;
Tags

Bencana

( 266 )

Apakah Korporasi Bertanggung Jawab Atas Rusaknya Lingkungan?

KT1 28 Dec 2024 Tempo
SEJAK ada perusahaan, sejak itulah ada kabut asap.” Roili melontarkan pengalaman hidup di kampungnya, Desa Lebung Itam, Kecamatan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kabut asap yang ia maksudkan berasal dari kebakaran di konsesi perusahaan yang beroperasi di lahan gambut. Saban tahun, pada waktu-waktu tertentu, lelaki 64 tahun itu terpaksa menghirup udara beracun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang sejak 1997. Pengalaman pahit itulah yang meneguhkan tekad Roili menjadi salah satu penggugat dalam perkara kabut asap di Pengadilan Negeri Palembang. Bersama 10 penggugat lain, yang juga warga Sumatera Selatan, ia melawan tiga perusahaan hutan tanaman industri (HTI) pemasok pabrik pulp and paper Sinar Mas Group.

Isu karhutla belakangan ini tak menarik perhatian dan cenderung terabaikan. Maklum, fenomena iklim La Niña mulai datang sehingga menyebabkan sebagian wilayah Indonesia basah diguyur hujan. Kebakaran hutan seakan-akan tak masuk di akal bakal terjadi pada musim-musim seperti sekarang ini. Padahal data mengatakan sebaliknya. Setidaknya, hingga akhir Oktober 2024, platform Sistem Pemantauan Karhutla milik pemerintah mencatat luas area terbakar pada tahun ini telah mencapai 361.229 hektare. Angka ini merupakan yang terluas jika dibanding kejadian serupa pada tahun-tahun yang dipengaruhi La Niña sedekade terakhir. Celakanya, hampir 123 ribu hektare atau lebih dari sepertiga dari total area terbakar pada tahun ini berada di Sumatera dan Kalimantan, dua pulau kaya gambut yang semestinya basah.

Artinya, karhutla jelas bukan disebabkan oleh cuaca, melainkan oleh ulah manusia. Begitu pula dampaknya terhadap krisis iklim sudah di depan mata. Karena itu, setiape waktu kini menjadi momen krusial untuk memperhatikan karhutla dan menuntut tanggung jawab korporasi yang memantiknya. Pertanggungjawaban korporasi juga perlu diterapkan dalam praktik kerusakan lingkungan lain. Kerusakan Kolektif, Kerusakan Individu Persoalan krusakan lingkungan berada di persimpangan ketika unsur-unsur hukum perdata bertemu dengan rasionalitas yang mendasari hukum lingkungan. Persoalan ini muncul dari terintegrasinya ketentuan konstitusional: hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat, serta hukum yang membahas kerusakan lingkungan. Semula, penanganannya difokuskan pada kompensasi kerugian. Namun sekarang telah berkembang hingga mencakup fungsi pencegahan dan kehati-hatian—yang menantang kerangka sistem tradisional (E. Costa Cordella & P. Moraga Sariego, eds., 2024). (Yetede)

Jabodetabek Kian Rentan Bencana, Tata Kota Abaikan Lingkungan

KT3 28 Dec 2024 Kompas

Pembangunan wilayah perkotaan dan permukiman yang tidak teratur membuat Jakarta dan wilayah sekitarnya semakin rentan terdampak bencana. Pada akhir November hingga awal Desember 2024, warga di Jakarta Utara merasakan dampak banjir rob. Banjir rob bahkan kembali menggenangi wilayah pesisir utara Jakarta pada 13-18 Desember 2024. Banjir ini terjadi karena fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan baru. Selain itu, banjir rob dipengaruhi oleh topografi wilayah serta dampak dari hujan berintensitas tinggi. Sejumlah wilayah RT di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, dan Kelurahan Pluit, Penjaringan, digenangi air setinggi 10-100 sentimeter (cm). Meningkatnya tinggi pasang air laut maksimum dan kombinasi cuaca masih berpotensi terjadi di pesisir utara Jakarta. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, banjir rob Jakarta akan terjadi pada 26 Desember 2024 hingga 3Januari 2025. Banjir rob itu berpotensi melanda wilayah pesisir Jakarta Utara, seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, hingga Kepulauan Seribu. Banjir juga sempat melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada Rabu (27/11). Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta terkait antisipasi dampak cuaca ekstrem, dari 267 kelurahan di wilayah Jakarta, ada 40 kelurahan yang berpotensi terdampak banjir. Wilayah-wilayah yang dinilai rawan banjir antara lain daerah bantaran sungai di Kemang, Pesanggrahan, Cilandak Timur, Bidaracina, Kebon Baru,Rawajati, KuninganBarat, Petogogan, dan Kebon Pala. (Yoga)

Waspada di Akhir Tahun Terjadi Bencana

KT3 27 Dec 2024 Kompas

Cuaca ekstrem masih membayangi pada akhir tahun 2024 dan awal 2025. Hingga sepekan ke depan, diperkirakan terjadi hujan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena La Nina lemah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi hujan selama 27 Desember 2024-2 Januari 2025. Kondisi ini diperkuat oleh mengencangnya angin Monsun Asia, aktifnya gelombang atmosfer di sejumlah wilayah, dan keberadaan sirkulasi siklonik. ”Kombinasi dari fenomena ini diperkirakan masih berlangsung hingga pergantian tahun. Kami mengingatkan masyarakat untuk terus waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi,” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, Kamis (26/12/2024) sore. Hujan lebat dan sangat lebat diperkirakan terjadi di Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Adapun potensi angin kencang terjadi di Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, JawaTimur, DIYogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Berdasarkan pantauan BMKG, di beberapa daerah sudah terjadi banjir, seperti di Tarakan (Kalimantan Utara), Kulon Progo (Yogyakarta), Balangan (Kalimantan Selatan), Semarang dan Banyumas (Jawa Tengah), serta Serang (Banten). Sementara tanah longsor terjadi di Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), Sukabumi (Jawa Barat), serta Sragen dan Wonogiri (Jawa Tengah). ”Bersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir, hindari aktivitas di wilayah rawan bencana dan persiapkan perlengkapan darurat,” katanya. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menambahman, warga harus hati-hati berkendara saat jalanan diguyur hujan. Sebab, jarak pandang terbatas dan bisa memicu aqua-planing, kondisi saat kendaraan tak bisa dikendalikan karena hilangnya daya cengkeram ban. ”Kurangi kecepatan di jalan tol yang sedang hujan. Waspadai longsor dan pohon tumbang saat berkendara di perbukitan atau lereng gunung,” ujarnya. (Yoga)

Dua Dekade Tsunami Aceh Berlalu

KT3 27 Dec 2024 Kompas

Pada 26 Desember kemarin, genap dua dekade gempa bumi diikuti tsunami yang menewaskan lebih dari 160.000 orang di Aceh. Gempa itu membuka kesadaran tentang bahaya yang mengintai masyarakat Indonesia yang hidup di atas zona tumbukan lempeng bumi. Namun, kesiapsiagaan menghadapi gempa yang akan datang masih jadi pertanyaan besar. Gempa dahsyat mengguncang Pulau Sumatera pada Minggu, 26 Desember 2004, pukul 07.58 WIB. Belakangan diketahui, gempa tersebut berkekuatan M 9,2 dan berpusat 30 kilometer di bawah Samudra Hindia, sekitar 260 kilometer dari Kota Banda Aceh. Reportase Kompas dalam Ekspedisi Cincin Api (26 Mei 2012) memuat, saat laut surut, banyak orang berada di pantai, mencari ikan atau terperangah dengan fenomena alam tak lazim. Bahkan, hingga gelombang laut berketinggian 30 meter mendekati pantai sekitar 30 menit setelah gempa, banyak orang tak menyadari bahaya tsunami.

Baru ketika ombak menerjang, orang-orang berhamburan, tetapi menyelamatkan diri saat itu nyaris mustahil. Ombak laut bergulung-gulung, membawa batu, pepohonan, dan segalanya sampai 7 kilometer ke daratan. Nyaris semua bangunan yang dilewati tsunami rata dengan tanah, terbongkar sampai fondasinya. Sebelum tsunami 2004, jumlah penduduk Banda Aceh 239.146 jiwa. Sebanyak 61.265 penduduknya tewas atau hilang saat tsunami atau tinggal 177.881 orang pada 2005. Selain di Banda Aceh, korban terbesar terjadi di pesisir Aceh Besar, Aceh Barat, dan Calang. Banyaknya korban jiwa di pesisir Aceh ini terutama karena ketidaktahuan akan tsunami, yang bisa melanda setelah gempa besar. Hingga sebelum 2004, masyarakat di Banda Aceh dan mayoritas di Indonesia tidak memiliki pengetahuan tentang gempa bumi dan tsunami. Sebelum bencana Aceh, gempa bumi dan tsunami telah melanda beberapa wilayah Indonesia sekalipun skalanya tidak sedahsyat 2004. (Yoga)

Dua Orang Tewas, Bus Pariwisata Tabrak Truk di Tol Cipularang

KT3 27 Dec 2024 Kompas

Sebuah bus pariwisata menabrak truk di Kilometer 80 Tol Cipularang di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (26/12/2024) dini hari. Dua penumpang tewas dalam kejadian ini, sementara 56 orang lainnya mengalami luka-luka. Data yang dihimpun Kompas dari Jasamarga Metropolitan Tollroad dan Kepolisian Resor Purwakarta, kecelakaan yang melibatkan bus PO Qonita Wisata dengan truk itu terjadi pukul 01.35. Kecelakaan terjadi ketika bus melintas dari Bandung menuju Jakarta. Bus dengan nomor polisi B 7363 NGA itu dikemudikan oleh Romyani (57). Bus menabrak bagian belakang truk bernomor polisi B 9354 FYT yang berada di lajur kiri jalan tol tersebut. Pengemudi bus diduga mengantuk sehingga kurang mengantisipasi kendaraan di depannya. Akibatnya, bus menabrak bagian belakang truk. Pascakejadian ini, para korban yang terluka dan tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak, Purwakarta. Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke Gerbang Tol Jatiluhur di Purwakarta. Sekalipun sempat tersendat, arus lalu lintas kembali lancar beberapa jam setelah kejadian tersebut. ”Terdapat 12 korban luka berat yang masih menjalani perawatandiRumah Sakit Abdul Radjak, Purwakarta. Kami telah menahan sopir di Markas Polres Purwakarta,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta Ajun Komisaris Dadang Supriadi. Polisi belum dapat menyampaikan pemicu kecelakaan.

Sopir masih diperiksa oleh polisi. ”Sopir diperiksa untuk mengungkap adanya unsur kelalaian dalam kasus ini.Bus diduga terlebih dahulu menabrak truk ini,” ujarnya. Sementara itu, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Agni Mayvvina mengatakan, total terjadi dua kecelakaan pada Kamis dini hari. Peristiwa kedua terjadi di Kilometer 92 Tol Cipularang di ruas jalan dari arah Jakarta menuju Bandung pada pukul 02.50. ”Peristiwa yang kedua melibatkan satu bus angkutan dan satu kendaraan yang belum teridentifikasi karena sudah tidak berada di lokasi kejadian. Terdapat satu korban luka pada kecelakaan di lokasi ini,” kata Agni. Ia mengimbau pengguna jalan, baik pengendara kendaraan pribadi maupun angkutan, untuk menyiapkan diri dan kendaraan dengan baik sebelum memulai perjalanan. ”Khusus bagi pengguna jalan yang berkendara pada malam hari, manfaatkan rest area (tempat istirahat) terdekat jika mengalami kelelahan atau mengantuk,” ujarnya. Sebelumnya, dua kecelakaan besar yang melibatkan bus pariwisata terjadi di Jabar pada tahun 2024. Pertama, kecelakaan tunggal bus Putera Fajar yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana asal Depok di Jalan Raya Ciater, Subang, Jabar, pada 11 Mei. Peristiwa yang dipicu rem bus blong ini mengakibatkan 11 korban tewas dan puluhan lain terluka. Kedua, kecelakaan bus wisata Blue Star yang membawa rombongan dosen Universitas Pamulang di Kilometer 176 Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) di Kabupaten Majalengka, Jabar, pada 24 Juli. Seorang dosen tewas dalam insiden ini. (Yoga)

Korban 30 Orang Tewas Pada Jatuhnya Pesawat Azerbaijan

KT3 26 Dec 2024 Kompas
Sebuah pesawat penumpang Embraer 190 milik maskapai Azerbaijan Airlines, dalam penerbangan dari Azerbaijan menuju Rusia, jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12/2024). Otoritas Kazakhstan mengatakan, pesawat itu mengangkut 62 penumpang dan 5 awak. Dari jumlah penumpang dan awak itu, lebih dari 30 orang di antaranya diperkirakan tewas. Pada mulanya, melalui pernyataan yang diunggah di Telegram dan dikutip kantor berita Associated Press (AP), Kementerian Tanggap Darurat Kazakhstan menyebutkan, sebanyak 42 orang diperkirakan tewas dalam kecelakaan tersebut, sementara 22 orang selamat. Namun, dalam laporan berikutnya, mengutip Kementerian Tanggap Darurat Kazakhstan, AP menyebutkan, sedikitnya 28 orang selamat. Ini bisa berarti, lebih dari 30 orang diperkirakan tewas. Di antara korban tewas, empat jenazah telah ditemukan. Kementerian Tanggap Darurat Kazakhstan semula menyebut 25 orang selamat.Belakangan, mereka merevisi jumlah korban selamat 27 orang, yang kemudian diperbarui lagi menjadi 28 orang, seiring operasi penyelamatan di lokasi jatuhnya pesawat. ”Sebuah pesawat dalam penerbangan melalui rute Baku-Grozny jatuh di dekat kota Aktau. Pesawat itu milik Azerbaijan Airlines,” kata Kementerian Transportasi Kazakhstan melalui Telegram. (Yoga)

Waspada di Perjalanan Cuaca Buruk

KT3 21 Dec 2024 Kompas (H)

Selain lonjakan mobilitas masyarakat yang dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas, warga yang melakukan perjalanan saat masa libur Natal 2024 dan Tabun Baru 2025 juga perlu mewaspadai dampak cuaca ekstrem. Gelombang tinggi berpotensi menunda kebe rangkatan angkutan penyeberangan. Hujan lebat dapat memicu banjir di jalur perjalanan. Ancaman longsor juga mengintai, terutama di ruas jalan dengan medan bertebing. Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan, secara umum wilayah Jawa bagian utara dan selatan masih akan mengalami peningkatan curah hujan pada 21-22 Desember 2024. Hal yang sama terjadi di Sumatera bagian barat dan timur. ”Jawa bagian utara mulai dari Cirebon, Pekalongan, hingga Jawa Timur itu curah hujannya masih tinggi. Peningkatan curah hujan dari sedang hingga ekstrem,” katanya saat dihubungi, Jumat (20/12) malam. Namun, gelombang tinggi di Selat Sunda diprediksi mereda pada 21-22 Desember. Fenomena angin kencang di Selat Sunda mulai berkurang karena tertahan oleh bibit siklon yang ada di Kalimantan Barat. ”Dalam dua hari ke depan juga akan terjadi pengurangan curah hujan di wilayah Jabodetabek. Curah hujan ini diprediksi kembali meningkat pada 24 Desember 2024, ”ujarnya.

Terkait dengan hal itu, ancaman banjir rob, longsor, hingga angin kencang harus diwaspadai oleh warga yang akan bepergian untuk merayakan liburan Natal dan Tahun Baru. Warga diminta terus mengecek prakiraan cuaca dari BMKG agar bisa melakukan persiapan perjalanan dengan matang. ”Ancaman banjir rob di utara Jawa Tengah juga harus diwaspadai,” kata Guswanto. Berdasarkan data Jasa Marga, 307.831 kendaraan meninggalkan wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabode-tabek) padaRabu (18/12) hinggaKamis (19/12). Jumlah ini meningkat 13,6 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal yang mencapai 270.968 kendaraan pada periode yang sama. ”Distribusi lalu lintas kendaraan meninggalkan Jabodetabek menuju tiga arah, yakni timur menuju Tol Trans-Jawa dan Bandung sebesar 42 persen, barat (Merak) sebesar 34,6 persen, dan selatan (Bogor) sebesar 23,3 persen,” papar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana.Kemacetan belum terlihat hingga Jumat malam di Tol Trans-Jawa. Hingga pukul 20.00 WIB, tidak ada antrean panjang kendaraan yang memasuki gerbang tol. Kondisi serupa terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Kendaraan bisa melaju hingga lebih dari 60 kilometer per jam. Namun, hujan deras yang terjadi sejak Jumat siang hingga sore membatasi jarak pandang pengemudi. (Yoga)

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Buruk di Sejumlah Wilayah Perairan selama Libur Nataru

KT1 19 Dec 2024 Tempo
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca buruk di sejumlah wilayah perairan selama Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025."Terutama di Samudera Hindia yang harus diwaspadai. Di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera kemudian selatan Selat Sunda, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Ini perlu diwaspadai," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis, 19 Desember 2024, seperti dikutip Antara.

BMKG akan terus memberikan informasi cuaca kepada masyarakat melalui berbagai kanal resmi, mulai dari website hingga media sosial. Menurut Dwikorita, peringatan dini terkait cuaca buruk tersebut bakal terus diperbarui bagi instansi terkait, termasuk pengelola pelabuhan. Gempa M5,2 Getarkan Kabupaten Bolaang Mongondow, BMKG Pastikan Nihil Potensi Tsunami BMKG: Indonesia Alami Fenomena Equinox Dua Kali Setahun, Suhunya Lebih Terik "Silakan terus dimonitor karena perkembangannya sangat dinamis dan cepat," ujar dia.

Untuk memperkuat upaya mitigasi, menurut dia, BMKG bakal berkoordinasi dengan otoritas terkait meliputi Kementerian Perhubungan, Kemenko PMK, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah. "Kami semua selalu koordinasi dan antisipasi sejak November," ujar dia. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan jalur-jalur transportasi termasuk penyeberangan agar disiapkan secara seksama menjelang momentum libur akhir tahun. "Seandainya ada ombak besar kita sudah antisipasi juga menggunakan kapal yang lebih besar dan lain-lain. Kita juga memberikan penekanan memang jalur Nataru harus disiapkan lebih serius," kata dia. (Yetede)

Kepala Badan Geologi Catat Kenaikan Energi Gempa dari Gunung Raung

KT1 17 Dec 2024 Tempo ga
Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid, mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Raung masih terpantau mengalami peningkatan. Meski begitu tingkat aktivitas gunung api dengan ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut itu masih tetap di Level II (Waspada). "Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Raung adalah hal yang wajar, mengingat tingkat aktivitasnya saat ini adalah Level II (Waspada)," kata Wafid dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa malam, 17 Desember 2024. Ia mengatakan, pada level II ini aktivitas Gunung Raung fluktuatif dan ada potensi terjadi erupsi sewaktu-waktu. Potensi bahaya Gunung Raung yang mungkin terjadi saat ini berupa akumulasi gas vulkanik konsentrasi tinggi di dasar kawah.

Erupsi Gunung Raung, menurut catatan sejarah, menghasilkan aliran piroklastik, jatuhan piroklastik dan aliran lava andesitik sampai basaltik. Sedangkan saat tidak terjadi erupsi, aktivitas hanya berupa embusan gas di dasar kawah. Hasil pengamatan visual periode 1 hingga 15 Desember 2024, Gunung Raung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah, teramati embusan gas berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dengan tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Dari warnanya, embusan gas itu menunjukkan dominan uap air, tidak ada material batuan/abu yang terbawa ke permukaan. 

Wafid juga mengungkapkan rekaman kegempaan selama periode yang sama terdiri dari 61 kali gempa embusan, 3 kali gempa vulkanik dangkal, 4 kali gempa tektonik lokal, 27 kali gempa tektonik jauh, dan 15 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5-13,0 mm, dominan 2.5 mm. Pada 16 dan 17 Desember 2024, terjadi kenaikan amplitudo getaran gempa tremor menjadi maksimal 17 mm, dengan nilai dominan 2.,5 mm, seiring dengan kenaikkan grafik RSAM (Realtime Seismic Amplitude Measurement) yang mencerminkan energi gempa. Namun, kenaikan energi gempa ini tidak disertai dengan anomali visual. Hanya teramati embusan gas dari arah kawah/puncak berwarna putih intensitas sedang dengan tinggi maksimal 300 meter dari atas puncak.  (Yetede)

ICOR Indonesia yang Terbilang Tinggi Dibanding Negarara Lain

KT1 17 Dec 2024 Tempo
PRESIDEN Prabowo Subianto mempersoalkan skor incremental capital output ratio atau ICOR Indonesia yang terbilang tinggi dibanding negara lain. Ia menyebutkan ICOR Indonesia berada di angka 6, sedangkan sejumlah negara tetangga memiliki ICOR 4 atau 5.  “Artinya, kita dinilai lebih tidak efisien daripada beberapa ekonomi tetangga kita. Bahkan tidak efisiennya itu dinilai 30 persen,” kata Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2024. ICOR adalah salah satu parameter yang menentukan tingkat efisiensi investasi di suatu negara. ICOR menggambarkan rasio investasi kapital/modal terhadap hasil yang diperoleh (output) menggunakan investasi tersebut. Jika modal bisa dipakai untuk menghasilkan banyak barang/jasa dengan efisien, nilai ICOR menjadi kecil. Sebaliknya, jika modal yang dibutuhkan besar, tapi barang/jasa yang dihasilkan sedikit, nilai ICOR menjadi tinggi. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ICOR Indonesia pada 2023 berada di angka 6,33. Sementara itu, rata-rata ICOR di negara-negara ASEAN pada 2019-2023 jauh lebih rendah, antara lain Malaysia sebesar 2,7; India 3,2; dan Filipina 3,4. ICOR Indonesia hampir selalu meningkat. Pada pemerintahan Presiden Soeharto sebelum krisis 1997, ICOR Indonesia berada di kisaran 4. Pada era Susilo Bambang Yudhoyono di level 5, lalu di era Presiden Joko Widodo menembus angka 6. Bahkan, pada 2021, ICOR Indonesia sempat berada di level 8,6. Dengan tingginya ICOR, makin banyak kapital yang diperlukan untuk menghasilkan 1 persen pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto tak menampik bahwa investasi di Indonesia masih belum efisien. Hal itu terlihat dari tingginya ICOR Indonesia yang membuat pertumbuhan ekonomi Tanah Air stagnan di angka 5 persen. Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, porsi investasi terhadap produk domestik bruto Indonesia di kisaran 30 persen. Dengan ICOR di kisaran 6, pertumbuhan ekonomi Indonesia dihitung 30 dibagi 6, yaitu 5 persen. Airlangga berpendapat penyebab inefisiensi investasi di Tanah Air adalah pemanfaatan modal yang belum optimal. Menurut dia, selama ini modal yang diinvestasikan belum mampu menghasilkan output ekonomi yang sebanding. Ditambah keterbatasan dalam penerapan strategi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.  (Yetede)