Amerika Serikat
( 385 )Terganjal Pemulihan Ekonomi AS
Ekonomi AS Lampaui Estimasi, Rupiah Melemah
Pengajuan Baru Tunjangan Pengangguran Turun Tajam
Sinyal Suku Bunga Fed, Keraguan Tetap Melekat
Bank Sentral AS memproyeksikan akan ada penurunan suku bunga
inti pada 2024 dan setelahnya, karena inflasi makin menurun. Suku bunga yang
menurun diperlukan untuk mencegah resesi. Sejauh ini AS disebutkan beruntung
karena kenaikan suku bunga sejak Maret 2022 tidak membawa perekonomian memasuki
resesi, hanya penurunan kecil pertumbuhan atau soft landing. Namun, tak semua
pihak yakin dengan skenario Bank Sentral AS (The Fed) tentang penurunan suku
bunga dan soft landing. Kerapuhan tetap menjadi warna perekonomian AS, termasuk
inflasi yang sewaktu-waktu bisa kembali menekan. Kerapuhan dalam perekonomian
AS perlu diperhatikan. Efeknya besar pada kestabilan keuangan global. Hanya
saja, di balik kerapuhan itu, Fed melihat sinyal baik untuk sementara waktu.
Suku bunga inti (prime rate), yang juga disebut sebagai suku bunga acuan, saat
ini di angka 5,25-5,5 %. Suku bunga inti ini dipertahankan di kisaran tersebut
dalam pertemuan Komite Kebijakan Pasar Terbuka Fed (FOMC), Washington, Rabu
(13/12).
Suku bunga inti tersebut diproyeksikan akan diturunkan
perlahan ke level 4,6 % pada 2024. Alasannya, inflasi sepanjang 2024 diproyeksikan
akan berkisar pada angka 2,4 % dan pada 2025 menjadi 2,2 % serta menuju target
2 % pada 2026. Meski direncanakan menurun pada 2024, suku bunga tetap relatif
tergolong tinggi dan berefek negatif terhadap pertumbuhan. Fed memperkirakan
pertumbuhan ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,4 % pada 2024. Pertumbuhan akan naik
menjadi 1,8 % pada 2025 dan 1,9 % pada 2026 seiring dengan penurunan suku bunga
secara bertahap. Menurut Gubernur Fed Jerome Powell, proyeksi penurunan suku bunga
pada 2024 didasarkan pada gejala penurunan suku bunga yang terus terjadi hingga
November 2023. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi pada November
2023 sebesar 3,1 %. Ini merupakan penurunan dari inflasi pada Oktober 2023 sebesar
3,2 %. (Yoga)
Joe Biden: Menduduki Gaza Adalah Kesalahan Besar
AS Dukung Israel, Dunia Gagal Hentikan Serangan ke Gaza
Dunia gagal mendesak Israel menghentikan serangan ke Gaza.
Pada Rabu (15/11) Israel malah mengaku telah menyerbu rumah sakit di Gaza.
Apalagi, serbuan itu mendapat dukungan dari AS. Jubir Dewan Keamanan Nasional
AS, John Kirby, menyebut ada informasi intelijen soal kegiatan Hamas di bawah
sejumlah rumah sakit di Gaza. Hamas dan aneka kelompok perlawanan Gaza disebutnya
membuat jaringan terowongan di bawah sejumlah rumah sakit. Terowongan menjadi
pusat komando dan penyimpanan senjata. Pernyataan itu dianggap Hamas sebagai
izin AS bagi Israel menyerbu Rumah Sakit Al-Shifa. Pasukan militer Israel, IDF,
menyerbu rumah sakit itu pada Rabu dini hari. Serangan itu melanjutkan pengepungan
IDF terhadap RS Al-Shifa. Selama pengepungan, tank-tank IDF berulang kali
menembak rumah sakit itu. Penembak runduk Israel juga menyerang berbagai orang
di rumah sakit itu.
Dirjen Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Bursh mengatakan,
Israel memulai serangan dari sayap barat rumah sakit. Bagian bedah dan ruang
gawat darurat RS Al-Shifa menjadi tempat pertama yang diserbu pasukan IDF. Staf
ruangan gawat darurat RS Al-Shifa, Omer Zaqout, menyebut bahwa pasukan IDF
menyerang dan menangkap sejumlah pengungsi di rumah sakit. IDF menelanjangi
lalu menutup mata orang-orang yang ditangkap. Dalam pernyataan terpisah, Hamas
menyebut ada 650 pasien dan 7.000 pengungsi di Al-Shifa. Mereka ketakutan oleh
serangan IDF. Zaqout menyangkal pernyataan IDF bahwa IDF membawa bantuan ke
rumah sakit. ”Mereka (IDF) hanya membawa teror,” katanya kepada Al Jazeera. Akibat
serangan itu, ratusan orang tewas di halaman rumah sakit. Pegawai rumah sakit
tidak berani mengevakuasi mereka karena khawatir ditembak IDF. (Yoga)
The Fed Tidak Yakin Sudah Mengatasi Inflasi
Ekspor Udang RI Hadapi Tuduhan Dumping AS
Ekspor produk udang Indonesia terkena tuduhan praktik dumping
dan praktik subsidi di pasar AS. Hal itu dinilai perlu segera disikapi agar
perdagangan komoditas unggulan perikanan itu tidak terganjal di negara tujuan
utama ekspor. Dumping merupakan sistem penjualan barang di luar negeri dengan harga
lebih murah. Tuduhan dumping dilayangkan Asosiasi Pengolah Udang Amerika (ASPA)
melalui petisi pada Oktober 2023. ASPA juga menyebut program subsidi Pemerintah
Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam memberikan manfaat bagi produsen dan
pengolah udang, termasuk subsidi pinjaman, pajak, hibah, dan kredit ekspor. Terkait tuduhan itu, ASPA mengajukan petisi
pengenaan bea masuk antidumping atas impor udang dari eksportir yang didapati
melakukan praktik dumping serta bea masuk imbalan (CVD) untuk mengimbangi
subsidi atas seluruh ekspor udang dari Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam.
Petisi tersebut diajukan ke Departemen Perdagangan AS (DOC)
dan Komisi Perdagangan Internasional AS. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan
Ternak (GPMT) Deny Mulyono, di Jakarta, Jumat (3/11) mengemukakan, dua tuduhan yang
diperkarakan, yaitu praktik dumping dan subsidi, tengah direspons melalui koordinasi
yang melibatkan Kemendag, KKP, asosiasi-asosiasi pelaku usaha perikanan, serta pengacara.
Deny mengemukakan, AS merupakan negara tujuan utama ekspor udang Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait harus solid
dalam membuktikan bahwa tuduhan petisi
tersebut tidak tepat. Jika upaya diplomasi gagal, bea masuk tambahan yang dike-
nakan pasar AS bakal menghancurkan daya saing ekspor udang Indonesia. (Yoga)
EXXON Akuisisi Pioneer Senilai US$ 60 Miliar
The Fed Menegaskan Suku Bunga Akan Tetap Tinggi
Pilihan Editor
-
Perlu Titik Temu Soal JHT
11 Mar 2022 -
Wapres: Tindak Tegas Spekulan Pangan
12 Mar 2022 -
Kebijakan Edhy Jadi Pemicu Penyuapan
11 Mar 2022









