Keuangan
( 1012 )Tak Atur Keuangan, Babak Belur Kemudian
Selama Ramadhan hingga masa libur Lebaran, pengeluaran tentu akan jauh membengkak. Persiapan jauh-jauh hari terkadang tidak sesuai prediksi. Dompet menipis, tabungan terkuras. Perlu perencanaan maksimal agar keuangan tak jebol lagi di kemudian hari. Sejak jauh-jauh hari, Nafila (24) yang ditemui Selasa (25/4) telah merencanakan pengeluaran mudik tahun ini dengan matang. Pekerja BUMN di Cilegon, Banten, ini merencanakan THR-nya untuk sejumlah keperluan. Namun, lagi-lagi pengeluaran tak terduga tidak dapat dihindari. Sebelumnya, alokasi penggunaan THR-nya telah dirancang 75 % untuk keperluan Lebaran dan 25 % untuk ditabung.
Total Rp 5 juta ia anggarkan untuk tiket mudik ke Kebumen (Jateng), THR keluarga, membeli kue Lebaran, dan membantu memperbaiki rumah orangtua. Ternyata jatah untuk THR bertambah beberapa ratus ribu rupiah untuk saudaranya yang perkiraan awal Rp1juta. Tidak hanya itu, mudik dari Cilegon ke Kebumen juga membengkakkan anggarannya, dari Rp 2 juta untuk akomodasi dan transportasi, ia menambah Rp 500.000. Tidak mengira akan terjadi pembengkakan, Nafila akhirnya mengambil uang tabungan dan gaji. Alhasil, peruntukan menabung berkurang menjadi 20 % dari THR kali ini.
Nasib Olivia Putri (26) jauh lebih tragis, sebab ia tidak mendapat THR dari tempat kerjanya, sebuah perusahaan rintisan pendidikan di Jaksel. Informasi ini ia dapatkan H-8 Lebaran, persis sehari sebelum tenggat terakhir pembayaran hak pekerja oleh pengusaha. Tidak mendapatkan THR membuat ia harus merogoh tabungan untuk mudik dan berbagi rezeki kepada keluarga di kampung. ”Semenjak bekerja dan punya penghasilan sendiri, kebutuhan Lebaran jadi tanggunganku. Apalagi, semenjak bekerja jauh dari rumah, anggarannya berkali-kali lipat.
Selain beli tiket balik kampung, juga harus memberi rezeki ke nenek dan kakek untuk dibagi-bagikan ke saudara,” tutur Olivia, Senin (24/4). Baik Olivia, kakek, nenek, maupun adiknya yang tinggal di Ngaglik, Sleman, DIY, beragama Katolik. Namun, karena banyak kerabat dan tetangganya yang beragama Islam, mereka turut merayakan Lebaran. Jika seseorang disiplin dengan bujet yang sudah direncanakan, mereka akan lebih tahu kapan bujet sudah habis atau melampaui batas yang ditentukan. Jika tidak, tabungan akan terkuras habis. (Yoga)
Lebaran, Perputaran Uang Rp 92,25 Triliun
Perputaran uang di daerah selama periode libur Lebaran 2023 diperkirakan mencapai Rp 92,25 triliun. Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang, Minggu (23/4/2023), berharap hal itu bakal memutar ekonomi berbagai sektor di daerah, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. (Yoga)
OJK Mengerek Modal Minimal Asuransi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakalan memperkuat industri asuransi. Hal ini untuk mengurangi berbagai masalah yang sebelumnya menyelimuti industri ini.
Salah satu rencana OJK untuk memperkuat asuransi adalah menaikkan batas minimal modal perusahaan asuransi.
Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang IKNB OJK Dewi Astuti mengungkapkan bahwa penguatan permodalan dilakukan agar perusahaan memiliki modal yang kuat agar dapat berkembang.
Tak hanya itu, Dewi juga bilang bahwa penguatan permodalan dilakukan dalam rangka konsolidasi. Mengingat, jumlah perusahaan asuransi yang cukup besar mencapai sekitar 150 perusahaan.
Hingga kini belum ada kisi-kisi berapa modal minimal yang akan dipatok oleh OJK. Dewi cuma menyebut dalam rancangan revisi POJK yang sudah ada, modal minimal untuk mendirikan asuransi syariah adalah Rp 250 miliar dan reasuransi syariah senilai Rp 500 miliar.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan bahwa ini sejalan dengan peta jalan AAJI yang mengusulkan adanya penguatan kapasitas perusahaan asuransi di saat total pertanggungan yang besar.
SURVEI BI : Geliat Dunia Usaha Kian Kuat
Bank Indonesia memprediksi geliat dunia usaha akan makin meningkat pada kuartal II/2023 setelah kinerja industri pengolahan Indonesia menguat pada kuartal I/2023. Kepala Departemen komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan hal itu merujuk hasil survei kegiatan dunia usaha yang digelar bank sentral. Menurutnya, geliat dunia usaha terlihat dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 21,44%, atau lebih besar dibandingkan dengan perkiraan SBT pada kuartal pertama yakni 11,05%. “Peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada beberapa lapangan usaha utama, yaitu lapangan usaha pertanian seiring masih berlanjutnya panen raya dan lapangan usaha pertambangan didukung oleh ketersediaan sarana produksi,” ujarnya, Jumat (14/4). Erwin juga menyampaikan bahwa survei BI turut mengindikasikan adanya peningkatan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I/2023. “Terlihat dari nilai SBT sebesar 11,05%, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal IV/2022 sebesar 10,71%,” kata Erwin.
PHK Marak, Klaim Jamsostek Membengkak
Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tanah air diprediksi masih akan terus berlangsung. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan harus bersiap merogoh kocek lebih dalam lagi.
Ini terlihat dari semakin meningkatnya klaim program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang harus ditanggung badan yang juga disebut BP Jamsostek itu. Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Oni Marbun mengatakan, pada Februari 2023 klaim JKP sebesar Rp 35,6 miliar. Angka ini jauh meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan klaim JKP ini memang tidak terlepas dari meningkatnya PHK yang terjadi dalam setahun terakhir, mulai dari sektor teknologi hingga industri manufaktur. Artinya, PHK merambah sektor padat modal dan padat karya.
Di sisi lain, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyebut, sekitar 61% peserta yang mengajukan JHT berusia 20 hingga 35 tahun. Adapun, sepanjang tahun 2022 hingga Oktober 2022, klaim JHT mencapai Rp 2,8 triliun.
Anggoro menyayangkan banyak peserta yang masih bisa bekerja, namun sudah mengajukan klaim JHT. Dia khawatir, mereka yang sudah mengajukan klaim, tidak akan memiliki tabungan lagi di saat memasuki usia pensiun.
Awas QRIS Palsu Menyedot Duit Anda
Penggunaan transaksi digital kian marak, terutama di layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Persoalannya fasilitas transaksi berbasis QRIS ini mulai rawan disalahgunakan.
Tengok saja, baru-baru muncul dugaan penyalahgunaan stiker QRIS di kotak amal masjid. Alih-alih masuk ke kotak amal digital masjid, duit jamaah malah nyemplung ke kantong milik oknum. Penelusuran kepolisian, satu tersangka menempelkan stiker QRIS palsu di 38 titik di Jakarta dan Tangerang.
Guna mencegah penyalahgunaan QRIS lebih marak, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Ismi Triswati menyatakan BI bersama ekosistem QRIS serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membuat daftar hitam merchant QRIS yang teridentifikasi fraud, termasuk QRIS palsu. "Ini salah satu upaya efek jera, agar merchant jangan sampai masuk daftar hitam ini," ujarnya, Selasa (11/4).
BI juga meminta Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) memperketat pendaftaran merchant. Sedangkan merchant, harus proaktif melakukan pengecekan secara berkala stiker QRIS masih sama atau diganti oknum tertentu.
Pada kasus terbaru, ada oknum yang memalsukan transaksi QRIS di tempat ibadah. Stiker QRIS palsu itu tertulis merchant Restorasi Masjid, terafiliasi dengan platform LinkAja dan beralamat di Kota Medan. Sementara, barcode QRIS palsu lain bernama "Restorasi Masjid" yang berafiliasi dengan Bank Nobu dan beralamat di Jakarta Selatan.
Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso mengklaim, sistem QRIS sangat aman dan terstandar internasional. ASPI juga siap akan mendorong pemberantasan QRIS palsu dan penyusunan daftar hitam QRIS.
Bijak Kelola THR Perdana
Untuk pertama kali, Sanah Saphira Putri (22) atau Pia akan mendapatkan THR. Perempuan ini bekerja sebagai Staff Software Quality Assurance I di sebuah perusahaan teknologi bidang perjalanan, Jakarta, sebagai karyawan tetap sejak Agustus tahun lalu setelah menyelesaikan masa magang. Pia mendengar bahwaTHR yang akan dia peroleh adalah satu kali gaji penuh atau kurang sedikit dari gaji. Pia memperkirakan dia akanmenerima Rp 7 juta. ”Kalau dapat THR, aku sudah rencana buat kasih ke orangtua dan adik. Terus, mungkin enggak seberapa juga, tapi aku juga akan kasih ke saudara atau orang yang bantu-bantu, misalnya ART, sebagai ucapan terima kasih, dan untuk sedekah,” kata Pia yang berdomisili di Tangerang, Banten, Selasa (4/4). ”Kalau (dapat) THR, aku usahakan bisa menabung, jadi bakal ngitung berapa yang aku kasih, berapa yang mau pakai untuk pribadi, dan berapa yang bisa ditabung. Aku usahakan enggak boleh habis,” tuturnya.
Anindya Nada Khairissa (23) masih mengira-ngira apa yang akan dia lakukan dengan uang THR pertamanya. Sejak Juni 2022, Nada bekerja sebagai anggota staf keuangan di sebuah perusahaan bidang logistik di Pluit, Jakut. Karena belum setahun bekerja, dia kemungkinan akan menerima tunjangan 10 bulan bekerja. Nada berestimasi akan menerima Rp 2,9 juta. ”Bayangannya sih uang THR itu buat beli ponsel, liburan, ditabung, atau kebutuhan pribadi lainnya. Tapi aku pikir juga buat keluarga. Belum ada rencana pasti,” ujar Nada. Setelah dipikir-pikir, Nada berencana membelikan sang ibu tercinta perhiasan emas. Baru sisa uang akan dia alokasikan untuk ayah, lalu saudara-saudara. Nada mengakui, untuk THR pertama ini, dia akan royal, apalagi ia saat ini belum berkeluarga.”
Pendiri dan perencana keuangan OneShildt Financial Independence, Budi Raharjo, mengatakan, hari Raya membuat pola pengeluaran masyarakat berbeda dibandingkan saat bulan biasa. Masyarakat mengeluarkan dana lebih untuk tradisi perayaan, seperti untuk konsumsi, mudik, angpau, dan sedekah. ”Kita harus berhati-hati supaya jangan sampai kebobolan. Jadi, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan,” kata Budi. Budi menjelaskan, pekerja muda perlu mempunyai perencanaan jangka pendek untuk pengeluaran khusus hari raya. Salah satunya dengan memperhatikan pola pengeluaran tahun lalu, misalnya untuk mudik, baju baru, dan sedekah. Setelah itu, pekerja muda perlu menyusun kisaran besaran pengeluaran. Lalu mereka perlu membandingkan berapa penghasilan yang akan diterima dengan rencana pengeluaran. Budi melanjutkan, jika pengeluaran ternyata masih lebih besar, pekerja muda perlu kembali menyusun ulang daftar pengeluaran berdasarkan prioritas. (Yoga)
OJK Buka Peluang Ubah Aturan Permodalan Bank
Aturan permodalan perbankan di Tanah Air perlu menjadi perhatian regulator di tengah kasus kegagalan sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Terutama permodalan bank-bank yang baru memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 triliun pada akhir 2022.
Hingga Februari 2023, OJK melihat kondisi permodalan perbankan masih terjaga di level yang tinggi. Hal itu tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) yang tercatat sebesar 26,10%.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, OJK akan terus melakukan penguatan kinerja dan konsolidasi perbankan, khususnya permodalan. Ini dalam rangka memastikan perbankan lebih resilient dan punya daya saing yang kuat.
Saat ini dalam aturan konsolidasi bank umum, modal inti minimum perbankan ditetapkan sebesar Rp 3 triliun. Selain Bank Pembangunan Daerah (BPD), seluruh bank umum sudah memenuhi aturan itu akhir tahun 2022. Adapun BPD masih dikasih waktu hingga akhir 2024 untuk memenuhi aturan tersebut.
Sementara dari pengamatan OJK, kasus kegagalan bank di AS tidak berdampak langsung ke perbankan Indonesia.
Sitaan Sejahtera Bersama Rp 1,2 Triliun
Perjalanan sidang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama dengan terdakwa pengurus masih begulir. Sejalan dengan persidangan, terjadi penyitaan beberapa aset.
Dalam persidangan, jaksa menyebutkan, aset yang sudah disita terkait KSP Sejahtera Bersama sebesar Rp 1,2 triliun. Kuasa Hukum Korban KSP Sejahtera Bersama, Herwanto menginginkan, beberapa aset sitaan tersebut bisa dikembalikan kepada korban.
"Jika aset sitaan dikembalikan, korban bisa mendapatkan haknya 100%," ujar Herwanto, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Humas KSP Sejahtera Bersama, Dede Suherdi menyatakan, pihaknya tak mau menyebut jumlah aset koperasi. "Sedang diaudit akuntan publik, mungkin pertengahan April bisa ketahuan nilainya,” ujar Dede.
Ia mengklaim, pihaknya tetap melakukan pembayaran sesuai jumlah cash yang masuk. Pembayaran per bulan berkisar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta.
Pinjaman di Multifinance Meningkat
Kebutuhan dana tunai saat Lebaran memacu kenaikan permintaan pembiayaan multiguna di perusahaan pembiayaan (
multifinance
).
Berdasarkan statistik data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Januari 2023 pembiayaan multiguna atau dana tunai
multifinance
meningkat. Per Januari 2023, piutang pembiayaan segmen multiguna, naik 7,16% secara tahunan, yakni menjadi sebesar Rp 219,41 triliun dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 204,74 triliun.
Beberapa
multifinance
meyakini pembiayaan multiguna menjelang Lebaran ini akan meningkat. Misalnya, PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) yang menilai bahwa momen Ramadan-Lebaran 2023 ini diperkirakan akan berdampak positif pada pembiayaan multiguna di WOM Finance.
Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengatakan, peningkatan pembiayaan multiguna biasanya untuk pengembangan usaha atau kebutuhan di Hari Raya.
Ada juga PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang memanfaatkan pembiayaan multiguna di momen menjelang lebaran.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyebutkan target pertumbuhan pembiayaan multiguna atau refinancing naik hampir dua kali lipat sejak bulan Januari 2023. "Peningkatan target pertumbuhan ini didorong, program promo CNAF yaitu program jelang Ramadan" yang menarik dengan menawarkan program bebas biaya admin dan provisi," tutur Ristiawan.
Pilihan Editor
-
Jalan Berliku Energi Ramah Lingkungan
25 Sep 2020 -
Membaik, Belanja Iklan Tembus RP 122 T
27 Aug 2020 -
Isu Kepemilikan Asing Kembali Mencuat
30 Jul 2020 -
Langsa Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang
14 Aug 2020 -
Bisnis Laptop Laris Manis di Masa Pandemi
13 Aug 2020









