Bencana
( 266 )Bencana Banjir Bisa Hantam Bisnis dan Ekonomi
BMKG Identifikasi Bibit Siklon 98S, Waspada Hujan Lebat di Bengkulu dan Lampung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 98S yang terpantau berada di Samudra Hindia barat Bengkulu. Berdasarkan analisis data BMKG Rabu malam, 5 Maret 2025, pukul 19.00 WIB, pusat sirkulasi sistem ini terletak pada koordinat 5.9°LS dan 92.1°BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 km/jam serta tekanan minimum 1006 hPa.
BMKG menyebutkan bahwa potensi Bibit Siklon Tropis 98S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih rendah. Namun, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, peluang meningkat menjadi sedang hingga tinggi. "Bibit Siklon Tropis 98S bergerak ke arah barat-barat daya menjauhi wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangan tertulis. (Yetede)
Banjir di Jakarta dan Sekitarnya yang Dipicu Perubahan Iklim
Perubahan iklim telah menyebabkan pergeseran pola musim hujan dan kemarau di Indonesia. Bahaya cuaca ekstrem meningkat. Hujan deras yang memicu bencana banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya awal pekan ini membuktikan kekhawatiran Erma Yulihastin. Setahun lalu, dalam orasi pengukuhan dirinya sebagai profesor riset bidang klimatologi dan perubahan iklim BRIN, Erma menegaskan bahwa kenaikan suhu bumi yang sekarang melampaui 1,6 derajat Celsius, di atas level masa pra-Revolusi Industri, telah meningkatkan intensitas dan keparahan cuaca ekstrem di Indonesia. Rabu lalu, dalam siaran langsung di akun Instagram miliknya, Erma mengingatkan bahwa pola musim hujan dan kemarau, kini berubah. "Ada pergeseran, durasi maupun sifatnya,” ujar Erma, Rabu, 5 Maret 2025
Erma mengatakan pengkajian terhadap indikasi terjadinya perubahan hujan diurnal atau berulang secara harian menjadi kunci penting untuk memahami pola cuaca ekstrem selama dekade terakhir di Indonesia. Pada dasarnya, pola hujan diurnal di Tanah Air mengikuti pola umum hujan di darat yang dipengaruhi oleh angin darat-laut dan gelombang gravitasi, sehingga fase kejadian hujan adalah sore hari di atas darat dan pagi hari di atas laut. Dia menilai peningkatan curah hujan sejak dasarian ketiga atau sepuluh hari terakhir Februari mencerminkan dinamika musim yang makin tidak teratur akibat perubahan iklim. Selama ini, Januari sering disebut sebagai masa puncak musim hujan. "Hal itu kurang relevan dengan kondisi perubahan iklim yang terjadi saat ini,” kata Erma. (Yetede)
BMKG: Puncak Cuaca Ekstrem Diprediksi 11 Maret
Cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi di beberapa daerah Indonesia diperkirakan masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan, dengan puncaknya pada 11 Maret 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini berpotensi menyebabkan banjir, longsor, dan angin kencang. Dwikorita juga meminta agar pihak-pihak terkait segera mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada terhadap banjir, melakukan penutupan sementara di jembatan yang rawan banjir, serta mitigasi lereng yang rawan longsor. Selain itu, prakiraan cuaca pada 4–6 Maret 2025 diprediksi didominasi oleh hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, sehingga peningkatan kewaspadaan sangat diperlukan.
Solusi Atasi Banjir dibutuhkan untuk Jabodetabek
Banjir menerpa wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari terakhir. Ribuan warga terdampak dan terpaksa mengungsi. Sebagian aktivitas ekonomi dan keseharian warga lumpuh. Banjir di beberapa wilayah metropolitan menjadi peringatan pentingnya solusi pengendalian banjir secara komprehensif. Hujan deras sejak Senin hingga Selasa (3-4/3/2025) di hulu sungai dan wilayah Jabodetabek mengakibatkan banjir parah di beberapa wilayah. Di Jakarta, banjir berasal dari luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut. Sebagian wilayah Jaksel dan Jaktim paling terdampak banjir, terutama di Rawajati, Pejaten Timur, dan Gedong, yang dekat Kali Ciliwung. Ketinggian banjir di wilayah itu ada yang mencapai 3 meter, memaksa ratusan warga mengungsi.
Sementara, luapan air Kali Bekasi membanjiri nyaris seluruh wilayah Kota Bekasi, Jabar. Aktivitas warga tersendat karena permukiman hingga pusat perbelanjaan terendam banjir. Kali Bekasi meluap karena hujan deras di kawasan hulu, Bogor, Jabar, serta hujan lokal di Kota Bekasi. Setidaknya tujuh kecamatan kebanjiran hingga Selasa (4/3) sore. Pondok Gede Permai dan Villa Jatirasa paling terdampak banjir. Dua perumahan ini persis di bantaran kali dengan pemisah tanggul tembok setinggi 2 meter. Ratusan warga dievakuasi, sebagian bertahan di lantai dua rumah. Ketua RT 004 RW 008 Pondok Gede Permai, Tugimin, mengatakan, hujan deras bukan satu-satunya pemicu banjir. Kali Bekasi di kawasan perumahannya makin dangkal dan belum dikeruk.
Banjir juga menerjang pusat perekonomian, salah satunya Mega Bekasi Hypermall. Luapan Kali Bekasi menjebol tanggul dan merendam lantai dasar mal. Oscar (41) pedagang di lantai dasar menyebut aktivitas perekonomian di mal itu lumpuh. Banjir kali ini yang kedua melanda mal tersebut. Banjir sebelumnya terjadi tahun 2017. Luapan Kali Bekasi juga menutupi Jalan Raya Pekayon hingga PT Jasamarga Transjawa Tol mengalihkan kendaraan yang menuju Gerbang Tol Bekasi Barat, karena luapan terus membanjiri hingga menutup Jalan Raya Pekayon dan berimbas pada antrean kendaraan di Jalan Ahmad Yani hingga akses Gerbang Tol Bekasi Barat Satelit.
Merespons banjir di Jabodetabek, pemerintah mengutamakan penanganan penyelamatan masyarakat yang terdampak. Operasi modifikasi cuaca bakal ditambah. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno mengatakan telah menggelar rakor bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk mengatasi banjir yang melanda sebagian wilayah Jabodetabek. Dalam rapat itu disepakati, pemerintah mengutamakan penanganan penyelamatan masyarakat yang terjebak banjir serta menambah operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi hujan di kawasan hulu dan hilir. Apalagi, BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan melanda wilayah Jabodetabek hingga awal pecan kedua Maret. (Yoga)
Momen Haru Perpisahan Keluarga Pendiri Sritex dengan Pekerja
Kementerian Pertanian Angkat Bicara Menanggapi Satu Kasus Antraks yang Terjadi di Desa Tileng
Kemnaker Janji Kawal Pemenuhan Hak-hak Keluarga Korban Tewas akibat Kecelakaan Kerja
Program Dana Desa Hasilnya Timpang Satu Dekade
Pengembang Perumahan Desak Pemerintah Selesaikan Blueprint Peta Jalan Program 3 Juta Rumah.
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









