Kelaparan di Tanah Papua
Warga Kabupaten Yahukimo,
Provinsi Papua Pegunungan, didera kasus kelaparan. Puluhan orang meninggal.
Saatnya solusi komprehensif diambil. Harian Kompas edisi Rabu (25/10)
melaporkan di berita utama, sebanyak 23 orang meninggal di Distrik Amuma, Kabupaten
Yahukimo, sejak Agustus 2023. Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram masih menunggu
data resmi dari perwakilan distrik sehingga belum bisa memastikan penyebab kematian
warga karena kelaparan atau penyebab lain. Untuk mencegah dampak kelaparan,
bantuan empat ton beras disalurkan. Namun, di kabupaten tersebut curah hujan
sedang tinggi sehingga tanaman pangan lokal, seperti umbi-umbian, gagal panen.
Kondisi ini menyebabkan warga kehilangan sumber pangan dan kelaparan.
Dalam catatan berita
harian Kompas, kelaparan di Tanah Papua pertama kali diberitakan pada 3
November 1977, di sekitar Telaga Wissel, Kabupaten Paniai. Kondisi ini dipicu banjir
dari luapan danau dan merendam kebun umbi-umbian milik warga. Kejadian
kelaparan terus berulang di sejumlah kabupaten. Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pernah menjanjikan membangun
lumbung pangan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Lumbung pangan itu
dibangun untuk mengantisipasi kasus kelaparan yang sering terjadi ketika cuaca ekstrem.
Program lumbung pangan ini kita harapkan tidak semata-mata dilakukan untuk
mengembangkan tanaman padi seperti dilakukan di daerah lain. Penelitian dan
pengembangan tanaman lokal, seperti umbi-umbian dan tanaman lokal lain yang
tahan cuaca ekstrem, perlu menjadi perhatian pemerintah. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023