Insiden Gudang Amunisi Jadi Momentum Evaluasi
Terbakarnya salah satu unit gudang di kompleks
Gudang Amunisi Daerah Komando Daerah Militer Jaya di Ciangsana, Bogor, Jabar, menjadi
momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh keberadaan gudang
amunisi militer. Pasalnya, saat ini di sekitar
kawasan itu tumbuh permukiman warga. Pengawasan terhadap penataan ruang kawasan
tempat kompleks militer berada, termasuk gudang amunisi, perlu menjadi
perhatian agar asas perlindungan bagi warga tetap terpenuhi. Anggota Komisi I
DPR dari Fraksi PDI-P, TB Hasanuddin, mengatakan, Gudang Amunisi Daerah
(Gudmurah) Kodam Jaya yang mulai dioperasikan pada 1982 pada mulanya jauh dari
permukiman warga.
”Sekarang (kawasan di sekitar Gudmurah) sudah
jadi perumahan,” ucapnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (31/3). Menurut
Hasanuddin, syarat mutlak gudang amunisi adalah berada jauh dari permukiman
masyarakat. Jika amunisi yang disimpan seberat 5 kg, radius bahayanya berkisar
2-3 km, berarti jarak gudang amunisi dengan wilayah permukiman setidaknya 5 km.
Melihat kondisi kompleks Gudmurah Kodam Jaya yang kian dikepung permukiman,
Hasanuddin menilai perlu dipertimbangkan untuk memindahkan gudang amunisi ke lokasi
lain yang lebih aman. Meski bukan perkara mudah, hal itu perlu dipertimbangkan secara
serius. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023