;
Tags

Bencana

( 266 )

DAMPAK GEMPA TAIWAN : Pengusaha Waspadai Rantai Pasok

HR1 05 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 skala richter di Taiwan membuat pelaku industri di Tanah Air waswas terhadap keandalan rantai pasok manufaktur di dalam negeri, karena mayoritas mesin yang digunakan pengusaha berasal dari Negeri Formosa. Ketua Umum Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dadang Asikin mengatakan bahwa hingga saat ini pelaku manufaktur nasional masih mengandalkan mesin-mesin yang diimpor dari Taiwan.

Adapun, sejumlah produk utama yang diimpor Indonesia dari Taiwan adalah mesin listrik, mesin boiler, mesin pengemasan, mesin rajutan, hingga pemintalan fi lamen. Menurutnya, industri tekstil dan produk tekstil paling banyak menggunakan mesin asal Taiwan, karena kualitas produk asal negara tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan China, meskipun harganya masih lebih tinggi. Di sisi lain, Deputy of General Secretary Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Indrawan mengatakan bahwa pihaknya masih belum merasakan hambatan rantai pasok yang disebabkan oleh gempa bumi terbesar di Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Hal yang sama juga sempat dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefi n Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono yang menyebut bahwa dampak gempa Taiwan tidak begitu signifi kan terhadap bahan baku maupun barang jadi plastik yang diimpor Indonesia. Menurut Fajar, wilayah selatan, seperti Tainan, Kaohsiung, dan lainnya tidak terkena dampak gempa bumi yang signifi kan, maka tidak akan berpengaruh terhadap rantai pasok, termasuk untuk suku cadang permesinan.

Insiden Gudang Amunisi Jadi Momentum Evaluasi

KT3 01 Apr 2024 Kompas (H)

Terbakarnya salah satu unit gudang di kompleks Gudang Amunisi Daerah Komando Daerah Militer Jaya di Ciangsana, Bogor, Jabar, menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh keberadaan gudang

amunisi militer. Pasalnya, saat ini di sekitar kawasan itu tumbuh permukiman warga. Pengawasan terhadap penataan ruang kawasan tempat kompleks militer berada, termasuk gudang amunisi, perlu menjadi perhatian agar asas perlindungan bagi warga tetap terpenuhi. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P, TB Hasanuddin, mengatakan, Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya yang mulai dioperasikan pada 1982 pada mulanya jauh dari permukiman warga.

 

”Sekarang (kawasan di sekitar Gudmurah) sudah jadi perumahan,” ucapnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (31/3). Menurut Hasanuddin, syarat mutlak gudang amunisi adalah berada jauh dari permukiman masyarakat. Jika amunisi yang disimpan seberat 5 kg, radius bahayanya berkisar 2-3 km, berarti jarak gudang amunisi dengan wilayah permukiman setidaknya 5 km. Melihat kondisi kompleks Gudmurah Kodam Jaya yang kian dikepung permukiman, Hasanuddin menilai perlu dipertimbangkan untuk memindahkan gudang amunisi ke lokasi lain yang lebih aman. Meski bukan perkara mudah, hal itu perlu dipertimbangkan secara serius. (Yoga)

2.495 Keluarga di Jatim Terdampak Gempa Bawean

KT3 24 Mar 2024 Kompas (H)

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Laut Jawa di sebelah barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jatim, berdampak kepada sedikitnya 2.495 keluarga di sejumlah kota/kabupaten di Jatim. Gresik menjadi wilayah dengan jumlah keluarga dan infrastruktur terdampak paling banyak akibat gempa tersebut. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (23/3) pukul 14.00 WIB, tercatat 2.495 keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, 2.473 keluarga atau 99 % berada di Kabupaten Gresik.

Sisanya tersebar di Tuban, Lamongan, Surabaya, Pamekasan, dan Sidoarjo. Untuk infrastruktur, khusus di Gresik, tercatat 304 rumah warga rusak berat, 835 unit rusak sedang, dan 1.334 rumah rusak ringan. Selain itu, 11 fasilitas pendidikan rusak sedang dan 39 fasilitas pendidikan lainnya rusak ringan. BNPB juga mendata 7 fasilitas ibadah rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 72 unit rusak ringan. Delapan gedung perkantoran turut rusak akibat gempa tersebut. Rentetan gempa itu terjadi sejak Jumat (22/3) pukul 11.22.

Gempa pertama bermagnitudo 6 dengan kedalaman 10 km. Lokasinya 132 km ditimur laut Kabupaten Tuban, Jatim, atau sekitar 30 km dari pesisir barat Pulau Bawean. Sampai Jumat tengah malam, tercatat 84 gempa susulan, dua di antaranya bermagnitudo 5,3 dan 6,5. Berdasarkan data BMKG, pada Sabtu (23/3) sejak pukul 00.12 sampai pukul 07.49, terjadi 10 kali gempa tektonik di barat Pulau Bawean. Gempa-gempa itu terdata bermagnitudo 3,3-4,1. Sumbernya di kedalaman 8-14 km dengan lokasi 119- 67 km di timur laut Tuban atau di barat Pulau Bawean. ”Kami trauma, sampai kapan berakhir, ya, Pak?”  ujar Riyan Adi, warga Sawah Mulia, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. (Yoga)

Waspadai Cuaca Ekstrem Jabodetabek

KT3 16 Mar 2024 Kompas (H)

Wilayah Jabodetabek masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hingga 18 Maret 2024. Warga perlu waspada terhadap dampak hujan disertai kilat dan angin kencang yang mungkin terjadi. Berdasarkan penjelasan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Jumat (15/3) kondisi itu dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation serta fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial. Kemudian, adanya tiga bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 91S, 94S, dan 93P, yang berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan. Kombinasi fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.

”Hasil analisis terkini, penurunan potensi intensitas hujan di Jabodetabek akan terjadi mulai 17 Maret 2024,” kata Guswanto.”BPBD DKI mencatat, genangan saat ini terjadi di 13 RT atau 0,042 persen dari 30.772 RT di wilayah Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji. Banjir disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (14/3). Sementara banjir di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya mulai surut pada Jumat (15/3) sore. Meski demikian, masih ada permukiman yang terendam banjir sehingga menyebabkan adanya sekitar 300 pengungsi. ”Alhamdulillah, mulai sore ini banjir sudah surut dan bisa dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai kembali normal,” kata Franoto Wibowo dari Humas Daerah Operasi 4 Semarang, Jumat. (Yoga)

Bencana Merata, Kenali Risiko Lingkungan

KT3 15 Mar 2024 Kompas (H)

Warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, daerah aliran sungai, dan perbukitan wajib waspada selama satu hingga dua pekan ke depan. Cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan membuat warga yang tinggal di daerah-daerah itu berisiko dilanda banjir dan tanah longsor. ”Kalau siang hari, lihat saja ke luar rumah. Kalau pandangan dalam jarak 100 meter ke depan tidak jelas, berarti intensitas hujannya sudah 30 milimeter per jam. Kalau malam, pakai senter. Jika itu terjadi, segera evakuasi mandiri,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (14/3). Setelah evakuasi,warga harus tetap berdiam di tempat aman sekurangnya dua jam meski hujan mereda, untuk memberi waktu berjalannya air hujan yang biasanya mendatangkan banjir. Misalnya, air dari Bendungan Katulampa baru akan sampai di daerah perkotaan Jakarta berkisar 4-6 jam.

”Teknologi sudah pasti dibutuhkan. Namun, pada kondisi tertentu, kita harus bisa mengambil keputusan sendiri dan itu harus cepat,” ujar Abdul. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, memperhatikan kondisi daerah masing-masing amat penting. Terlebih, bencana seperti banjir telah terjadi di banyak tempat. Di Semarang, Jateng, sebagian permukiman masih digenangi banjir pada Kamis (14/3). ”Banjir di jalan-jalan sudah mulai surut, tetapi di permukiman belum,” kata Kabid Penanganan Darurat Badan BPBD Jateng Muhamad Chomsul. Sejauh ini, BPBD Jateng sudah mengevakuasi warga terdampak. ”BPBD juga mendirikan dapur umum yang dipusatkan di masjid Balai Kota Semarang,” ujarnya. (Yoga)

Waspadai Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan

KT3 14 Mar 2024 Kompas (H)

BMKG memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air beberapa hari ke depan. Angin kencang disertai hujan dengan intensitas ringan-lebat serta gelombang laut tinggi berpotensi terjadi dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau mewaspadainya. Di NTB, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memprediksi cuaca ekstrem berlangsung di NTB hingga akhir pecan ini. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan disertai angina kencang hingga gelombang tinggi. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan Primadi, Rabu (13/3) mengatakan, curah hujan bisa terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. ”Berpotensi terjadi di seluruh wilayah NTB, 10-16 Maret 2024,” ujarnya. Kondisi itu bisa terjadi pagi hingga dini hari, yakni mulai dari Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.

Selain hujan disertai petir dan angin kencang, BMKG Stasiun Meteorologi ZAM memprediksi potensi gelombang tinggi pada periode itu. Gelombang dengan tinggi mencapai 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Selat Sape bagian selatan. Adapun gelombang 4-6 meter berpotensiterjadi di Samudra Hindia, selatan NTB. Di Malang, Jatim, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Firda Amalia M, mengatakan, hingga kini dinamika atmosfer mendukung untuk terjadinya cuaca ekstrem. ”Selain itu, saat ini juga ada bibit siklon yang berada di selatan Pulau Jawa. Ini bisa meningkatkan cuaca ekstrem hingga seminggu ke depan berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa,” ujarnya. Di Sultra, hujan dengan intensitas sangat tinggi masih berpotensi terjadi di Kendari dan sejumlah daerah lain di Sultra. Masyarakat diharapkan mewaspadai banjir dan longsor selama sepekan ke depan. ”Selama seminggu ke depan, (curah) hujan masih akan tinggi. Kondisi ini diprediksi terjadi di Kendari, sejumlah daerah di daratan Sultra, dan beberapa di kepulauan,” kata Kepala Stasiun Maritim BMKG Kendari Sugeng Widarko. (Yoga)

Prioritaskan Kebutuhan Dasar Korban di Sumbar

KT3 12 Mar 2024 Kompas (H)

Daerah terdampak banjir dan longsor di Sumbar diminta memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat pada masa tanggap darurat bencana. Pendataan infrastruktur yang rusak juga perlu disegerakan agar bisa lekas diperbaiki. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan hal itu, Senin (11/3) dalam rakor bersama Pemprov Sumbar dan kepala atau perwakilan lima daerah yang menetapkan masa tanggap darurat atau siaga darurat bencana banjir dan longsor. Hujan sangat lebat sejak Kamis (7/3) sore memicu banjir dan longsor di Sumbar pada Jumat. Bencana itu terjadi di 12 wilayah, yakni KotaPadang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto.

Akibat bencana itu, hingga Senin (11/3) malam, 26 orang meninggal dunia dan 6 lainnya masih dicari. Rinciannya, 23 korban ditemukan di Pesisir Selatan dan 3 korban lainnya di Padang Pariaman. Data BNPB per 10 Maret 2024 menyebutkan, banjir dan longsor itu juga menyebabkan 871 rumah rusak berat, 139 rumah rusak sedang, dan 593 rumah rusak ringan. Selain itu, 51 rumah ibadah terdampak, 23 jembatan rusak, 2 irigasi rusak, 28 sekolah terdampak, 13 jalan terdampak, 5.550 hektar lahan terdampak, 7 fasilitas umum/kantor terdampak, 1 sarana kesehatan terdampak, dan 1.960 hewan ternak terdampak. Menurut Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, intensitas hujan di Kota Padang dan sebagian wilayah Sumbar ini kemungkinan merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Dalam rakor itu, BNPB juga menyerahkan dana siap pakai Rp 1,75 miliar kepada pemprov dan lima daerah terdampak serta instansi terkait tanggap darurat bencana. Selain itu, ada bantuan berupa dukungan logistik dan peralatan. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar telah menetapkan masa tanggap darurat selama dua pekan. Selama itu, pemda fokus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. ”Kami sudah mendirikan dapur-dapur umum melalui dinas sosial,” ujarnya. Terkait dengan relokasi sekitar 100 rumah di Kampung Langgai, Mahyeldi membenarkan. Pihaknya sedang mendata di lapangan. Permukiman terdampak mesti direlokasi karena berada di pinggir sungai. Adapun jalan yang sempat terputus di Pesisir Selatan, katanya, sudah bisa dilalui. (Yoga)

El Nino Melemah, tetapi Dampaknya Menguat

KT3 07 Mar 2024 Kompas

Februari hingga awal Maret biasanya ditandai dengan hujan lebat di Desa Waibau, Flores Timur, NTT. Namun, tahun ini hanya sesekali turun hujan dalam durasi singkat sehingga padi ladang dan jagung yang baru ditanam di awal Januari 2024 mulai layu. ”Biasanya hari-hari seperti ini banyak hujan angin. Namun, saat ini sangat kering, seperti sudah masuk kemarau. Sudah lebih dari seminggu ini belum hujan sama sekali,” kata Matias Raja Koten (62), Kepala Suku Koten Keka dari Desa Waibau, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, yang ditemui pada hari Rabu (6/3). ”Kalau minggu-minggu ini masih tidak ada hujan, ada kemungkinan tanaman kami akan mati. Kalaupun bertahan, pasti hasil panen akan anjlok. Apalagi, saat ini banyak hama ulat yang menyerang jagung,” katanya.

Kepala Dusun III, Desa Waibau, Harto Brino (28) mengatakan, musim hujan 2023/2014 datang terlambat. Biasanya bulan November para petani sudah tanam padi dan paling terlambat bulan Desember. Namun, hujan kali ini baru mulai turun bulan Januari. ”Saat padi baru mulai tumbuh, sekarang sudah kering lagi sehingga banyak tanaman yang mati,” katanya. Menurut Harto, pada bulan Februari hingga Maret biasanya menjadi puncak musim hujan di wilayahnya. ”Namun, sekarang, untuk air minum saja, kami susah (mendapatkannya). Selain beli beras yang mahal, kami sekarang harus beli air,” tuturnya. Menurut Sekjen WMO Celeste Saulo, El Nino yang terus berlanjut, meskipun lebih lemah, dan perkiraan suhu permukaan laut di atas normal di sebagian besar lautan global diperkirakan menyebabkan suhu di atas normal di hampir seluruh wilayah daratan dalam tiga bulan ke depan.

Kondisi ini diperkirakan memengaruhi pola curah hujan regional. Sebagaimana terjadi pada masa sebelumnya, dampak El Nino di Indonesia terutama juga dirasakan setahun setelahnya. Kadis Pertanian Flores Timur Sebas Sina Kleden memperkirakan penurunan produksi jagung di Flores Timur pada musim panen Maret-April berkurang lebih dari 50 %. Menurut Sebas, ancaman gagal panen jagung juga dilaporkan di kabupaten lain di NTT. ”Tahun ini akan sangat berat bagi masyarakat NTT karena harga beras juga masih sangat tinggi. Harga jagung juga meningkat karena pasokannya kurang,” katanya. Saat ini harga beras di Waibau mencapai Rp 17.000 per kg, sedang jagung giling mencapai Rp 15.000 per kg. ”Kalau harga beras dan jagung terus meningkat seperti sekarang, kemungkinan kami akan kembali masuk hutan untuk mencari umbi-umbi hutan, biji galam, atau kenou (sejenis palem), dan biji asam,” tuturnya. (Yoga)

Nestapa Petani dalam Cekaman Anomali Iklim

KT3 05 Mar 2024 Kompas

Para petani padi di Tanah Air terus berjuang di tengah ketidakpastian cuaca dan anomali iklim. Kemarau dan hujan tak tentu datangnya. Namun, tak sedikit di antara mereka yang menjadi semakin rentan, kebanjiran saat hujan dan kekeringan saat kemarau. Hujan deras mengguyur Desa Cangkring B, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jateng, Sabtu (24/2). Kendati hujan belum reda, Tumini (57) melangkahkan kaki menuju ke sawahnya. Siang itu, ia bersama suaminya bermaksud memanen padi yang terendam banjir selama 16 hari. Sebulan sebelumnya, padi-padi yang ditanam di lahan sekitar 3.600 meter persegi itu sudah laku dibeli pengepul dengan harga Rp 5 juta. ”Tak pernah mengira (padi) akan rusak gara-gara banjir. (Uang) Yang seharusnya dibayar hilang terbawa banjir,” ujarnya. Gabah itu akan ia ambil untuk konsumsi sendiri. ”Busuk yo wis ben (ya biar), mau bagaimana lagi? Kalau mau dijual juga tidak akan laku,” kata Tumini.

Tanaman padi seluas 2.000 meter persegi milik Ahmad Sudirman (44), warga Desa Cangkring B, juga gagal panen akibat banjir. Dari total sekitar 1,5 ton gabah yang dia panen, lebih dari separuhnya dalam kondisi busuk. Ia memutuskan menjual murah gabah yang belum busuk. ”Gabah bagus, bisa laku Rp 8.000 per kg. Namun, kalau ada yang menawar Rp 6.000 per kg, saya langsung lepas,” kata Ahmad. Pada Minggu (25/2) siang, matahari bersinar terik. ”Saya sedih melihat gabah-gabah saya jadi seperti ini,” kata Sumikah (38), warga Desa Lambangan, Kecamataan Undaan, Kabupaten Kudus. Empat tahun terakhir, panen Sumikah tidak maksimal karena banjir dan kekeringan. ”Kalau kemarau, susah air. Harus keluar uang untuk memompa air dari sungai ke sawah. Hasil penjualan gabah Mungkin tidak akan cukup untuk menambal kerugian yang saya tanggung. Kalau dihitung, saya merugi Rp 20 juta,” kata Sumikah.

”Saat ini dalam proses pengusulan untuk bantuan ganti rugi,” ujar Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Francisca Herwati Prarastyani, Kamis (29/2). Menurut dia, para petani yang terdampak dan puso bakal mendapatkan bantuan benih. Kendati demikian, jumlah benih akan ditentukan oleh Kementan. Selain bantuan benih, petani yang ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) berhak mendapatkan ganti rugi. ”Iuran AUTP itu tergolong murah, yakni Rp 36.000 per hektar per musim tanam. Kalau misal puso, gagal panen, yang ikut (program AUTP) dapat Rp 6 juta per hektar. Lumayan daripada tidak dapat ganti sama sekali,” ujarnya. (Yoga)

Menjemput Bantuan Berujung Kematian

KT1 02 Mar 2024 Investor Daily (H)
Kecaman meluas terhadap tindakan pasukan Israel yang menembaki warga Palestina yang sedang menunggu pengiriman bantuan. Turki menyusul Arab Saudi, Mesir, dan Yordania yang mengutuk aksi tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menyebut peristiwa berdarah itu kejahatan terhadap kemausiaan. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (29/02/2024) malam waktu setempat, Kemlu Turki menuduh Israel memanfaatkan kelaparan sebagai senjata perang ke Jalur Gaza. Dapertemen Luar Negeri Amerika  Serikat (AS) malah mengatakan bakal segera mencari informasi mengenai insiden tersebut. Sama hal nya dengan Kemlu Prancis. Sementara menurut Israel, pasukannya hanya melepas tembakan  karena merasa terancam dengan kerumunan massa yang berebut bantuan makanan. Israel juga berdalih banyak korban yang juga tewas akibat terinjak-injak  dalam kericuhan itu. (Yetede)