi hingga inflasi mencapai 2 %. Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell terjepit di tengah dua opini: melanjutkan kenaikan suku bunga atau menghentikannya. Rapat Komite Kebijakan Pasar Terbuka Fed (FOMC), 21-22 Maret 2023, memperlihatkan kegamangan itu.

FOMC menghadapi trilema, terkait pertumbuhan, inflasi, dan krisis keuangan/perbankan yang tidak bisa dicapai bersamaan. Kenaikan suku bunga mencegah pertumbuhan ekonomi dan telah membuat Silicon Valley Bank (SVB) bangkrut. ”Beberapa pembuat kebijakan di Federal Reserve berpikir untuk menghentikan kenaikan suku bunga,” demikian hasil pertemuan itu. Dalam pertemuan itu, khususnya Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyatakan suku bunga tetap perlu dinaikkan. Jika tidak, risikonya adalah kenaikan inflasi kembali. Goolsbee menyimpulkan, FOMC perlu menaikkan suku bunga ketimbang berpikir semata soal risiko pengetatan kucuran kredit perbankan AS akibat kenaikan suku bunga. Di akhir pertemuan FOMC diputuskan, kenaikan suku bunga hanya sebesar 0,25 %, menjadikan suku bunga naik di kisaran 4,75-5 %. (Yoga)