Biden Bersedia Kompromi untuk Capai Kesepakatan
HIROSHIMA, ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (21/05/2023) menyebut tawaran terbaru Partai Republik dalam pembicaraan untuk menaikkan plafon utang pemerintah federal tidak dapat diterima. Tetapi dia mengatakan akan bersedia memotong pengeluaran bersama dengan penyesuaian pajak untuk mencapai kesepakatan. Sebelum meninggalkan Hiroshima, Jepang, usai mengikuti pertemuan para pemimpin kelompok negara G7, Biden menduga sebagian Republikan di Kongres malah ingin melihat AS gagal bayar atas utangnya. Sehingga hasil yang membawa malapetaka itu akan mengadang Biden, yang seorang Demokrat, untuk terpilih kembali pada pemilihan presiden 2024. Kurang dari dua pekan tersisa hingga 1 Juni 2023. Saat itu tiba, Departemen Keuangan (Depkeu) AS telah mengingatkan bahwa pemerintah federal tidak dapat membayar semua utangnya. Ini akan memicu default yang akan menyebabkan kekacauan di pasar keuangan dan lonjakan suku bunga. Biden mengatakan akan berbicara dengan Ketua DPR dari Republik Kevin McCarthy dalam penerbangan pulang. Ia berharap McCarthy telah siapuntuk bernegosiasi secara langsung. “Sebagian besar dari apa yang telah mereka usulkan, sejujurnya, tidak dapat diterima. Sudah waktunya bagi Partai Republik untuk menerima bahwa tidak ada kesepakatan bipartisan yang dibuat semata-mata hanya berdasarkan persyaratan partisan mereka. Mereka juga harus mau berkorban,” kata Biden, seperti dikutip Reuters. ((Yetede)
Tags :
#Amerika SerikatPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023