;
Tags

Amerika Serikat

( 390 )

Operasi Tiktok di AS Terus Mendapat Ganjalan

KT3 14 Mar 2024 Kompas (H)

DPR di AS, ketika berita ini ditulis, Rabu (13/3) tengah bersiap menggelar pemungutan suara terkait masa depan media sosial Tiktok di AS. Diduga kuat, DPR AS akan meloloskan ketentuan yang memaksa Bytedance, perusahaan induk Tiktok di China, mendivestasikan aset mereka pada entitas di luar China. Waktu yang diberikan hanya enam bulan. Apabila tidak mengindahkannya, Tiktok akan dilarang digunakan di AS. Pemungutan suara akan dilakukan pukul 10.00 waktu setempat. Untuk dapat disahkan, RUU itu membutuhkan dukungan dari dua pertiga anggota DPR. Meskipun Tiktok gigih menggalang dukungan untuk menahan laju RUU itu, para pihak, baik pendukung maupun penentang RUU itu, memprakirakan, ketentuan itu bakal lolos di DPR. Komite Energi dan Perdagangan DPR pada pekan lalu memberikan suara 50-0 untuk mendukung RUU tersebut.

RUU itu lahir dari kekhawatiran soal keamanan nasional AS terhadap langkah asertif China, mulai dari isu mobil cerdas, kecerdasan buatan, hingga media sosial. Selasa lalu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan, tujuan dari lahirnya RUU itu adalah untuk mengakhiri kepemilikan oleh perusahaan China, bukan semata-mata melarang Tiktok. ”Apakah kita ingin Tiktok, sebagai sebuah platform, dimiliki oleh perusahaan AS atau dimiliki oleh China? Apakah kita ingin data dari Tiktok, data anak-anak, data orang dewasa, tetap ada di sini, di AS, atau pergi ke luar negeri? China?” kata Sullivan.

Secara resmi, ketentuan itu dikenal sebagai ”UU Perlindungan Orang AS dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing”. China mengancam sikap dan langkah AS. Menurut China, pada akhirnya larangan itu justru akan berdampak buruk dan merugikan AS. Kecaman keras China tersebut disampaikan oleh juru bicara Kemenlu China, Wang Wenbin, Rabu (13/3) di Beijing, China. ”Meskipun AS tidak pernah menemukan bukti bahwa Tiktok mengancam keamanan nasional AS, mereka tidak berhenti menekan Tiktok,” kata Wang. Saat ini, aplikasi video pendek itu digunakan 170 juta orang di AS. Ini menjadikan Tiktok salah satu media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di negara itu. Namun, Fraksi Partai Republik dan Partai Demokrat di DPR AS berpendapat, kepemilikan perusahaan itu dinilai memiliki potensi atau menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional AS. (Yoga)

Data Ekonomi AS Loyo, Mata Uang Regional Rebound

HR1 04 Mar 2024 Kontan
Dolar Amerika Serikat (AS) cenderung tertekan sebulan terakhir. Data ekonomi AS yang kurang baik mendorong sejumlah mata uang regional rebound. Pada Jumat (1/3), AS mengumumkan bahwa data PMI Manufaktur ISM jatuh ke level 47,8 pada Februari 2024 dari 49,1 pada Januari 2024. Realisasi itu juga jauh dari proyeksi pasar di level 49,5. Alhasil, indeks dolar memperpanjang penurunannya hingga turun di bawah 104. Berdasarkan data Bloomberg, mayoritas mata uang regional menguat dalam sebulan terakhir. Penguatan terbesar dialami JPY dengan kenaikan 2,45%, disusul THB sebesar 1,45%, TWD 0,88%. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, terjadinya penurunan data ekonomi di AS tidak mengherankan, karena suku bunga yang berada di level tinggi mulai terdampak ke perekonomian AS. Karena itu, Lukman menilai, hal ini bisa menjadi awal dari tanda the Fed bakal mulai dovish. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menambahkan, potensi pemotongan suku bunga AS sebesar 75-100 basis poin juga akan mendorong mata uang regional. Menurutnya, mata uang rupiah (IDR) dan rupee India (INR) berpotensi menjadi mata uang kawasan Asia yang relatif kuat. Menurut Josua, faktor tersebut akan mendorong semakin atraktifnya aset-aset dalam IDR dan INR. Sehingga, investor asing berpotensi masuk pasar keuangan Indonesia dan India. Hingga akhir tahun, Josua memproyeksikan kurs rupiah akan berada di level Rp 15.100–Rp 15.300 per dollar AS. Lalu, Lukman menilai, mata uang regional yang menarik dicermati adalah dollar Singapura dengan target di akhir tahun 1,31-1,33.

AMERIKA SERIKAT, Anak-anak Muda Bersiasat Hadapi Tekanan Pendapatan

KT3 24 Feb 2024 Kompas (H)

Kekayaan anak-anak muda dari generasi milenial (kelahiran 1981-1996) dan generasi Z (1997-2012) di AS sebenarnya terus bertambah. Namun, sebagian besar uang mereka dibelanjakan untuk ”kebutuhan saat ini saja”. Situs NBC, 18 Februari 2024, mengutip penelitian bank sentral AS di New York, menyebut, kekayaan bersih warga AS berusia 18-39 tahun melonjak 80 % dari kekayaan mereka pada awal 2019 hingga kuartal ketiga 2023. Namun, sebagian besar dari kekayaan mereka berasal dari investasi pada saham-saham yang tidak likuid sehingga tidak bisa dicairkan segera untuk dapat dibelanjakan. Di sisi lain, dana cair yang mereka miliki sebagian besar ludes untuk memenuhi kebutuhan harian yang kian mahal. Ada pengeluaran yang penting dan harus mereka alokasikan, seperti sewa rumah dan jalan-jalan. Namun, anak-anak muda itu juga membutuhkan ”udara segar” setelah terkungkung pandemi Covid-19 dan terbelit utang pinjaman kuliah yang sangat besar.

Mereka harus berjibaku menyiasati tekanan dalam pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Seorang warga AS, Mohit Singla (33), memang mendapat kenaikan gaji 20 % setelah dipercaya menjadi direktur senior sebuah perusahaan bioteknologi pada September 2023. Jika digabung dengan penghasilan istrinya, pendapatan tahunan pasangan itu 500.000 USD atau Rp 7,8 miliar. Namun, uang sebanyak itu masih kurang atau tak mencukupi kebutuhan harian, terutama setelah kelahiran bayi mereka pada Desember 2023. Ada tambahan kebutuhan untuk anak, belum termasuk harga sewa apartemen dua kamar tidur mereka di Jersey City, yang melonjak menjadi 5.500 USD atau  Rp 86 juta per bulan, dari 3.700 USD tahun kemarin. Survei perusahaan perantara perumahan AS, Redfin, pada September 2023 menyebutkan, 18 % generasi milenial dan 12 % gen Z tidak yakin akan mampu membeli rumah.

Harga jual rumah rata-rata 30 % lebih tinggi ketimbang harga pada awal 2019, sementara tabungan yang awalnya dialokasikan untuk membayar uang muka membeli rumah kini dibelanjakan untuk hal-hal lain. Makan di luar dan makan mewah adalah salah satu kesenangan yang dipertahankan. Setiap akhir pekan, alokasinya 200 USD. Mereka butuh menjadi bahagia saat ini. Perencana keuangan dan pendiri FirstGenLiving, Maria Melchor (27), dari New York City, kepada harian Daily Mail, 18 Desember 2023, menjelaskan bahwa apa yang selama ini disebut ”impian Amerika” sekarang tidak ada lagi pada generasi milenial dan gen Z. Dua kelompok generasi itu secara umum tidak mampu lagi membeli rumah dan berkeluarga di tengah kondisi perekonomian seperti sekarang. Kenyataan pahit dari keterbatasan finansial itu membuat mereka menghabiskan banyak uang untuk ”bersenang-senang”. Entah itu untuk jalan-jalan, makan enak, atau membeli tiket konser Taylor Swift yang mahal. (Yoga) 

The Fed Hati-Hati Turunkan Suku Bunga

KT1 06 Feb 2024 Investor Daily (H)
The Federal Reserve (The Fed) akan bersikap bijaksana dalam memutuskan kapan  mulai memangkas suku bunga acuan. Kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid saat ini dapat memberikan ruang waktu bagi dewan  gubernur bank sentral AS tersebut untuk membangun keyakinan bahwa inflasi bakal terus turun. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Gubernur The Fed Jerome Powell dalam wawancara CBS yang disiarkan  pada Minggu (04/02/2024). Powell mengatakan, hal yang bijaksana  yang dapat dilakukan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) adalah memberiikan waktu dan mendapatkan kepastian bahwa laju inflasi terus bergerak  turun menuju target jangka menengah 25%. Kami ingin menjawab pertanyaan tersebut dengan hati-hati. Dengan kekuatan ekonomi saat ini yang membuat risiko resesi berkurang, para pembuat kebijakan menunggu data-data terakhir yang akan dapat meyakinkan mereka untuk melaksanakan penurunan suku bunga," ujar Powell. (Yetede)

Terganjal Pemulihan Ekonomi AS

KT1 29 Jan 2024 Investor Daily (H)
Reli Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlangsung sejak November 2023 terganjal oleh pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS)  yang melampui prediksi. Pada pekan lalu, IHSG terpangkas 1,25% ke level 7.137, sedangkan market cap terkikis 0,65% menjadi  Rp11,345 triliun dari Rp11.420 riliun. Selama Januari 2024, indeks turun 1,87%, dibandingkan  sepanjang 2023 yang tumbuh 6%. Tren ini diprediksi terus berlanjut dalam   beberapa bulan kedepan . Alasannya, perbaikan ekonomi AS, yang terlihat pada kuatnya pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja bisa membuat rencana penurunan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) mundur dari Maret 2024 menjadi semester II. Keadaan ini membuat indeks AS menguat, sehingga rupiah terpukul. Sementara itu, imbal hasil (yield) US Treasury (UST) seri banchmark 10 tahun kembali menembus level 4%. (Yetede)

Ekonomi AS Lampaui Estimasi, Rupiah Melemah

KT1 27 Jan 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) mencapai 3,3% secara tahunan year on year (yoy) pada kuartal IV-2023, melampaui estimasi kalangan analis Wall Street sebesar 2%. Ini memperkuat prediksi The Federal Reserve (The Fed) tidak jadi menurunkan suku bunga acuan pada Maret 2024. Sejalan dengan itu, rupiah terkapar dan menyeret indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona merah. Berdasarkan kurs JISDOR BI, rupiah melemah 0,3% ke level Rp 15.829 per dolar AS, Jumat (26/1/2024), dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu, di pasar spot, rupiah turun 0,09% ke level Rp 15.810 per dolar AS, berdasarkan data RTI. IHSG anjlok 0,57% ke level 7.137, melanjutkan tren sejak Rabu. Asing mencetak net sell Rp1,05 triliun. Selama ini, musuh pasar saham Indonesia adalah kebijakan suku bunga tinggi di AS. (Yetede)

Pengajuan Baru Tunjangan Pengangguran Turun Tajam

HR1 20 Jan 2024 Kontan
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tetap tangguh meski suku bunga masih tinggi. Ketangguhan ini tercermin dari data pengajuan baru tunjangan pengangguran pada pekan lalu yang menyusut signifikan dari pekan sebelumnya. Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran pada pekan yang berakhir pada 13 Januari 2024 tercatat hanya sebanyak 187.000 orang. Angka ini berkurang 16.000 dari minggu sebelumnya dan merupakan level terendah dalam satu setengah tahun terakhir. Penurunan ini, ditambah dengan angka pertumbuhan penjualan ritel yang tetap kuat pada Desember lalu, memberikan gambaran ekonomi AS tetap optimistis. Kondisi ini diprediksi akan membuat potensi The Fed memangkas bunga acuan pada Maret mendatang semakin kecil. "Pasar tenaga kerja tetap kuat. Ini mendukung pandangan pandangan kami bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga pertengahan tahun 2024," kata Eugenio Aleman, Kepala Ekonom Raymond James, dilansir Reuters, Jumat (19/1). Penurunan klaim antara periode survei Desember dan Januari, menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang kuat masih berlanjut pada bulan ini. Perekonomian menambah 216.000 pekerjaan pada bulan Desember. Adapun klaim lanjutan tunjangan pengangguran turun 26.000 jadi 1,81 juta selama pekan yang berakhir 6 Januari, terendah sejak Oktober.

Sinyal Suku Bunga Fed, Keraguan Tetap Melekat

KT3 16 Dec 2023 Kompas

Bank Sentral AS memproyeksikan akan ada penurunan suku bunga inti pada 2024 dan setelahnya, karena inflasi makin menurun. Suku bunga yang menurun diperlukan untuk mencegah resesi. Sejauh ini AS disebutkan beruntung karena kenaikan suku bunga sejak Maret 2022 tidak membawa perekonomian memasuki resesi, hanya penurunan kecil pertumbuhan atau soft landing. Namun, tak semua pihak yakin dengan skenario Bank Sentral AS (The Fed) tentang penurunan suku bunga dan soft landing. Kerapuhan tetap menjadi warna perekonomian AS, termasuk inflasi yang sewaktu-waktu bisa kembali menekan. Kerapuhan dalam perekonomian AS perlu diperhatikan. Efeknya besar pada kestabilan keuangan global. Hanya saja, di balik kerapuhan itu, Fed melihat sinyal baik untuk sementara waktu. Suku bunga inti (prime rate), yang juga disebut sebagai suku bunga acuan, saat ini di angka 5,25-5,5 %. Suku bunga inti ini dipertahankan di kisaran tersebut dalam pertemuan Komite Kebijakan Pasar Terbuka Fed (FOMC), Washington, Rabu (13/12).

Suku bunga inti tersebut diproyeksikan akan diturunkan perlahan ke level 4,6 % pada 2024. Alasannya, inflasi sepanjang 2024 diproyeksikan akan berkisar pada angka 2,4 % dan pada 2025 menjadi 2,2 % serta menuju target 2 % pada 2026. Meski direncanakan menurun pada 2024, suku bunga tetap relatif tergolong tinggi dan berefek negatif terhadap pertumbuhan. Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,4 % pada 2024. Pertumbuhan akan naik menjadi 1,8 % pada 2025 dan 1,9 % pada 2026 seiring dengan penurunan suku bunga secara bertahap. Menurut Gubernur Fed Jerome Powell, proyeksi penurunan suku bunga pada 2024 didasarkan pada gejala penurunan suku bunga yang terus terjadi hingga November 2023. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi pada November 2023 sebesar 3,1 %. Ini merupakan penurunan dari inflasi pada Oktober 2023 sebesar 3,2 %. (Yoga)

Joe Biden: Menduduki Gaza Adalah Kesalahan Besar

KT1 18 Nov 2023 Investor Daily (H)
SAN Fransisco,ID-Presiden Amerika Serika (AS  Joe Biden pada Kamis (16/11/2023) waktu setempat menyampaikan kepada Perdana Menteri (PM) benjamin Netanyahu bahwa langkah israel untuk menduduki wilayah Gaza  akan menjadi kesalahan besar. Biden juga kembali mengusulkan solusi dua negara sebagai  satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. "Saya telah menjelaskan pada Israel bahwa saya pikir merupakan kesalahan besar jika mereka pikir bahwa mereka akan menduduki Gaza dan mempertahankan Gaza. Saya rasa itu tidak akan berhasil," ujar Biden. Konferensi pers-yang digelar usai melakukan pembicaraan empat jam dengan Presiden China Xi Jinping- menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri pertumpahan darah adalah dengan solusi dua negara, dimana Israel dan Palestina hidup berdampingan. (Yetede)

AS Dukung Israel, Dunia Gagal Hentikan Serangan ke Gaza

KT3 16 Nov 2023 Kompas (H)

Dunia gagal mendesak Israel menghentikan serangan ke Gaza. Pada Rabu (15/11) Israel malah mengaku telah menyerbu rumah sakit di Gaza. Apalagi, serbuan itu mendapat dukungan dari AS. Jubir Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, menyebut ada informasi intelijen soal kegiatan Hamas di bawah sejumlah rumah sakit di Gaza. Hamas dan aneka kelompok perlawanan Gaza disebutnya membuat jaringan terowongan di bawah sejumlah rumah sakit. Terowongan menjadi pusat komando dan penyimpanan senjata. Pernyataan itu dianggap Hamas sebagai izin AS bagi Israel menyerbu Rumah Sakit Al-Shifa. Pasukan militer Israel, IDF, menyerbu rumah sakit itu pada Rabu dini hari. Serangan itu melanjutkan pengepungan IDF terhadap RS Al-Shifa. Selama pengepungan, tank-tank IDF berulang kali menembak rumah sakit itu. Penembak runduk Israel juga menyerang berbagai orang di rumah sakit itu.

Dirjen Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Bursh mengatakan, Israel memulai serangan dari sayap barat rumah sakit. Bagian bedah dan ruang gawat darurat RS Al-Shifa menjadi tempat pertama yang diserbu pasukan IDF. Staf ruangan gawat darurat RS Al-Shifa, Omer Zaqout, menyebut bahwa pasukan IDF menyerang dan menangkap sejumlah pengungsi di rumah sakit. IDF menelanjangi lalu menutup mata orang-orang yang ditangkap. Dalam pernyataan terpisah, Hamas menyebut ada 650 pasien dan 7.000 pengungsi di Al-Shifa. Mereka ketakutan oleh serangan IDF. Zaqout menyangkal pernyataan IDF bahwa IDF membawa bantuan ke rumah sakit. ”Mereka (IDF) hanya membawa teror,” katanya kepada Al Jazeera. Akibat serangan itu, ratusan orang tewas di halaman rumah sakit. Pegawai rumah sakit tidak berani mengevakuasi mereka karena khawatir ditembak IDF. (Yoga)