Pilihan Valas Saat Ekonomi Gamang
Kebijakan The Fed yang mulai dovish tidak memudarkan pamor dollar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang pilihan. Para analis justru melihat dollar AS masih jadi safe haven menarik.
Memang, pasca The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps, indeks dollar AS sempat bergerak ke bawah 103. Tapi kemarin (24/3), indeks dollar AS kembali naik ke level 103,16.
Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong berpendapat, keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan sesuai proyeksi. Yang mengejutkan justru keputusan The Fed memangkas suku bunga di tahun ini.
Kebijakan suku bunga bank sentral melunak akibat kolapsnya beberapa bank. Ada Silicon Valley Bank, Signature Bank, Silvergate Bank dan First Republic Bank yang mengalami kekurangan likuiditas.
Kondisi yang sama juga dialami bank yang berbasis di Eropa, Credit Suisse. Ini menunjukkan perbankan di Eropa tidak immune. "Ini yang membuat dollar AS dinilai menarik, karena status dollar AS yang masih menjadi safe haven bagi investor," ujar Lukman.
Masih ada sejumlah valas lain yang menurut analis menarik untuk investasi. Salah satunya mata uang Swiss, franc. Mata uang berkode CHF ini menarik setelah bank sentral Swiss menaikkan suku bunga 50 bps pekan ini. "Walau ada kejatuhan Credit Suisse, saya melihat hal ini tidak akan mengurangi daya tarik CHF," ujar Lukman.
Lukman juga menilai dollar Singapura menarik. Mata uang berkode SGD ini menjadi mata uang paling kuat secara tahunan melawan dollar AS. Dollar AS melemah 1,76% secara tahunan terhadap dollar Singapura.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana melihat, euro bisa menjadi hard currencies yang menarik sebagai pilihan investasi. Pasalnya, ada ekspektasi European Central Bank (ECB) masih akan meningkatkan suku bunga lebih tinggi daripada The Federal Reserve.
Untuk safe haven di Asia, menurut Fikri, yen, yuan dan won Korea bisa dicermati. Alasannya, negara-negara Asia tidak memiliki kaitan dengan bank-bank AS ataupun Eropa yang sedang kolaps. Tapi perlu diingat, yuan dan won jarang diperdagangkan di pasar valas.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023