;

Tak Atur Keuangan, Babak Belur Kemudian

Ekonomi Yoga 26 Apr 2023 Kompas
Tak Atur Keuangan,
Babak Belur Kemudian

Selama Ramadhan hingga masa libur Lebaran, pengeluaran tentu akan jauh membengkak. Persiapan jauh-jauh hari terkadang tidak sesuai prediksi. Dompet menipis, tabungan terkuras. Perlu perencanaan maksimal agar keuangan tak jebol lagi di kemudian hari. Sejak jauh-jauh hari, Nafila (24) yang ditemui Selasa (25/4) telah merencanakan pengeluaran mudik tahun ini dengan matang. Pekerja BUMN di Cilegon, Banten, ini merencanakan THR-nya untuk sejumlah keperluan. Namun, lagi-lagi pengeluaran tak terduga tidak dapat dihindari. Sebelumnya, alokasi penggunaan THR-nya telah dirancang 75 % untuk keperluan Lebaran dan 25 % untuk ditabung.

Total Rp 5 juta ia anggarkan untuk tiket mudik ke Kebumen (Jateng), THR keluarga, membeli kue Lebaran, dan membantu memperbaiki rumah orangtua. Ternyata jatah untuk THR bertambah beberapa ratus ribu rupiah untuk saudaranya yang perkiraan awal Rp1juta. Tidak hanya itu, mudik dari Cilegon ke Kebumen juga membengkakkan anggarannya, dari Rp 2 juta untuk akomodasi dan transportasi, ia menambah Rp 500.000. Tidak mengira akan terjadi pembengkakan, Nafila akhirnya mengambil uang tabungan dan gaji. Alhasil, peruntukan menabung berkurang menjadi 20 % dari THR kali ini.

Nasib Olivia Putri (26) jauh lebih tragis, sebab ia tidak mendapat THR dari tempat kerjanya, sebuah perusahaan rintisan pendidikan di Jaksel. Informasi ini ia dapatkan H-8 Lebaran, persis sehari sebelum tenggat terakhir pembayaran hak pekerja oleh pengusaha. Tidak mendapatkan THR membuat ia harus merogoh tabungan untuk mudik dan berbagi rezeki kepada keluarga di kampung. ”Semenjak bekerja dan punya penghasilan sendiri, kebutuhan Lebaran jadi tanggunganku. Apalagi, semenjak bekerja jauh dari rumah, anggarannya berkali-kali lipat.

Selain beli tiket balik kampung, juga harus memberi rezeki ke nenek dan kakek untuk dibagi-bagikan ke saudara,” tutur Olivia, Senin (24/4). Baik Olivia, kakek, nenek, maupun adiknya yang tinggal di Ngaglik, Sleman, DIY, beragama Katolik. Namun, karena banyak kerabat dan tetangganya yang beragama Islam, mereka turut merayakan Lebaran. Jika seseorang disiplin dengan bujet yang sudah direncanakan, mereka akan lebih tahu kapan bujet sudah habis atau melampaui batas yang ditentukan. Jika tidak, tabungan akan terkuras habis. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :