;
Tags

Amerika Serikat

( 385 )

Kondisi Terkuat Relasi RI-AS

KT3 14 Nov 2024 Kompas (H)

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Joe Biden memeriahkan perayaan 75 tahun relasi kedua negara. Biden menyebut relasi RI-AS dalam kondisi terkuat sepanjang sejarah. Biden menerima Prabowo di Gedung Putih, Selasa (12/11) waktu Washington DC, AS. ”AS bagi kami adalah teman yang sangat baik. AS mendukung kami dalam perjuangan kemerdekaan dan membantu kami berkali-kali saat kami membutuhkan. Karena itu, saya akan bekerja keras untuk memperkuat hubungan Indonesia-AS,” ujar Prabowo.

Biden menekankan pentingnya peringatan 75 tahun relasi RI-AS. ”Saya bangga bahwa kemitraan di antara negara kita adalah yang terkuat yang pernah ada,” ungkapnya. Selepas pertemuan, dikeluarkan pernyataan resmi bersama. ”Sebagai bagian dari hubungan yang terus berkembang ini, setahun yang lalu, Indonesia dan AS meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) dan melembagakan upaya untuk memperluas kerja sama di tengah tantangan global dan yang sedang berkembang.” Demikian sebagian isi pernyataan itu. (Yoga)


Kemenangan Trump menaikkan kekayaan miliarder pendukungnya

KT3 12 Nov 2024 Kompas

Pemilihan presiden AS, Selasa pertama di Oktober 2024 memastikan Donald Trump, calon dari Partai Republik kembali menjadi presiden, melawan Kamala Harris dari Partai Demokrat. Hal ini juga menjadi kemenangan para pengusaha kaya di negeri Paman Sam. Elon Musk, pendiri Tesla, menjadi salah satu pengusaha yang bergembira saat Trump mengungguli elektabilitas dalam pilpres AS. Di akun pribadinya di media sosial X, ia mengetik ”The future is gonna be fantastic” pada 6 November 2024. Kalimat itu dihubungkan dengan kemenangan Trump. Mengutip pemberitaan media asing, Musk diketahui berperan sebagai penasihat kebijakan dan promotor Trump dalam pilpres keduanya.

X yang kini dikelola Musk juga menjadi corong kampanye Trump dengan semangat ”Make America Great Again”. Musk juga menyuntik 132 juta USD untuk kampanye capres ke-47 AS tersebut, mengutip situs Komisi Pemilu AS (FEC). Dana ini berbalik menguntungkan Musk. Kekayaan bersih Musk naik 26,5 miliar USD menjadi 290 miliar USD pada Rabu (6/11), menurut Bloomberg Billionaires Index. Bahkan pada Senin (11/11), kekayaan bersihnya kembali naik menjadi 314 miliar USD, dari kenaikan harga saham perusahaan teknologinya. Saham Tesla pada penutupan perdagangan Jumat (8/11) naik 8 % ke harga 321 USD per saham, bahkan melonjak 30 % disbanding harga pada awal tahun 2024.

Nilai kapitalisasi pasar Tesla pun untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir naik di atas 1 triliun USD, membuat saham Tesla bergabung dengan klub perusahaan teknologi dengan kapitalisasi saham di atas 1 triliun USD, seperti Nvidia, Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta. Harga saham Amazon milik miliarder Jeff Bezos pada Rabu pekan lalu berhasil mencapai rekor tertinggi, yakni 207 USD, naik 40 % sejak awal tahun. Kekayaan bersih miliarder nomor dua setelah Musk bertambah 9 juta USD menjadi 230 miliar USD. Pencapaian itu mungkin tak akan didapat jika ia mengizinkan media yang ia punya, Washington Post, mendeklarasikan dukungan kepada Kamala Harris. (Yoga)


Demokrasi kalah penting dari periuk nasi

KT3 11 Nov 2024 Kompas

Ada banyak analisis soal penyebab kemenangan besar Republikan. Salah satunya, Trump dan Republikan menangkap aspirasi pemilih. Padahal, merujuk data Komisi Pemilihan Federal (FEC) AS, Kamala Harris dan Demokrat menghabiskan belanja kampanye jauh lebih besar dibandingkan Trump dan Republikan. Capres, calon anggota DPR, dan calon senator Demokrat menghabiskan 3,53 miliar USD. Republikan 1,8 miliar USD. Demokrat juga unggul soal pengumpulan dana kampanye, total 3,93 miliar USD. Republikan cuma 2,07 milyar USD. Faktanya, Trump unggul di lebih dari separuh negara bagian AS. Dari 538 suara dewan elektoral, hanya 226 diraih Harris.

Suara mayoritas, baik pilihan langsung (popular vote) maupun suara elektoral (electoral vote), dikuasai Trump. Pilihan isu kampanye berkontribusi pada kemenangan Trump. Ia membahas inflasi. Ia berulang berbicara soal periuk nasi. Trump juga membahas soal penegakan hukum dan penindakan terhadap imigran ilegal. Bagi ibu-ibu, merujuk pada data sebaran pemilih Harris-Trump, isu itu lebih penting dari masalah demokrasi atau aborsi. Warga sudah memberi suara, mayoritas mendukung Trump. Pemilih di North Carolina sampai Florida marah besar soal bantuan dampak badai.

Hanya 344 juta USD dikucurkan untuk korban Badai Helene. Sementara untuk bantuan militer Ukraina dan Israel sudah habis puluhan miliar dollar AS. Banyak warga bertanya, kenapa uang sebanyak itu tidak dipakai saja untuk mengurus berbagai masalah domestik? Penganggur banyak, harga aneka kebutuhan melonjak. Demokrat dan Harris gagal menjawab pertanyaan dan kegelisahan itu. Demokrat dan Harris malah membahas hal-hal yang, menurut jajak pendapat ataupun hasil pemilu, tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari warga. Penurunan inflasi dan periuk nasi terisi. Itu yang diinginkan warga. Bukan ceramah demokrasi. (Yoga)


Kebijakan Proteksionisme Donald Trump Beri Efek Negatif ke Manufaktur

KT1 11 Nov 2024 Investor Daily (H)
Kebijakan proteksionisme yang kemungkinan akan kembali dilakukan Donald Trump saat kembali jadi Presiden AS, dapat memberikan efek negatif ke industri manufaktur. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, kebijakan tersebut dapat membuat China mencari tujuan ekspor lainnya karena dihadang AS dan ujungnya membanjiri pasar Indonesia. "Kita harus waspadai jangan sampai over production China semakin membanjiri market yakni dengan memperkuat dengan Trade Remedies untuk  melindungi pasar domestik Indonesia di tengah utilitas industry TPT yang masih lemah," ucap dia. Kebijakan proteksionisme ini merupakan kebijakan ekonomi Trump dalam melindungi industri dalam negerinya. Trump berencana akan meningkatkan tarif impor hingga 10% untuk barang-barang asing. Angkat itu diklaim bisa meningkat, seandainya pihak mitra dagang terbukti memanipulasi atau terlibat perdagangan tak adil. Oleh karena itu, terang Jemmy, pemerintah Indonesia perlu melakukan negosiasi dalam mendorong kegiatan ekspor ke Amerika Serikat. Di sisi lain Indonesia harus mencoba menegosiasi Trade Agreement dengan Amerika Serikat. (Yetede)

Peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump

KT3 09 Nov 2024 Kompas

Pelaku industri berorientasi ekspor menilai terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS akan menurunkan kinerja ekspor China ke AS. Indonesia dinilai bisa memanfaatkan peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump. Potensi penerapan pajak tinggi untuk produk minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah, yang diimpor dari China ke AS, misalnya, membuka potensi pasar ekspor baru bagi negara-negara produsen minyak goreng, termasuk Indonesia. Analis Komoditas Lunak Global Bloomberg, Alvin Tai, menilai, Trump akan memenuhi janji kampanyenya, menaikkan tarif impor produk China hingga 60 %.

Peningkatan tarif juga diterapkan untuk produk minyak jelantah (used cooking oil) asal China yang selama ini pungutan impornya ada di kisaran 15,5 %. ”Saya pikir akan ada kelanjutan dari peningkatan tarif impor, termasuk untuk produk minyak jelantah dari China yang jumlahnya 60 % dari seluruh minyak jelantah impor di AS,” ujar Alvin di sela-sela acara International Palm Oil Conference (IPOC) 2024 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/11). Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, menyebut, apa pun kebijakan Trump terkait proteksionisme nantinya tetap akan menguntungkan Indonesia.

”Volume ekspor minyak jelantah China ke AS sangatlah besar. Indonesia harus bisa mengambil keuntungan (dari kebijakan tarif AS),” ujar Joko. Berdasar hasil studi Traction Energy Asia, potensi ketersediaan minyak jelantah di Indonesia mencapai 1 juta kiloliter per tahun. Dari potensi tersebut, 75 % berasal dari industri pengolahan makanan, 25 % berasal dari hotel, restoran, dan kafe. Dilansir dari Reuters, tahun lalu AS mengimpor minyak jelantah hingga 1,36 juta metrik ton (1,53 juta kiloliter) untuk memenuhi kebutuhan produksi biodiesel di negara tersebut. (Yoga)


Sirene Peringatan Kembalinya Trumpisme

KT1 09 Nov 2024 Tempo
KEMENANGAN  Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat membunyikan sirene peringatan kembalinya Trumpisme. Gaya kepemimpinan Trump yang menggelorakan nasionalisme sempit dan proteksionisme serta dan mengabaikan nilai-nilai demokrasi itu bakal mencekam dunia dalam empat tahun ke depan. Indonesia pun harus bersiap. Meski belum resmi, Trump dipastikan kembali menjadi Presiden Amerika Serikat. Pengusaha sekaligus politikus Partai Republik ini terpilih sebagai presiden ke-47 setelah mengalahkan Kamala Harris dari Partai Demokrat. Pemungutan suara pada Rabu waktu setempat, 6 November 2024, menunjukkan Trump memperoleh 295 suara elektoral dan 72.572.358 suara populer. Dia mengungguli Harris yang mendapatkan 226 suara elektoral dan 67.848.491 suara populer.

Kemenangan Trump memicu kekhawatiran kembali mewabahnya Trumpisme. Selama empat tahun memerintah Amerika pada 2016-2020, Trump menerabas etika dan nilai-nilai demokrasi, mengabaikan pelindungan hak asasi manusia, serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ia menyebarkan tuduhan palsu serta mengecap pengkritik pemerintah sebagai musuh rakyat Amerika. Trump meninggalkan sejumlah komitmen global dan inisiatif multilateral, seperti Kesepakatan Paris tentang Perubahan Iklim. Trump bahkan menyebut perubahan iklim sebagai hoaks besar. Ia mengecam energi hijau dan mobil listrik serta berjanji membatalkan kebijakan lingkungan dan skema hijau yang didukung Undang-Undang Pengurangan Inflasi. Pelestarian lingkungan bukan isu penting bagi Trump. Terpilihnya Trump membuat target Kesepakatan Paris makin sulit tercapai.  

Di sektor ekonomi, proteksionisme yang diterapkan Trump meletupkan perang dagang dengan Cina. Kebijakan yang sama bukan tak mungkin diterapkan dalam empat tahun mendatang. Selama kampanye, Trump berjanji meningkatkan tarif bea masuk hingga 60 persen untuk produk-produk asal Cina dan 20 persen untuk produk impor dari negara-negara lain. Alasannya: melindungi produk Amerika. Jika Trump menerapkan tarif bea masuk 60 persen pada produk-produk Cina, Indonesia bakal ikut gigit jari. Tak bisa masuk Amerika Serikat, produk-produk Cina akan makin membanjiri pasar dalam negeri. Akibatnya, pasar produk dalam negeri kian tergerus. Kita tahu, produk Cina lebih murah dari barang-barang buatan dalam negeri. (Yetede)

Sentimen Negatif IHSG atas Kemenangan Trump

KT3 08 Nov 2024 Kompas

Kemenangan Partai Republik di AS dalam Pilpres 2024 menjadi sentiment negatif pasar keuangan di dalam negeri. IHSG terjerembap karena persepsi pasar akan kebijakan calon presiden yang unggul dalam penghitungan tak resmi, Donald Trump, yang dapat merugikan Indonesia nanti. Trump telah mengklaim kemenangannya atas Capres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, pada Pilpres, Selasa (5/11). Kabar itu membuat pasar keuangan Indonesia bergejolak hingga Kamis (7/11). IHSG dibuka di posisi 7.383 setelah pada Rabu (6/11) rontok 1,4 % dalam satu hari perdagangan, kemudian melanjutkan penurunan, dan ditutup di 7.243,86. Posisi ini membuat pertumbuhan IHSG sejak awal 2024 nyaris 0 %. Mengutip situs RTI Business, koreksi sehari lalu dipicu larinya modal asing dengan nilai jual bersih Rp 1,15 triliun.

Eastspring Investments Indonesia, perusahaan manager investasi, menganalisis, pasar finansial Indonesia tidak luput dari sentimen negatif terpilihnya Trump, yang dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil surat utang AS atau US Treasury dan nilai mata uang USD. Di tengah sentimen ini, pasar saham berjangka AS telah menguat, demikian dengan imbal hasil US Treasury melonjak 16 basis poin menjadi 4,41 % dan indeks USD naik lebih dari 2 % atau mengalami kenaikan harian tertinggi sejak Maret 2020. Kemenangan Trump dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil US Treasury dan USD lebih lanjut akibat beberapa pendekatan kebijakan yang diantisipasi, seperti pemangkasan pajak, peningkatan belanja pemerintah, serta tarif dan kebijakan perdagangan.

Namun, menurut Eastspring, perekonomian Indonesia yang berorientasi pada konsumsi domestik akan lebih terlindungi dari dampak negatif tersebut. Tameng lainnya adalah rasio ekspor terhadap PDB Indonesia merupakan salah satu yang terendah di kawasan Asia. Membaiknya stabilitas eksternal selama beberapa tahun terakhir, yang terlihat dari penurunan defisit transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, dan terkendalinya tingkat utang, membuat Indonesia lebih siap menghadapi potensi guncangan pasar global. ”Dalam jangka panjang, fundamental akan menjadi pendorong utama kinerja pasar finansial. Kami yakin bahwa outlook perekonomian Indonesia akan tetap positif,” ujar tim analis Eastspring. (Yoga)


Aset kripto melonjak akibat Kemenangan Trump

KT3 08 Nov 2024 Kompas

Harga berbagai aset kripto melonjak begitu sejumlah laporan memperkirakan Donald Trump bakal memenangi Pilpres AS pada Selasa atau Rabu (6/11) waktu Indonesia. Bitcoin mencapai puncaknya dengan nilai lebih dari 75.000 dollar AS atau naik 7 %. Ethereum naik 8 % dan Dogecoin yang merupakan ”anak emas” Elon Musk naik 25-30 %. Para pendukung aset kripto bersorak sorai begitu Trump mulai mengungguli Kamala Harris. Total kapitalisasi pasar semua aset kripto meningkat 11 % menjadi 2,5 triliun dollar AS dengan volume perdagangan kripto melonjak 77 % menjadi 138,48 miliar USD dalam 24 jam terakhir. Trump dianggap bakal mendukung pengembangan asset kripto, sementara Harris dari Demokrat dicitrakan menghambat pengembangan aset digital tersebut.

Harris lebih tepat disebut korban dari kebijakan Presiden Joe Biden yang dianggap sangat hati-hati dan menyerang mereka yang selama ini berada di dalam pengembangan aset kripto. Para pelaku industri kripto menyambut baik kemenangan Trump dengan harapan bahwa ia akan mampu mendorong perubahan legislatif dan peraturan yang telah lama mereka lobi. Laporan Associated Press menyebutkan, Trump telah berjanji bahwa jika terpilih, dirinya memecat Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Gary Gensler yang selama ini disebut telah memimpin langkah-langkah keras Pemerintah AS terhadap industri kripto. ”Malam ini para pemilih kripto telah berbicara dengan tegas, lintas partai dan pemilihan umum di seluruh negeri. Orang Amerika sangat peduli dengan kripto dan menginginkan aturan yang jelas untuk aset digital. Kami berharap dapat bekerja sama dengan kongres baru untuk mewujudkannya,” kata CEO Coinbase Brian Armstrong di akun X-nya. (Yoga)


Efek Kemenangan Donald Trump untuk Indonesia

KT1 08 Nov 2024 Tempo
CALON presiden dari Partai Republik, Donald Trump, memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Ia mengalahkan kandidat dari Partai Demokrat sekaligus Wakil Presiden inkumben, Kamala Harris. Trump, yang pernah menjadi Presiden Amerika periode 2016-2020, memperoleh 277 suara elektoral dari 538 suara yang tersedia. Dalam sistem pemilihan presiden Amerika, calon yang mengantongi lebih dari 270 suara elektoral keluar sebagai pemenang meski kalah dalam perolehan suara populer.

Pakar ekonomi membuat sejumlah prediksi dan analisis mengenai efek kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat. Nilai tukar dan tarif perdagangan diperkirakan akan terpengaruh. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus, memprediksi kebijakan ekonomi Amerika akan lebih ketat. Tarif yang direncanakan Trump berpotensi mengurangi produk yang diekspor ke Amerika.  “Akan makin banyak produk diseleksi sehingga menjadi tantangan negara berkembang untuk ekspor ke Amerika,” ujarnya.

Kemenangan Trump menyebabkan nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat. Hal ini terjadi karena pasar bereaksi dengan kemungkinan kebijakan perdagangan proteksionis yang akan dibuat oleh Trump. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memprediksi depresiasi kurs rupiah terhadap dolar bakal berlanjut. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.820-15.920 per dolar,” kata dia dalam analisis rutinnya, Rabu, 6 November 2024. (Yetede)

Efek Kemenangan Donald Trump untuk Indonesia

KT1 08 Nov 2024 Tempo
CALON presiden dari Partai Republik, Donald Trump, memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Ia mengalahkan kandidat dari Partai Demokrat sekaligus Wakil Presiden inkumben, Kamala Harris. Trump, yang pernah menjadi Presiden Amerika periode 2016-2020, memperoleh 277 suara elektoral dari 538 suara yang tersedia. Dalam sistem pemilihan presiden Amerika, calon yang mengantongi lebih dari 270 suara elektoral keluar sebagai pemenang meski kalah dalam perolehan suara populer.

Pakar ekonomi membuat sejumlah prediksi dan analisis mengenai efek kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat. Nilai tukar dan tarif perdagangan diperkirakan akan terpengaruh. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus, memprediksi kebijakan ekonomi Amerika akan lebih ketat. Tarif yang direncanakan Trump berpotensi mengurangi produk yang diekspor ke Amerika.  “Akan makin banyak produk diseleksi sehingga menjadi tantangan negara berkembang untuk ekspor ke Amerika,” ujarnya.

Kemenangan Trump menyebabkan nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat. Hal ini terjadi karena pasar bereaksi dengan kemungkinan kebijakan perdagangan proteksionis yang akan dibuat oleh Trump. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memprediksi depresiasi kurs rupiah terhadap dolar bakal berlanjut. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.820-15.920 per dolar,” kata dia dalam analisis rutinnya, Rabu, 6 November 2024. (Yetede)