;
Tags

Bencana

( 266 )

Berubah Menjadi Industri Kematian

KT1 08 Oct 2024 Tempo
SEPANJANG dua tahun terakhir, kawasan industri milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi langganan dirundung kecelakaan kerja. Kasus teranyar adalah kematian buruh bernama Andri yang bekerja di smelter nikel, divisi rotary kiln conveyor, PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (PT WNII) pada Sabtu, 28 September 2024.  Andri meninggal setelah terjatuh dari ketinggian lebih dari 20 meter dari atas mesin ban berjalan. “Sebelum terjatuh, dia diduga tergiling mesin konveyor lebih dulu,” kata anggota staf kampanye Yayasan Tanah Merdeka, Mohammad Azis, dalam keterangannya pada Jumat, 4 Oktober 2024. 

Menurut Azis, sedikitnya terjadi 17 kecelakaan kerja sepanjang 2024. Persoalannya, perusahaan disebut tidak membenahi prosedur keselamatan dan kesehatan kerja bagi pegawai sehingga kecelakaan terus berulang. Tahun lalu, kata Azis, ada 21 pekerja yang tewas dalam kecelakaan kerja di kawasan industri nikel tersebut. IMIP merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2015 sebagai kawasan penghiliran nikel. Di dalamnya terdapat 41 perusahaan, salah satunya PT WNII yang memproduksi nickel pig iron (NPI)—bahan baku utama untuk produksi baja tahan karat. Di sana juga ada korporasi yang memproduksi campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt atau mixed hydroxide precipitate, besi, aluminium, kokas, benzena, hingga bahan baku baterai mobil listrik.

Saban tahun, kawasan industri ini mampu menghasilkan 150 juta ton hasil produksi yang diekspor ke Cina dan negara-negara lain. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, IMIP dibekali pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dengan daya 5.319 megawatt dan 1.520 megawatt. Perusahaan ini juga mengklaim mampu menyerap tenaga kerja hingga 80.259 orang. Proyek ini dirancang sebagai upaya transisi energi bersih dengan menciptakan ekosistem industri baterai kendaraan listrik. (Yetede)

Cuaca Ekstrem di Kaltim: Menyiapkan Mitigasi Bencana

HR1 07 Oct 2024 Bisnis Indonesia

BMKG mengimbau masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan dan wilayah bagian timur, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana akibat awal musim penghujan yang dimulai sejak 1 Oktober 2024. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menyatakan bahwa wilayah seperti Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser bagian timur, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Bontang berisiko mengalami cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, petir, dan potensi angin puting beliung.

Kukuh menambahkan bahwa daerah utara dan tengah Kalimantan Timur, seperti Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara, telah memasuki musim penghujan sejak pertengahan September, meskipun hujan masih berdurasi singkat. Ia menekankan bahwa tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti petir, perlu diwaspadai karena sering menjadi pertanda angin puting beliung. BMKG berharap masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca agar dapat memitigasi potensi bencana selama musim penghujan ini.

Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Belum Ada Perkembangan

KT1 04 Oct 2024 Tempo
MATA Cholifatul Nur terlihat sembap ketika mengikuti peringatan dua tahun tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, pada 3 Oktober 2024. Perempuan yang biasa disapa Mama Ifa itu tak sanggup menahan kesedihan. Putra semata wayangnya, Jovan Farellino Yuseifa Pratama Putra, turut menjadi korban. Ketika itu usia Jovan baru 15 tahun. Menurut Mama Ifa, proses hukum terhadap orang-orang yang bertanggung jawab atas tragedi itu belum memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. Sebab, masih ada auktor intelektualis yang tidak tersentuh hukum. Ia berharap presiden terpilih Prabowo Subianto berani mengambil sikap untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh. "Negara harus mengaku bersalah dalam kasus ini," kata Mama Ifa di sela aksi Kamisan di Malang. 

Duka serupa dirasakan Devi Athok Yulfitri. Ketua Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan ini kehilangan dua putrinya, Natasya Devi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (13). "Keadilan belum kami genggam," ujarnya. Athok menuturkan hukuman terhadap orang-orang yang bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan terlalu ringan. Tidak setimpal dengan kematian 135 orang yang menjadi korban. Abdul Haris selaku ketua panitia pelaksana pertandingan, misalnya, hanya dihukum 1 tahun 6 bulan penjara. Hukuman yang sama diberikan kepada Komandan Kompi III Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur Hasdarmawan. (Yetede)

Penyebaran Info Bencana Melalui Teknologi 4G

HR1 01 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan memperluas penyebaran informasi peringatan bencana melalui jaringan seluler 3G dan 4G, yang sebelumnya hanya menggunakan SMS Blast di jaringan 2G. Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa persiapan untuk implementasi sistem ini sedang berlangsung dan diharapkan bisa dilaksanakan tahun depan. Saat ini, Kemenkominfo menunggu penandatanganan Peraturan Presiden tentang Sistem Komunikasi Nasional Pelindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Siskomnas PMPB) yang akan memungkinkan penggunaan Cell Broadcasting System (CBS) untuk penyebaran informasi bencana. Kemenkominfo juga bekerja sama dengan operator seluler dan menerima respons positif dari mereka terkait dukungan untuk sistem ini. Wayan juga menambahkan bahwa sistem peringatan dini (EWS) yang digunakan Indonesia merupakan bantuan aplikasi dari pemerintah Jepang, mengingat kesamaan kontur tanah antara kedua negara yang rawan bencana, khususnya gempa.

Tantangan untuk Tanggap Bencana

KT3 28 Sep 2024 Kompas (H)
Bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, seperti badai, tornado, curah hujan ekstrem, banjir, dan suhu dingin di satu sisi, serta kekeringan dan suhu panas ekstrem di sisi lain, semakin menghadang. Sementara peperangan serta konflik memengaruhi geopolitik dan ekonomi global. Tantangan di dalam negeri juga tidak kecil. Potensi instabilitas ekonomi politik masa transisi kepemimpinan dan pilkada serentak sedang di depan mata. Korupsi masih merajalela, menyebabkan kesenjangan pendidikan dan kesejahteraan belum teratasi ketika bangsa lain sudah berlomba menaklukkan planet lain.

Ancaman bencana yang sedang disorot adalah potensi megathrust yang mengepung wilayah RI, bisa memicu gempa sampai magnitudo 9,2. Beberapa daerah terus dipantau BMKG karena berpotensi dilanda gempa berskala besar tersebut. Wilayah itu adalah zona Megathrust Mentawai-Siberut dan Megathrust Selat Sunda, terakhir mengalami gempa dahsyat ratusan tahun lalu Masih ada 11 zona megathrust yang juga berpotensi gempa sangat besar, seperti Mentawai-Pagai, Enggano, JawaBarat-JawaTengah, JawaTimur, Sumba,Aceh-Andaman, Nias-imeulue, Batu, Sulawesi Utara, Filipina, dan Papua, kebanyakan daerah pesisir selatan. Laman Earthquake.org menempatkan Indonesia sebagai negara dengan gempa tertinggi di dunia sepanjang 2023, ada 2.205 gempa.

Tak hanya gempa,tetapi longsor, anjir, dan kekeringan juga rutin mengancam sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa wilayah pesisir mengalami banjir permanen karena penurunan permukaan tanah sehingga masyarakat kian terancam mata pencarian, penyakit, dan air bersih. Baru-baru ini banyak media luar memberitakan, diperkirakan sebagian besar Jakarta akan tenggelam dalam dua atau tiga dekade lagi. Kolaborasi 3T Sebagian bencana karena ulah manusia: keserakahan dan ketidakpedulian. Untuk itu, meningkatkan kesadaran diri dan kesiapan menghadapi bencana adalah yang terutama. Mengubah persepsi dan sudut pandang kita menghadapi krisis dan bencana adalah menempatkannya sebagai peluang untuk berbuat maksimal dengan potensi dan kemampuan masing-masing untuk terlibat proaktif dalam menjaga Bumi sebagai milik bersama. (Yoga)

Iklim Memberikan Dampak Buruk bagi Masyarakat Miskin

KT3 25 Sep 2024 Kompas
Jakarta memiliki sejumlah masalah krusial terkait lingkungan yang mendesak untuk dibenahi. Mulai dari masalah air bersihhingga polusi udaramasih mengintai masyarakat perkotaan, terutama masyarakat miskin. Untuk itulah pemimpin Jakarta di masa depan diminta mengevaluasi kebijakan iklim Jakarta. Hal itu termuat dalam riset bertajuk ”Keadilan Iklim untuk Jakarta Berketahanan” yang dirilis Greenpeace Indonesia, Selasa (24/9/2024), di Jakarta. Hasil penelitian dibahas dalam diskusi yang dihadiri Juru Kampanye Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait, pengamat tata kota Nirwono Joga, dan Asmania, warga Pulau Pari.

Jeanny mengatakan, Greenpeace merekam sejumlah masalah krusial lingkungan hidup, seperti wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut, akses air bersih yang sulit, serta polusi udara memburuk. Akibatnya, kualitas hidup warga Jakarta semakin terpuruk. Dalam laporan penelitian setebal 56 halaman itu, Greenpeace Indonesia menyoroti situasi krisis iklim di Jakarta mulai dari proses pembuatan kebijakan sampai implementasinya.Bukan hanya soal lingkungan, laporan ini juga menyoroti keadilan di perkotaan (urban justice). ”Ancaman dan dampak krisis iklim menjadi permasalahan serius terhadap kesejahteraan masyarakat. Mereka yang hidup di kawasan pesisir, daerah padat penduduk, atau masyarakat dengan ekonomi menengah-bawah menanggung beban paling berat, dari risiko banjir yang lebih sering hingga akses minim terhadap air bersih dan ruang terbuk hijau,” kata Jeanny.

Hasil riset itu menunjukkan wilayah yang paling berat mengalami dampak krisis iklim di Jakarta justru wilayah yang ditinggali masyarakat miskin kota. Padahal, kata Jeanny, mereka paling sedikit menyumbangkan emisi gas rumah kaca, faktor utama penyebab krisis iklim. ”Hal ini membuktikan tanggung jawab krisis iklim tersebut ditanggung secara tidak adil oleh masyarat miskin di Jakarta sehingga menjadikan mereka kelompok paling rentan terhadap dampak krisis iklim,” tutur Jeanny. Di banyak tempat di Jakarta, kelompok rentan sering
kali tersingkir dari proses pe rumusan kebijakan. Kebutuhan mereka jarang diperhitungkan dalam kebijakan-kebijakan utama kota, termasuk di bidang infrastruktur, trans portasi, dan tata ruang. (Yoga)

Negara Tidak Mampu Melindung Data Pribadi

KT1 23 Sep 2024 Tempo

SOAL pelindungan data pribadi sudah saatnya Indonesia masuk kelompok negara paling tidak aman di dunia. Berulang kali terjadi kebocoran data pribadi tanpa ada penjelasan gamblang dan tindakan tegas menandakan negara tidak berdaya menghadapi para peretas yang begitu leluasa masuk karena buruknya sistem keamanan digital kita. Kejadian teranyar adalah bocornya data 6 juta nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Bukan main-main, selain nama, alamat, nomor telepon, nomor induk kependudukan, dan NPWP, data pajak yang bocor berupa tanggal daftar wajib pajak, status pengusaha kena pajak (PKP), tanggal pengukuhan PKP, jenis wajib pajak, serta nama badan hukum.

Selain itu, dari 6 juta data NPWP yang bocor tersebut, ada nama sejumlah menteri hingga Presiden Joko Widodo dan anaknya, Gibran Rakabuming Raka serta Kaesang Pangarep. Adapun data menteri yang bocor adalah milik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Data tersebut kemudian dijual oleh akun Bjorka dengan harga sekitar Rp 150 juta di BreachForums pada Rabu, 18 September 2024. Sebelumnya, akun itu beberapa kali mengaku membobol data pemerintah, dari dokumen Badan Intelijen Negara hingga dinas kependudukan dan pencatatan sipil, pada medio September 2022. Kebocoran data pribadi sebelumnya terjadi pada data kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Komisi Pemilihan Umum, dan hasil tes Covid-19 Kementerian Kesehatan. Hingga kini tak jelas kabar lebih lanjut penanganannya. (Yetede)

Lagi, Data Bocor Berulang Kembali.

KT1 21 Sep 2024 Tempo
MASIH segar dalam ingatan kasus pembobolan data setelah serangan siber ransomware Lockbit 3.0 yang melumpuhkan server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada Juni 2024. Insiden tersebut menyebabkan beberapa layanan publik terganggu, termasuk sistem imigrasi di beberapa bandara. Setelah itu, masih ada dugaan kebocoran data yang terjadi, misalnya kebocoran 4,7 juta data milik aparatur sipil negara (ASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Agustus 2024.

Berselang hanya satu bulan, untuk ke sekian kalinya, dugaan kebocoran data masih terus terjadi. Kabar terbaru, 6 juta data nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan diduga bocor. Data itu diperjualbelikan oleh akun Bjorka di situs BreachForums pada 18 September 2024. BreachForums merupakan situs forum diskusi online yang membahas aktivitas peretasan data pribadi.

Informasi bocornya data ini pertama kali disampaikan pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, dengan akun @secgron melalui media sosial X. Dia mengunggah tangkapan layar situs BreachForums yang berisi telah diretasnya 6 juta data pajak dan diperjualbelikan dalam situs tersebut. Enam juta data pribadi itu dijual seharga US$ 10 ribu atau sekitar Rp 150 juta (kurs Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat). (Yetede)

Mewaspadai Akibat Gempa Dangkal Bandung dan Garut

KT3 19 Sep 2024 Kompas (H)

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024) pukul 09.41 WIB. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu mengakibatkan 82 warga terluka serta 773 rumah dan fasilitas umum rusak. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dangkal tersebut berada di 7,23 derajat lintang selatan dan 107,65 derajat bujur timur. Pusat gempa berjarak 25 kilometer arah tenggara Kabupaten Bandung. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid menyatakan, wilayah gempa didominasi susunan tanah sedang pada dataran bergelombang dan tanah keras pada morfologi perbukitan. ”Batuan yang mengalami pelapukan umumnya bersifat lepas, urai, dan tak terkonsolidasi sehingga memperkuat efek guncangan gempa. Apalagi, kejadian gempa diakibatkan aktivitas sesar aktif,” katanya. 

Meski berada di darat dan sebagian besar terletak di asan rawan bencana gempa bumi menengah, Wafid menyatakan, kejadian ini tak berpotensi mengakibatkan patahan di permukaan. Namun, warga tetap diminta waspada terhadap kerusakan bangunan akibat gempa itu. Berdasarkan data BMKG, rangkaian gempa di Bandung mencapai 21 kali hingga pukul 12.30WIB. ”Sampai pukul 12.30 WIB, gempa susulan berjumlah 20 dengan magnitudo terbesar 3,6. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa dan tidak ada kerusakan sebelum kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu. Warga mengungsi Pada Rabu siang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu daerah terdampak parah. Puluhan keluarga mengungsi ke lapangan bola Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari. Apalagi, masih ada gempa susulan hingga siang. Euis (42), warga Kecamatan Kertasari, menuturkan, rumahnya rusak berat akibat getaran gempa yang kuat sekitar 5 detik. ”Saya bersama suami dan anak-anak harus mengungsi ketenda darurat di pinggir jalan,” kata ibu dari tiga anak ini. (Yoga)

Indonesia Memproduski Sampah Plastik Tertinggi Ketiga di Dunia

KT1 14 Sep 2024 Tempo

KAMI menggunakan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi titik-titik polusi plastik terbesar di lebih dari 50 ribu kota, kota besar, dan daerah perdesaan di seluruh dunia. Model global baru kami yang dipublikasikan dalam jurnal Nature edisi 4 September 2024 mengungkap gambaran paling rinci tentang polusi plastik yang pernah terjadi dengan konsentrasi lingkungan tertinggi di India, terutama karena sebagian besar sampah tidak dikumpulkan. Plastik ditemukan di mana-mana—dari palung laut dalam hingga puncak gunung tertinggi—tapi pengamatan ini hanya mengungkap sebagian kecil dari gambaran polusi plastik secara keseluruhan. Tantangan yang lebih besar adalah mencari tahu di mana dan bagaimana plastik ini mencapai lingkungan sehingga polusi dapat dicegah sejak awal.

Ini bukan tugas mudah. Aspek yang paling menantang untuk diukur adalah emisi—makroplastik atau apa pun yang berukuran lebih besar dari 5 milimeter—yang keluar atau dilepaskan dari sistem dan aktivitas material. Ini termasuk sampah yang tertiup dari tempat sampah atau jatuh dari truk pengangkut sampah ditambah sampah yang dibuang oleh orang-orang, baik secara tidak sengaja maupun sengaja. Kami menemukan bahwa membuang sampah sembarangan merupakan sumber emisi terbesar di negara maju yang sistem penanganan sampah sangat terkontrol. Sebaliknya, di negara berkembang, limbah yang tidak diangkut merupakan sumber utama.

Dengan menggunakan kecerdasan buatan, model komputer baru kami menunjukkan bagaimana sampah plastik berpindah dari sistem yang terkendali ke lingkungan yang menjadi sangat sulit untuk ditangkap kembali dan ditampung. Kami harus mencari tahu bagaimana plastik lolos dari sistem yang terkendali dan menemukan, dari 52 juta ton sampah (setara dengan berat 8,7 juta gajah abu-abu Afrika) yang masuk ke lingkungan setiap tahun, sampah yang tidak dikumpulkan merupakan sumber terbesar. Itu sekitar 68 persen berat dari semua polusi atau 36 juta ton setiap tahun. Jadi anggapan yang salah bahwa polusi plastik disebabkan oleh perilaku tidak bertanggung jawab manusia. Alasan utamanya adalah 1,2 miliar orang tidak memiliki tempat pembuangan sampah padat sama sekali. Sebaliknya, mereka harus membakar, mengubur, atau menyebarkannya di darat atau di air. (Yetede)