;
Tags

Bencana

( 266 )

Erupsi Gunung Marapi Telan 20 Korban, Tiga Masih Hilang

KT3 06 Dec 2023 Kompas (H)

Jumlah korban tewas akibat erupsi Gunung Marapi di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, mencapai 20 orang. Hingga Selasa (5/12) malam, tiga orang lainnya yang hilang masih dicari oleh tim SAR gabungan. Kepala Kantor SAR Kelas A Padang Abdul Malik di Agam, Selasa (5/12), mengatakan, hingga pukul 20.00, sebanyak 20 orang dipastikan tewas. Lima jenazah yang dievakuasi pada Senin (4/12) sudah teridentifikasi. Adapun 15 jenazah lain yang dievakuasi pada Selasa masih diidentifikasi. Dengan demikian, sebanyak 72 orang dari 75 pendaki telah dievakuasi. Dari jumlah itu, 52 orang selamat dan beberapa di antaranya mengalami luka-luka. Tim SAR gabungan selanjutnya menunggu hasil identifikasi dari tim DVI Polda Sumbar di RSUD dr Achmad Mochtar Bukittinggi.

Data itu akan dicocokkan dengan data pendaki yang tercatat di BKSDA Sumbar sebagai pengelola Taman Wisata Alam Gunung Marapi. Di RSUD dr Achmad Mochtar, Selasa malam, puluhan keluarga korban menunggu hasil identifikasi. Jenazah yang sudah diketahui identitasnya diserahkan dan dibawa pulang keluarga dengan ambulans. Pencarian korban diwarnai hujan abu di sekitar Gunung Marapi, selain erupsi susulan dan kabut. Sementara pada malam hari, hujan turun dengan deras. ”Hujan abu beberapa kali terjadi sejak erupsi Marapi, Minggu (3/12). Sebelumnya juga disertai pasir, sekarang hanya abu halus,” kata Nun (70), pedagang pisang di Jalan Simpang Atas Ngarai, Bukit tinggi. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Ahmad Rifandi mengatakan, pada Selasa, pukul 00.00 hingga pukul 18.00, tercatat enam kali letusan dan 108 kali embusan dari kawah Marapi. (Yoga)

El Nino dan Implikasi Ekonomi

HR1 21 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Sejak 1980, hanya pernah terjadi tiga kali El Nino kuat yang sering juga disebut dengan super El Nino atau El Nino ekstrem secara ilmiah (Santoso et al., 2017; Cai et al., 2020). Oleh prakirawan cuaca di Amerika Serikat, untuk memudahkan pemahaman publik, El Nino kuat yang bertahan lama juga diperkenalkan dengan istilah El Nino Godzilla, sosok monster fiktif imajinatif dalam film layar lebar besutan Hollywood. Kata Godzilla sebagai monster yang disematkan untuk menggambarkan karakter El Nino kuat inilah yang saya ubah menjadi Gorila sebagai bahasa yang lebih mudah dipahami oleh publik di Indonesia. Perilaku Godzilla atau Gorila yang secara powerful dapat melipatgandakan kekuatannya kembali setelah melampaui tahapan yang tenang dan dikira telah terjadi pelemahan atau peluruhan inilah salah satu yang menjadi dasar penyebutan istilah Godzilla/Gorila El Nino pada kasus 2015—2016. Istilah Gorila yang sama saja dengan Godzilla ini digunakan untuk publik Indonesia agar lebih mudah memahami karakter El Nino kuat tersebut. Untuk diketahui, data fluktuasi harian El Nino 3.4 selama September—Oktober 2023 yang dikaji oleh BRIN dari berbagai sumber data global telah mencapai 2C. Selain itu, dengan merujuk pada data klimatologis 1961—1990, anomali suhu permukaan laut di Pasifik timur telah pernah mencapai 3,5C dan kini 2,4C (per 5 November 2023), yang menunjukkan terdapat stok panas di laut (heat ocean budget) yang powerful untuk diadveksikan atau ditransfer menuju barat sehingga pemanasan di Samudra Pasifik dapat memanjang dan meluas. Berdasarkan riset, setiap kejadian El Nino kuat berimplikasi terhadap perlambatan ekonomi global hingga 5 tahun berikutnya. Peneliti juga telah melakukan proyeksi hingga 2100 terhadap dampak El Nino menggunakan skenario tinggi perubahan iklim dan menunjukkan penurunan ekonomi global US$33 triliun dapat terjadi dengan mempertimbangkan tahun-tahun terjadinya El Nino. Kajian lain bahkan mengkuantifikasi perlambatan dapat mencapai US$84 triliun jika memperhitungkan dampak 5 tahun berikutnya pada setiap kejadian El Nino. Fakta lain dari hasil model proyeksi yang kami jalankan juga menunjukkan bahwa hingga 2030, frekuensi terjadinya El Nino mencapai 2—3 kali sementara La Nina diproyeksikan terjadi sekali. Hal ini dapat dipahami sebagai bagian dari cara Samudra Pasifik mengalami proses kesetimbangan setelah 2—3 tahun mengalami La Nina yang berkepanjangan. Hal ini juga sekaligus mengonfirmasi fase kering bagi Indonesia yang membutuhkan mitigasi dari berbagai pihak.

Muhadjir Effendy Cari Solusi Atasi Krisis Pangan di Papua

KT3 11 Nov 2023 Kompas

Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyerahkan sejumlah bantuan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sebagai tindak lanjut penanganan bencana yang terjadi. Selain penyerahan bantuan, kunjungan ini untuk berkoordinasi dengan pemda setempat mencari solusi menyeluruh permasalahan krisis pangan yang kerap terjadi di Papua. ”Kunjungan hari ini sebagai tindak lanjut. Sebelumnya pemerintah pusat dan daerah telah menyalurkan bantuan di lokasi kelaparan.  Sekarang yang terpenting mencari solusi agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy saat menyalurkan bantuan di Distrik Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Jumat (10/11). Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah daerah di Yahukimo dilanda bencana, seperti longsor dan kelaparan, akibat cuaca ekstrem. Hal ini menyebabkan sebagian besar masyarakat mengalami krisis pangan. Salah satu yang cukup disorot adalah musibah kelaparan yang mengakibatkan kematian massal di Distrik Amuma.

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengatakan ”Saat ini (isu kelaparan) sudah tertangani. Kebutuhan pangan masyarakat sudah kembali tercukupi”. Di rumah jabatan Bupati Yahukimo, rombongan Kementerian PMK dan dari kementerian ataupun badan negara lainnya menyerahkan bantuan bahan pokok, pakaian, obat-obatan, serta uang tunai Rp 1 miliar sebagai dukungan operasional penanganan kebencanaan. ”Fokus kami sekarang adalah menangani krisis pangannya karena ini terus berulang di sejumlah wilayah di Papua. Kami sudah berkoordinasi menyiapkan gudang (pangan) di sejumlah titik. Tempat paling ideal itu dekat bandara. Jika ada bencana, langsung bisa disalurkan,” ujar Muhadjir. Di sisi lain, kunjungan ini sekaligus untuk mencari solusi jangka panjang untuk penanganan yang tengah dikoordinasikan dengan lintas kementerian, lembaga, dan pemda setempat. Rencananya, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pengembangan varietas lokal yang lebih tahan iklim hingga penyuluhan soal teknologi tepat guna yang dibutuhkan untuk pengolahan bahan pangan agar lebih awet. (Yoga)

Musim Hujan Datang, Apa El Nino Hilang

KT1 10 Nov 2023 Tempo
El Nino yang dimulai pada Juni 2023 membuat cuaca di banyak wilayah Indonesia lebih kering dan mengalami panas menyiksa. Sejak beberapa bulan lalu, beberapa pihak memprediksi puncak El Nino terjadi pada Agustus-September, dengan intensitas yang lemah-moderat. Ada juga yang menaksir fenomena anomali cuaca ini memuncak pada Oktober, kemudian menurun.

Namun, dengan pengalaman meneliti El Nino lebih dari 15 tahun, saya menyaksikan bagaimana pergerakan El Nino, termasuk puncaknya, semakin sulit diprediksi. Pada 2015, misalnya, banyak ilmuwan meramalkan El Nino yang terjadi saat itu hanya berlangsung lemah atau pemanasannya rata-rata per bulan tak melebihi 1,5 derajat Celsius dibanding kondisi non-El Nino. Durasinya pun tak melebihi sembilan bulan.

Pada kenyataannya, El Nino 2015 berlangsung kuat dengan pemanasan tertinggi mencapai 3 derajat Celsius. Durasinya pun dua kali lebih panjang dari El Nino lemah, yakni 18 bulan. Dampaknya luar biasa. El Nino saat itu menyebabkan suhu bumi mencetak rekor terpanas. Kebakaran hutan dan lahan menggila, mencapai 2,6 juta hektare dengan angka kematian dini akibat paparan asap sebanyak 100 ribu jiwa. (Yetede)

Krisis Iklim Ancam Pangan

KT3 07 Nov 2023 Kompas

Perubahan iklim yang terjadi secara global mengancam ketahanan pangan dan ketahanan air, termasuk di Indonesia. Pemerintah mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Hal itu diungkapkan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa saat membuka Konferensi Tahunan Sustainable Development Goals (SDGs) 2023 di Yogyakarta, Senin (6/11). ”Ancaman perubahan iklim berdampak pada kelangkaan air serta penurunan produktivitas pertanian,” ujarnya. Indonesia mengalami penurunan curah hujan tahunan 1-4 % pada 2020-2034 dari kondisi periode 1995-2010. Hal ini berimplikasi pada kejadian kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, bahkan bisa memicu konflik kebutuhan air.Produksi padi juga berpotensi menurun.

Menurut Suharso, pergeseran musim dan puncak hujan menyebabkan metode tanam berubah dan memengaruhi produksi. Berdasarkan data Bappenas, perubahan iklim berpotensi menurunkan produksi padi Indonesia 1,13 juta-1,89 juta ton. Lahan pertanian seluas 2.256 hektar sawah pun terancam kekeringan. Di sisi lain, kondisi ketahanan pangan Indonesia, ditilik dari tingkat konsumsi pangan rumah tangga, memburuk.Angka ketidakcukupan konsumsi pangan pada 2022 naik menjadi 10,21 % dari 8,49 % pada tahun 2021. Peningkatan ini terjadi pada kelompok penduduk dengan tingkat pengeluaran 40 % terbawah, terutama kelompok rentan seperti warga lanjut usia. Adapun prevalensi stunting atau tengkes menurun secara konstan dalam 10 tahun. (Yoga)

Ancaman El Nino pada Satwa Liar

KT1 04 Nov 2023 Tempo (H)
Cuaca panas akibat El Nino yang melanda Indonesia beberapa bulan terakhir bukan cuma membuat kita gerah. Bagi sejumlah satwa liar, efek cuaca panas dan kekeringan juga bisa mematikan. El Nino mengancam ruang hidup satwa liar di kawasan tropis karena menyebabkan sungai dan danau mengering, hutan-hutan rusak akibat kebakaran, serta pemanasan permukaan laut. Hal ini diperparah oleh tingkat ancaman terhadap satwa liar Indonesia yang berbeda karena wilayah Indonesia merupakan kepulauan. Meski keberagamannya berpotensi lebih tinggi, kelimpahan spesies di kawasan kepulauan jauh lebih rendah dibanding di kawasan kontinental (daratan luas).

Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyepakati El Nino akan berlangsung lebih sering dan lebih parah akibat iklim yang berubah. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres bahkan menyebutkan bumi sedang menghadapi masa “pendidihan global”. Tanpa rencana pencegahan yang memadai, panas dan kekeringan ekstrem akibat fenomena cuaca berskala besar ini akan mengancam kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. (Yetede)

Awasi Dampak Pergeseran EL-Nino Terhadap Stabilitas Inflasi

KT1 03 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Tekanan inflasi tahunan mulai menunjukkan peningkatan yang terlihat pada Oktober 2023 sebesar 2,56%, lebih tinggi dari inflasi tahunan pada September 2023 yang sebesar 2,28%. Dalam hal ini pemerintah  harus menjaga distribusi komoditas pangan strategis agar dapat mulai  mengantisipasi terjadinya pergeseran waktu berakhirnya El-Nino. Badan Metreologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan sejumlah lembaga pusat iklim dunia memperkirakan El-Nino masih bertahan di level moderat  hingga periode Desember 2023 sampai Februari 2024. Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yususf Rendy Manilet menjelaskan, dengan adanya pergeseran  waktu terjadinya El-Nino yang diperkirakan akan berakhir Oktober ternyata bisa bergeser dari perkiraan sebelumnya. Hal itu perlu diwaspadai dengan penguatan distribusi pangan di masyarakat. "Pemerintah perlu melakukan (upaya menjaga distribusi pangan) setidaknya sampai awal tahun depan, sehingga distribusi komunitas pangan strategis tetap terjaga," ungkap Yusuf kepada Investaor Daily. (Yetede)

Bantuan Terus Didistribusikan

KT3 28 Oct 2023 Kompas
Setelah Kemensos, Kepolisian Daerah Papua mendistribusikan bantuan ke lokasi kelaparan di sejumlah kampung di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Namun, tidak cukup dengan menyalurkan bantuan, sejumlah pihak juga berharap kasus ini ditangani lebih komprehensif agar tidak terus berulang. Kepala Polda Papua Irjen Mathius Fakhiri dalam siaran pers yang diterima, Jumat (27/10) mengatakan, 4 ton beras dan mi instan didistribusikan kepada masyarakat di lokasi kelaparan. Langkah ini merupakan tindak lanjut koordinasi dengan tim tanggap darurat Pemkab Yahukimo mengenai kematian sejumlah warga di Distrik Amuma selama Agustus-Oktober 2023. 

”Upaya ini untukmendukung pemda mengatasi permasalahan kelaparan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan berbagai faktor lainnya,” kata Mathius. Sementara itu, Kemensos menyalurkan bantuan sejak Jumat (20/10). Total bantuan yang telah disalurkan selama beberapa hari itu mencapai 11,7 ton. Bantuan tersebut berupa makanan, pakaian, tenda, hingga kebutuhan anak-anak dan bayi. Pemkab Yahukimo turun ke lokasi
pada Rabu (25/10). Dalam keterangan tertulis, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengerahkan tim tanggap darurat yang berasal dari dinas kesehatan dan dinas sosial. Tim ini untuk memastikan masalah yang dihadapi masyarakat. Kendati menyebut tidak ada kematian massal akibat kelaparan, Didimus menyoroti kinerja kepala puskesmas yang tidak bertugas. Hal itu dianggap menyebabkan warga yang sakit menjadi tidak tertangani. (Yoga)

Kelaparan di Tanah Papua

KT3 26 Oct 2023 Kompas

Warga Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, didera kasus kelaparan. Puluhan orang meninggal. Saatnya solusi komprehensif diambil. Harian Kompas edisi Rabu (25/10) melaporkan di berita utama, sebanyak 23 orang meninggal di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, sejak Agustus 2023. Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram masih menunggu data resmi dari perwakilan distrik sehingga belum bisa memastikan penyebab kematian warga karena kelaparan atau penyebab lain. Untuk mencegah dampak kelaparan, bantuan empat ton beras disalurkan. Namun, di kabupaten tersebut curah hujan sedang tinggi sehingga tanaman pangan lokal, seperti umbi-umbian, gagal panen. Kondisi ini menyebabkan warga kehilangan sumber pangan dan kelaparan.

Dalam catatan berita harian Kompas, kelaparan di Tanah Papua pertama kali diberitakan pada 3 November 1977, di sekitar Telaga Wissel, Kabupaten Paniai. Kondisi ini dipicu banjir dari luapan danau dan merendam kebun umbi-umbian milik warga. Kejadian kelaparan terus berulang di sejumlah kabupaten. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pernah menjanjikan membangun lumbung pangan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Lumbung pangan itu dibangun untuk mengantisipasi kasus kelaparan yang sering terjadi ketika cuaca ekstrem. Program lumbung pangan ini kita harapkan tidak semata-mata dilakukan untuk mengembangkan tanaman padi seperti dilakukan di daerah lain. Penelitian dan pengembangan tanaman lokal, seperti umbi-umbian dan tanaman lokal lain yang tahan cuaca ekstrem, perlu menjadi perhatian pemerintah. (Yoga)

Lumbung Pangan Mandiri Jadi Solusi

KT3 26 Oct 2023 Kompas

Bencana kelaparan akibat cuaca ekstrem terus terjadi di Papua. Masyarakat kerap kehabisan persediaan makanan karena sistem pertanian yang rentan terdampak cuaca ekstrem. Lumbung pangan mandiri yang dibangun oleh masyarakat dinilai menjadi salah satu solusinya. Laporan kelaparan terbaru terjadi di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Sekitar 12.000 warga di 13 kampung terdampak kelaparan pada Agustus-Oktober 2023. Puluhan orang dilaporkan meninggal akibat kelaparan ini. Dalam peristiwa itu, masyarakat kehabisan stok makanan karena gagal panen akibat curah hujan tinggi. Terkait hal ini, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah terus mencermati laporan kelaparan di Yahukimo.

”Ya, kan, melihat di sana itu makanan pokoknya apa. Kalau seperti kemarin di Papua Tengah itu, kan, makanan pokok mereka ubi, akan kita siapkan infrastrukturnya supaya tanaman ubi tidak mengalami hambatan karena cuaca, karena kekurangan air atau karena apa,” ujar Wapres setelah meresmikan proyek milik Citra Borneo Indah Group di Mercure Hotel Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Rabu (25/10). Pemerintah, lanjut Wapres, juga akan mengirim bantuan ke Yahukimo. ”Jangka panjang kita tentu akan menyiapkan makanan-makanan pokok yang ada di sana, apakah ubi apa sagu akan kita rencanakan. Selain beras kalau selatan Papua, kan, lumbung beras. Jadi, saya akan terus mengawasi penyiapan jangka panjang supaya enggak terjadi kekurangan makan di beberapa daerah,” ujarnya. (Yoga)