The Fed, Antara Menunda atau Menaikkan Suku Bunga
WASHINGTON, ID – Wall Street, para pelaku usaha kecil dan calon pembeli rumah kemungkinan dapat bernapas lega jika The Federal Reserve (The Fed) memilih untuk tidak menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan pada Juni 2023, seperti diperkirakan banyak pialang dan analis. Namun, tampaknya para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak sekadar masih ragu Jumat (19/05/2023) waktu setempat, ketika Gubernur The Fed Jerome Powell berbicara dipanel kebijakan moneter pada konferensi penelitian staf bank sentral AS di Washington. Panel ini sendiri dijadwalkan dimulai pukul 11.00 waktu setempat. Powell sendiri mungkin akan dibatasi mengenai seberapa jauh ia dapat bersandar pada saat ini. Apalagi The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga, jika kebuntuan politik mengenai plafon utang federal AS masih belum terselesaikan. Dan apabila gagal bayar utang AS benar-benar terjadi, bank sentral bahkan mungkin akan terdorong mengambil langkah-langkah darurat untuk meringankan beban ekonomi. Di sisi lain, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menangkap (perubahan) situasi yang terjadi di awal minggu ini, ketika ia mengatakan punya kecenderungan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan Juni. Tapi keputusan yang disampaikannya tidak membahas banyak hal tentang masa depan. “Saya akan mengatakan bahwa ini adalah sebuah jeda, namun jeda bisa berarti lompatan atau bisa juga sebuah penundaa. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023