Awas QRIS Palsu Menyedot Duit Anda
Penggunaan transaksi digital kian marak, terutama di layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Persoalannya fasilitas transaksi berbasis QRIS ini mulai rawan disalahgunakan.
Tengok saja, baru-baru muncul dugaan penyalahgunaan stiker QRIS di kotak amal masjid. Alih-alih masuk ke kotak amal digital masjid, duit jamaah malah nyemplung ke kantong milik oknum. Penelusuran kepolisian, satu tersangka menempelkan stiker QRIS palsu di 38 titik di Jakarta dan Tangerang.
Guna mencegah penyalahgunaan QRIS lebih marak, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Ismi Triswati menyatakan BI bersama ekosistem QRIS serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membuat daftar hitam merchant QRIS yang teridentifikasi fraud, termasuk QRIS palsu. "Ini salah satu upaya efek jera, agar merchant jangan sampai masuk daftar hitam ini," ujarnya, Selasa (11/4).
BI juga meminta Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) memperketat pendaftaran merchant. Sedangkan merchant, harus proaktif melakukan pengecekan secara berkala stiker QRIS masih sama atau diganti oknum tertentu.
Pada kasus terbaru, ada oknum yang memalsukan transaksi QRIS di tempat ibadah. Stiker QRIS palsu itu tertulis merchant Restorasi Masjid, terafiliasi dengan platform LinkAja dan beralamat di Kota Medan. Sementara, barcode QRIS palsu lain bernama "Restorasi Masjid" yang berafiliasi dengan Bank Nobu dan beralamat di Jakarta Selatan.
Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso mengklaim, sistem QRIS sangat aman dan terstandar internasional. ASPI juga siap akan mendorong pemberantasan QRIS palsu dan penyusunan daftar hitam QRIS.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023