Bencana
( 266 )Mengapa Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi Mewabah Lagi
Terkurung Pagar Laut Membuat Nestapa Nelayan
Gejolak Hidro-iklim Cuaca Ekstrim yang Dipicu Pemanasan Global
Upaya Pemerintah Merespon Secara Proporsional HMPV
Penyakit PMK Kembali Merebak
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Merebak
Dampak Pinjol, Satu Keluarga jadi Korban
Peringatan dari Bumi Ewako: Saatnya Waspada
Bandung Tenggelam, Lautan Sampah
Sepanjang 2024, Kota Bandung, Jawa Barat, masih saja sulit mengembalikan citra sebagai ”Kota Kembang” melalui keindahan dan kebersihan alamnya. Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan pelik. Ke depan, jangan sampai Bandung tenggelam makin dalam di lautan sampah yang menjengkelkan. Video di media sosial Tiktok tentang tumpukan sampah di depan Pasar Caringin, Kota Bandung, viral. Diunggah pada 14 Desember 2024, video itu menggambarkan pengelolaan sampah yang masih jauh dari ideal di ibu kota Jabar ini. Video yang diunggah Depupi Iskandar itu ditonton hingga 738.000 netizen. Depupi mengeluhkan bau menyengat sampah yang tercium hingga ke rumah kontrakannya. Dari rumahnya, jarak gunungan sampah itu sekitar 100 meter. Hingga 10 hari setelah video itu viral, Selasa (24/12/2024), kondisi belum berubah. Sampah plastik, sisa makanan, dan berbagai residu jenis lain masih saja teronggok di sana. Aroma busuk sampah yang menyengat tercium di sekitar area pasar. Sampah yang menggunung hingga 4 meter itu terhampar di area dengan luas sekitar 50 meter persegi.
Warga yang berjualan di daerah pasar sangat tersiksa aroma bau busuk sampah. Siska (33), penjual makanan dan kopi yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi tumpukan sampah itu, misalnya, merasakan dampaknya. Selain bau, lapaknya juga sepi pembeli. Hanya seorang bapak yang sedang meminum kopi hitam di lapaknya. Sesekali bapak itu menutup hidungnya karena tak tahan dengan aroma bau sampah. Sudah setahun ini Siska dan para penjual barang kebutuhan pokok di lokasi tersebut terganggu dengan aroma menyengat sampah. Ibu beranak satu ini berjualan di Pasar Caringin selama lima tahun terakhir. ”Bau sampah yang menyengat berdampak sepinya pembeli. Untuk mendapatkan uang Rp 100.000 per hari saja sangat susah,” ujar Siska. Kondisi yang dialami Siska juga dirasakan warga di luar area Pasar Caringin. Tiupan angin mengakibatkan bau busuk sampah tersebar dengan radius lebih dari 100 meter. Aji (30) yang tinggal bersama istri dan dua anaknya setiap hari menghirup bau sampah di rumahnya. Rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi tumpukan sampah ini di Pasar Caringin. ”Bau sampah,” ucap Aldi (10), anak sulung Aji yang kerap mual karena tak tahan dengan bau sampah yang menyengat, saat ditemui di rumah kontrakan mereka di Jalan Babakan Ciparay. (Yoga)
179 Orang Kemungkinan Tewas, Jeju Air Terbakar
Awan mendung memayungi dunia penerbangan di pengujung tahun. Dalam sepekan, empat pesawat penumpang mengalami kecelakaan di empat negara. Kecelakaan terparah dialami pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air yang tergelincir dan terbakar saat mendarat di Bandar Udara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024) pagi. Sampai Minggu siang waktu setempat, 179 orang dari 181 orang yang diangkut pesawat itu hampir dipastikan tewas. Sejauh ini, 122 jenazah telah dikumpulkan petugas penyelamat. Pesawat mengangkut 175 penumpang dan enam awak. Hanya seorang awak perempuan dan seorang awak laki-laki yang selamat dari kecelakaan itu.
Seorang pejabat pemadam kebakaran Korea Selatan mengatakan, kecil kemungkinan penumpang yang tersisa selamat. Hal ini karena badan pesawat nyaris hancur seluruhnya. ”Para penumpang terlempar keluar dari pesawat setelah (pesawat) menabrak pagar pembatas (bandara) sehingga sedikit kemungkinan untuk selamat,” kata pejabat tersebut. Selang beberapa jam selepas pesawat Jeju Air terbakar di Muan, pesawat Air Canada rute St John-Halifax mendarat darurat di Bandara Halifax, Kanada, pada Sabtu (28/12) malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB. Tidak ada korban dalam kecelakaan yang menimpa pesawat jenis De Havilland Dash 8-400 itu. Sebelumnya, sebuah pesawat penumpang Embraer 190 milik maskapai Azerbaijan Airlines jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12) waktu setempat. Otoritas Kazakhstan mengatakan, pesawat rute Baku (Azerbaijan)-Grozny (Rusia)itu mengangkut 62 penumpang dan lima awak. Dari jumlah itu, lebih dari 30 orang diperkirakan tewas. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









