;
Tags

Bencana

( 266 )

Mendesak, Regulasi Keamanan di Tengah Maraknya Ancaman Siber

KT1 08 Jul 2024 Investor Daily
Maraknya kasus serangan siber yang terjadi akhir-akhir ini, menandakan Indonesia menjadi target empuk penjahat siber untuk mengekplorasi berbagai kelemahan di sektor keamanan siber nasional. Salah satu kelemahan yang  disorot adalah belum adanya regulasi yang komperhensif dan memadai terkait pertahanan dan keamanan siber. Oleh karena itu, Kehadiran Undang-Undang (UU) Keamanan Siber mendesak, dan mutlak dibutuhkan. Meski demikian sesungguhnya Indonesia sudah memiliki perangkat aturan yang mengatur di sektor digital. Sejumlah perangkat peraturan tersebut, seperti UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaski Elektronik (hasil perubahan dari UU 11/2008 dan UU 19/2016). Lalu, UU No. 27?tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. (Yetede)

lnflasi Terjaga, Presiden Ajak Waspadai Tantangan Iklim

KT3 15 Jun 2024 Kompas

Presiden Jokowi menyebut inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2024 di 2,84 % merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Pencapaian ini dinilai patut diapresiasi karena inflasi pada satu dekade lalu masih di angka 9,6 %. Pertumbuhan ekonomi pun baik, berada di angka 5,11 %. ”Ini segar, segar kalau seperti ini. Tapi, kita harus tetap waspada, hati-hati, tidak boleh lengah. Tantangan ke depan tidak mudah. Saya kira, Bapak, Ibu, emuanya sudah mendengar warning Sekjen PBB bahwa dunia menuju pada neraka iklim. Ngeri,” ujar Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6). Dalam TPID Award tersebut, provinsi yang meraih kinerja terbaik tahun 2024 adalah Kepri, Jateng, Kalsel, Sultra, dan NTB.

DKI Jakarta tergolong provinsi dengan inflasi rendah. Adapun kabupaten/kota berkinerja terbaik adalah Pekanbaru, Madiun, Banjarmasin, Bone, dan Mataram. Presiden menyebut tantangan iklim ini sebagai neraka ik lim karena suhu akan mencapai rekor tertinggi pada lima tahun ke depan. ”Hati-hati, satu tahun terakhir ini kita rasakan betul adanya gelombang panas, periode terpanas. Di India bahkan sampai 50 derajat, di Myanmar 45,8 derajat, panas sekali,” tambahnya. Menurut Presiden, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan memprediksi situasi dunia akan mengalami kelaparan berat pada 2050 jika kondisi seperti saat ini dibiarkan.

Bencana kelaparan ini harus mulai diantisipasi karena 50 juta petani akan kekurangan air yang berdampak pada kekurangan pangan. ”Jangan main-main urusan kekeringan, urusan gelombang panas. Larinya bisa ke inflasi. Begitu stok tidak ada, produksi berkurang, artinya harga pasti akan naik. Hukum pasarnya seperti itu,” kata Presiden. Dalam tiga bulan terakhir, Kementan serta Kementerian PUPR diperintahkan bekerja sama dengan TNI untuk secepatnya memasang 20.000 pompa di sentra produksi beras. Pompanisasi diperlukan sebagai antisipasi kekeringan pada musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga Oktober. (Yoga)


Audit Berjenjang Keamanan di Kawasan IMIP

KT3 15 Jun 2024 Kompas

Jaminan keamanan dan keselamatan pekerja di kawasan PT IMIP, Morowali, Sulteng, kembali disorot setelah terjadi semburan uap panas, Kamis (13/6) pukul 22.00. Lokasi kecelakaan di salah satu area tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel atau ITSS, yang meledak akhir Desember 2023. Dua pekerja terluka sehingga harus dirawat intensif. Ironisnya, kecelakaan kerja ini terjadi saat karyawan berusaha membersihkan lantai tungku yang meledak akhir tahun lalu. Ketua Serikat Buruh Industri, Pertambangan, dan Energi (SBIPE) IMIP Henry, Jumat (14/6), menyampaikan, dua pekerja yang terluka adalah Jekmaryono dan Yudarlan. Keduanya kini dirawat di RSUD Bungku. Saat hendak mencairkan gumpalan baja yang membeku, pekerja diperintah supervisornya untuk menyiram lelehan panas dengan air. Saat proses menyiram, ledakan terjadi.

Kejadian ini menambah panjang kecelakaan kerja di kawasan PT IMIP. Hal ini menunjukkan tidak adanya perbaikan berarti yang dilakukan perusahaan. Situasi tersebut membuat perlindungan terhadap buruh berkurang sehingga kecelakaan terulang, bahkan di bagian dan tempat sama. ”Karena itu, sangat penting dilakukan audit menyeluruh melalui tim independen yang melibatkan serikat buruh sebagaimana yang kami sampaikan saat tragedi ITSS pada Desember 2023,” ucap Henry. Pemerhati kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Andi Erwin memberikan pendapat yang sama. Agar tidak terjadi kecelakaan lagi, menurut dia, perlu dilakukan audit berjenjang, mulai dari penerapan regulasi keselamatan, sistem manajemen K3 yang dibangun oleh pengelola kawasan, hingga penerapan SOP di lapangan.

Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan menjelaskan, kecelakaan kerja terjadi di sekitar tungku yang meledak Desember 2023. Karyawan sedang membersihkan tungku yang menurut rencana digunakan kembali dan sudah berjalan tiga hari. Pada Kamis malam, sejumlah pekerja ditugasi membersihkan lantai pabrik dari lelehan kerak baja yang mengeras dengan alat serupa las. Saat pembersihan, ada inisiatif menyiram kerak baja dengan air. Saat disiram, terjadi semburan uap panas yang mengenai dua pekerja. Dedy membantah insiden itu berupa ledakan. ”Ini adalah semburan uap panas dari pembersihan kerak baja,” katanya. Tim saat ini berusaha mengumpulkan informasi dan menyelidiki kejadian tersebut. Idealnya, pembersihan tidak dilakukan dengan menyiramkan air yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. (Yoga)


FENOMENA ALAM : Bahaya La Nina

HR1 06 Jun 2024 Bisnis Indonesia

El Nino segera berganti dengan La Nina. Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara yang terkena dampak La Nina. Setelah mengalami El Nino, musim akan berganti menjadi La Nina. Jika El Nino menyebabkan kemaru panjang, maka La Nina akan menyebabkan hujan. Indonesia yang terletak di khatulistiwa, diprediksi akan menjadi negara yang cukup terkena dampak La Nina. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengonfi rmasi bahwa fenomena El Nino akan mulai netral dan berganti dengan La Nina. La Nina diprediksi terjadi mulai Juni—Juli 2024. Meskipun begitu, fenomena La Nina diperkirakan lemah. Dilansir laman resmi BMKG, saat La Nina, sebagian besar wiayah Indonesia mengalami peningkatan curah hujan sebanyak 20%—40% pada periode Juni—Juli—Agustus (JJA) dan September—Oktober—November (SON). Periode Desember—Januari—Februari (DJF) dan Maret—April—Mei (MAM) sebagian wilayah barat Indonesia mengalami peningkatan curah hujan karena pengaruh angin monsun.

Keharusan Kesadaran Kebencanaan

KT1 24 May 2024 Tempo
INDONESIA kembali berduka. Sejumlah bencana hidrometeorologi terjadi secara hampir bersamaan di beberapa daerah. Pada 11 Mei lalu, misalnya, banjir bandang menerjang permukiman di wilayah Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pandang Panjang. Semuanya berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Bencana tersebut menyebabkan lebih dari 60 orang tewas dan belasan orang lainnya masih hilang. Banyaknya jumlah korban ini memperlihatkan masih kurangnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ketidaksiapan itu disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran kebencanaan masyarakat.

Atas kondisi tersebut, sudah saatnya pemerintah meningkatkan kesadaran kebencanaan pada masyarakat dan memperkuat mitigasi bencana. Indonesia harus menjadi bangsa yang tangguh dalam menghadapi bencana. Lalu, langkah apa yang harus dilakukan? Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, pada rentang 2015-2024, jenis bencana alam yang banyak terjadi di Tanah Air adalah banjir (8.068 kejadian), kekeringan (7.910), tanah longsor (7.043), gempa bumi (4.727), kebakaran hutan dan lahan (428), tsunami (340), cuaca ekstrem (255), gelombang pasang atau abrasi (216), letusan gunung api (127), gempa bumi dan tsunami (8), serta erupsi gunung berapi (7).

Pada periode yang sama, jumlah kejadian bencana alam cenderung meningkat. Dari 1.703 peristiwa pada 2015, 2.313 (2016), 2.914 (2017), 3.522 (2018), 3.906 (2019), 5.004 (2020), 3.536 (2021), 2.402 (2022), 3.238 (2023), hingga 589 (per Mei 2024). Laporan Risiko Global 2024 yang dirilis Forum Ekonomi Dunia (WEF), 10 Januari 2024, menyebutkan ancaman bencana lingkungan akibat dampak perubahan iklim menjadi tantangan terbesar yang akan dihadapi dunia dalam sepuluh tahun mendatang. Pertanyaan berikutnya, seberapa siap kita menghadapi ancaman bencana itu? (Yetede)

BANJIR LAHAR DINGIN MARAPI : Relokasi Perlu Diakselerasi

HR1 22 May 2024 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera melakukan pembangunan relokasi rumah warga atau korban bencana banjir lahar dingin yang melanda wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak bencana di Agam Selasa (21/5), Kepala negara mengungkapkan bahwa ada sebanyak 625 unit rumah yang rusak akibat bencana banjir lahar dingin, dan 159 unit rumah di antaranya mengalami rusak berat. “Untuk rumah korban yang rusak berat dan juga rumah yang ada di pinggiran sungai aliran lahar dingin itu, yakni 159 unit rumah, harus direlokasi segera. 

Kementerian PUPR agar segera bekerja untuk pembangunan relokasi itu,” katanya di Kabupaten Agam, Selasa (21/5). Namun, Presiden menegaskan bahwa sebelum Kementerian PUPR memulai pembangunan rumah relokasi warga atau korban bencana alam itu, perlu bagi pemerintah daerah untuk memastikan tanah yang akan dibangun sebagai tempat relokasi. Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) Suharyanto telah meminta kepada warga yang terdampak bencana banjir lahar dingin di wilayah Kabupaten Agam agar bersedia untuk direlokasi. Dia mengungkapkan bahwa bagi warga yang nantinya akan direlokasi, pemerintah melalui Kementerian PUPR akan membangunkan rumah pada tempat yang aman, sekaligus menyediakan lahannya.

Mitigasi ”Galodo”, Marapi Perlu Tambahan Sabo Dam

KT3 22 May 2024 Kompas

Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian PUPR untuk segera membangun sabo dam di aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi, Sumbar. Bangunan tersebut diperlukanuntuk mengendalikan pasir dan material vulkanik dalam upaya mitigasi bencana lahar hujan dan banjir bandang. Presiden Jokowi menyampaikan perintah itu di sela-sela kunjungannya ke lokasi bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Agam, Sumbar, Selasa (21/5). ”Saya perintahkan tahun ini harus dimulai, terutama di tempat-tempat yang sangat penting. Ada enam (unit) segera harus dimulai (pembangunannya). Tadi saya sudah perintahkanPak Dirjen, nanti akan saya perintah ke Menteri PUPR,” kata Presiden Jokowi. 

Sabo dam adalah bangunan pengendali pasir dan material vulkanik yang terbawa banjir lahar hujan dari gunung yang erupsi. Sabo berasal dari Bahasa Jepang, yakni sa yang bermakna pasir dan bo yang berarti pengendalian. Bangunan sabo dam memiliki banyak lubang yang berfungsi menahan pasir dan tetap mengalirkan air. Berdasarkan hitungan Kementerian PUPR, ada 56 sabo dam yang dibutuhkan di aliran sungai-sungai yang berhulu dari Gunung Marapi. Namun, saat ini baru ada 2 sabo dam. ”Sehingga diperlukan tambahan lagi yang banyak,” katanya. 

Dalam kunjungan ke Agam, Presiden Jokowi meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang atau galodo paling parah, yakni di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Candung. Sejumlah alat berat masih membersihkan material banjir bandang dan rumah rusak. Dari lokasi galodo, Presiden Jokowi beranjak ke lokasi pengungsian di Lapangan Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, “Tadi saya sampaikan, yang (ada keluarganya yang) meninggal segera akan diberikan santunan, yang rumahnya rusak, akan segera diberikan bantuan dan juga dimulai pembangunan, tetapi dengan catatan lahan untuk relokasi sudah ditetapkan bupati,” ujarnya. (Yoga)


Tambal-Sulam Peringatan Dini Bencana

KT1 21 May 2024 Tempo
MEMBUKA pidatonya, Dwikorita Karnawati bercerita tentang pengalaman mencekam dua dekade lalu, ketika tsunami dalam sekejap menyapu hampir seluruh daratan Aceh. Kala itu, Kepala Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu masih bergelut di kampus sebagai Ketua Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Dwikorita sama sekali tak punya gambaran betapa parah dampak dari bencana megathrust—yang sebelumnya hanya ia ketahui dari buku. “Saya seorang ahli geologi, tapi saat itu saya tidak pernah melihat seperti apa itu tsunami,” kata Dwikorita dalam diskusi Panel Tingkat Tinggi World Water Forum 2024 di Nusa Dua, Bali, Senin, 20 Mei 2024.

Kemarin, ajang WWF ke-10 resmi dibuka. Forum internasional multipihak yang digelar tiga tahunan ini menjadi wadah untuk merumuskan upaya penyelesaian krisis air dan perbaikan tata kelola air, terutama di negara-negara berkembang. Pembahasannya beragam, menyentuh hingga masalah pembiayaan, transfer pengetahuan dan teknologi, hingga mitigasi bencana. Pada urusan terakhir ini, Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) telah mewajibkan setiap negara agar membangun sistem Early Warnings System for All (EW4All) dalam mitigasi bencana.

Dwikorita mafhum, sebagai negara berkembang, Indonesia belum memiliki sistem peringatan dini bencana yang mumpuni ketika gempa 9,3 skala richter mengguncang lepas pantai barat Sumatera dari kedalaman 30 kilometer di bawah permukaan laut pada Ahad, 26 Desember 2004. Satu-satunya alat pendeteksi kala itu adalah seismograf yang dioperasikan secara manual dan tak akurat. Walhasil, sedikitnya 130 ribu orang tewas akibat tsunami di Aceh yang terparah di Meulaboh. Gelombang air laut besar yang dipicu megathrust tersebut juga menerjang pesisir Srilanka, India, Thailand, dan Maladewa dengan korban hampir 100 ribu jiwa. (Yetede)

Bencana Hidrometeorologi Akibat La Nina Bercampur El Nino

KT1 18 May 2024 Tempo
BENCANA yang mendera banyak daerah dalam beberapa waktu terakhir diprediksi terus berlangsung. Terutama ketika terjadi fenomena anomali suhu permukaan laut El Nino dan La Nina dalam satu waktu. “Ternyata sekarang kita tidak mengenal musim, atau saya sebut ketika fenomena La Nina dan El Nino bercampur,” ucap Ketua Departemen Geografi Universitas Indonesia, Jatna Supriatna, kepada Tempo pada Jumat, 17 Mei 2024. Fenomena La Nina sebetulnya merujuk pada bahasa Spanyol yang berarti gadis kecil atau putri, yakni penurunan suhu permukaan laut di sepanjang timur dan tengah Samudra Pasifik yang berada di dekat garis khatulistiwa. Penurunan suhu terjadi dari 3 derajat hingga 5 derajat Celsius dari suhu normal. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya peningkatan curah hujan pada musim kemarau dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi basah.

Sebaliknya, El Nino digambarkan sebagai bocah laki-laki untuk menyebut fenomena kenaikan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik. Dampaknya adalah curah hujan yang berkurang dan memicu kekeringan atau kemarau yang panjang di Indonesia. Situasi berbeda terjadi di Amerika Selatan yang justru menghadapi peningkatan curah hujan serta bencana banjir dan tanah longsor. Menurut Jatna, kedua fenomena tersebut dimungkinkan sedang berlangsung di Indonesia. Ditandai dengan terjadinya suhu panas saat pagi dan hujan ekstrem pada sore hari. Jatna menyebutnya sebagai Indian Ocean Dipole (IOD) atau fenomena osilasi suhu air permukaan laut yang tak teratur. Kondisi ini mengakibatkan wilayah barat Samudra Hindia lebih hangat dan timur Samudra Hindia lebih dingin.

Fase IOD erat kaitannya dengan datangnya bencana hidrometeorologi basah di wilayah pantai timur Afrika, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Kemudian merembet ke Indonesia yang mengalami dampak peningkatan curah hujan. Periode musim hujan berkepanjangan dengan curah hujan yang lebih tinggi dari normal pada saat musim kemarau mengakibatkan terjadinya kemarau basah. Jatna mencontohkan wilayah Sumatera sedang menghadapi intensitas hujan yang tinggi pada saat musim kemarau. Tak aneh terjadi bencana banjir lahar dingin di Sumatera Barat akibat curah hujan yang tinggi di sekitar puncak Gunung Marapi. Insiden ini mengakibatkan lebih dari 60 warga tewas karena disapu banjir bandang pada Sabtu, 11 Mei lalu. (Yetede)

Pemerintah Tawarkan Relokasi

KT3 16 May 2024 Kompas

Pemerintah menawarkan relokasi kepada masyarakat yang tinggal di zona merah bencana lahar hujan Gunung Marapi, Sumbar. Relokasi dinilai penting karena banjir lahar hujan atau bencana turunannya, seperti banjir bandang atau galodo, berpotensi kembali terjadi di lokasi dan jalur yang sama. Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan, pemerintah menyiapkan program relokasi untuk warga yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang dan berlokasi di zona merah. ”Setiap keluarga akan dapat satu rumah,” katanya, di Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Rabu (15/5). Warga yang rumahnya tidak harus dipindahkan akan mendapatkan bantuan Rp 60 juta untuk rumah rusak berat, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 15 juta untuk rusak ringan.

Menurut Suharyanto, warga yang tinggal di aliran lahar yang takut dan hendak pindah juga bisa mengikuti program relokasi. ”Jika punya tanah sendiri, bisa dibangunkan rumah oleh pemerintah di tanah sendiri. Yang tidak punya tanah akan disiapkan,” ujarnya. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, untuk masyarakat yang rumahnya rusak berat dan sudah punya lahan yang aman di tempat lain, pemerintah sanggup untuk segera membangunkan rumah itu. Saat ini ada bahan baku untuk membangun 200 rumah bantuan. Jika warga tidak punya lahan, pemprov dan pemkab / kota akan melakukan pengadaan lahan.  Pemerintah Provinsi Sumbar berkoordinasi dengan Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbar untuk mencari tanah di tempat yang aman. (Yoga)