Inflasi Inti AS Masih Panas
Harga-harga konsumen di AS hampir tidak naik pada Maret 2023 karena biaya BBM turun. Tetapi harga sewa hunian yang tinggi membuat tekanan terhadap inflasi tetap panas, sehingga dapat dipastikan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga lagi awal bulan depan. Depnaker AS melaporkan pada Rabu (12/04) indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,1% bulan lalu, setelah naik 0,4% pada Februari. Sementara dalam rentang 12 bulan hingga Maret 2023, IHK naik 5,0%. Angka ini menunjukkan kenaikan tahunan atau year-on-year (yoy) terkecil sejak Mei 2021. IHK AS naik 6,0% yoy pada Februari 2023. IHK tahunan di AS memuncak di level 9,1% pada Juni tahun lalu. Yang merupakan kenaikan terbesar sejak November 1981. Tapi sejak itu terus menurun dan mencapai level 5,0% pada Maret 2023. Angka inflasi terakhir ini masih dua kali lipat target The Fed yang sebesar 2%.
“Ketika ekonomi melambat, harga konsumen akan melambat lebih jauh dan akan membawa inflasi lebih dekat menuju target jangka panjang The Fed sebesar 2%,” kata Jeffrey Roach, kepala ekonom AS di LPL Financial, kepada CNBC. Inflasi yang terus-terusan tinggi, pengetatan pasar tenaga kerja, dan tanda-tanda bahwa tekanan pasar keuangan telah mereda akan memungkinkan The Fed untuk terus memprioritaskan pemulihan stabilitas harga. Namun demikian, jalan menuju disinflasi kemungkinan akan bergelombang. Karena tekanan yang dating dari biaya jasa jauh dari hunian. Dalam 12 bulan hingga Maret 2023, IHK inti naik 5,6% setelah naik 5,5% di Februari. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023