Amerika Serikat
( 385 )Biden Bersedia Kompromi untuk Capai Kesepakatan
HIROSHIMA, ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (21/05/2023) menyebut tawaran terbaru Partai Republik dalam pembicaraan untuk menaikkan plafon utang pemerintah federal tidak dapat diterima. Tetapi dia mengatakan akan bersedia memotong pengeluaran bersama dengan penyesuaian pajak untuk mencapai kesepakatan. Sebelum meninggalkan Hiroshima, Jepang, usai mengikuti pertemuan para pemimpin kelompok negara G7, Biden menduga sebagian Republikan di Kongres malah ingin melihat AS gagal bayar atas utangnya. Sehingga hasil yang membawa malapetaka itu akan mengadang Biden, yang seorang Demokrat, untuk terpilih kembali pada pemilihan presiden 2024. Kurang dari dua pekan tersisa hingga 1 Juni 2023. Saat itu tiba, Departemen Keuangan (Depkeu) AS telah mengingatkan bahwa pemerintah federal tidak dapat membayar semua utangnya. Ini akan memicu default yang akan menyebabkan kekacauan di pasar keuangan dan lonjakan suku bunga. Biden mengatakan akan berbicara dengan Ketua DPR dari Republik Kevin McCarthy dalam penerbangan pulang. Ia berharap McCarthy telah siapuntuk bernegosiasi secara langsung. “Sebagian besar dari apa yang telah mereka usulkan, sejujurnya, tidak dapat diterima. Sudah waktunya bagi Partai Republik untuk menerima bahwa tidak ada kesepakatan bipartisan yang dibuat semata-mata hanya berdasarkan persyaratan partisan mereka. Mereka juga harus mau berkorban,” kata Biden, seperti dikutip Reuters. ((Yetede)
Polisi Bongkar Uang Palsu Rp 5,85 Miliar
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran mata uang asing palsu senilai 392.200 dollar AS atau Rp 5,85 miliar. Polisi masih menyelidiki kasus asal pembuatan uang palsu itu. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis mengatakan, tim Subdirektorat II Fiskal Moneter dan Devisa menangkap 12 pelaku tindak pidana peredaran uang dollar AS palsu. ”Pengungkapan kasus pertama, kami menyita 30 lak atau 2.822 lembar uang pecahan 100 dollar AS, pada Jumat(28/4). Lalu, pada pengungkapan kedua ada 10 lak atau 1.000 lembar uang pecahan 100 dollar AS, Selasa (9/5). Total ada 392.200 dollar AS,” kata Auliansyah, Jumat (19/5).
Dalam aksinya, para tersangka mengincar atau menjual uang dollar AS palsu secara person to person atau perorangan. Tersangka menganggap cara ini lebih aman daripada menjual melalui media sosial atau secara daring. Bagi orang awam, sulit membedakan uang dollar AS itu asli atau palsu. Jika uang asing itu beredar, kata Auliansyah, akan merugikan secara individual bahkan perlahan bisa menimbulkan inflasi dan lambat laun mengacaukan ekonomi. Di TKP pertama, lanjut Auliansyah, pihaknya menangkap tiga pelaku berinisial MZ (46), ASA (48), dan RDP (29), di RM Padang Sederhana, Jalan Panjang, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar. Di lokasi itu, ketiga pelaku membawa 1.934 dollar AS. (Yoga)
PGN Buyback Obligasi Global US$ 950 Juta
JAKARTA, ID - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS) menggelar penawaran tender (tender offer) untuk membeli kembali (buyback) sisa obligasi global sebesar US$ 950 juta dari total US$ 1,35 miliar. Sebelumnya, perseroan telah menuntaskan buyback global bond ini sebesar $ 400 juta. Berdasarkan deals.is.kroll.com, pada 18 Mei 2023, PGN mengumumkan penawaran tender untuk membeli secara tunai sisa obligasi senior dengan kupon 5,125% per tahun dan jatuh tempo pada 2024 itu. Harga penawaran tender adalah US$ 1.006 per US$ 1.000, ditambah bunga yang masih harus dibayar dan belum dibayar. PGN menggunakan pinjaman komersial eksternal tertentu dari bank bersama uang tunai, untuk mendanai buyback dan membayar bunga obligasi ini. “Buyback obligasi ini dilakukan sebagai langkah proaktif perseroan dalam mengelola obligasi yang akan jatuh tempo,” jelas manajemen PGN dalam keterangan tertulis, Jumat (19/5/23). Masa penawaran tender ini berlaku hingga 25 Mei 2023 pada pukul 17:00 waktu New York, kecuali diperpanjang atau dihentikan lebih awal seperti yang dijelaskan dalam memorandum penawaran tender. Dalam aksi ini, perseroan menunjuk BNP Paribas, Mandiri Securities Pte. Ltd. dan Stan dard Chartered Bank sebagai manajer dealer. (Yetede)
The Fed, Antara Menunda atau Menaikkan Suku Bunga
WASHINGTON, ID – Wall Street, para pelaku usaha kecil dan calon pembeli rumah kemungkinan dapat bernapas lega jika The Federal Reserve (The Fed) memilih untuk tidak menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan pada Juni 2023, seperti diperkirakan banyak pialang dan analis. Namun, tampaknya para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak sekadar masih ragu Jumat (19/05/2023) waktu setempat, ketika Gubernur The Fed Jerome Powell berbicara dipanel kebijakan moneter pada konferensi penelitian staf bank sentral AS di Washington. Panel ini sendiri dijadwalkan dimulai pukul 11.00 waktu setempat. Powell sendiri mungkin akan dibatasi mengenai seberapa jauh ia dapat bersandar pada saat ini. Apalagi The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga, jika kebuntuan politik mengenai plafon utang federal AS masih belum terselesaikan. Dan apabila gagal bayar utang AS benar-benar terjadi, bank sentral bahkan mungkin akan terdorong mengambil langkah-langkah darurat untuk meringankan beban ekonomi. Di sisi lain, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menangkap (perubahan) situasi yang terjadi di awal minggu ini, ketika ia mengatakan punya kecenderungan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan Juni. Tapi keputusan yang disampaikannya tidak membahas banyak hal tentang masa depan. “Saya akan mengatakan bahwa ini adalah sebuah jeda, namun jeda bisa berarti lompatan atau bisa juga sebuah penundaa. (Yetede)
Montana Melarang Warganya Main Tiktok
Montana menjadi negara bagian pertama di AS yang melarang sepenuhnya penggunaan media sosial Tiktok. Gubernur Montana Greg Gianforte, Rabu (17/5) menandatangani aturan yang menghapus penggunaan Tiktok, aplikasi milik perusahaan teknologi China, Bytedance. ”Hari ini, Montana mengambil tindakan paling menentukan untuk melindungi data pribadi dan informasi personal sensitif milik warga agar tidak dipanen Partai Komunis China,” kata Gi anforte dalam pernyataannya. Aturan baru di Montana ini melarang pengunduhan Tiktok di seluruh negara bagian. Pihak mana pun yang menawarkan akses atau pengunduhan Tiktok akan didenda 10.000 USD (Rp 148 juta) per hari. Meski demikian, hukuman ini tidak diterapkan pada individu. Dengan demikian, Apple dan Google harus menghapus Tiktok dari toko aplikasi mereka. Jika tidak, perusahaan bisa dikenai denda harian. Langkah ini diperkirakan akan ditantang secara hokum dan menjadi ujian bagi AS yang ingin bebas Tiktok.
Juru bicara Tiktok, Brooke Oberwetter, menyebutkan aturan oleh Montana melanggar hak rakyat sesuai amendemen pertama. ”Kami ingin meyakinkan warga Montana bahwa mereka bisa terus menggunakan Tiktok untuk mengekspresikan diri, mencari penghasilan, dan menemukan komunitas karena kami terus bekerja untuk mempertahankan hak pengguna kami di dalam dan di luar Montana,” katanya. Tiktok menyatakan bakal melawan larangan di Montana, bersama pemilik usaha kecil yang menggunakan aplikasi itu untuk iklan dan membantu pertumbuhan bisnis dengan menjangkau lebih banyak pelanggan. Video-video lucu disertai kemudahan penggunaannya membuat Tiktok populer. NetChoice, asosiasi perdagangan yang meliputi Google dan Tiktok, menyebut larangan itu tidak konstitusional. ”Ini jelas pelanggaran konstitusi yang melarang pemerintah membatasi rakyat Amerika mengakses kebebasan berbicara secara daring lewat laman atau aplikasi,” ujar Carl Szabo, Wakil Presiden NetChoice, dalam pernyataan. (Yoga)
Bank Besar di AS Ikut Kena Tulah Bank Kolaps
Dampak ikutan dari kolapsnya sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) akhirnya dirasakan secara langsung oleh banyak bank lainnya di negara ini. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), yang merupakan Lembaga Penjamin Simpanan di AS, mengatakan, bank-bank lain akan ikut mengisi kembali dana FDIC yang tergerus.
FDIC menuturkan, untuk menyelamatkan Silicon Valley Bank dan dua bank lainnya dari kebangkrutan, FDIC mengeluarkan dana dari dana jaminan simpanan hingga US$ 16 miliar. Nah, keranjang dana yang terkuras tersebut harus diisi kembali.
FDIC mengusulkan penerapan biaya penilaian khusus sebesar 0,125% untuk simpanan yang tidak dijamin di bank dengan aset lebih dari US$ 5 miliar. Dalam hitungan lembaga tersebut, bank dengan aset lebih dari US$ 50 miliar akan menanggung sekitar 95% dari kebutuhan dana.
Di sisi lain, bank dengan aset di bawah US$ 5 miliar tidak perlu membayar biaya apapun. Berdasarkan proyeksi FDIC, nanti akan ada 113 bank yang ikut menanggung biaya penjaminan.
Para pengamat mengkhawatirkan perkembangan ini akan menekan kinerja keuangan bank. Analis Credit Suisse Susan Roth Katzke menulis dalam risetnya, 14 bank terbesar di AS akan harus mengeluarkan sekitar US$ 5,8 miliar setahun. Ini akan mengikis laba per saham mereka rata-rata sekitar 3%.
Data Inflasi Konsumen AS Positif
WASHINGTON, ID – Laju inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) secara luas naik pada April 2023. Tapi laju kenaikan tahunan 4,9% adalah yang terendah setidaknya dalam satu tahun terakhir dan memberikan harapan bahwa biaya hidup di AS akan turun di akhir tahun ini. Pasar finansial pun memandang data inflasi konsumen tersebut positif. WASHINGTON, ID – Laju inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) secara luas naik pada April 2023. Tapi laju kenaikan tahunan 4,9% adalah yang terendah setidaknya dalam satu tahun terakhir dan memberikan harapan bahwa biaya hidup di AS akan turun di akhir tahun ini. Pasar finansial pun memandang data inflasi konsumen tersebut positif. “Laporan hari ini menunjukkan bah wa kampanye The Fed untuk menekan inflasi berhasil, meskipun lebih lambat dari yang mereka inginkan. Tapi untuk pasar keuangan, angka inflasi hari ini adalah positif bersih,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial, seperti dikutip CNBC. Laju inflasi AS secara umum tetap bertahan tinggi meskipun upaya The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan harga-harga. Karena sasaran inflasi jangka panjang bank sentral AS tersebut adalah 2%, yang sebesar 2%. Laporan tersebut memberikan kabar baik dan buruk tentang inflasi karena para pejabat The Fed mem pertimbangkan langkah selanjutnya terhadap kebijakan suku bunga. Biaya rumah tinggal, yang merupakan sepertiga dari bobot IHK, naik lagi 0,4% pada bulan tersebut dan sekarang naik 8,1% dibandingkan tahun lalu. (Yetede)
Masalah Plafon Utang Bisa Memicu Krisis Konstitusi
WASHINGTON, ID – Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Janet Yellen mengeluarkan peringatan keras bahwa kegagalan Kongres dalam mengambil tindakan atas plafon utang dapat memicu krisis konstitusional. Kegagalan itu juga dapat menuai pertanyaan soal kelayakan kredit pemerintah federal AS. Dalam peringatan tanda bahaya itu, Yellen menyebutkan kemungkinan konsekuensi pasar keuangan jika pagu utang tidak dinaikkan pada awal Juni 2023. Ia juga menambahkan, pemerintah federal dapat kekurangan uang tunai untuk membayar tagihan-tagihannya. “Negosiasi mengenai masalah ini tidak boleh dilakukan ‘dengan menodongkan pistol ke kepala rakyat Amerika’,” ujar Yellen saat diwawancarai ABC, yang dikutip Reuters pada Minggu (07/05/2023).
Di samping itu, Biden telah meminta Kongres untuk menaikkan plafon utang tanpa syarat. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dikuasai Partai Republik, pada bulan lalu meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk menaikkan plafon utang pemerintah yang sebesar US$ 31,4 triliun. Tetapi langkah tersebut, termasuk pemotongan pengeluaran besar-besaran selama dekade berikutnya, mendapat tentangan dari Biden dan rekan-rekannya dari Partai Demokrat. (Yetede)
190 Bank di AS Berpotensi Bangkrut
Sedikitnya 190 bank di Amerika Serikat berpotensi bangkrut. Dari jumlah itu, kini 12 bank dipersepsikan terancam bangkrut, ditandai dengan kejatuhan tajam harga-harga sahamnya. Perdagangan saham dua bank di AS, PacWest dan Western Alliance, terpaksa dihentikan karena kejatuhan saham 50 % lebih dalam sehari, Rabu (3/5/2023). Sebanyak 4.844 bank di AS menghadapi persoalan penurunan nilai aset mereka akibat kenaikan suku bunga bank sentral AS. (Yoga)
Kenaikan Bunga The Fed Tidak Pengaruhi Rupiah
Kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, sebesar 0,25 % poin menjadi 5-5,25 %, pada hari Rabu (3/5) waktu setempat, diyakini tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas nilai tukar. Sebab, kenaikan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. ”Karena sesuai ekspektasi, para pemilik modal pun tidak lantas serta-merta menarik modalnya dari Indonesia atau capital outflow sehingga tidak memicu gejolak nilai tukar rupiah,” ujar Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual saat dihubungi pada Kamis (4/5).
David menjelaskan, berbagai indikator perekonomian Indonesia yang dalam kondisi positif juga memberikan keyakinan para pemilik modal bahwa risiko investasi di Indonesia cenderung menurun. Alih-alih melemah setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga, nilai tukar rupiah justru menguat terhadap dollar AS. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Kamis, kurs rupiah ditutup di level Rp 14.632, menguat ketimbang perdagangan Rabu yang sebesar Rp 14.706. Adapun sejak awal tahun hingga Kamis (4/5), nilai tukar rupiah telah menguat sebesar 6,15 %. Penguatan nilai tukar rupiah itu ditopang oleh derasnya arus modal masuk ke dalam negeri. (Yoga)
Pilihan Editor
-
KKP Genjot Revitalisasi Tambak Udang Tradisional
23 Feb 2022 -
Minyak Goreng, Wajah Kemanusiaan Kita
24 Feb 2022









