;
Tags

Amerika Serikat

( 390 )

Mencegah Kepunahan Otomotif AS

KT3 21 May 2024 Kompas

Setelah lebih dari 70 tahun merajai pasar AS, Ford dan pabrikan mobil AS lainnya harus memasang kuda-kuda menghadapi serbuan otomotif China. Salah satu produsen kendaraan China, BYD, telah meluncurkan Shark, truk double cabin hibrida untuk pasar Amerika Utara di Meksiko. BYD sempat menyatakan takkan menjual Shark di AS. Namun, dengan pabrik baru di Meksiko, BYD ibaratnya memproduksi Shark di halaman belakang AS. Jika manajemen BYD berubah pikiran, AS akan dibanjiri Shark. Shark bahkan diprediksi mampu menaklukkan dunia. BYD juga telah meluncurkan Seagull. Mobil listrik murah, seharga Rp 156,2 juta, tetapi tidak murahan. Aliansi Perusahaan Manufaktur AS bahkan mengingatkan ancaman dari pabrikan China, termasuk BYD. ”Masuknya kendaraan China bisa menjadi membawa kepunahan otomotif AS,” tulis aliansi tersebut dalam sebuah laporan.

Tidak mudah mencegah penetrasi produk otomotif China. Mulai tahun 2025, AS berencana menaikkan tarif bea masuk produk asal China, termasuk kendaraan listrik, dari 25 % menjadi 100 %. Langkah Gedung Putih ini menarik untuk diamati sejauh mana kesuksesannya. Namun, kepusingan dalam menghadapi serangan otomotif China tidak hanya dihadapi AS. Konsumen Eropa juga dibuai dengan harga jual beberapa mobil listrik dari China yang hanya 50 % dari harga mobil produksi Eropa. Impor mobil China di atas kertas dapat dibatasi. Persoalannya, beberapa pabrikan Eropa juga kongsian dengan pabrikan China sehingga memperumit situasi tersebut. Bagi Indonesia, pertarungan di industri otomotif global patut dicermati. Adanya pertarungan memperlihatkan perjuangan sebuah negara untuk tidak sekadar dijadikan pasar. Tanpa upaya serius dari kita semua, takkan mudah membendung penetrasi China. (Yoga)


Geliat China yang Kian Menakutkan AS

KT3 19 May 2024 Kompas

CEO Ford Motor Company Jim Farley harus terus memutar otak. Laba perusahaan anjlok. Laporan keuangan kuartal I-2024, Rabu (15/5) memperlihatkan penurunan laba signifikan, hanya 1,3 miliar USD, turun 24 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Farley mengakui bisnis kendaraan listrik Ford sebagai hambatan terbesar bisnis mereka. Bahkan, menyusul kerugian dalam penjualan kendaraan listriknya, Ford berpotensi mengalami kerugian operasional 5,5 miliar USD akibat penjualan yang tak maksimal. Untuk mengurangi potensi kerugian, Liz Door yang bertanggung jawab pada mata rantai suplai bahan baku produksi Ford Motor Co, Kamis (16/5) mengeluarkan memo yang berisi agar pemasok barang pembuatan kendaraan listrik mengurangi biaya produksinya. Ford juga memutuskan menunda peluncuran kendaraan listrik barunya, dari rencana semula tahun 2025 menjadi tahun 2027.

Belum sempat menarik napas, Ford dan seluruh industri otomotif AS harus memutar otak lebih keras. BYD (baca: Bi Ya Di), produsen asal China, meluncurkan Shark, truk double cabin hibrida untuk pasar Amerika Utara. Meksiko menjadi pusat produksi dan distribusi. Perwakilan BYD wilayah Amerika Utara, Stella Li, menolak anggapan bahwa pemilihan Meksiko untuk menyasar pasar AS. BYD, sebut Li, saat ini tak memiliki rencana memasuki pasar AS. Li menyebut, pemilihan Meksiko karena pertumbuhan pasar yang besar di negara tersebut dan kawasan Amerika Utara, di luar AS. Tapi, semua mafhum bahwa Meksiko adalah pintu gerbang negara-negara ketiga untuk masuk ke pasar AS.

Aliansi Perusahaan Manufaktur AS sudah mengeluarkan peringatan jika produk otomotif China, termasuk BYD, berhasil menembus pasar AS. ”Masuknya kendaraan China bisa membawa kepunahan otomotif AS,” tulis organisasi tersebut dalam sebuah laporan. Bos Tesla, Elon Musk, mengatakan, dengan produk bagus dan kompetitif, perusahaan otomotif China, termasuk BYD, akan berhasil menguasai pasar di luar daratan China. ”Sejujurnya, jika hambatan perdagangan tidak ditetapkan, mereka akan menghancurkan sebagian besar perusahaan lain di dunia. Mereka sangat bagus,” katanya. BYD sejak akhir tahun telah merebut mahkota penjualan kendaraan listrik global dari Tesla. Tesla berada di urutan ke dua dan dikelilingi produsen otomotif asal China lain yang masuk dalam daftar 10 besar penjualan kendaraan listrik global. Menyusul Eropa, Jepang, dan Korsel.

Orang nomor 1 di Stellantis, induk perusahaan otomotif AS, Chrysler, Carlos Tavares, mengatakan, pesaing nomor 1 mereka adalah produsen mobil asal China. Dia menyebut, sekarang adalah era pertarungan besar industri mobil global versus produsen otomotif China. Ancamannya tidak terbatas pada volume ekspor. Produk-produk yang dikeluarkan banyak pabrikan otomotif China memiliki desain modern, futuristis, dan disematkan banyak teknologi terbaru, membuat pabrikan dari negara lain jauh tertinggal. Selain design and build, kualitas yang tergolong apik serta harga yang terjangkau juga membuat orang berpaling pada produk otomotif China. Seagull, yang baru diluncurkan BYD. Meski belum masuk pasar AS, kemampuan BYD untuk memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai dengan banderol harga di bawah 12.000 USD atau Rp 193,2 juta mencengangkan.

Dengan kapasitas baterai sebesar 38,8 KWH, mobil berkapasitas empat-lima penumpang ini diklaim bisa menempuh jarak hingga 405 km. ”Ini adalah mobil-mobil yang membuat saya takut. Bagaimana kita bisa memotong setengah harga kendaraan listrik? China sudah melakukannya,” kata Kristin Dziczek, penasihat kebijakan otomotif Federal Reserve Bank of Chicago cabang Detroit. Proteksi jadi pilihan Di saat pabrikan otomotif AS masih membutuhkan waktu untuk menyaingi China, Gedung Putih tak punya cara lain kecuali menghambatnya, selain menerapkan tarif tinggi pada produk kendaraan listrik China. Selasa lalu, Presiden AS Joe Biden menaikkan tarif bea masuk produk asal China, termasuk kendaraan listrik, dari 25 % menjadi 100 % mulai tahun 2025. (Yoga)


Pengguna Tiktok di AS Gugat Pemerintah

KT3 16 May 2024 Kompas

Para pelaku usaha di AS yang menggunakan Tiktok dalam bisnis mereka, Selasa (14/5) menggugat Pemerintah AS terkait UU Larangan atas Tiktok yang telah ditandatangani Presiden Joe Biden. Mereka khawatir pelarangan Tiktok akan menurunkan omzet usaha, bahkan mematikan nafkah mereka. Gugatan itu diajukan oleh delapan pembuat konten Tiktok ke Pengadilan Federal AS. Para penggugat meminta pengadilan membatalkan pemberlakuan UU itu. Pada 24 April 2024, Biden menandatangani UU yang memaksa Tiktok menjual sebagian sahamnya kepada investor di AS. Saat divestasi tak bisa dipenuhi Tiktok, UU tersebut melarang toko aplikasi, seperti Apple dan Google Alphabet, untuk memberi tawaran kepada Tiktok.

Aturan juga melarang layanan internet yang mendukung Tiktok. Jika sampai 19 Januari 2025 tidak ada penjualan saham, AS akan melarang total Tiktok beroperasi dan berlaku mulai April 2025. Dengan 170 juta pengguna di AS, Tiktok menjadi salah satu media sosial yang paling digemari. Penggugat UU tersebut, antara lain, peternak, penjual kue, pembuat video komentar olahraga, pembuat kuis Alkitab, dan pegiat advokasi hak-hak penyintas kekerasan seksual. Para penggugat itu menggunakan Tiktok dalam usaha dan aktivitas mereka. ”Meskipun berasal dari tempat, profesi, latar belakang, dan pandangan politik yang berbeda, mereka satu pandangan bahwa Tiktok memberi mereka sarana unik dan tak tergantikan untuk mengekspresikan diri dan membentuk komunitas,” demikian isi gugatan yang diungkapkan di Washington, Selasa waktu setempat.

Davis Wright Tremaine LLP, firma hukum yang mewakili para penggugat, mengatakan, gugatan telah diajukan ke Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Distrik Columbia. Pelarangan Tiktok di AS dinilai akan merugikan kehidupan warga AS. Jika diberlakukan, ketentuan baru itu akan menghalangi warga AS mengungkapkan ekspresi dan berkomunikasi dengan cara Tiktok yang khas. Juru bicara Tiktok mengatakan, perusahaannya menanggung biaya hukum atas gugatan yang diajukan para pengguna aplikasi itu. (Yoga)


AS Akan Kenakan Tarif baru Atas barang China

KT1 13 May 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengenakan tarif baru yang besar atas kendaraan listrik, semikonduktor, peralatan tenaga surya, dan pasokan medis yang di impor dari China. Pemerintahan Presiden Joe Biden kemungkinan mengumumkannya pada Selasa (14/05/2024). "Tarif kendaraan listrik khususnya bisa naik empat kali lipat, 25% yang berlaku saat ini menjadi 100%," kata seorang pejabat AS. Para pejabat AS di pemerintahan Partai Demokrat yang dipimpin Biden dilaporkan frustasi atas kelebihan kapasitas manufaktur kendaraan listrik dan produk lainnya dari China.

Mereka beranggapan hal itu mengancam lapangan kerja dan keamanan nasional AS. Negara-negara industri termasuk AS dan sekutunya di Eropa khawatir gelombang ekspor China yang berharga murah akan membebani manufaktur di dalam negeri masing-masing. Di pihak AS, ada kekhawatiran khusus bahwa produk energi ramah lingkungan  dari China akan melemahkan investasi besar-besaran  produk ramah iklim, yang didorong oleh AS melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi, yang telah diteken Biden sejak Agustus 2022. (Yetede)

Angin Segar Kembalinya Artefak Majapahit ke Nusantara

KT3 29 Apr 2024 Kompas (H)

Kolonialisme Eropa dan perdagangan ilegal merupakan sumber masalah hilangnya artefak-artefak dari sejumlah negara. Repatriasi artefak curian butuh kolaborasi dan komitmen. Saat ini, Kejaksaan Negeri New York di AS dalam proses mengembalikan 30 artefak kuno kepada Indonesia dan Kamboja. Di dalam artefak-artefak itu, ada tiga arca dari zaman Kerajaan Majapahit di Nusantara. Keseluruhan benda bersejarah itu diperoleh secara ilegal oleh para kolektor. Jaksa Negeri New York A vin Bragg memimpin upacara penyerahan 30 artefak tersebut pada Sabtu (27/4) siang waktu setempat atau Minggu (28/4) dini hari waktu Indonesia. Secara keseluruhan, nilai artefak-artefak itu 3 juta USD (Rp 48,6 miliar).

”Kami mengembalikan 27 artefak yang dirampas dari Kamboja, termasuk ukiran Dewa Shiwa, dan tiga arca Majapahit dari Indonesia ke negara masing-masing,” ujar Bragg. Menurut VOA, 27 April 2024, salah satu artefak dari Indonesia berupa sebuah batu relief yang menggambarkan dua patung kerajaan dari zaman Majapahit (abad ke-13 hingga ke-16). Bragg mengungkapkan, dua warga AS, Subash Kapoor dan Nancy Wiener, merupakan pelaku kejahatan internasional tersebut. Benda-benda kuno tersebut disita oleh Kejaksaan New York pada tahun 2023 dalam penyelidikan sindikat kejahatan internasional yang menyelundupkan benda-benda warisan budaya negara-negara lain.

”Penyelidikan belum selesai karena sindikat ini harus dicabut hingga ke akar-akarnya,” tutur Bragg. Artefak bersejarah menjadi polemik dunia modern. Kebanyakan artefak ini merupakan hasil jarahan para penjajah Eropa dari negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika. Terdapat perdebatan yang mengatakan bahwa Barat harus mengembalikan artefak-artefak itu ke negara asal. Namun, juga ada perdebatan bahwa Barat jangan merepatriasi artefak itu sebelum negara asal memiliki kemampuan menyimpan, merawat, dan mengembangkan kajian atas benda-benda tersebut. (Yoga)

Data Ekonomi AS Jadi Sentimen Negatif

KT3 27 Apr 2024 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan kembali tertekan pada hari terakhir perdagangan pekan ini, Jumat (26/4). Perkembangan ekonomi AS menimbulkan ketakutan pasar akan dampaknya pada ekonomi global, termasuk Indonesia. IHSG ditutup ambrol 119 poin atau 1,67 % ke level 7.036. Harga 422 saham turun dibandingkan dengan 153 harga saham yang mengalami kenaikan. Secara sektoral, seluruh indeks saham tumbuh negatif dengan sektor teknologi mengalami pelemahan terdalam sebesar 40,93 poin atau 1,23 %. Penurunan ini menggagalkan tren kenaikan melewati level 7.100 sejak Selasa (23/4), yang terjadi bersamaan dengan keluarnya penolakan MK terhadap tuntutan sengketa Pemilihan Presiden 2024 yang disusul penetapan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wapres terpilih oleh KPU.

Penguatan IHSG di atas 7.150 juga terjadi setelah BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan dari 6 % menjadi 6,25 % pada Rabu (24/4). Kebijakan ini diputuskan sebagai strategi moneter dalam menghadapi pelemahan rupiah yang terjadi pada dua minggu belakangan. Phintraco Securitas, dalam laporan analisisnya, Jumat, membaca bahwa pasar mengkhawatirkan tren perekonomian di luar negeri, khususnya dari AS. Tren ini terbaca dari rilis terkait indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang mencapai 3,4 % pada triwulan pertama 2024.

”Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan inflasi yang lebih persisten dan memperkuat pandangan bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan menahan suku bunga acuan lebih lama,” kata mereka. Situasi ini juga terbaca pada kinerja pasar saham AS yang bergerak melemah sejak Kamis (25/4). Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang lamban dan tingkat inflasi yang tinggi menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed. Ekonomi AS tercatat hanya tumbuh sebesar 1,6 % secara tahunan pada triwulan I-2024 dibandingkan 3,4 % pada triwulan sebelumnya. Angka pertumbuhan di bawah perkiraan sebesar 2,5 % ini merupakan yang terendah sejak paruh pertama 2022. (Yoga)

Bunga The Fed Diprediksi Turun September 2024

KT3 23 Apr 2024 Kompas

Gubernur The Fed Jerome Powell beberapa hari lalu memberikan sinyal bahwa bank sentral AS akan mempertahankan lebih lama lagi suku bunga acuan (FFR) pada posisinya sekarang, 5,25 % hingga 5,5 %. Ini adalah tingkat bunga tertinggi di AS selama 20 tahun terakhir. Tingkat bunga yang tinggi di AS secara langsung berpengaruh pada pasar keuangan global. Transmisinya antara lain ke penguatan dollar AS terhadap berbagai mata uang lain dan tingkat suku bunga acuan di sejumlah negara yang ”terpaksa” ikut tinggi agar modal tidak ”bedol desa” ke AS. Bagi negara seperti Indonesia, salah satu dampaknya biaya utang pemerintah dan swasta menggelembung. Impor bahan baku dan bahan penolong untuk industri manufaktur domestik juga membengkak.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto menyebut, kemungkinan penurunan suku bunga acuan bank sentral AS paling cepat pada September 2024 dari sebelumnya yang diperkirakan pada Juni 2024. Perkiraan tersebut mengacu pada indikator Fed Fund Future dan Dot Plot. ”Bahkan, ada beberapa pelaku pasar global memperkirakan penurunan FFR baru terjadi pada kuartal IV-2024,” katanya Senin (22/4). Menurut Edi, BI senantiasa mencermati dinamika perkembangan ekonomi global dan domestik. Hal itu juga akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan ini, yakni pada Rabu-Kamis, 24-25 April 2024. ”Tentu semua update perkembangan, baik di global maupun di domestik, akan menjadi asesmen dalam RDG minggu ini,” ujar Edi. Powell, Selasa (16/4) memperingatkan, kenaikan inflasi yang terus-menerus kemungkinan akan menunda penurunan suku bunga The Fed hingga akhir 2024. Artinya, suku bunga tinggi berpotensi berlangsung pada jangka waktu yang lebih lama. (Yoga)

Imbas Global dari Divergensi Ekspektasi

KT3 02 Apr 2024 Kompas (H)

Bank sentral AS (TheFed) menggunakan suku bunga untuk manajemen makro karena dua variabel penting dalam permintaan agregat, yaitu konsumsi dan investasi. Ini misalnya merujuk pada pengeluaran untuk kendaraan, rumah, dan mesin, yang umumnya dibiayai kredit. The Fed menahan suku bunga acuan pada tingkatnya sekarang karena persistensi inflasi di AS. Inflasi tidak kunjung turun di bawah 3 % sehingga target tradisional 2 % belum kunjung tercapai. Di luar dugaan, inflasi Februari 2024 naik tipis ke 3,2 % dari 3,1 % pada bulan sebelumnya. Sektor perumahan (beli dan sewa) serta transportasi menyumbang 60 % kenaikan inflasi Februari. Kepemilikan rumah umumnya dibiayai oleh kredit (KPR). Masyarakat mencicilnya dalam tenor 20-30 tahun.

Bagian dari pendapatan yang harus disisihkan tergantung suku bunga kredit yang dipengaruhi suku bunga acuan The Fed, kecuali untuk yang memilih suku bunga tetap dari awal. Kebijakan suku bunga tinggi The Fed untuk meredam inflasi AS dilakukan sejak pertengahan Maret 2022. Secara bertahap, suku bunga naik dari 0,25 % ke 5,5 %. Penjualan rumah baru yang baru saja mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19 pun turun drastis, dari 830.000 unit di Desember 2021 ke 530.000 unit di Juli 2022. Walaupun kemudian dengan pemulihan ekonomi pascapandemi sempat naik ke 728.000 unit di Juli 2023, tingginya suku bunga menyebabkan penjualan turun kembali ke 607.000 unit di November 2023. Hasilnya pasokan rumah baru turun drastis. Sementara mereka yang sudah memiliki rumah juga enggan menjualnya karena untuk membeli rumah baru harganya tidak terjangkau. Lagi pula bunga KPR-nya terlalu mahal.

Dampak positifnya bagi Indonesia adalah ekspor nonmigas ke AS tumbuh 6 % secara tahunan di tengah penurunan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar minus 9,24 % di Februari 2024 akibat perlambatan sektor manufaktur dunia. Sementara The Fed masih menahan suku bunga, modal portepel global mengalir ke AS mengantisipasi potensi capital gain baik dari obligasi maupun pasar saham. Akibatnya, indeks dollar AS meningkat signifikan dari 102.73 di pekan pertama Maret ke 104.59 di pekan terakhir Maret. Dampaknya adalah depresiasi mata uang negara-negara lain termasuk rupiah yang membawa inflasi yang diimpor. Antara pertengahan sampai pekan terakhir Maret, rupiah bergerak dari kisaran Rp 15.600-an ke Rp 15.800-an per USD. (Yoga)

The Fed Pastikan Tiga Kali Penurunan Suku Bunga

KT1 22 Mar 2024 Investor Daily (H)
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada Rabu (20/03/2024) waktu setempat mengatakan, data inflasi yang tertinggal baru-baru ini tidak mengubah tren pelanggaran tekanan harga-harga secara bertahap di Amerika Serikat. Alhasil bank sentral AS tersebut memastikan rencana untuk tiga kali menurunkan suku bunga acuan di tahun ini, dan menegaskan pertumbuhan ekonomi yang solid akan terus berlanjut. The Fed dalam pengumuman hasil pertemuan  kebijakan Maret 2023 itu, sesuai perkiraan, mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5,25% dan merilis proyeksi baru ekonomi kuartalan yang  menunjukkan para pejabat The Fed memperkirakan ekonomi AS tumbuh 2,1% di tahun ini. Angka proyeksi itu melampaui potensi jangka panjang ekonomi AS dan naik signifikan dibandingkan pertumbuhan 1,4% pada Desember tahun lalu. (Yetede)

Sentimen The Fed dan BI Bayangi Pasar Modal

KT3 20 Mar 2024 Kompas

Head of Research Team PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Robertus Hardy menyampaikan, pekan ini investor masih akan menantikan keputusan suku bunga oleh The Fed untuk merespons tren inflasi di AS. Keputusan itu akan muncul dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 19-20 Maret 2024. Hasil dari pertemuan itu juga akan menentukan arah kebijakan BI dalam menetapkan suku bunga. BI juga akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Maret 2024.

”Meskipun (keputusan) kedua bank sentral diperkirakan tidak berubah, investor perlu menyimak informasi yang tersirat pada pernyataan mengenai arah kebijakan moneter ke depan,” kata Robertus dalam keterangannya pada Selasa (19/3). Pesan senada disampaikan Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT) Angga Septianus. Hasil pertemuan bank sentral tersebut akan menentukan prospek pasar ke depan kendati para ekonom memprediksi kebijakan suku bunga tidak akan berubah dalam waktu dekat. (Yoga)