;
Tags

Amerika Serikat

( 385 )

Terganjal Pemulihan Ekonomi AS

KT1 29 Jan 2024 Investor Daily (H)
Reli Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlangsung sejak November 2023 terganjal oleh pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS)  yang melampui prediksi. Pada pekan lalu, IHSG terpangkas 1,25% ke level 7.137, sedangkan market cap terkikis 0,65% menjadi  Rp11,345 triliun dari Rp11.420 riliun. Selama Januari 2024, indeks turun 1,87%, dibandingkan  sepanjang 2023 yang tumbuh 6%. Tren ini diprediksi terus berlanjut dalam   beberapa bulan kedepan . Alasannya, perbaikan ekonomi AS, yang terlihat pada kuatnya pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja bisa membuat rencana penurunan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) mundur dari Maret 2024 menjadi semester II. Keadaan ini membuat indeks AS menguat, sehingga rupiah terpukul. Sementara itu, imbal hasil (yield) US Treasury (UST) seri banchmark 10 tahun kembali menembus level 4%. (Yetede)

Ekonomi AS Lampaui Estimasi, Rupiah Melemah

KT1 27 Jan 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) mencapai 3,3% secara tahunan year on year (yoy) pada kuartal IV-2023, melampaui estimasi kalangan analis Wall Street sebesar 2%. Ini memperkuat prediksi The Federal Reserve (The Fed) tidak jadi menurunkan suku bunga acuan pada Maret 2024. Sejalan dengan itu, rupiah terkapar dan menyeret indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona merah. Berdasarkan kurs JISDOR BI, rupiah melemah 0,3% ke level Rp 15.829 per dolar AS, Jumat (26/1/2024), dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu, di pasar spot, rupiah turun 0,09% ke level Rp 15.810 per dolar AS, berdasarkan data RTI. IHSG anjlok 0,57% ke level 7.137, melanjutkan tren sejak Rabu. Asing mencetak net sell Rp1,05 triliun. Selama ini, musuh pasar saham Indonesia adalah kebijakan suku bunga tinggi di AS. (Yetede)

Pengajuan Baru Tunjangan Pengangguran Turun Tajam

HR1 20 Jan 2024 Kontan
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tetap tangguh meski suku bunga masih tinggi. Ketangguhan ini tercermin dari data pengajuan baru tunjangan pengangguran pada pekan lalu yang menyusut signifikan dari pekan sebelumnya. Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran pada pekan yang berakhir pada 13 Januari 2024 tercatat hanya sebanyak 187.000 orang. Angka ini berkurang 16.000 dari minggu sebelumnya dan merupakan level terendah dalam satu setengah tahun terakhir. Penurunan ini, ditambah dengan angka pertumbuhan penjualan ritel yang tetap kuat pada Desember lalu, memberikan gambaran ekonomi AS tetap optimistis. Kondisi ini diprediksi akan membuat potensi The Fed memangkas bunga acuan pada Maret mendatang semakin kecil. "Pasar tenaga kerja tetap kuat. Ini mendukung pandangan pandangan kami bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga pertengahan tahun 2024," kata Eugenio Aleman, Kepala Ekonom Raymond James, dilansir Reuters, Jumat (19/1). Penurunan klaim antara periode survei Desember dan Januari, menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang kuat masih berlanjut pada bulan ini. Perekonomian menambah 216.000 pekerjaan pada bulan Desember. Adapun klaim lanjutan tunjangan pengangguran turun 26.000 jadi 1,81 juta selama pekan yang berakhir 6 Januari, terendah sejak Oktober.

Sinyal Suku Bunga Fed, Keraguan Tetap Melekat

KT3 16 Dec 2023 Kompas

Bank Sentral AS memproyeksikan akan ada penurunan suku bunga inti pada 2024 dan setelahnya, karena inflasi makin menurun. Suku bunga yang menurun diperlukan untuk mencegah resesi. Sejauh ini AS disebutkan beruntung karena kenaikan suku bunga sejak Maret 2022 tidak membawa perekonomian memasuki resesi, hanya penurunan kecil pertumbuhan atau soft landing. Namun, tak semua pihak yakin dengan skenario Bank Sentral AS (The Fed) tentang penurunan suku bunga dan soft landing. Kerapuhan tetap menjadi warna perekonomian AS, termasuk inflasi yang sewaktu-waktu bisa kembali menekan. Kerapuhan dalam perekonomian AS perlu diperhatikan. Efeknya besar pada kestabilan keuangan global. Hanya saja, di balik kerapuhan itu, Fed melihat sinyal baik untuk sementara waktu. Suku bunga inti (prime rate), yang juga disebut sebagai suku bunga acuan, saat ini di angka 5,25-5,5 %. Suku bunga inti ini dipertahankan di kisaran tersebut dalam pertemuan Komite Kebijakan Pasar Terbuka Fed (FOMC), Washington, Rabu (13/12).

Suku bunga inti tersebut diproyeksikan akan diturunkan perlahan ke level 4,6 % pada 2024. Alasannya, inflasi sepanjang 2024 diproyeksikan akan berkisar pada angka 2,4 % dan pada 2025 menjadi 2,2 % serta menuju target 2 % pada 2026. Meski direncanakan menurun pada 2024, suku bunga tetap relatif tergolong tinggi dan berefek negatif terhadap pertumbuhan. Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,4 % pada 2024. Pertumbuhan akan naik menjadi 1,8 % pada 2025 dan 1,9 % pada 2026 seiring dengan penurunan suku bunga secara bertahap. Menurut Gubernur Fed Jerome Powell, proyeksi penurunan suku bunga pada 2024 didasarkan pada gejala penurunan suku bunga yang terus terjadi hingga November 2023. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi pada November 2023 sebesar 3,1 %. Ini merupakan penurunan dari inflasi pada Oktober 2023 sebesar 3,2 %. (Yoga)

Joe Biden: Menduduki Gaza Adalah Kesalahan Besar

KT1 18 Nov 2023 Investor Daily (H)
SAN Fransisco,ID-Presiden Amerika Serika (AS  Joe Biden pada Kamis (16/11/2023) waktu setempat menyampaikan kepada Perdana Menteri (PM) benjamin Netanyahu bahwa langkah israel untuk menduduki wilayah Gaza  akan menjadi kesalahan besar. Biden juga kembali mengusulkan solusi dua negara sebagai  satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. "Saya telah menjelaskan pada Israel bahwa saya pikir merupakan kesalahan besar jika mereka pikir bahwa mereka akan menduduki Gaza dan mempertahankan Gaza. Saya rasa itu tidak akan berhasil," ujar Biden. Konferensi pers-yang digelar usai melakukan pembicaraan empat jam dengan Presiden China Xi Jinping- menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri pertumpahan darah adalah dengan solusi dua negara, dimana Israel dan Palestina hidup berdampingan. (Yetede)

AS Dukung Israel, Dunia Gagal Hentikan Serangan ke Gaza

KT3 16 Nov 2023 Kompas (H)

Dunia gagal mendesak Israel menghentikan serangan ke Gaza. Pada Rabu (15/11) Israel malah mengaku telah menyerbu rumah sakit di Gaza. Apalagi, serbuan itu mendapat dukungan dari AS. Jubir Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, menyebut ada informasi intelijen soal kegiatan Hamas di bawah sejumlah rumah sakit di Gaza. Hamas dan aneka kelompok perlawanan Gaza disebutnya membuat jaringan terowongan di bawah sejumlah rumah sakit. Terowongan menjadi pusat komando dan penyimpanan senjata. Pernyataan itu dianggap Hamas sebagai izin AS bagi Israel menyerbu Rumah Sakit Al-Shifa. Pasukan militer Israel, IDF, menyerbu rumah sakit itu pada Rabu dini hari. Serangan itu melanjutkan pengepungan IDF terhadap RS Al-Shifa. Selama pengepungan, tank-tank IDF berulang kali menembak rumah sakit itu. Penembak runduk Israel juga menyerang berbagai orang di rumah sakit itu.

Dirjen Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Bursh mengatakan, Israel memulai serangan dari sayap barat rumah sakit. Bagian bedah dan ruang gawat darurat RS Al-Shifa menjadi tempat pertama yang diserbu pasukan IDF. Staf ruangan gawat darurat RS Al-Shifa, Omer Zaqout, menyebut bahwa pasukan IDF menyerang dan menangkap sejumlah pengungsi di rumah sakit. IDF menelanjangi lalu menutup mata orang-orang yang ditangkap. Dalam pernyataan terpisah, Hamas menyebut ada 650 pasien dan 7.000 pengungsi di Al-Shifa. Mereka ketakutan oleh serangan IDF. Zaqout menyangkal pernyataan IDF bahwa IDF membawa bantuan ke rumah sakit. ”Mereka (IDF) hanya membawa teror,” katanya kepada Al Jazeera. Akibat serangan itu, ratusan orang tewas di halaman rumah sakit. Pegawai rumah sakit tidak berani mengevakuasi mereka karena khawatir ditembak IDF. (Yoga)

The Fed Tidak Yakin Sudah Mengatasi Inflasi

KT1 11 Nov 2023 Investor Daily
WASHINGTON,ID-Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa dirinya dan pembuat kebijakan cukup puas dengan laju inflasi yang melambat. Tetapi, mereka merasa tidak yakin apakah sudah melakukan cukup banyak hal untuk mempertahankan momentum itu. Pernyataan Powell itu disampaikan lebih dari seminggu setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) memilih mempertahankan suku bunga acuan. Dalam pidato pada Kamis (09/11/2023), ia menyampaikan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan guna memerangi kenaikan harga. "Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berkomitmen mencapai sikap kebijakan moneter yang cukup ketat untuk menurunkan inflasi hingga 2% dari waktu ke waktu. (Namun), kami tidak yakin telah mencapai  sikap seperti itu," ujarnya dalam sambutannya di hadapan audiensi IMF di Washington, DC, yang dlansir NC pada Jumat (10/11/2023). (Yetede)

Ekspor Udang RI Hadapi Tuduhan Dumping AS

KT3 04 Nov 2023 Kompas

Ekspor produk udang Indonesia terkena tuduhan praktik dumping dan praktik subsidi di pasar AS. Hal itu dinilai perlu segera disikapi agar perdagangan komoditas unggulan perikanan itu tidak terganjal di negara tujuan utama ekspor. Dumping merupakan sistem penjualan barang di luar negeri dengan harga lebih murah. Tuduhan dumping dilayangkan Asosiasi Pengolah Udang Amerika (ASPA) melalui petisi pada Oktober 2023. ASPA juga menyebut program subsidi Pemerintah Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam memberikan manfaat bagi produsen dan pengolah udang, termasuk subsidi pinjaman, pajak, hibah, dan kredit ekspor.  Terkait tuduhan itu, ASPA mengajukan petisi pengenaan bea masuk antidumping atas impor udang dari eksportir yang didapati melakukan praktik dumping serta bea masuk imbalan (CVD) untuk mengimbangi subsidi atas seluruh ekspor udang dari Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam.

Petisi tersebut diajukan ke Departemen Perdagangan AS (DOC) dan Komisi Perdagangan Internasional AS. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Deny Mulyono, di Jakarta, Jumat (3/11) mengemukakan, dua tuduhan yang diperkarakan, yaitu praktik dumping dan subsidi, tengah direspons melalui koordinasi yang melibatkan Kemendag, KKP, asosiasi-asosiasi pelaku usaha perikanan, serta pengacara. Deny mengemukakan, AS merupakan negara tujuan utama ekspor udang Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait harus solid dalam membuktikan bahwa tuduhan  petisi tersebut tidak tepat. Jika upaya diplomasi gagal, bea masuk tambahan yang dike- nakan pasar AS bakal menghancurkan daya saing ekspor udang Indonesia. (Yoga)

EXXON Akuisisi Pioneer Senilai US$ 60 Miliar

HR1 07 Oct 2023 Kontan
Produsen minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat (AS) ExxonMobil Corporation akan mengakuisisi perusahaan migas AS, Pioneer Natural Resources Corp. Mengutip laporan Reuters, Jumat (6/10), nilai akuisisi ini mencapai US$ 60 miliar. Jika negosiasi berjalan mulus, sumber Reuters menyebut, Exxon dan Pioneer akan mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan. Juru bicara Exxon dan Pioneer menolak berkomentar. Yang pasti, langkah akuisisi Exxon terhadap Pioneer Natural akan menjadi aksi korporasi terbesar bagi Exxon. Ini setidaknya sejak Exxon memutuskan melakukan merger dengan Mobil pada tahun 1998, dengan nilai kesepakatan US$ 81 miliar. Permian Basin, yang membentang di sebagian Texas dan New Mexico, merupakan ladang migas paling diincar oleh pelaku industri energi AS. Salah satunya, karena biaya ekstraksi minyak dan gas alamnya relatif rendah. Pada kuartal kedua tahun ini, ExxonMobil memproduksi sekitar 620.000 boepd di Permian Basin.  Namun, angka produksi tersebut masih jauh dibandingkan produksi rata-rata Pioneer di wilayah tersebut sebesar 711.000 boepd pada periode yang sama. Dus, dengan mengakuisisi Pioneer, Exxon bisa menggenjot produksi. Akuisisi dinilai lebih baik bagi Exxon ketimbang mempertaruhkan dana besar untuk mengembangkan ladang minyak, yang belum terbukti cadangannya. "Mereka bisa menambah cadangan tanpa harus menggali lubang," kata Bill Smead, Kepala Investasi di Smead Capital Management.

The Fed Menegaskan Suku Bunga Akan Tetap Tinggi

KT1 04 Oct 2023 Investor Daily (H)
NEW-YORK,ID-Para pejabat The Federal Reserve (The Fed) menyampaikan perlunya memperketat kebijakan moneter hingga beberapa waktu ke depan guna mengembalikan inflasi ke target 2%. Tetapi, kekompakan para pejabat itu menutupi perdebatan tentang peluang kenaikan suku bunga berikutnya di tahun ini. "Saya masih bersedia mendukung kenaikan federal fund rate pada pertemuan mendatang. Jika data-data yang masuk mengindikasikan laju inflasi telah terhenti atau terlalu lambat  untuk membawa laju inflasi ke 2% pada waktu yang tepat," ujar anggota Dewan Gubernur The Fed, Michelle Bowman, dalam pidatonya di sebuah konferensi perbankan di New York, AS, Senin  (02/10/2023), yang dilansir Reuters pada Selasa (02/10/2023). Bowman menjelaskan, meskipun sudah mencapai kemajuan cukup besar, tingkat inflasi AS masih terlalu tinggi. Oleh karenanya, ia berpendapat lebih tepat bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga lagi dan mempertahankannya di level tertentu selama beberapa waktu. (Yetede)