Waspada di Akhir Tahun Terjadi Bencana
Cuaca ekstrem masih membayangi pada akhir tahun 2024 dan awal 2025. Hingga sepekan ke depan, diperkirakan terjadi hujan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena La Nina lemah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi hujan selama 27 Desember 2024-2 Januari 2025. Kondisi ini diperkuat oleh mengencangnya angin Monsun Asia, aktifnya gelombang atmosfer di sejumlah wilayah, dan keberadaan sirkulasi siklonik. ”Kombinasi dari fenomena ini diperkirakan masih berlangsung hingga pergantian tahun. Kami mengingatkan masyarakat untuk terus waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi,” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, Kamis (26/12/2024) sore. Hujan lebat dan sangat lebat diperkirakan terjadi di Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Adapun potensi angin kencang terjadi di Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, JawaTimur, DIYogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Berdasarkan pantauan BMKG, di beberapa daerah sudah terjadi banjir, seperti di Tarakan (Kalimantan Utara), Kulon Progo (Yogyakarta), Balangan (Kalimantan Selatan), Semarang dan Banyumas (Jawa Tengah), serta Serang (Banten). Sementara tanah longsor terjadi di Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), Sukabumi (Jawa Barat), serta Sragen dan Wonogiri (Jawa Tengah). ”Bersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir, hindari aktivitas di wilayah rawan bencana dan persiapkan perlengkapan darurat,” katanya. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menambahman, warga harus hati-hati berkendara saat jalanan diguyur hujan. Sebab, jarak pandang terbatas dan bisa memicu aqua-planing, kondisi saat kendaraan tak bisa dikendalikan karena hilangnya daya cengkeram ban. ”Kurangi kecepatan di jalan tol yang sedang hujan. Waspadai longsor dan pohon tumbang saat berkendara di perbukitan atau lereng gunung,” ujarnya. (Yoga)
Tags :
#BencanaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023