;
Tags

Bencana

( 266 )

Tanam Padi Sebelum El Nino

KT1 30 Jul 2023 Tempo

El Nino merupakan fenomena alam yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem, seperti kekeringan yang berkepanjangan. Bagi petani padi, persiapan yang matang sebelum musim badai El Nino sangatlah penting untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi.Hal tersebut, misalnya, dilakukan para petani di Seta Asih, Bekasi, Jawa Barat. Mereka menanam lebih awal. Dari pembajakan  sawah, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga pengendalian hama. Menurut Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menjelang El Nino, diperkirakan masih ada hujan dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, menurut dia, masih ada kesempatan bagi para petani untuk menanam hingga panen. (Yetede)

Mengejar Target Penyelamatan 8 Penambang

KT1 29 Jul 2023 Tempo

JAKARTA – Tim Pencarian dan Pertolongan masih berupaya menyelamatkan delapan pekerja yang terjebak di tambang emas Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Namun, hingga kedalaman 35 meter, tim belum menemukan para korban. “Kami menduga mereka berada di kedalaman 60 meter,” kata Kepala Seksi Operasi SAR Banyumas Priyo Prayudha, kemarin, 28 Juli 2023. “Tim tidak bisa turun lagi karena di kedalaman 45 meter terendam air." Tim penolong sudah berupaya menyedot air menggunakan mesin pompa. Sayangnya upaya ini belum membuahkan hasil karena semburan air sangat kencang. Berdasarkan keterangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, air yang masuk ke lubang tambang itu adalah air tanah. Kandungan air tanah di kawasan itu memang berlimpah karena area pertambangan berada di cekungan. Priyo menegaskan, upaya penyelamatan ini ditargetkan selesai dalam tujuh hari. Jika dalam rentang waktu itu korban belum bisa diselamatkan, tim akan mengevaluasi pola yang digunakan saat ini. "Saat ini kami berfokus menjalankan rencana A,” katanya. “Kami ada rencana B, tapi belum bisa dijelaskan sekarang." Delapan penambang emas sudah empat hari terjebak di lubang tambang. Awalnya, mereka masuk ke Sumur I untuk melanjutkan penambangan. Tidak berapa lama, mereka muncul lagi karena air mengalir deras di dalam sumur. Mereka melapor kepada operator untuk memperingatkan penambang yang masih berada di dalam sumur. Sayangnya, peringatan itu terlambat. Air menyembur dengan cepat dan menjebak penambang yang masih berada di dalam. (Yetede)

Kelaparan Landa Papua Tengah

KT3 28 Jul 2023 Kompas

Sedikitnya 7.500 warga di dua distrik atau kecamatan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menderita kelaparan akibat bencana kekeringan selama dua bulan terakhir. Pemkab Puncak menyatakan enam warga terdampak telah meninggal. Bupati Puncak Willem Wandik dalam keterangan pers di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (27/7) mengatakan, bencana kekeringan yang terjadi di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi menelan enam korban jiwa. Penanganan bencana terkendala karena bantuan belum tersalurkan ke dua distrik tersebut mengingat situasi keamanan yang tidak mendukung. Korban tewas adalah Yenis Telenggen (38), Yemina Murib (42), Ater Tabuni (46), Tenus Murib (46), Tera Murib (39), dan bayi bernama Ila Telenggen.

Rata-rata meninggal dalam kondisi lemas, sakit diare, panas dalam, sariawan, dan sakit kepala. Willem mengatakan, musibah kelaparan dipicu cuaca ekstrem dengan temperatur suhu udara yang sangat dingin dan tanpa hujan., sejak Mei lalu sehingga tanaman warga, seperti ubi dan keladi, gagal panen. Jumlah warga yang mengalami kelaparan di Distrik Agandugume 3.500 orang dan si Distrik Lambewi, ada 4.000 orang. Warga yang kelaparan terpaksa mengonsumsi umbi-umbian yang membusuk sehingga terserang diare. Dalam kondisi kesehatan yang lemah, warga harus berjalan kaki selama dua hari untuk mendapat bantuan makanan yang terdistribusikan ke Distrik Sinak. ”Maskapai penerbangan tak berani membawa bantuan makanan dari Sinak ke Distrik Agandugume yang memiliki fasilitas bandar udara. Mereka takut pesawat ditembaki kelompok kriminal bersenjata di daerah tersebut,” kata Willem. (Yoga)


KPK Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Peralatan Basarnas

KT3 26 Jul 2023 Kompas (H)

KPK menangkap sejumlah orang, termasuk pejabat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas di Jakarta dan Bekasi, Jabar, Selasa (25/7). Penangkapan tersebut diduga terkait kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, penangkapan yang berlangsung di Jakarta dan Bekasi pada Selasa sekitar pukul 14.00 itu terkait dugaan penyerahan uang dalam kaitan korupsi pengadaan barang dan jasa. Dia menegaskan, pihak-pihak yang ditangkap masih diperiksa. Untuk informasi lebih lengkap, kata Nurul, akan disampaikan KPK setelah memeriksa orang-orang tersebut selama 1x24 jam.

”Ini menunjukkan pengadaan barang dan jasa dengan berbagai perbaikan sistem masih tetap  dilaksanakan secara prosedural memenuhi ketentuan, tetapi kenyataannya masih diliputi dengan suap. Ini sangat memprihatinkan karena berdampak pada pengadaan yang tidak dibutuhkan atau pengadaan yang di-mark up sehingga merugikan keuangan negara,” kata Ghufron. Saat ditanya soal apakah proyek itu terkait pengadaan pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas pada tahun anggaran 2023, Ghufron mengatakan, hal itu masih didata. ”Kami sedang dalami item-nya apa saja,” katanya. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan, penyelenggara negara yang ditangkap KPK merupakan pejabat Basarnas. Selain pejabat Basarnas, KPK juga menangkap pihak swasta dan beberapa orang lain di Cilangkap, Jaktim dan Jatisampurna, Bekasi. (Yoga)


Tanggap Darurat Kelaparan di Papua Tengah

KT3 21 Jul 2023 Kompas

Warga di dua kecamatan atau distrik, yaitu Agandugume dan Lambewi, di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, kesulitan pangan. Bupati Puncak Willem Wandik dalam siaran pers, Kamis (20/7/2023), mengatakan, sekitar 3.000 warga di Distrik Agandugume dan 4.000 warga di Distrik Lambewi terdampak. Cuaca ekstrem dengan suhu udara sangat dingin dan tanpa hujan melanda dua distrik itu sejak Mei. Akibatnya tanaman warga, seperti ubi dan keladi, rusak. Pemkab Puncak telah menetapkan status tanggap darurat dua bulan. Namun, pengiriman bantuan makanan ke dua distrik ini terkendala faktor keamanan. (Yoga)

7 Dampak El Nino di Bidang Pertanian yang Perlu Diwaspadai

KT1 21 Jul 2023 Tempo

ANOMALI cuaca yang disebabkan El Nino diperkirakan masih berlangsung di Indonesia. Ancaman El Nino diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2023. El Nino sendiri memiliki dampak yang beragam di tingkat global. Pertanian merupakan salah satu sektor utama ekonomi yang dapat terkena dampak parah dari fenomena El Nino. Kekeringan yang disebabkan El Nino menjadi ancaman utama terhadap produksi pangan. Lalu, apa yang dimaksud dengan El Nino? Apa saja dampaknya di bidang pertanian yang perlu diwaspadai? Lebih jelasnya simak infomasi berikut ini. El Nino adalah fenomena alam berupa pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal di Samudra Pasifik bagian tengah. Pemanasan ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan di wilayah tersebut dan mengurangi curah hujan di Indonesia.El Nino menimbulkan dampak beragam di seluruh belahan dunia. Saat terjadi El Nino, beberapa negara di kawasan Amerika Latin, seperti Peru, akan mengalami peningkatan curah hujan. Sedangkan dampak El Nino di Indonesia secara umum adalah berkurangnya curah hujan. Dengan kata lain, El Nino menyebabkan kekeringan di wilayah Indonesia secara umum. (Yetede)

Ketar-ketir Menjelang Musim Kering

KT1 20 Jul 2023 Tempo

PREDIKSI puncak musim kering akibat El Nino pada Agustus hingga September mendatang membuat Sutikno ketar-ketir. Petani di Desa Ngampel, Madiun, itu khawatir padi yang akan ia tanam pada musim kemarau kedua tahun ini tidak berbuah maksimal. Padahal, tanpa adanya El Nino pun, ia mesti merogoh kocek lebih dalam untuk biaya produksi pada masa tanam musim kemarau kedua ketimbang pada masa tanam di musim hujan dan musim kemarau pertama setiap tahun. Ongkos mahal tersebut dikeluarkan Sutikno dan para petani lainnya untuk biaya irigasi dengan sistem bergilir dari sumur pompa yang berada di kawasan lahan sawahnya. Berdasarkan hitung-hitungannya, modal yang diperlukan untuk menggarap sepetak lahan pada musim kemarau kedua mencapai Rp 13 juta. Nominal itu lebih tinggi Rp 4 juta dibandingkan dengan masa tanam musim kemarau pertama pada Mei lalu. “Karena airnya harus beli dan butuh beberapa kali irigasi,” ujar dia kepada Tempo, kemarin, 19 Juli 2023. Ongkos itu belum termasuk biaya untuk pupuk. Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Madiun, Suharno, menyatakan, mayoritas petani di daerahnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemarau panjang. Mereka berencana mengajukan surat keterangan pembelian solar bersubsidi lewat pemerintah desa masing-masing. Solar itu digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa pada sumur dangkal yang masih ada di kawasan persawahan mereka. Mereka tak bisa mengandalkan mesin pompa sumur dalam yang menggunakan listrik karena jumlahnya terbatas. "Se-Kabupaten Madiun jumlah (pompa listrik) hanya 200-300 unit. Idealnya ada ribuan. "Tak hanya di Madiun, para petani di sentra produksi padi lainnya juga bersiap menghadapi musim kering dalam beberapa bulan ke depan. Abdul Somad, petani di Kecamatan Patampanua, Pinrang, mengatakan bahwa para petani di kampungnya telah menyiapkan pompa air untuk mengairi lahan atau sawah, apalagi saat ini tanaman padi di sana sudah berumur sebulan lebih. “Saya sudah siapkan pompa air,” ujar Comat—sapaan akrab Abdul. (Yetede)

Rob di Demak Ganggu Ekonomi Warga

KT3 20 May 2023 Kompas

Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jateng, mengganggu aktivitas masyarakat. Di jalan pantura Demak, misalnya, genangan rob memaksa pelintas untuk mencari jalan alternatif. Situasi itu berpotensi mengganggu perekonomian masyarakat di jalur yang menjadi salah satu urat nadi Pulau Jawa itu. Hingga Jumat (19/5) BPBD Demak masih melaporkan adanya genangan rob dengan ketinggian mulai dari 20 sentimeter (cm) hingga 100 cm di wilayahnya. Sejumlah desa yang terendam berada di Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. ”Genangan banjir dan rob yang terjadi pada ruas jalan nasional menimbulkan kemacetan lalu lintas. Hal itu berpotensi mengganggu perekonoian masyarakat. Sementara, rob yang terjadi di permukiman  mengganggu aktivitas sehari-hari warga, termasuk mengganggu kesehatan mereka,” kata Kepala Pelaksana BPBD Demak M Agus Nugroho, Jumat (19/5).

Idayatul Rohmah (27), warga Demak yang sehari-hari bekerja di Kota Semarang, mengaku sepekan terakhir selalu terjebak kemacetan di jalan pantura Sayung, Demak. ”Kalau masih siang biasanya robnya tidak tinggi, masih bisa dilewati, jadi saya lewat jalan pantura. Tapi, kalau sudah sore menjelang malam, airnya sudah tinggi jadi saya pilih lewat jalur lain karena sudah pasti macet di situ,” tuturnya. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi Demak untuk melihat penanganan rob, 15 Mei. Salah satu upaya yang sedang ditempuh pemerintah ialah pembangunan tol ruas Semarang-Demak. Di dalam pembangunan jalan itu  terdapat paket proyek tanggul laut. (Yoga)

RI All-out Hadapi Kemarau Ekstrem

KT1 19 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Pemerintah akan habis-habisan (all-out) mengantisipasi kekeringan ekstrem akibat El Nino yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Kekeringan ekstrem dapat menyebabkan sedikitnya 685 ribu ha lahan tanaman padi gagal panen. Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, dan Riau merupakan provinsi yang berisiko mengalami kekeringan terluas. Meski peluang El Nino hanya sekitar 60%, musim kemarau tahun ini diprediksi menjadi musim kemarau paling kering dalam tiga tahun terakhir. Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian (Kementan) akan all-out meredam dampak negatif kekeringan ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Tanah Air. Dengan begitu, kekeringan ekstrem tidak mengganggu produksi pangan, khususnya beras, secara signifikan. “Kondisi kemarau harus diwaspadai, terutama pada Agustus yang diprediksi menjadi puncak musim kemarau tahun ini. Kita harus melakukan upaya antisipasi. Kementan sudah menyusun sejumlah strategi dan men jalankannya,” ujar Syahrul di Jakarta, Kamis (18/05/2023). Mentan menambahkan, setidaknya sampai akhir Juni 2023, Indonesia diproyeksikan masih surplus 2,78 juta ton beras. Surplus tersebut diharapkan mampu menyangga stok beras nasional selama kemarau ekstrem berlangsung. (Yetede)

Jawa dalam Sengkarut Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan

KT3 15 May 2023 Kompas

Jawa adalah pulau dengan banyak bencana. Mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Dari data BNPB, jumlah bencana yang terjadi di Pulau Jawa pada 2022 sebanyak 1.838 kejadian. Jumlah itu 51,86 % dari 3.544 kejadian bencana di Indonesia pada 2022. Litbang Kompas juga menguatkan fakta Jawa adalah ”lumbung bencana” di Indonesia. Dalam kurun waktu 2012-2022, tercatat ada 17.720 bencana di Jawa dengan jumlah korban meninggal, hilang, luka-luka, dan mengungsi sebanyak 21,9 juta orang. Selain tingginya frekuensi bencana, sejumlah daerah di Jawa tercatat pernah mengalami bencana besar yang merenggut banyak korban jiwa.

Bencana di Jawa disebabkan sejumlah faktor. Di satusisi, kondisi alam seperti keberadaan sesar penyebab gempa, gunung api aktif, dan cuaca ekstrem menjadi factor yang bisa memicu bencana. Namun, faktor non-alam seperti masalah tata ruang dan alih fungsi lahan juga memicu atau memperparah bencana di Jawa. Relasi antara bencana di Jawa dengan tata ruang dan alih fungsi lahan itu diungkapkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dalam konferensi pers di Semarang, Jateng pada Januari 2023. Pengampanye Transisi Urban Berkeadilan Walhi Nasional, Abdul Ghofar, mengatakan, bencana yang melanda Pulau Jawa empat tahun terakhir didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, hujan ekstrem, dan tanah longsor. Selain karena perubahan iklim, bencana terjadi karena kesalahan dalam pengurusan tata ruang dan kerusakan lingkungan.

Terlihat jelas dalam banjir bandang di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, awal Januari 2023. Saat itu terjadi banjir bandang setinggi lebih dari 2 meter di sekitar Sungai Pengkol. Dampak banjir paling parah dirasakan warga Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, karena tanggul sungai di kawasan itu jebol. Sebanyak 40 rumah yang ditinggali 147 jiwa terendam air selama tiga jam. Seorang warga yang terjebak di dalam rumah meninggal. Dari tata ruang, lokasi Perumahan Dinar Indah dinilai tidak tepat karena berada di cekungan dan sangat dekat dengan sungai. Bahkan, Pemkot Semarang menyebut perumahan itu tak berizin. Setelah banjir Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mewacanakan relokasi bagi warga Perumahan Dinar Indah. Pemkot Semarang juga berjanji  mengevaluasi perizinan perumahan agar kasus serupa tidak terulang.

Kepala Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan Universitas Brawijaya Adi Susilo mengatakan, alih  fungsi lahan bisa memicu banjir bandang. Sebab, lahan pertanian terbuka tidak bisa menyerap hujan hingga air mengalir menjadi limpasan permukaan. ”Hal itu mesti diwaspadai dan penanganannya  jangan dibebankan ke Pemerintah saja, tetapi juga provinsi dan pusat. Berilah insentif untuk warga di hulu agar tidak bergantung sepenuhnya pada pertanian yang merusak hutan. Karena rentetan dampaknya bisa banjir, longsor, dan mengganggu mata air,” kata Adi. (Yoga)