AMERIKA SERIKAT, Anak-anak Muda Bersiasat Hadapi Tekanan Pendapatan
Kekayaan anak-anak muda dari generasi milenial (kelahiran 1981-1996)
dan generasi Z (1997-2012) di AS sebenarnya terus bertambah. Namun, sebagian
besar uang mereka dibelanjakan untuk ”kebutuhan saat ini saja”. Situs NBC, 18
Februari 2024, mengutip penelitian bank sentral AS di New York, menyebut,
kekayaan bersih warga AS berusia 18-39 tahun melonjak 80 % dari kekayaan mereka
pada awal 2019 hingga kuartal ketiga 2023. Namun, sebagian besar dari kekayaan
mereka berasal dari investasi pada saham-saham yang tidak likuid sehingga tidak
bisa dicairkan segera untuk dapat dibelanjakan. Di sisi lain, dana cair yang mereka
miliki sebagian besar ludes untuk memenuhi kebutuhan harian yang kian mahal.
Ada pengeluaran yang penting dan harus mereka alokasikan, seperti sewa rumah
dan jalan-jalan. Namun, anak-anak muda itu juga membutuhkan ”udara segar”
setelah terkungkung pandemi Covid-19 dan terbelit utang pinjaman kuliah yang
sangat besar.
Mereka harus berjibaku menyiasati tekanan dalam pendapatan
yang tidak mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Seorang warga AS, Mohit Singla
(33), memang mendapat kenaikan gaji 20 % setelah dipercaya menjadi direktur
senior sebuah perusahaan bioteknologi pada September 2023. Jika digabung dengan
penghasilan istrinya, pendapatan tahunan pasangan itu 500.000 USD atau Rp 7,8
miliar. Namun, uang sebanyak itu masih kurang atau tak mencukupi kebutuhan
harian, terutama setelah kelahiran bayi mereka pada Desember 2023. Ada tambahan
kebutuhan untuk anak, belum termasuk harga sewa apartemen dua kamar tidur
mereka di Jersey City, yang melonjak menjadi 5.500 USD atau Rp 86 juta per bulan, dari 3.700 USD tahun kemarin.
Survei perusahaan perantara perumahan AS, Redfin, pada September 2023 menyebutkan,
18 % generasi milenial dan 12 % gen Z tidak yakin akan mampu membeli rumah.
Harga jual rumah rata-rata 30 % lebih tinggi ketimbang harga
pada awal 2019, sementara tabungan yang awalnya dialokasikan untuk membayar
uang muka membeli rumah kini dibelanjakan untuk hal-hal lain. Makan di luar dan
makan mewah adalah salah satu kesenangan yang dipertahankan. Setiap akhir pekan,
alokasinya 200 USD. Mereka butuh menjadi bahagia saat ini. Perencana keuangan
dan pendiri FirstGenLiving, Maria Melchor (27), dari New York City, kepada
harian Daily Mail, 18 Desember 2023, menjelaskan bahwa apa yang selama ini
disebut ”impian Amerika” sekarang tidak ada lagi pada generasi milenial dan gen
Z. Dua kelompok generasi itu secara umum tidak mampu lagi membeli rumah dan
berkeluarga di tengah kondisi perekonomian seperti sekarang. Kenyataan pahit
dari keterbatasan finansial itu membuat mereka menghabiskan banyak uang untuk
”bersenang-senang”. Entah itu untuk jalan-jalan, makan enak, atau membeli tiket
konser Taylor Swift yang mahal. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023