Bencana
( 266 )DAMPAK EL NINO Kekeringan Bisa sampai Oktober
Fenomena El Nino menguat dan diprediksi berlanjut hingga Februari 2024. Di Indonesia, El Nino berdampak pada mundurnya awal musim hujan sehingga kekeringan bisa berlangsung sampai Oktober 2023. ”Fenomena El Nino hampir selalu berakhir pada tahun berikutnya di bulan Februari-Maret,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluawakan, di Jakarta, Selasa (22/8). Sebelumnya, laporan mingguan terbaru dari Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) AS menyebutkan kemungkinan 95 % kejadian El Nino berlangsung hingga Februari 2024 disertai dengan dampak yang luas.
”Dampak El Nino di berbagai belahan dunia berbeda, mengikuti musimnya masing-masing,” kata Ardhasena. Pada belahan bumi lain, dampak El Nino masih bisa berlanjut hingga awal 2024. Misalnya, dampak El Nino di Amerika Selatan menyebabkan kondisi basah dan hujan yang banyak, berkebalikan dengan kondisi di Indonesia. Untuk Indonesia, dampak El Nino terutama dirasakan pada musim kemarau, Juni-September, menjadi lebih kering atau curah hujan di bawah normal. ”Dampak El Nino di Indonesia juga berakibat mundurnya awal musim hujan sehingga dampak kekeringan keseluruhan di Indonesia bisa sampai Oktober 2023,” katanya. (Yoga)
Net Zero Emission di Ujung Tanduk
JAKARTA,ID-Polusi udara yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir membuat target nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) di ujung tanduk. Kondisi itu dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan, pembabatan hutan, berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya penggunaan energi fosil, lambannya transisi energi baru dan terbarukan (EBT), serta meningkatnya kegiatan pertambangan dan industri. Polusi udara yang memburuk bukan cuma terjadi di Jabodetabek, melainkan sudah meluas ke berbagai kota dan daerah lainnya di Tanah Air. Jika ada langkah-langkah terobosan, target NZE bakal melesat. Untuk mencapai NZE pada 2050, pemerintah menargetkan emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030 mencapai 31.89% atas upaya tersendiri dan 43,25% dengan dukungan internasional. Dalam jangka pendek, pemerintah harus secepatnya membenahi manajemen angkutan umum agar masyarakat bisa mengakses angkutan yang lebih aman , nyaman, mudah, dan murah, masyarakat pasti beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. (Yetede)
BERHARAP AKSI NYATA PENANGANAN ROB DI JATENG
Hampir satu dasawarsa, Linda Erlita Sari(30), warga Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Jateng, terpaksa berkutat dengan banjir rob. ”Jalanan dan rumah sudah ditinggikan terus, tetapi (ketinggian) air robnya selalu bisa mengejar. Pokoknya sudah seperti balapan sama air,” kata Linda, Kamis (10/8). Sejak tahun 2014, tiga kali Linda meninggikan bangunan rumahnya hingga 1,5 meter lebih tinggi dibanding sembilan tahun lalu dengan biaya Rp 8 juta. Selain menguras uang, banjir rob membuat kesehatan warga menurun. Menurut Linda, warga jadi lebih mudah diare, terserang penyakit kulit, mulai gatal-gatal hingga kulit melepuh. Sebagian warga juga menderita karena pendapatan mereka tergerus akibat banjir rob. Bahkan,tidak sedikit pula yang mesti kehilangan pekerjaan, seperti petani yang sawahnya terendam rob, serta pembatik yang tempat produksinya tergenang rob, sehingga banyak yang pindah.
Banjir rob di Kota Pekalongan yang kian parah terjadi akibat penurunan muka tanah yang dibarengi dengan kenaikan muka air laut. Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika In- stitut Teknologi Bandung, Sella Lestari Nurmaulia, menyebut, penurunan muka tanah di Kota Pekalongan 10 cm per tahun, akibat masifnya pemanfaatan air tanah, sedangkan kenaikan muka air laut 0,1-0,5 cm per tahun. Menurut Sella pemerintah perlu mengolah air laut di Kota Pekalongan sebagai alternatif pengganti air tanah dengan reverse osmosis. ”Investasi pengolahan air ini mahal, tetapi harus diusahakan. Tanpa aksi, tidak akan ada dampaknya terhadap pengurangan laju penurunan muka tanah,” katanya.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jateng, Nomastuti Junita Dewi, mengatakan, upaya penanganan rob terbagi ke dalam beberapa tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Upaya jangka pendek berupa pembangunan infrastruktur. Di antaranya peninggian tanggul laut, pembangunan bendung gerak, pembangunan pelabuhan yang berhadapan langsung dengan pantai atai onshore, dan pembuatan jalan tol sekaligus tanggul laut. Untuk jangka menengah, akan diupayakan alternatif air baku pengganti air tanah dengan membuat waduk di daerah hulu dan muara serta melakukan desalinasi air laut. Upaya jangka panjang berupa integrasi tata ruang laut dan tata ruang darat. (Yoga)
KEBAKARAN LAHAN, Duka Belum Hilang,Penjarah Datang
Sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi itu sedang dialami para korban kebakaran di Lahaina, Hawaii, AS. Saat duka dan trauma kebakaran belum hilang, para korban harus berhadapan dengan perampokan dan penjarahan. Korban juga kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara. Sejumlah warga mengaku, penjarah dan perampok dating malam hari. ”Mereka mendatangi rumah-rumah. Saya tidak yakin pemerintah tahu cara mengatasi situasi ini,” kata seorang warga Lahaina, Matt Robb. Dilaporkan Yahoo dan Business Insider pada Senin (14/8/2023), penjarah dan perampok mendatangi warga sembari menodongkan senjata. Warga yang sedang kesusahan terpaksa menyerahkan sisa milik mereka yang selamat dari kebakaran. ”Ada sedikit polisi, tentara. Di malam hari, orang-orang dirampok,” katanya.
Warga lain, Jeremy Aganos, mengaku dirampok dan dijarah. Para penjarah mengambil air, makanan, dan pakaian. ”Mereka sepertinya dalam kondisi terdesak juga. Mereka perlu dibantu,” katanya. Lahaina terletak di sisi barat Maui, salah satu dari beberapa pulau besar di Hawaii. Selain Maui, ada Kauai, Oahu, Molokai, Lanai, dan Hawaii di negara bagian AS yang terletak di tengah Pasifik tersebut. Ibu kota sekaligus kota terbesar Hawaii, Honolulu, berada di Oahu. Lahaina berjarak 4.000 km dari LA di California. Dari kediaman Gubernur Hawaii, Josh Green menyebut, nyaris tidak ada yang tersisa di Lahaina. Setidaknya 2.700 bangunan hancur dalam kebakaran pekan lalu. Dalam taksiran awal, kerugian akibat kebakaran mencapai 5,6 miliar USD. ”Ini bencana alam terbesar dalam sejarah kami (Hawaii),” ujarnya. (Yoga)
Mitigasi Kekeringan dan Rawan Pangan
Bencana kekeringan terjadi di berbagai pelosok Tanah Air, yang menyebabkan krisis pangan dan masalah sanitasi air bersih. Salah satu daerah yang menjadi sorotan adalah Papua, khususnya Provinsi Papua Tengah. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya 7.500 orang terkena dampak bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Lima orang dewasa dan seorang bayi di antaranya meninggal. Untuk mengatasi masalah ini, semestinya ada usaha mitigasi. Salah satu caranya adalah menerapkan teknologi tepat guna, yakni sistem irigasi suplemen, untuk mengatasi kekeringan ekstrem di lahan tanaman pangan.
Kemarau berkepanjangan yang disertai cuaca dingin ekstrem juga menyebabkan gagal panen. Selain dengan inovasi teknologi pengairan, krisis pangan membutuhkan kepeloporan yang mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat, baik mengenai teknologi tepat guna pengairan, kesehatan, dan gizi maupun varietas unggul untuk meningkatkan produksi tanaman pangan lokal pada saat musim kemarau. Salah satu tanaman lokal tersebut adalah hipere, sebutan untuk ubi jalar oleh masyarakat di Pegunungan Tengah Papua. Hipere adalah tanaman budaya mereka.
Dengan adanya mitigasi bencana kekeringan, lahan kering di Indonesia sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian dengan produktivitas yang baik. Luas lahan kering itu mencapai lebih dari 140 juta hektare. Lahan kering hanya mengandalkan air hujan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan airnya. Karena itu, penggunaan air secara efisien merupakan fokus dalam usaha pertanian di lahan semacam ini. Teknologi pengairan, seperti sistem irigasi suplemen, dapat memfasilitasi pemenuhan kebutuhan air dengan tingkat efisiensi yang berbeda, tergantung jenis teknologi yang digunakan. (Yetede)
Solusi Kurangi Polusi Disiapkan dalam Seminggu
JAKARTA,ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sistem kerja hibrida perlu didorong untuk mengurangi polusi udara di Jabodetabek yang dalam sepekan terakhir masuk dalam katagori sangat buruk. Pemerintah pun tengah menggodok sejumlah regulasi yang diupayakan tuntas dalam seminggu, sebagai solusi konret jangka pendek dan menengah untuk mengatasi persoalan tersebut. "Jika diperlukan kita harus berani banyak mendorong kantor melaksanakan hybrid working, work from office, work from home mungkin. Saya tidak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini, apakah (jam kerja) 7-5, 2-5, atau angka yang lain," kata Presiden Jokowi saat memulai rapat terbatas tentang polusi udara di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/08/2023) Jokowi mengatakan, kualitas udara di Jabodetabek sangat buruk. Pada Sabtu (12/8), kualitas udara di DKI Jakarta berada diangka 156 atau masuk katagori tidak sehat. Menurut Jokowi, kemarau panjang hingga penggunaan sumber energi dari batu bara menjadi faktor penyebab buruknya kualitas udara di Jabodetabek. (Yetede)
Pasokan Berkurang, Pasar Beras Tertekan
Beda dengan tahun 2021-2022, rata-rata stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang atau PIBC, Jakarta, sepanjang 2023 belum pernah menyentuh 30.000 ton. Kini bahkan di bawah 25.000 ton. Situasi pasar beras nasional dinilai tengah tertekan akibat penurunan produksi yang berimbas pada pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP). Laman Pasar Induk Beras Cipinang yang dikelola PT Food Station Tjipinang Jaya menunjukkan per Kamis (10/8) stok beras PIBC mencapai 24.517 ton. Rata-rata stok harian pada Agustus 2023 berkisar 24.520 atau di bawah posisi Agustus dua tahun sebelumnya, yakni 37.520 ton (2021) dan 37.120 ton (2022). Sejak awal 2023, rata-rata stok bulanan di PIBC belum menyentuh angka 30.000 ton, tertinggi terjadi pada Juli 2023, yakni 25.190 ton. Ketua Koperasi PIBC Zulkifli Rasyid menyebutkan, sejumlah pedagang mengeluhkan kosongnya stok di gudangnya. ”Kiriman dari daerah, seperti Jabar, Jatim, dan Jateng, berkurang karena kekeringan,” katanya saat dihubungi, Minggu (13/8).
Dia khawatir situasi perberasan lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Saat ini kenaikan harga beras medium sudah mencapai Rp 1.000 per kg dan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang meningkat Rp 300-Rp 500 per kg. Oleh sebab itu, dia berharap CBP cukup hingga Desember 2023 dan Perum Bulog menggelar operasi pasar dengan kemasan grosir di PIBC. Menurut anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, situasi di PIBC menjadi salah satu indikator bahwa pasar beras di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Situasi itu menunjukkan melambatnya pertumbuhan produksi. ”Hal ini sangat membutuhkan perhatian dan penanganan yang matang dalam jangka menengah dan panjang,” ujarnya. Pergerakan stok beras di PIBC, kata Bayu, mencerminkan pertumbuhan produksi dalam negeri mengecil. Pelambatan itu dipicu faktor iklim, kenaikan harga pupuk, serta konversi lahan. Pelambatan itu sejalan dengan perkiraan defisit beras bulanan oleh BPS.. (Yoga)
Dampak El Nino, Produksi Beras Diproyeksi Turun 530.000 Ton
Akibat kekeringan yang dipicu El Nino, produksi beras Indonesia sepanjang Januari-September 2023 diperkirakan turun 530.000 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk mengatasi dampaknya, beras impor yang sudah masuk dapat diandalkan sembari memperkuat produksi. Data BPS per Juli 2023 menunjukkan, realisasi produksi beras Indonesia sepanjang Januari-Juni 2023 diperkirakan 18,4 juta ton. Sementara proyeksi produksi pada Juli-September 2023 berkisar 7,24 juta ton. Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari-September 2023 diproyeksikan 25,64 juta ton, lebih rendah dibandingkan produksi beras periode sama tahun lalu yang tercatat 26,17 juta ton Di sisi lain, konsumsi beras Indonesia meningkat. Sepanjang Januari-September 2023, angka proyeksi konsumsi beras nasional mencapai 22,89 juta ton, sementara pada periode sama tahun lalu 22,62 juta ton.
Penurunan produksi itu berkaitan dengan fenomena iklim El Nino. Prediksi BMKG menunjukkan, puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus-September 2023. El Nino yang mengakibatkan curah hujan rendah berpotensi memicu kekeringan pada lahan tanaman semusim yang membutuhkan air. Imbasnya, ada risiko gagal panen. Guna menghadapi penurunan produksi beras tersebut, anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menilai, dalam jangka pendek, Indonesia perlu mengandalkan beras impor yang dikelola Perum Bulog. Namun, produksi dalam negeri tetap perlu diupayakan karena situasi pangan dunia tengah tertekan. ”Dalam kondisi ini, kemandirian pangan tetap perlu dijaga agar tidak terlalu tergantung pada situasi pangan di luar negeri,” katanya saat dihubungi, Rabu (2/8). (Yoga)
Rawan Celaka di Perlintasan Kereta
JAKARTA – Kecelakaan mobil tertabrak kereta api Dhoho di kilometer 85 antara Stasiun Jombang dan Stasiun Sembung, Jawa Timur, pada Sabtu, 29 Juli lalu, menambah panjang daftar kecelakaan di perlintasan sebidang pada tahun ini. Insiden yang menewaskan enam orang dan menyebabkan dua orang luka berat itu terjadi hampir dua pekan setelah kecelakaan KA Brantas menabrak truk trailer yang tersangkut di rel, di Jalan Madukoro, Semarang Barat, 18 Juli lalu.
Dengan kecelakaan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang hingga 30 Juli 2023 mencapai 185 kejadian. "Menyebabkan 42 orang meninggal, 42 orang luka berat, dan 43 orang luka ringan," ujar juru bicara PT KAI, Joni Martinus, kepada Tempo, kemarin. Tahun lalu, tercatat insiden di perlintasan sebidang mencapai 289 kejadian, yang menyebabkan 110 orang meninggal, 70 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.
Perseroan menilai berulangnya kecelakaan tersebut, antara lain, disebabkan oleh kurangnya budaya disiplin masyarakat di perlintasan sebidang kereta api. Joni mengingatkan bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda stop, lalu menengok ke kiri dan kanan. Apabila telah yakin aman, barulah bisa melintas. "Palang pintu, sirene, dan penjaga perlintasan adalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda stop tersebut," ujar Joni. (Yetede)
Pesawat Bantuan Tiba di Papua Tengah
Pesawat maskapai Reven Global Airtranspor yang membawa bantuan makanan berhasil mendarat di Bandar Udara Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Sabtu (29/7). Masyarakat yang mengalami kelaparan karena bencana kekeringan menyambut gembira adanya bantuan pangan. Bupati Puncak Willem Wandik secara langsung membawa bantuan pangan dan sejumlah barang lain yang dibutuhkan masyarakat. Warga telah menanti di Bandara Agandugume sejak pagi. Pesawat jenis Grand Karavan yang dipiloti Kapten Ukum dan Kapten Putri tiga kali membawa bantuan ke Bandara Agandugume dalam rentang pukul 06.00 hingga 11.00 WIT. Total bantuan makanan yang dibawa pesawat Reven Global Airtranspor mencapai 1,1 ton dan satu drum BBM.
Pesawat Reven Global Airtranspor hanya bisa tiga kali terbang ke Bandara Agandugume karena kondisi cuaca yang berkabut. Bandara Agandugume berada di atas ketinggian sekitar 9.000 kaki atau 2.700 meter di atas permukaan laut. Willem mengatakan, pihaknya berhasil membawa bantuan pangan ke Bandara Agandugume dengan aman membuktikan bahwa informasi situasi Agandugume rawan gangguan keamanan tidaklah benar. Bantuan yang telah tiba itu akan dibagikan ke masyarakat Distrik Agandugume dan Lambewi yang terdampak bencana kekeringan. Dengan demikian, mereka tak perlu lagi berjalan kaki selama satu hingga dua hari ke Distrik Sinak demi mendapatkan bantuan makanan. Warga di Distrik Agandugume yang terdampak kelaparan mencapai 3.500 orang dan di Distrik Lambewi 4.000 orang. (Yoga)
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022 -
Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun
28 Jul 2022









