;
Tags

Amerika Serikat

( 385 )

Donatur Kakap Desak Biden Mundur dari Pencapresan

KT1 06 Jul 2024 Investor Daily (H)
Nasib Joe Biden dalam pencalonannya sebagai presiden AS untuk periode-2 tidak bisa berada dalam tangganya sendiri. Penampilannya yang buruk dalam debat capres pekan lalu yang melawan penantangnya dari Partai Republik, Donald Trump, telah menimbulkan efek bola salju yang terus membesar. Desakan agar Biden mundur dari pencapresan pun kian menguat. Sekarang, donatur-donatur kaya di partai Demokrat mengancam tidak akan lagi mendanai kampanye calon presiden dari partai tersebut sampai Biden mundur dari pencapresannya. Diantara donatur yang mengancam tidak akan lagi mendanani kampanye  Biden untuk pilpres kekayaan keluarga Disney. (Yetede)

Dana Kampanye Biden Terancam Selepas Debat

KT3 02 Jul 2024 Kompas

Donatur Presiden AS Joe Biden (81) kecewa. Sebab, debat Biden dengan mantan Presiden Donald Trump selama 90 menit di Studio CNN, Atlanta, AS, Kamis (27/6) waktu setempat berakhir mengecewakan. Dalam laporan Senin (1/7) Associated Press menyebut keluarga meyakinkan Biden untuk tak mundur dari pencalonan, yang disampaikan kala mereka berkumpul di Camp David pada Minggu. Sementara, sebagian donatur Biden cemas dia kalah dari Trump. Mereka mulai menanyakan kemungkinan mencari pengganti Biden. ”Saya memahami kekhawatiran soal ini. Ini bukan malam yang menyenangkan bagi saya maupun Trump. Saya berjanji kepada Anda bahwa kami akan memenangi pemilu ini,” kata Biden selepas debat.

Mereka juga menanyakan peraturan tentang kemungkinan Biden bisa digantikan sebelum atau saat Konvensi Nasional Partai Demokrat. Ada juga beberapa donatur yang menghubungi istri Biden, Jill, agar membujuk Biden untuk tidak mencalonkan diri. Mereka tahu bahwa keputusan itu tergantung pada Biden dan keluarganya. Sementara, sebagian penyumbang tetap menyokong Biden, terbukti pada 27 juta USD sumbangan yang dikumpulkan di New York dan New Jersey selepas debat di Atlanta. Acara di New York diadakan miliarder Barry Rosenstein. Sementara itu, Gubernur New Jersey yang kaya, Phil Murphy, menggelar pengumpulan dana selepas acara di New York.

Beberapa bulan yang lalu, Biden mempunyai dana 100 juta USD lebih banyak ketimbang Trump, tapi, kini tim kampanye Biden dan Komite Nasional Partai Demokrat hanya memiliki simpanan 212 juta USD di bank pada Juni 2024. Sementara Trump dan Komite Nasional Partai Republik memiliki 235 juta USD. Aliran dana dari donatur ini dikhawatirkan seret. Sebab, ada sejumlah donatur menyatakan akan menghentikan donasinya. Namun, sejauh ini tidak ada tokoh atau anggota senior Demokrat yang menyerukan agar Biden mundur. Mantan Presiden Barack Obama dan Bill Clinton masih mendukung penuh.

Anggota DPR AS, Nancy Pelosi, yang pernah menjadi ketua DPR, mengingatkan kinerja di adu Salah satu donatur Biden, Charles Myers, menyesalkan beredarnya narasi panik tentang donatur yang eksodus dari kampanye Biden. Narasi itu justru tidak benar dan membuat frustrasi. Myers mengaku memang para donatur khawatir setelah melihat adu debat Biden yang sangat buruk. Namun, masih banyak yang mendukung dan ingin berbuat lebih banyak. Banyak pendukung Biden yang masih mau membantu memperbaiki kinerjanya. ”Saya rasa Biden tidak akan ke mana-mana. Ini adalah calon terbaik yang kita punya. Kita harus membuatnya benar-benar siap maju bertarung lagi,” ujarnya. (Yoga)


Rupiah Terdampak Sinyal The Fed

KT3 18 Jun 2024 Kompas

Nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi hingga menembus Rp 16.400 per dollar AS di akhir pekan menyusul kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, yang mengindikasikan pemangkasan suku bunga acuannya hanya akan terjadi satu kali pada akhir 2024. Ada pula faktor kekhawatiran investor terhadap kebijakan belanja pemerintahan Indonesia 2024-2029. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Jumat (14/6) rupiah ditutup pada level Rp 15.374 per dollar AS, melemah 6,33 % dibanding penutupan akhir 2023, sekaligus menjadi level pelemahan terdalam rupiah selama kalender berjalan.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat dollar AS melemah. Namun, hasil rapat Dewan Kebijakan Bank Sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) per Juni 2024 mengindikasikan The Fed hanya akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) sekali pada akhir 2024. Implikasinya, dollar AS kembali menguat. ”Dollar AS dalam sepekan terakhir tercatat kembali menguat terhadap mata uang global, baik mata uang negara maju maupun mata uang negara berkembang, termasuk rupiah yang melemah hingga ke level 16.400 per dollar AS,” katanya, Minggu (17/6). (Yoga)


Tak Ada Keistimewaan bagi Anak Joe Biden

KT3 13 Jun 2024 Kompas (H)

Hunter Biden (54) putra Presiden AS, Joe Biden, divonis bersalah atas tuduhan kepemilikan senjata api secara ilegal. Ia terancam penjara 25 tahun. Kasusnya menunjukkan tidak ada keistimewaan bagi anak presiden. Jangankan mendapat jabatan, bebas dari kasus hukum saja sulit. Juri Pengadilan Wilmington, kota kediaman keluarga Biden, memutuskan itu pada Selasa (11/6) siang atau Rabu dini hari WIB. ”Kami menghormati keputusan pengadilan,” kata Presiden Biden. Sebelumnya, ia menyatakan tak mengampuni Hunter jika telah divonis berkekuatan hukum tetap. Sebagai presiden, salah satu kewenangan Biden adalah mengampuni terpidana. Kasus Hunter kelanjutan penyelidikan catatan pajaknya oleh kantor pajak AS, IRS, karena ada kejanggalan. Di dalam penyelidikan itu, IRS menemukan bahwa Hunter memiliki pistol yang dibeli pada 2018.

Padahal, ketika penyelidikan dilakukan, Hunter tercatat sebagai pasien rehabilitasi narkoba. UU AS melarang pencandu alkohol atau narkotika memiliki senjata api. Hunter pun dilaporkan kepada polisi. Persidangannya dimulai pada 24 Mei 2024. Lalu, ia dinyatakan bersalah oleh juri. Ini pertama kali Hunter divonis bersalah sehingga pengamat hukum memperkirakan ada keringanan. Hakim belum memutuskan berapa lama Hunter harus dipenjara. Tim kuasa hukum Hunter mengatakan, mereka mengajukan banding. Jaksa Weiss menegaskan tidak ada seorang pun yang derajatnya lebih tinggi di mata hukum. Hunter sebagai orang dewasa memahami bahwa pilihannya salah dan mendatangkan konsekuensi hukum. (Yoga)


Pragmatisme antara Target dan Realitas

KT3 28 May 2024 Kompas (H)

Tugas bank sentral diantaranya mengendalikan inflasi. Untuk bank sentral AS (The Fed), target inflasi adalah 2 %. Kompleksitasnya, selain dari sisi permintaan, sumber tekanan inflasi juga bersumber dari fragmentasi globalisasi akibat ketegangan geopolitik. Apakah target inflasi The Fed masih realistis? Sebab, fungsi reaksi atau ekspektasi dari para pelaku ekonomi sangat mungkin sudah berubah sesuai perkembangan dunia saat ini. The Fed berhasil menurunkan inflasi dari tingkatnya yang tertinggi di 9,1 % per Juni 2022 ke 3,4 % per April 2024, melalui 11 kali kenaikan suku bunga sejak Maret 2022, dimulai dari 0,5 % sampai 5,25 % saat ini. Tapi, inflasi tidak kunjung turun sampai kisaran 2 % hingga suku bunga acuan tetap dipertahankan tinggi. Inflasi AS sempat turun mencapai 3,1 % pada Januari 2024, tetapi naik lagi mencapai 3,5 % pada Maret 2024, baru turun kembali ke 3,4 % pada April 2024.

Ini menimbulkan wacana bahwa The Fed perlu lebih pragmatis mengingat target 2 % mungkin tidak lagi sesuai dengan kondisi perekonomian. Dari tren 5 tahunan, keseimbangan baru inflasi tampaknya terjadi di kisaran 3 % sejak Juni 2023. Pada saat yang sama, pertumbuhan AS triwulan I-2024 turun drastis ke 1,6 %, dari 3,4 % pada triwulan sebelumnya. Situasi ini, oleh sebagian ekonom, juga diterjemahkan sebagai tanda-tanda stagflasi, situasi terburuk untuk perekonomian di mana inflasi dibarengi oleh kontraksi pertumbuhan. Timbul wacana agar The Fed lebih pragmatis, merevisi target ”inflasi ideal” ke kisaran 3 % sampai 3,5 %. Permasalahannya, guna menjaga kredibilitas dan reputasinya, The Fed harus konservatif, menunggu data inflasi, pertumbuhan, dan pengangguran yang akan datang.

Dengan kata lain, perancangan kebijakan bergeser ke ex-post information dibandingkan dengan melihat ke depan (ahead of the curve). Persistensi inflasi di AS terjadi dewasa ini bersumber pada ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran di sektor perumahan. Imbas dari dollar yang terlalu kuat terlihat pada pergeseran konsumsi masyarakat AS, dari berwisata di dalam negeri ke luar negeri, yang berdampak pada penurunan pertumbuhan. Ini justru merupakan berkah bagi sektor jasa negara-negara lain seperti zona euro. Kombinasi dari berbagai hal di atas menimbulkan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada triwulan III-2024 (Goodkind, Mei 2024). Ini untuk mencegah agar trade-off antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak menjadi semakin buruk di mana inflasi tetap tinggi, tetapi pertumbuhan ekonomi semakin rendah. (Yoga)


Elon Musk Berbalik Dukung Non-Tarif untuk Mobil Listrik

KT1 25 May 2024 Investor Daily

CEO Tesla ELon Musk mengatakan  tidak mendukung pengenaan tarif untuk kendaraan listrik buatan China. Pernyataannya merespon pengumuman Presiden Amerika Serikat Joe Biden baru-baru ini yang menyatakan bakal menerapkan tarif 100% atas impor mobil listrik China. Pekan lalu pemerintah Biden menyampaikan akan menerapkan tarif 100% untuk impor kendaran listrik China ke AS dengan tujuan menghentikan mobil listrik China murah membanjiri pasar AS. Menurut Gedung Putih subsidi China telah membantu perusahaan-perusahaan memproduksi  produk energi bersih  murah secara berlebihan, seperti panel surya dan kendaraan listrik hingga melebihi permintaan domestik. "Baik Tesla maupun saya tidak meminta tarif ini. Bahkan, saya terkejut ketika terif tersebut diumumkan," ujar Musk. Tesla sendiri harus berjuang untuk tahun ini, mengingat armada kendaraan listriknya yang menua, lemahnya permintaan konsumen untuk kendaraan, dan meningkatnya persaingan global-terutama China.  (Yetede)

Mencegah Kepunahan Otomotif AS

KT3 21 May 2024 Kompas

Setelah lebih dari 70 tahun merajai pasar AS, Ford dan pabrikan mobil AS lainnya harus memasang kuda-kuda menghadapi serbuan otomotif China. Salah satu produsen kendaraan China, BYD, telah meluncurkan Shark, truk double cabin hibrida untuk pasar Amerika Utara di Meksiko. BYD sempat menyatakan takkan menjual Shark di AS. Namun, dengan pabrik baru di Meksiko, BYD ibaratnya memproduksi Shark di halaman belakang AS. Jika manajemen BYD berubah pikiran, AS akan dibanjiri Shark. Shark bahkan diprediksi mampu menaklukkan dunia. BYD juga telah meluncurkan Seagull. Mobil listrik murah, seharga Rp 156,2 juta, tetapi tidak murahan. Aliansi Perusahaan Manufaktur AS bahkan mengingatkan ancaman dari pabrikan China, termasuk BYD. ”Masuknya kendaraan China bisa menjadi membawa kepunahan otomotif AS,” tulis aliansi tersebut dalam sebuah laporan.

Tidak mudah mencegah penetrasi produk otomotif China. Mulai tahun 2025, AS berencana menaikkan tarif bea masuk produk asal China, termasuk kendaraan listrik, dari 25 % menjadi 100 %. Langkah Gedung Putih ini menarik untuk diamati sejauh mana kesuksesannya. Namun, kepusingan dalam menghadapi serangan otomotif China tidak hanya dihadapi AS. Konsumen Eropa juga dibuai dengan harga jual beberapa mobil listrik dari China yang hanya 50 % dari harga mobil produksi Eropa. Impor mobil China di atas kertas dapat dibatasi. Persoalannya, beberapa pabrikan Eropa juga kongsian dengan pabrikan China sehingga memperumit situasi tersebut. Bagi Indonesia, pertarungan di industri otomotif global patut dicermati. Adanya pertarungan memperlihatkan perjuangan sebuah negara untuk tidak sekadar dijadikan pasar. Tanpa upaya serius dari kita semua, takkan mudah membendung penetrasi China. (Yoga)


Geliat China yang Kian Menakutkan AS

KT3 19 May 2024 Kompas

CEO Ford Motor Company Jim Farley harus terus memutar otak. Laba perusahaan anjlok. Laporan keuangan kuartal I-2024, Rabu (15/5) memperlihatkan penurunan laba signifikan, hanya 1,3 miliar USD, turun 24 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Farley mengakui bisnis kendaraan listrik Ford sebagai hambatan terbesar bisnis mereka. Bahkan, menyusul kerugian dalam penjualan kendaraan listriknya, Ford berpotensi mengalami kerugian operasional 5,5 miliar USD akibat penjualan yang tak maksimal. Untuk mengurangi potensi kerugian, Liz Door yang bertanggung jawab pada mata rantai suplai bahan baku produksi Ford Motor Co, Kamis (16/5) mengeluarkan memo yang berisi agar pemasok barang pembuatan kendaraan listrik mengurangi biaya produksinya. Ford juga memutuskan menunda peluncuran kendaraan listrik barunya, dari rencana semula tahun 2025 menjadi tahun 2027.

Belum sempat menarik napas, Ford dan seluruh industri otomotif AS harus memutar otak lebih keras. BYD (baca: Bi Ya Di), produsen asal China, meluncurkan Shark, truk double cabin hibrida untuk pasar Amerika Utara. Meksiko menjadi pusat produksi dan distribusi. Perwakilan BYD wilayah Amerika Utara, Stella Li, menolak anggapan bahwa pemilihan Meksiko untuk menyasar pasar AS. BYD, sebut Li, saat ini tak memiliki rencana memasuki pasar AS. Li menyebut, pemilihan Meksiko karena pertumbuhan pasar yang besar di negara tersebut dan kawasan Amerika Utara, di luar AS. Tapi, semua mafhum bahwa Meksiko adalah pintu gerbang negara-negara ketiga untuk masuk ke pasar AS.

Aliansi Perusahaan Manufaktur AS sudah mengeluarkan peringatan jika produk otomotif China, termasuk BYD, berhasil menembus pasar AS. ”Masuknya kendaraan China bisa membawa kepunahan otomotif AS,” tulis organisasi tersebut dalam sebuah laporan. Bos Tesla, Elon Musk, mengatakan, dengan produk bagus dan kompetitif, perusahaan otomotif China, termasuk BYD, akan berhasil menguasai pasar di luar daratan China. ”Sejujurnya, jika hambatan perdagangan tidak ditetapkan, mereka akan menghancurkan sebagian besar perusahaan lain di dunia. Mereka sangat bagus,” katanya. BYD sejak akhir tahun telah merebut mahkota penjualan kendaraan listrik global dari Tesla. Tesla berada di urutan ke dua dan dikelilingi produsen otomotif asal China lain yang masuk dalam daftar 10 besar penjualan kendaraan listrik global. Menyusul Eropa, Jepang, dan Korsel.

Orang nomor 1 di Stellantis, induk perusahaan otomotif AS, Chrysler, Carlos Tavares, mengatakan, pesaing nomor 1 mereka adalah produsen mobil asal China. Dia menyebut, sekarang adalah era pertarungan besar industri mobil global versus produsen otomotif China. Ancamannya tidak terbatas pada volume ekspor. Produk-produk yang dikeluarkan banyak pabrikan otomotif China memiliki desain modern, futuristis, dan disematkan banyak teknologi terbaru, membuat pabrikan dari negara lain jauh tertinggal. Selain design and build, kualitas yang tergolong apik serta harga yang terjangkau juga membuat orang berpaling pada produk otomotif China. Seagull, yang baru diluncurkan BYD. Meski belum masuk pasar AS, kemampuan BYD untuk memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai dengan banderol harga di bawah 12.000 USD atau Rp 193,2 juta mencengangkan.

Dengan kapasitas baterai sebesar 38,8 KWH, mobil berkapasitas empat-lima penumpang ini diklaim bisa menempuh jarak hingga 405 km. ”Ini adalah mobil-mobil yang membuat saya takut. Bagaimana kita bisa memotong setengah harga kendaraan listrik? China sudah melakukannya,” kata Kristin Dziczek, penasihat kebijakan otomotif Federal Reserve Bank of Chicago cabang Detroit. Proteksi jadi pilihan Di saat pabrikan otomotif AS masih membutuhkan waktu untuk menyaingi China, Gedung Putih tak punya cara lain kecuali menghambatnya, selain menerapkan tarif tinggi pada produk kendaraan listrik China. Selasa lalu, Presiden AS Joe Biden menaikkan tarif bea masuk produk asal China, termasuk kendaraan listrik, dari 25 % menjadi 100 % mulai tahun 2025. (Yoga)


Pengguna Tiktok di AS Gugat Pemerintah

KT3 16 May 2024 Kompas

Para pelaku usaha di AS yang menggunakan Tiktok dalam bisnis mereka, Selasa (14/5) menggugat Pemerintah AS terkait UU Larangan atas Tiktok yang telah ditandatangani Presiden Joe Biden. Mereka khawatir pelarangan Tiktok akan menurunkan omzet usaha, bahkan mematikan nafkah mereka. Gugatan itu diajukan oleh delapan pembuat konten Tiktok ke Pengadilan Federal AS. Para penggugat meminta pengadilan membatalkan pemberlakuan UU itu. Pada 24 April 2024, Biden menandatangani UU yang memaksa Tiktok menjual sebagian sahamnya kepada investor di AS. Saat divestasi tak bisa dipenuhi Tiktok, UU tersebut melarang toko aplikasi, seperti Apple dan Google Alphabet, untuk memberi tawaran kepada Tiktok.

Aturan juga melarang layanan internet yang mendukung Tiktok. Jika sampai 19 Januari 2025 tidak ada penjualan saham, AS akan melarang total Tiktok beroperasi dan berlaku mulai April 2025. Dengan 170 juta pengguna di AS, Tiktok menjadi salah satu media sosial yang paling digemari. Penggugat UU tersebut, antara lain, peternak, penjual kue, pembuat video komentar olahraga, pembuat kuis Alkitab, dan pegiat advokasi hak-hak penyintas kekerasan seksual. Para penggugat itu menggunakan Tiktok dalam usaha dan aktivitas mereka. ”Meskipun berasal dari tempat, profesi, latar belakang, dan pandangan politik yang berbeda, mereka satu pandangan bahwa Tiktok memberi mereka sarana unik dan tak tergantikan untuk mengekspresikan diri dan membentuk komunitas,” demikian isi gugatan yang diungkapkan di Washington, Selasa waktu setempat.

Davis Wright Tremaine LLP, firma hukum yang mewakili para penggugat, mengatakan, gugatan telah diajukan ke Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Distrik Columbia. Pelarangan Tiktok di AS dinilai akan merugikan kehidupan warga AS. Jika diberlakukan, ketentuan baru itu akan menghalangi warga AS mengungkapkan ekspresi dan berkomunikasi dengan cara Tiktok yang khas. Juru bicara Tiktok mengatakan, perusahaannya menanggung biaya hukum atas gugatan yang diajukan para pengguna aplikasi itu. (Yoga)


AS Akan Kenakan Tarif baru Atas barang China

KT1 13 May 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengenakan tarif baru yang besar atas kendaraan listrik, semikonduktor, peralatan tenaga surya, dan pasokan medis yang di impor dari China. Pemerintahan Presiden Joe Biden kemungkinan mengumumkannya pada Selasa (14/05/2024). "Tarif kendaraan listrik khususnya bisa naik empat kali lipat, 25% yang berlaku saat ini menjadi 100%," kata seorang pejabat AS. Para pejabat AS di pemerintahan Partai Demokrat yang dipimpin Biden dilaporkan frustasi atas kelebihan kapasitas manufaktur kendaraan listrik dan produk lainnya dari China.

Mereka beranggapan hal itu mengancam lapangan kerja dan keamanan nasional AS. Negara-negara industri termasuk AS dan sekutunya di Eropa khawatir gelombang ekspor China yang berharga murah akan membebani manufaktur di dalam negeri masing-masing. Di pihak AS, ada kekhawatiran khusus bahwa produk energi ramah lingkungan  dari China akan melemahkan investasi besar-besaran  produk ramah iklim, yang didorong oleh AS melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi, yang telah diteken Biden sejak Agustus 2022. (Yetede)